Mahardiansyah Suhadi, Mahardiansyah
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

REPRESENTASI KAMPUNG SENI DAGO SEBAGAI OBJEK WISATA KOTA BANDUNG Hidayat, Dasrun; Fitrianti, Alvi; Suhadi, Mahardiansyah; Tyaswara, Baruna
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.992 KB)

Abstract

Abstract -“Dago Art Village Imaging”. For establishment of positive image to public and attract tourists, both domestic and international, to revisit Bandung City. This research use qualitative approach and descriptive study to obtain results of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. The results of the research suggest that many people do even not yet know the existence of Dago Art Village. At the outset, the concept of Dago Art Village comprise meaning, benefit, function, and role of artist in development of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists by means of socialization, promotion, and program. Government have important  role  in  development  of  Dago  Art  Village  including  program,  socialization,  and promotion. We concluded that, first, Dago Art Village for creative object of interest to tourists offer diverse cultural arts that about to be abandoned by young generation today; second, Artist have particularly important role in development of Dago Art Village; third, Government engage in construction of infrastructure and means programs to support Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. Keyword: Attractions, Role of Government, The Role of Artists.   Abstrak  -  Pencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan image positif kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat, fungsi dan peran  seniman dalam pengembangan pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seni Dago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang, kedua  Seniman  memberikan peranan yang sangat penting dalam perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objekwisata kota Bandung  Kata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman
HUKUMAN TAHANUS SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENIGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI PUTRI PESANTREN AL-BASYARIYAH Ismail, Jaka; Ngare, Ferdinandus; Suhadi, Mahardiansyah
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTahannus Punishment Case Study as a form of moral education in Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung This research suggests how a program tahannus punishment as an effort to improve discipline and improvement of the morals of the students who violate disciplines sunah cottage. Researchers use this study to examine how the strategy, implementation and results of the program tahanus punishment in improving discipline and improvement of the morals of the students who violate disciplines sunna cottage. The goal is to provide new reference on the implementation of penalties to improve discipline. This study uses a theoretical study of organizational communication with the application of theory acceptance of the authority of Chester Barnard. Data collected by observation depth interviews and literature study. Thus, the study produces an overview of the process of moral education through program tahanus punishment.Keywords : Tahannus, Student.ABSTRAKTahannus sebagai bentuk pendidikan moral di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung. Penelitian ini mengemukakan tentang bagaimana sebuah program hukuman tahannus sebagai upaya peningkatan kedisiplinan dan perbaikan akhlak para santri yang melanggar sunah disiplin pondok. Peneliti menggunakan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana strategi, pelaksanaan, dan hasil dari program hukuman tahanus dalam upaya peningkatan kedisiplinan dan perbaikan akhlak para santri yang melanggar sunah disiplin pondok. Tujuannya untuk memberikan referensi baru tentang implementasi hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis komunikasi organisasi dengan penerapan teori penerimaan kewenangan Chester Barnard. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sehingga, penelitian ini menghasilkan sebuah gambaran proses pendidikan moral melalui program hukuman tahanus.Kata Kunci : Tahannus, Santri Putri.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN SISWA AUTIS DI RUMAH AUTIS KOTA BANDUNG Widyantoro, Edy Suprianto; Ngare, Ferdinandus; Suhadi, Mahardiansyah
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was: 1) to know the process of communication activities autistic students against teachers; 2) to know the contents of the message communication teachers against students; 3) to find out the language communication autistic students against teachers; 4) to find out how autistic student against teacher communication. His goal was to find out how autistic students teachers develop the independence that has been considered difficult to be able to become independent. This research uses the theoretical study of interpersonal communication with the application of the theory of symbolic interaction. The technique of data collection is carried out by means of direct obsrvasi and in-depth interviews. The research results indicate some of the factors important to communicate with an autistic student against whom a sense of comfort, an understanding of the needs, the patience and sincerity. Message communication in the form of a short customized command against an autistic student. The language used is verbal language are accompanied by nonverbal language. And the way its communication must be fun and done repeatedly.Keywords: Interpersonal Communication, An Autistic Child ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui proses kegiatan komunikasi guru terhadap siswa autis; 2) Untuk mengetahui isi pesan komunikasi guru terhadap siswa; 3) Untuk mengetahui bahasa komunikasi guru terhadap siswa autis; 4) Untuk mengetahui cara komunikasi guru terhadap siswa autis. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana cara guru membangun kemandirian siswa autis yang selama ini dianggap sulit untuk bisa menjadi mandiri. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis komunikasi interpersonal dengan penerapan teori interaksi simbolik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan obsrvasi langsung. Hasil penelitian menunjukan beberapa faktor penting untuk melakukan komunikasi terhadap siswa autis diantaranya rasa nyaman, pemahaman akan kebutuhan, kesabaran serta ketulusan. Isi pesan komunikasi berupa perintah singkat yang disesuaikan terhadap siswa autis. Bahasa yang digunakan adalah bahasa verbal yang disertai dengan bahasa nonverbal. Dan cara komunikasinya haruslah menyenangkan dan dilakukan secara berulang.Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Anak Autis
Pelatihan Pengelolaan Branding Hotel Ponty Melalui Optimalisasi Media Relations Herlina, Rita; Susana, Eli; Tyaswara, Baruna; Suhadi, Mahardiansyah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.774 KB)

Abstract

Media komunikasi adalah pilihan setiap perhotelan dalam menyampaikan informasi hotelnya kepada konsumen. Berbagai upaya promosi melalui media massa telah dilakukan oleh Hotel Ponty. Diperlukan peran Public Relations untuk menciptakan branding perusahaan, maka public relations harus mampu menjalin hubungan baik dengan publik internal maupun eksternal demi terwujudnya citra positif di masyarakat. Media relations adalah salah satu kebutuhan Hotel Ponty, agar bisa menjalin kerjasama dan menjalin hubungan yang baik dengan media massa, melaui upaya memberikan pelayanan kepada media, menegakkan suatu reputasi agar dapat dipercaya, memasok naskah informasi yang baik, melakukan kerjasama yang baik dalam menyediakan informasi, penyediaan fasilitas yang memadai, dan membangun hubungan secara personal dengan media. Media communication is the choice of every hotel in delivering hotel information to consumers. Various promotional efforts through mass media have been carried out by the Ponty Hotel. The role of Public Relations to create corporate branding, then public relations must be able to establish good relations with the internal and external public for the sake of creating a positive image in the community. Media relations is one of the needs of the Ponty Hotel, in order to establish cooperation and establish good relations with the mass media, through efforts to provide services to the media, establish a reputation for trustworthiness, supply good information texts, carry out good cooperation in providing information, providing adequate facilities, and building personal relationships with the media.
Service Excellent Untuk Meningkatkan Fungsi Public Relations Hotel Java Retro & Suites Taufik, Reza Rizkina; Suhadi, Mahardiansyah; Suhartini, Titin; Krisbianto, Sukatno
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.105 KB)

Abstract

Fungsi Public Relations salah satunya adalah menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kebijakan, rencana program dan aktivitas organisasi yang terkait dengan kepentingan umum. Untuk mencapai publik yang luas dan berada di banyak tempat, maka kerjasama dengan media massa menjadi penting. Media relations adalah sebagai upaya meningkatkan kerjasama saling menguntungkan antara Public Relations dengan media massa. Kerjasama di antara keduanya tidak hanya dalam berbagai bentuk hubungan yang terjalin secara langsung tatap muka, tetapi Public Relations dapat memanfaatkan service excellent dalam menjalin media relations. Menjadi tantangan tersendiri bagi Public Relations untuk dapat mengelola media internet atau Cyber PR, manfaatnya publik dapat mengakses dengan mudah berbagai informasi yang dibutuhkan, begitupun Public Relations perusahaan  dapat memanfaatkan service excellent. Media massa/Pers melalui internet corporate akan mendapatkan kemudahan memperoleh informasi secara cepat, tepat, dan terpercaya karena bersumber langsung dari Public Relations nya. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini tim abdimas mengangkat judul “Service Excellent Untuk Meningkatkan Fungsi Public realtions Hotel Java Retro & Suites”.  Teknik pengumpulan data melalui dua cara, yaitu Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan. Alat pengumpul data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa service excellent yang dilakukan oleh Hotel Java Retro & Suites masih perlu ditingkatkan lagi.Kata kunci : Public Relations, Media Relations, Service Excellent
PEMAKNAAN TERHADAP FASHION STYLE REMAJA DI BANDUNG Tyaswara, Baruna; Taufik, Reza Rizkina; Suhadi, Mahardiansyah; Danyati, Ratna
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 3 (2017): Special Issues
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.451 KB)

Abstract

Fashion in Indonesia has grown rapidly, such as technological developments that are increasingly growing days. Fashion is growing especially in the city of Bandung the more outlets, and clothing that was built in the city of Bandung. Teen styles can also reflect the attitude and behavior of the teenager. Fashion style among teenagers has become a culturally adaptation of western culture and not a bit of Bandung teenagers who love fashion style of western countries. The purpose of this study to know the meaning of the development of fashion and the meaning of how to fashion by teenagers in Bandung. The main informant in this research is adolescent in Bandung city. This study uses qualitative approach with study of phenomenology. The technique of data collection uses interview, observation and documentation. The finding result shows that The development of fashion with its existence in the present especially among teenagers in the city of Bandung which has a fashion trend can be regarded as a fashion barometer in major cities in Indonesia. Fashion is also an expression of self that allows everyone to try various roles in life. Keywords: fashion, social status, youth