Fuad Abdurachman, Fuad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Proses Sains Dasar Mata Pelajaran Kimia Pada Kompetisi Dasar Mardliya, Siti; Abdurachman, Fuad; Hartono, Hartono
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.008 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan yang dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Palembang ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian keterampilan proses sains mata pelajaran kimia pada kompetensi dasar kelarutan dan hasil kali kelarutan yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif dan mengetahui reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda produk. Pengembangan menggunakan model pengembangan Rowntree dan evaluasi menggunakan evaluasi formatif Tessmer. Kevalidan produk diperoleh melalui uji pakar dan dihitung menggunakan perhitungan koefisien Aiken`s V. Hasil perhitungan koefisien Aiken`s V dari 6 pakar diperoleh rata-rata 0,74 yang artinya produk memiliki validitas tinggi. Skor kepraktisan pada evaluasi satu satu sebesar 81,5 % yang artinya praktis dan evaluasi kelompok kecil sebesar 79 %, yang artinya praktis. Uji lapangan bertujuan untuk mengetahui nilai keterampilan proses sains dasar siswa. Rata-rata nilai keterampilan proses sains dasar siswa kelas XI IPA 5 sebesar 79,5. Ketuntasan sebesar 100 % yang berarti produk efektif. Reliabilitas instrumen 0,56 yang berarti cukup tinggi. Tingkat kesukaran produk 0,5 yang artinya sedang dan daya pembeda produk 0,2 yang berarti sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian keterampilan proses sains mata pelajaran kimia pada kompetensi dasar kelarutan dan hasil kali kelarutan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif dan reliabiltias, tingkat kesukaran dan daya pembeda produk termasuk kategori sedang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Tivany, Fika; Abdurachman, Fuad; Hartono, Mr.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 21, No 1 (2016): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.589 KB) | DOI: 10.18269/jpmipa.v21i1.668

Abstract

This Class Action Research investigated the implementation of Structured-Numbered Head Together model to increase high school chemistry learning achievement. The study was conducted in two cycle with 40 tenth grader in one of senior high schools in Palembang as its samples. The data was collected using observation sheets and test. Learning achievement average score before model implementation (T0) was 67.88 with 55% classical completedness average. After model implementation (T1), average score was increased to 75.30 with  60% classical completedness average. In Cycle II, learning achievement average score (T2) increased to 77.69 with 87.17% classical completedness average. Students’ activity was also increased in every cycle. These results suggested that Structured-Numbered Head Together model can improve chemistry learning achievement.ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas ini meneliti penerapan model Kepala Bernomor Terstruktur untuk meningkatkan hasil belajar kimia SMA. Penelitian dilakukan dalam dua (2) siklus dengan 40 orang siswa kelas XI di salah satu SMA di Palembang sebagai sampelnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes. Rerata skor hasil belajar kimia siswa sebelum tindakan (T0) mencapai 67,88 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 55%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, rerata skor hasil belajar kimia siswa (T1) meningkat menjadi 75,30 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal  60%. Pada Siklus II rerata skor hasil belajar kimia siswa (T2) meningkat menjadi 77,69 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 87,17%. Selain itu, aktivitas siswa juga meningkat tiap siklusnya. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar kimia.