Adamy, Aulina
Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh #23245

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kuesioner WHOQOL-BREF: Mengukur Kualitas Hidup Pasien yang Menjalankan Terapi Hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh Muzafarsyah, Muzafarsyah; Adamy, Aulina; Zaman, Nasrul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Para penderita gagal ginjal harus menjalani terapi dan salah satu alternatif pengobatan adalah melalu terapi Hemodialisa (HD). Terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pasien yang menjalan terapi HD di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) di Banda Aceh. Tercatat pada tahun 2013 sebanyak 192 pasien, 2014 sebanyak 335 pasien dan 2015 meningkat menjadi 462 pasien. Pasien penyakit ginjal seringkali dihadapi berbagai komplikasi yang berakibat semakin menurunnya kualitas hidup pasien tersebut. Tujuan penelitian ini menganalisis kuesioner “Quality of Life” (WHOQOL-BREF) dari WHO untuk mengukur kualitas hidup pasien HD di RSUZA. Metode: Desain penelitian adalah Statistical Equal Modeling (SEM) dengan data analisis menggunakan AMOS 22. Populasi adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi HD di RSUZA pada tahun 2015 (n= 462) dan total sampel sejumlah150 pasien dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner langsung kepada responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap indikator pada variabel dimensi fisik, dimensi psikologis, dimensi sosial, dan dimensi lingkungan memenuhi kriteria yaitu nilai CR di atas 1.96 dengan p- value lebih kecil dari pada 0.05. Terkecuali pada indikator “rasa sakit” dan “kebutuhan terapi” yang tidak memenuhi kriteria sehingga perlu dihilangkan. Saran: Perlu menyosialisasikan kepada para pasien terapi HD pentingnya menjaga kulitas hidup melalui kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial pasien dan kesehatan lingkungan sehingga kualitas hidup pasien yang menjalankan terapi HD dapat menjadi positif.
Hubungan Realisasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan Cakupan Indikator Kesehatan Ibu di Aceh Periode 2013-2015 Saleh, Haslinda; Ismail, Nizam; Adamy, Aulina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan dana bantuan yang bersifat promotif dan prefentif yang ditujukan untuk puskesmas, tujuannya untuk membantu pemerintah daerah melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Salah satu tujuan dari dialokasikannya dana BOK adalah untuk meningkatkan cakupan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan. Persentasi rata-rata anggaran dana BOK di Aceh tahun 2015 adalah 48,8%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara realisasi anggaran BOK dengan cakupan indikator kesehatan ibu di Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Data penelitian adalah data sekunder tahun 2013–2015. Populasi dalam penelitian ini adalah 23 kabupaten/kota di provinsi Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel  ramdom  sampling  sehingga terpilih 5 kabupaten/kota dengan total 55 puskesmas. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan regresi linier sederhana. Hasil: Ada   hubungan  antara realisasi dana BOK dengan  cakupan K1(P-value = 0,001), cakupan K4 (P-value = 0,001) dan cakupan Fe (P-value = 0,001) di tahun 2013. Terdapat perbedaan rata-rata cakupan K1 (P-value = 0,021),  cakupan K4 (P-value = 0,016) dan cakupan pelayanan nifas (P-value = 0,001) tahun 2013-2015. Kesimpulan: Ada hubungan realisasi anggaran BOK dengan cakupan K1, cakupan K4, dan cakupan Fe di Provinsi Aceh tahun 2013. Disarankan bagi pengelola anggaran BOK Dinas Kesehatan Aceh dapat menyusun perencanaan pembiayaan kesehatan yang lebih optimal di masa mendatang.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Banda Aceh setelah Berlakunya Kebijakan 144 Sarah, Sitti; Abdullah, Asnawi; Adamy, Aulina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan pada kebijakan 144 (diagnosis penyakit) era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas. Implementasi kebijakan 144 berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan pasien ke puskesmas yang akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kota Banda Aceh setelah dan sebelum berlakunya kebijakan 144 (diagnosis penyakit). Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kesehatan pada saat penelitian. Sampel diambil dengan tehnik purposive sampling sebanyak 121 orang di Puskesmas Baiturrahman dan 25 orang di Puskesmas Lampaseh. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon matched-pairs signed-rank test dan uji Wilcoxon rank-sum test. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien sebelum berlakunya kebijakan 144 dengan setelah berlakunya kebijakan 144 di Puskesmas Baiturrahman dan Lampaseh pada dimensi kehandalan (p-value 0,0001), dan secara keseluruhan (p-value 0,0009). Selanjutnya terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Baiturrahman dengan Puskesmas Lampaseh setelah berlakunya kebijakan 144 pada setiap dimensi: penampilan fisik (p-value 0,0001), kehandalan (p-value 0,0001), ketanggapan (p-value 0,012), jaminan (p-value 0,002), dan empati (p-value 0,0001). Saran: Puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan terutama meliputi kenyamanan ruang pemeriksaan, pemberian informasi kepada pasien, kelengkapan alat-alat kesehatan dan obat-obatan serta memberikan pelayanan yang cepat dan tidak berbelit-belit.
Karakteristik Bidan dan Kualitas Pelayanan Persalinan di Puskesmas PONED Kabupaten Aceh Besar Wahyuni, Sri; Hidayat, Melania; Adamy, Aulina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang tertinggi di wilayah ASEAN pada tahun 2014. Demikian di Aceh AKI masih terbilang tinggi dan Aceh Besar merupakan salah satu daerah menyumbang AKI terbanyak. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI adalah dengan melahirkan di puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED), namun penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan tidak dapat menurunkan AKI apabila kualitas pelayanan yang diberikan kurang baik atau buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristi bidan dan kualitas pelayanan persalinan di Puskesmas PONED Aceh Besar. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh bidan yang menolong persalinanpada ibu bersalin yang berkunjung di Puskesmas PONed Aceh Besar dan mendapatkan 43 bidan sebagai sampel selama pengambilan data 20 Desember sampai 15 Januari 2017. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Tidak ada hubungan antara umur dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,132; tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,089; terdapat hubungan yang bermakna antara lama masa kerja dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,020; terdapat hubungan yang bermakna antara status kepegawaian dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,024; dan tidak ada hubungan antara pelatihan dengan kualitas pelayanan persalinan dipuskesmas PONED Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan: Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan persalinan terutama di penanganan komplikasi dan kegawatdaruratan.