Edi Sutoyo, Edi
Department of Information Systems, School of Industrial Engineering, Telkom University

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PERANCANGAN DIES POTONG DAN DIES TEKUK PADA PRESS BRAKE sutoyo, edi; Sutisna, Setya Permana
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.013 KB)

Abstract

Pembentukan material seperti pemotongan dan tekuk dapat dilakukan dengan dies. Dies potong adalah pemotongan dengan cara dipotong melalui dua logam yang disebut striper. Dies tekuk adalah proses pembentukan dengan cara ditekuk melalui perkakas punch. Penekukan dengan dies memungkinkan hasil yang sama dapat dipertahankan. Konstruksi dies terdiri dari striper, pelat tumpuan,poros penghantar, sambungan baut dan las. Bahan striper AISI 1050, bahan baut A325.Bahan baut plat yang di potong atau di tekuk adalah JIS G3101. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konstruksi dies dan gaya yang dibutuhkan untuk memotong dan menekuk. Pengujian dilakukan dengan nyata dan software sebagai alat untuk memvalidasi hasil dari perhitungan. Hasil kekuatan dies potong mendapatkan nilai 301x106 N/m2 dan tegangan dies tekuk mendapatkan nilai 30x106 N/m2 jika dilihat dari validasi menggunakan software perhitungan nilai kekuatan dies potong dan dies tekuk tegangan hampir mendekati. Tegangan geser baut yang terjadi sebesar 49x106 N/m2 tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan yang diijinkan maka baut aman. Dari perhitungan sambungan las didapat tegangan geser 84,5 N/m2 dan tegangan tarik 142.4 N/m2, tegangan yang terjadi pada kampuh las lebih kecil yang diijinkankan maka pengelasan aman. Dari perhitungan untuk mendapat gaya potong dengan panjang 100 mm dengan tebal 3 mm mendapatkan gaya sebesar 8.4000 N sedangkan hasil pengujian pemotongan sebesar 83.006 N Sedangkan perhitungan yang dilakukan untuk mendapat gaya tekuk dengan panjang 100 mm dengan tebal 3 mm mendapatkan gaya sebesar 7.980 N sedangkan hasil pengujian hasil sebesar 83.00 N.
PERANCANGAN STRUKTUR RANGKA LENGAN ROBOT MEKANIK PEMINDAH BAHAN TIPE CARTESIAN COORDINATE Prayuda, Ilham Vega; Hartono, Budi; Sutoyo, Edi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.705 KB)

Abstract

This study describes the design of skeletal structure of mechanical robot arm of cartesian coordinate material type with area of 60 x 50 cm using 2 main axis that is X axis and Y axis. This study aims to determine the movement system, frame construction, welded joints. Based on the design results, the driving force using the stepper motor OMHT17-275 for the driving force on the X axis that has a torque of 0.249 Nm, stepper motor OM5014-075 for the motor on Y axis which has a torque of 0.235 Nm. The stresses occurring in the lead screw are the compressive stress of 3.9 MPa, the bending stress of 0.028 MPa, and the shear stress of 3.3 MPa. The amount of stress that occurs in the lead screw is still below the yield strength of the material, so the lead screw is quite safe. Analyze on linear rod Y axis with S45C material get load 51,993 N caused stress 0,00245 MPa < material stres permit 29,419 MPa, and deflection 0,052 mm < software simulation result 0,072 mm, so material is considered safe. Analysis on linear rod X-axis with S45C material got 14,715 N caused stress 0.000721 MPa < material stres permit 29,419 MPa, and curve or buckling force on Y axis was 10,322 kg. The stress value that occurs < the stress of the material permit, therefore the design able to withstand the load occur. From the calculation of the tensile stress of 1.83 MPa < welding stress allowable 53.75 MPa, so the welding is considered safe. The shear stress value that occurs at 1.83 MPa < stress allowable 47.37 MPa, so the welding is considered safe.
ANALISA GETARAN BEARING BERBASIS VARIASI JARAK PENYANGGA PADA ALAT UJI PUTARAN KRITIS Zaki, Abdul; Hartono, Budi; Sutoyo, Edi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.816 KB)

Abstract

This study focused on variation of buffer distance as well as different shaft materials and 3 loading of test specimens. Obtained from the test results on the aluminum shaft at a buffer distance of 60 cm the largest vibration value occurs on the x axis of 17.8 mm/s and the largest deflection occurs at 0.45 m with a weight of 0.135 kg is 0.044 m. Experiment using a buffer distance of 80 cm the largest vibration value occurs on the z axis of 12.6 mm / s and the largest deflection value occurs at 0.6 m with a weight of 0.135 kg is 0.046 m. Experiment using a buffer distance of 100 cm the largest vibration value occurs on the z axis of 14.9 mm/s and the largest deflection occurs at a distance of 0.75 m with a weight of 0.135 kg is 0.088 m. Tests on the stainless steel axle at a buffer distance of 60 cm the largest vibration value occurs on the z axis of 24.1 mm/s and the largest deflection value occurs at a distance of 0.45 m with a weight of 0.135 kg is 0.0037 m. Test uasing a buffer distance of 80 cm the largest vibration value occurs on the x axis of 22.6 mm/s and the largest deflection value occurs at a distance of 0.6 m with a weight of 0.011 kg is 0.046 m. Pada jarak penyangga 100 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu z yaitu 14,2 mm/s dan nilai defleksi terbesar terjadi pada jarak 0,75 dengan berat 0,135 yaitu 0,057 m. Testing on the copper shaft at a buffer distance of 60 cm the largest vibration value occurs on the x axis of 20 mm/s and the largest deflection value occurs at a distance of 0.45 m with a weight of 0.135 kg is 0.0032 m. Experiment using a buffer distance of 80 cm the largest vibration value occurs on the x axis of 15 mm/s and the largest deflection value occurs at a distance of 0.6 m with a weight of 0.135 kg is 0.017 m. Test using a buffer distance of 100 cm the largest vibration value occurs on the x axis of 12 mm/s and the largest deflection value occurs at a distance of 0.75 m with a weight of 0.135 kg is 0.119 m.
RANCANG BANGUN MODEL KETEL SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGKIT KALOR PADA SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) sutoyo, edi; Rahmat, Mamat; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.475 KB)

Abstract

Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi panas (khususnya di indonesia) memiliki banyak keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain, energi panas dari matahari hanya tersedia di siang hari dan tidak optimal saat mendung dan hujan. Oleh karena itu diperukan pembangkit kalor sebagai penunjang, yang dapat menaggulangi kelemahan sistem yang ada. Ketel merupakan salah satu Solusi alternatif sebagai penunjang operasi sistem ORC saat cuaca mendung, hujan atau saat malam hari. Ketel berfungsi sebagai pemanas air pengganti energi panas matahari. Suplai air panas ke epavorator yang semula dihasilkan dari solar kolektor diganti dengan air panas yang berasal dari ketel. Sumber panas untuk ketel berasal burner biomassa. Pengujian ketel dilakukan dengan memvariasikan tiga debit yang berbeda yaitu: 7 liter/menit, 24 liter/menit dan 43 liter/menit. Hasil pengujian dengan debit 7 liter/menit, 24 liter/menit dan 43 liter/menit menghasilkan ?T rata-rata berturut-turut sebesar 10,4 OC, 0,46 OC dan 0,37OC sedangkan Effisiensi ketel maksimum terjadi pada debit 7 liter/menit, pada yaitu sebesar 0,032%. Dari rancangan yang dihasilkan dan pengjian yang dilakukan ketel mampu berfungsi sebagai pembangkit atau penyuplai panas di sistem ORC untuk menggantikan solar collector ketika sumber panas dari iradiasi matahari tidak diperoleh.
ANALISIS DIMENSI DAN TOLERANSI PADA PROSES REKONDISI SILINDER HIDROLIK ARM EXCAVATOR sutoyo, edi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.47 KB)

Abstract

Hydraulic Excavator PC1250 is one of the heavy equipment that is widely used to transport mining materials, stone, forest products, and the other. Arm PC1250 hydraulic cylinder is a component that functions in hydarulic excavator arm moves. Arm cylinder damage occurs after reaching 3346 hours of operating hours should be reach 6000 hours. This situation requires the cylinder repaired/reconditioned. The reconditioning process is done in PT "X", the dimensions of the components of the cylinder are analyzed in order to be adopted and the resulting cylinder can operate up to 6000 hours. In this study, the authors conducted an analysis on the direction of the radial and axial piston to locate critical features. The steps are performed on this analysis are data collecting field conditions, operational data collecting, measurement and checking of the existing dimensions, litelature study, analysis of the dimensions and tolerances. The results of this study obtained some critical features to the radial direction of the piston as the diameter of the piston ring groove wall worthmm (existing diameter is 248 mm), the diameter of the piston seal groove wall worthmm (existing diameter is 248.95 mm). Features critical to the long axial direction of the piston is a piston 2 is worth 117.5±0.05 mm, and the length cushion ring worth 100.3±0.05 mm (existing length 100mm). The results is it can be concluded that there are several dimensions to the adjustment piston radial direction, and at axial direction, the adjustment is only does at the length of cushion ring.
ANALISA GETARAN BEARING BERBASIS VARIASI PUTARAN PADA ALAT UJI PUTARAN KRITIS sutoyo, edi; Permana Sutisna, Setya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.583 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai getaran dan defleksi poros stainlees steel pada alat uji putaran kritis. Seberapa besar suatu poros yang berputar dengan kecepatan tertentu menglami lenturan (defleksi). Poros diberi putaran maka akan terjadi fenomena whirling (pusaran), suatu poros berputar dan gaya sentrifugal bekerja, putaran itu secara radial searah jarum jam. Poros diberi beban sehingga kecepatan kritis terjadi yang disebabkan oleh lenturan pada poros. Hal ini menyebabkan poros membengkok pada waktu berputar yang dibatasi oleh dua buah garis pusat bantalan. Pengujian dengan menggunakan alat uji mesin putaran kritis pada suatu batang stainless steel dengan ukuran diameter D = 12 mm dengan panjang L = 1000 mm. Pengujian pertama menggunakan massa beban sebesar 0.135 kg dengan massa beban tetap dan panjang poros tetap. Pengujian kedua menggunakan massa beban berubah sebasar 0.26 kg dengan panjang poros tetap. Pengujian ketiga mengunakan massa beban berubah 0.39 kg dengan panjang poros tetap. Berdasarkan ketiga pengujian tersebut diperoleh nilai getaran tertinggi dan nilai defleksi tertinggi pada bahan poros stainlees steel terjadi dengan pembebanan 0.39 kg pada putaran 1200 rpm.
SIMULASI ALIRAN FLUIDA MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIK sutoyo, edi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.777 KB)

Abstract

Penerapan simulasi menggunakan sistem dinamik dewasa ini telah luas digunakan diberbagai bidang,hal tersebut karena adanya kemudahan-kemudahan yang diperoleh dari penggunaanya. Asumsi utama pada sistem dinamik adalah struktur fenomena proses pembuatan keputusan merupakan suatu kumpulan struktur-struktur kausal yang melingkar dan tertutup. Sistem simulasi dinamik yang akan dikembangkan dalam kajian ini adalah model Ordinary Differential Equation (ODE) yang digunakan untuk dapat menggambarkan perilaku dari sistem mekanika fluida sederhana yang ditinjau dari satu dimensi yaitu ketinggian fluida sebagai fungsi dari waktu. Model dibuat dengan kontrol bukaan katup yaitu 0 (set point=0) untuk katup tertutup dan 1 (set point=1) untuk katup terbuka penuh. Dari hasil simulasi pada set point=0 diperoleh laju aliran fluida 1 sebesar 3.06 x10-4 m3/s, pada posisi katup 1 yang tidak bekerja t+1 laju aliran fluida 1 adalah nol (0),laju aliran fluida 2 sebesar 5.76 x10-6 m3/s, posisi reservoar dan tinggi permukaan air bernilai 8.3 x10-7 m dan 6.61 x10-6 m serta volume tangki sebesar 7.2 x10-7 m3. Hasil skenario set point = 1 aliran fluida 1 yang merupakan fungsi dari kapasitas pompa berjalan/bernilai secara tetap karena tidak dipengaruhi oleh variabel yang lain sebesar 3.06x10-4m3/s,sementara laju aliran 2 pada tahap awal simulasi nilainya lebih rendah di banding laju aliran 1. Simulasi dengan menggunakan pendekatan sistem dinamik mampu membuat dan mengembangkan model aliran fluida dengan baik sesuai dengan persamaan matematik yang disusun dan clausal loop diagram yang dibuat
Analisa Laju Korosi Akibat Pengelasan Duplex UNS32205 Dengan 2 Metode Pengelasan yang Berbeda Pada Media FeCl3 Oktoriansyah, Rinaldi; Hartono, Budi; Sutoyo, Edi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.776 KB)

Abstract

Pengelasan mempunyai dampak terhadap ketahanan korosi pada material yang dilas. Pengelasanmenyebabkan logam mengalami siklus termal cepat sehingga terjadi perubahan sifat, metalurgi yang rumit,deformasi dan tegangan-tegangan termal dan berdampak meningkatkan laju korosi., mekanik maupun ketahanankorosi. Penelitian ini dilakukan pada material baja tahan karat Duplex UNS32205 metode pengelasan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengelasan SMAW menggunakan elektroda las E 2209 - 16 dan pengelasan GTAW menggunakan elektroda ER 308L lalu akan diuji korosi pada setiap sempel sesuai dengan pengujian laju korosi ASTM G48 method A . Pada pengamatan struktur mikro sempel GTAW dan SMAW terlihat fasa ferit dan fasa austenit dan ada fasa pearlit. Berdasarkan dari hasil pengujian korosi pada sempel uji pengelasanGTAW adalah 6,7888 mmpy dan untuk pada sempel uji pengelasan SMAW adalah 4,9696 mmpy. pitting korosi terjadi pada daerah weld metal, haz metal dan base metal. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Pitting korosi terbesar terjadi pada sempel yang diberikan pengelasan GTAW dibagian weld metal. Salah satu penyebab pitting korosi terjadi diakbatkan karena kesalahan pemilihan elektroda, elektroda yang memiliki tensile strangth lebih besar dari pada tensile strangeth yang dimiliki oleh logam yang dilas akan menghasilkan laju korosi lebih kecil bila dibandingkan dengan elektroda yang memiliki kekuatan tarik minimum lebih rendah dan nilai PREN elektroda yang lebih rendah dari nilai PREN logam
RANCANG BANGUN MODEL BURNER BIOMASSA SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGKIT KALOR PADA SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) sutoyo, edi; Rahmat, Mamat; Sutisna, Setya Permana
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.195 KB)

Abstract

Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi panas padapembangkitlistrikberbasis ORC (organic rankine cycle) memiliki beberapaketerbatasandiantaranya hanya tersedia di siang hari dan tidak optimal saat mendung dan hujan. Untuk itu diperlukan pembangkit kalor sebagai penunjang, yang dapat menaggulangi kelemahan sistem yang ada. Burner biomassa merupakan solusi alternatif sebagai penunjang operasi sistem ORC saat cuaca mendung, hujan atau saat malam hari. Burner biomassa adalah burner yang menggunakan bahan bakar biomassa sebagai bahan bakar. Pemanfaatan biomass untuk bahan bakar burner inimemanfaatkankonsepgasifikasisederhanauntukmeningkatkanefisiensikonversienergitermalnya. Burner inidigunakanuntukmemanaskan air yang akandialirkanpadabagian evaporator sistemORC yangdapatdisinergikandenganaplikasisolar colector.Pengujian burner dilakukan dengan memvariasikan proses pembakaran. Proses pertama yaitu proses pembakaran biasa dan yang kedua adalah proses pembakaran dengan gasifikasi.Dari rancangan yang dihasilkan dan pengjian yang dilakukan burner mampu berfungsi sebagai pembangkit atau penyuplai panas di sistem ORC untuk menggantikan solar collector ketika sumber panas dari radiasi matahari tidak diperoleh.