Abdul Kholis, Abdul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANIMASI INTERAKTIF PEMBELAJARAN TAJWID PADA TAMAN QURAN ANAK (TQA) AL WASHILAH CIREBON Kholis, Abdul; ., Herlawati
JURNAL TEKNIK KOMPUTER Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.728 KB)

Abstract

ewline"> Abstract — Media Limited cause children to become bored quickly,thereby reducing the child’s interest in learning. With theinnovation and development of technology combined between text,images, audio, music, animated images the support each other, cancause a sense of fun and enthusiasm for learning. So the child’smotivation for learning will increase and not saturated and isexpected to end up learning more. Animated interactive learningtajwid of this method will be a great learning fun and easy for boththe teacher and the student. By learning more interactive,instructor would always required to be creative and innovative inseeking a breakthrough study.Intisari — Media pembelajaran yang terbatas menyebabkananak menjadi cepat bosan sehingga mengurangi ketertarikananak pada pelajaran. Dengan inovasi dan perkembanganteknologi dipadukan antara text, gambar, audio, musik, animasigambar yang saling mendukung, mampu menimbulkan rasasenang dan semangat dalam proses belajar. Sehingga motivasianak selama proses belajar akan bertambah dan tidak jenuh dandengan ini diharapkan tujuan pembelajaran menjadi lebihmaksimal. Animasi Interaktif Pembelajaran Tajwid ini akanmenjadi metode pembelajaran yang amat menyenangkan danmemudahkan baik dari sisi pengajar ataupun siswa. Dengansistem pembelajaran yang lebih interaktif, pengajar akan selaludituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mencari terobosanpembelajaran.Kata Kunci : Animasi Interaktif, Pembelajaran, Tajwid
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMK Senopati Sedati Kabupaten Sidoarjo Kholis, Abdul
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 6 No 1 (2019): Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.788 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 yang berlaku sekarang ini, memerlukan strategi baru terutama dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh peran guru (teacher centered) diperbaharui dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut  adalah pembelajaran dengan pendekatan Paikem. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali  pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMK Senopati Sedati Kabupaten Sidoarjo yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori” cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh  dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II , terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran  dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.