Articles

Found 6 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI COSPLAYER TEAM BANDUNG “Studi Fenomenologis Mengenai Pola Komunikasi Association Extracurricular Of Nyx Cosplay Team Bandung” Fitriawati, Diny; Retnasary, Maya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.542 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Komunikasi Cosplayer. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan pengamatan berperan serta, dengan menggunakan teori interaksi simbolik dan teori tindakan sosial. Objek penelitian ini adalah anggota Association Extracurricular Of Nyx Cosplay Team Bandung. Penelitian ini menemukan Pola Komunikasi anggota Association Extracurricular Of Nyx cosplay team terbentuk dari motif, pemahaman dan simbolisasi. Dengan memahami tindakan anggota Association Extracurricular Of Nyx cosplay team secara individu dapat dilihat dari motif apa yang mendasari tindakan tersebut sehingga dapat di ketahui pemahaman anggota Association Extracurricular Of Nyx cosplay team dan simbol-simbol verbal dan simbol-simbol non verbal yang menyertainya. Kata kunci: Pola Komunikasi, Motif, Cosplayer
MAKNA HUBUNGAN ANTARPRIBADI MELALUI MEDIA ONLINE TINDER Nadya, Karlina; Hidayat, Dasrun; Retnasary, Maya
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe focus of this research is based on the meaning of the Inter-personal relationships Tinder users in Bandung. Establishing a relationship via technology should be based on the preparation of appropriate communication messages. Open attitude and the attitude of trust becomes an important thing that Inter-personal communication is still running despite using Tinder media. This study used a qualitative approach on the grounds that this approach is the approach that interprets the phenomena that occur naturally. The method used is phenomenological method as a key concept in this research is to examine the meaning of a user Tinder. Results from this study that the communication can run well with good management communication messages such as the preparation of topics and use of emoticons. Openness and trust in Tinder users can also support communication even if only by using the media. Keywords: Tinder, Inter-personal communication, social media ABSTRAKFokus penelitian ini didasarkan pada makna hubungan Antar pribadi pengguna Tinder di Bandung. Menjalin sebuah hubungan via teknologi harus didasari dengan penyusunan pesan komunikasi yang tepat. Sikap terbuka dan sikap percaya menjadi suatu hal yang penting agar komunikasi Antar pribadi tetap berjalan walaupun dengan menggunakan media Tinder. Penelitian ini menggunakan pendekeatan kualitatif dengan alasan bahwa pendekatan ini adalah pendekatan yang menafsirkan fenomena yang terjadi secara alamiah. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi karena konsep utama dalam penelitian ini adalah mengkaji tentang makna seorang pengguna Tinder. Hasil dari penelitian ini bahwa komunikasi dapat berjalan dengan baik dengan pengelolaan pesan komunikasi yang baik seperti penyusunan Tema dan penggunaan emoji. Sikap terbuka dan percaya pada pengguna Tinder juga dapat menunjang komunikasi walaupun hanya dengan menggunakan media. Kata kunci : Tinder, Komunikasi Antar pribadi, media sosial
PERAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI Retnasary, Maya; Fitriawati, Diny
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.281 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram sebagai media promosi Komunitas Ketimbang Ngemis yang bergerak pada bidang sosial, sebagai wadah penyaluran dana bagi orang-orang yang membutuhkan. Kota Bandung dengan studi kasus pada komunitas online Ketimbang Ngemis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus. Data diperoleh dari studi dokumentasi unggahan akun Ketimbang Ngemis serta wawancara dengan pemilik akun dan follower. Penelitian ini menggunakan dasar Teori Media Baru dan The 7C Framework. Adapun hasil dari pembahasannya adalah bahwa sebagai sarana promisi, Instagram memiliki kelebihan dari sisi fitur yang sangat memadai. Fitur tersebut mencakup enam aspek dari The 7C Framework, yaitu context, content, community, communication, connection, dan commerce. Fitur Context memiliki fungsi sebagai penarik minat, sementara content begfungsi sebagai penentuan respon target. Disamping itu ada juga Community yang berfungsi menyampaikan pesan secara luas dan Communication menghubungkan komunikasi antara customer dan pelanggan. Sementara Connection akan membantu mempermudah dalam mencari informasi dengan menu tag dan hastag, sementara Commerence mendukung terjadinya proses transaksi jual beli. Kelebihan dari Media sosial Instagram pada dasarnya terletak pada content, community, dan connection. Namun kekuarangannya adalah customization, akan tetapi customization sendiri tidak begitu berperan terutama bagi media promosi. Instagram sebagai salah satu media sosial membantu menarik customer melalui followers. Melalui unggahan foto customers akan tertarik untuk melihat dan ingin mengetahui lebih lanjut. Hal tersebut akan terlihat pada konten likes dan komentar yang tersedia dalam aplikasi instagram. Kata Kunci : Instagram, Komunitas Ketimbang Ngemis, Media Promosi
IDENTITAS DIRI WARIA DALAM PROFESI FORMAL PADA FORUM KOMUNIKASI WARIA INDONESIA Retnasary, Maya
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Transgender may be a most interesting phenomena of various variants of human sexuality. Transvestites may also referred to as transgender. Transgender identity has not been received in social life, resulting in their movements turn into narrow areas of work undertaken is very limited. The emergence of various figures transvestites to the surface is the first step to be accepted in the community effort. Either through skill, intelligence, and so forth. The purpose of this research is to know and understand about transgender identity in formal profession, and how communication occurs both fellow transvestites as well as with co-workers. The method used is phenomenological study, with a qualitative descriptive research. This study draws conclusions that identity as a transgender person can be both subjective and objective. In a show of subjective self-identity as a transvestite, and a fifth informant aware of who he was as a transvestite. Meanwhile, objective self-identity as a transsexual, living as women have been acceptable in his family and friends, although it had received a rejection of the family, but he has been successfully demonstrated by the achievements attained. Keywords: identity , transgender , formal profession.ABSTRAK Waria barangkali menjadi suatu fenomena yang paling menarik dari berbagai varian seksualitas manusia. Waria dapat disebut pula sebagai kaum transgender. Belum diterimanya identitas diri waria dalam kehidupan sosial, mengakibatkan ruang gerak mereka berubah menjadi sempit, bidang pekerjaan yang dijalani pun sangat terbatas. Munculnya berbagai figur waria ke permukaan merupakan langkah awal usaha untuk diterima di masyarakat. Baik melalui keahlian, kecerdasan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memahami mengenai identitas diri waria dalam profesi formal, dan bagaimana komunikasi yang terjadi baik sesame waria maupun dengan rekan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi fenomenologi, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini memberikan simpulan bahwa identitas diri sebagai seorang waria dapat bersifat subyektif dan obyektif. Dalam menunjukkan identitas diri subyektif sebagai seorang waria, dan kelima informan menyadari siapa dirinya sebagai seorang waria. Sedangkan, identitas diri obyektif sebagai seorang waria, hidup sebagai perempuan telah dapat diterima di keluarga dan temannya, meskipun sempat mendapat penolakan dari keluarga tetapi ia telah berhasil menunjukkan dengan prestasi-prestasi yang dicapainya. Kata Kunci: identitas diri,waria,profesi formal
EKSISTENSI DIRI YOUTUBER “JONESHOOD” “Studi Fenomenologis Mengenai Eksistensi Diri Youtuber “JONESHOOD” di Kota Bandung” Fitriawati, Diny; Retnasary, Maya
Jurnal Signal Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIGNAL
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.429 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi diri youtuber “Joneshood” . Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan pengamatan berperan serta. Objek penelitian ini adalah anggota Joneshood Bandung. Penelitian ini menemukan eksistensi diri anggota youtuber Joneshood terbentuk dari eksistensi diri, perkembangan joneshood sebagai bentuk eksistensi diri, dan upaya-upaya dalam mempertahankan eksistensi diri. Dengan memahami tindakan anggota youtuber “Joneshood” secara individu dapat dilihat dari kemampuan yang mendasari tindakan tersebut sehingga dapat diketahui perkembangan eksistensi diri youtuber Joneshood. Kata Kunci : Eksistensi diri, youtuber, media sosial
PERAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI Retnasary, Maya; Fitriawati, Diny
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.636 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram sebagai media promosi Komunitas Ketimbang Ngemis yang bergerak pada bidang sosial, sebagai wadah penyaluran dana bagi orang-orang yang membutuhkan. Kota Bandung dengan studi kasus pada komunitas online Ketimbang Ngemis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus. Data diperoleh dari studi dokumentasi unggahan akun Ketimbang Ngemis serta wawancara dengan pemilik akun dan follower. Penelitian ini menggunakan dasar Teori Media Baru dan The 7C Framework. Adapun hasil dari pembahasannya adalah bahwa sebagai sarana promisi, Instagram memiliki kelebihan dari sisi fitur yang sangat memadai. Fitur tersebut mencakup enam aspek dari The 7C Framework, yaitu context, content, community, communication, connection, dan commerce. Fitur Context memiliki fungsi sebagai penarik minat, sementara content begfungsi sebagai penentuan respon target. Disamping itu ada juga Community yang berfungsi menyampaikan pesan secara luas dan Communication menghubungkan komunikasi antara customer dan pelanggan. Sementara Connection akan membantu mempermudah dalam mencari informasi dengan menu tag dan hastag, sementara Commerence mendukung terjadinya proses transaksi jual beli. Kelebihan dari Media sosial Instagram pada dasarnya terletak pada content, community, dan connection. Namun kekuarangannya adalah customization, akan tetapi customization sendiri tidak begitu berperan terutama bagi media promosi. Instagram sebagai salah satu media sosial membantu menarik customer melalui followers. Melalui unggahan foto customers akan tertarik untuk melihat dan ingin mengetahui lebih lanjut. Hal tersebut akan terlihat pada konten likes dan komentar yang tersedia dalam aplikasi instagram. Kata Kunci : Instagram, Komunitas Ketimbang Ngemis, Media Promosi