Baruna Tyaswara, Baruna
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

REPRESENTASI KAMPUNG SENI DAGO SEBAGAI OBJEK WISATA KOTA BANDUNG Hidayat, Dasrun; Fitrianti, Alvi; Suhadi, Mahardiansyah; Tyaswara, Baruna
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.992 KB)

Abstract

Abstract -“Dago Art Village Imaging”. For establishment of positive image to public and attract tourists, both domestic and international, to revisit Bandung City. This research use qualitative approach and descriptive study to obtain results of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. The results of the research suggest that many people do even not yet know the existence of Dago Art Village. At the outset, the concept of Dago Art Village comprise meaning, benefit, function, and role of artist in development of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists by means of socialization, promotion, and program. Government have important  role  in  development  of  Dago  Art  Village  including  program,  socialization,  and promotion. We concluded that, first, Dago Art Village for creative object of interest to tourists offer diverse cultural arts that about to be abandoned by young generation today; second, Artist have particularly important role in development of Dago Art Village; third, Government engage in construction of infrastructure and means programs to support Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. Keyword: Attractions, Role of Government, The Role of Artists.   Abstrak  -  Pencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan image positif kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat, fungsi dan peran  seniman dalam pengembangan pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seni Dago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang, kedua  Seniman  memberikan peranan yang sangat penting dalam perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objekwisata kota Bandung  Kata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman
SEMIOTIKA LAGU HIJAU DI ALBUM SINESTESIA EFEK RUMAH KACA Kusuma, Rd. Giat Raharja; Setiawati, Sri Dewi; Tyaswara, Baruna
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study discusses the meaning contained a verse of the song belongs to Efek Rumah Kaca, entitled Hijau. Hijau is a depiction of a song from the media at this time very freely accessible to everyone. Hijau herein contains two words, namely green: Empty talk and green Poisoning: How to Waste, in finding out a meaning in it. The language used is very distinctive songwriter and can give a lot of sense, and therefore the researchers used a method semiotics Charles Sanders Peirce is where the research examined the object of his through the three studies namely Icons, Indexes and Symbols. The results of this study rather than a description of the actual meaning of the the Hijau song.Keywords : Song, Semiotic, Hijau ABSTRAK Penelitian ini membahas sebuah makna yang terkandung dari bait lagu Efek Rumah kaca yang berjudul Hijau. Lagu Hijau merupakan penggambaran sebuah  informasi dari media saat ini yang sangat bebas bisa diakses oleh setiap orang. Hijau disini berisikan dua buah lirik yaitu Hijau:Keracunan omong Kosong dan Hijau: Cara Pengolahan Sampah, dalam mencari tahu sebuah makna yang ada didalamnya. Bahasa yang digunakan penulis lagu sangat khas dan dapat memberikan banyak arti, maka dari itu peneliti menggunakan metode semiotika Charles Sanders Peirce yang dimana penelitian ini mengkaji objek nya melalui tiga kajian yaitu Ikon, Indeks, dan Simbol. Hasil daripada penelitian ini merupakan deskripsi makna Lagu hijau yang sebenarnya.Kata Kunci: Lagu, Semiotika, Hijau 
PEMAKNAAN TERHADAP FASHION STYLE REMAJA DI BANDUNG Tyaswara, Baruna; Taufik, Reza Rizkina; Suhadi, Mahardiansyah; Danyati, Ratna
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 3 (2017): Special Issues
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.451 KB)

Abstract

Fashion in Indonesia has grown rapidly, such as technological developments that are increasingly growing days. Fashion is growing especially in the city of Bandung the more outlets, and clothing that was built in the city of Bandung. Teen styles can also reflect the attitude and behavior of the teenager. Fashion style among teenagers has become a culturally adaptation of western culture and not a bit of Bandung teenagers who love fashion style of western countries. The purpose of this study to know the meaning of the development of fashion and the meaning of how to fashion by teenagers in Bandung. The main informant in this research is adolescent in Bandung city. This study uses qualitative approach with study of phenomenology. The technique of data collection uses interview, observation and documentation. The finding result shows that The development of fashion with its existence in the present especially among teenagers in the city of Bandung which has a fashion trend can be regarded as a fashion barometer in major cities in Indonesia. Fashion is also an expression of self that allows everyone to try various roles in life. Keywords: fashion, social status, youth
Pelatihan Pengelolaan Branding Hotel Ponty Melalui Optimalisasi Media Relations Herlina, Rita; Susana, Eli; Tyaswara, Baruna; Suhadi, Mahardiansyah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.774 KB)

Abstract

Media komunikasi adalah pilihan setiap perhotelan dalam menyampaikan informasi hotelnya kepada konsumen. Berbagai upaya promosi melalui media massa telah dilakukan oleh Hotel Ponty. Diperlukan peran Public Relations untuk menciptakan branding perusahaan, maka public relations harus mampu menjalin hubungan baik dengan publik internal maupun eksternal demi terwujudnya citra positif di masyarakat. Media relations adalah salah satu kebutuhan Hotel Ponty, agar bisa menjalin kerjasama dan menjalin hubungan yang baik dengan media massa, melaui upaya memberikan pelayanan kepada media, menegakkan suatu reputasi agar dapat dipercaya, memasok naskah informasi yang baik, melakukan kerjasama yang baik dalam menyediakan informasi, penyediaan fasilitas yang memadai, dan membangun hubungan secara personal dengan media. Media communication is the choice of every hotel in delivering hotel information to consumers. Various promotional efforts through mass media have been carried out by the Ponty Hotel. The role of Public Relations to create corporate branding, then public relations must be able to establish good relations with the internal and external public for the sake of creating a positive image in the community. Media relations is one of the needs of the Ponty Hotel, in order to establish cooperation and establish good relations with the mass media, through efforts to provide services to the media, establish a reputation for trustworthiness, supply good information texts, carry out good cooperation in providing information, providing adequate facilities, and building personal relationships with the media.