Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS SEMIOTIKA KOSTUM THE REMIX NET. TV TEMA ETHNIC DAN FUTURISTIK Maulana, Rizky Iwan; Suhartini, Titin; Purba, Veny
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Remix is one of the Special Program who on aired by NET. TV. Electronic Music Dance (EDM) as the point of this show. The compettion for Indonesian dj or remixer who paired with the freatest singer in the country makes the show serve a hgreatest entertaiment and never shown in the other televison program. The show has a lot of division inside, one of the divison of this program who people talk about the most and outstanding are a Fashion Stylist team. They’re the one who responsible for the Costume and all the wardrobe for al the talent for this program and the look itself should be otstanding and have to combine the futuristic side to all the costumes. One episode of The Remix is very interesting is The 11th Episode on November 7th, 2015. This episode was themed "Ethnic Futuristic" in which all groups must sang traditional songs packaged electronic music, of course, the costumes they must contain elements must be visible Futuristic and Etnic. This study uses a qualitative methodology for researchers consider the problems studied is complex and researchers use semiotics of Roland Barthes analasis because he has discusses the realm of fashion.Keywords: The Remix, Costumes, Fashion Stylist. Semiotic AbstrakThe Remix adalah sebuah Program Event Special yang ditayangkan oleh NET. MEDIATAMA TELEVISI yang mengangkat Electronic Dance Music (EDM) sebagai unsur utama dalam acara ini. Kompetisi untuk para DJ atau remixer Indonesia yang dipairing dengan penyanyi kelas atas Indonesia ini menjadi suguhan yang berbeda dari acara televisi lainya. Didalam acara The Remix terdapat beberapa Divisi penting dimulai dari Divisi Produksi hingga Services, salah satu divisi yang sangat menonjol adalah Divisi Fashion Stylists, Karena divisi inilah yang bertanggung jawab atas outfit dan costume yang dikenakan oleh semua pengisi acara dan looknya teresebut haruslah stand out dengan memadu padankan unsur futuristik didalam tampilannya tersebut. Salah satu episode dari The Remix yang sangat menarik perhatian adalah Episode 11 yang ditangkan di NET. TV pada tanggal 7 November 2015. episode ini bertemakan “Ethnic Futuristic” dimana semua group harus membawakan lagu lagu daerah yang dikemas secara musik elektronik, tentunya kostum mereka pun harus mengandung unsur Etnic tetepi haruslah terlihat Futuristik. Penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif karena peneliti menganggap permasalahan yang diteliti cukup kompleks dan peneliti menggunakan analasis semiotika Roland Barthes dikarenakan beliau pernah membahas ranah fashion.Kata kunci : The Remix, Kostum, Fashion Stylist, Semiotika.
Brand Personality Malboro Purba, Veny
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKomunikasi adalah salah satu kegiatan manusia yang tak pernah berhenti. Setiap saat manusia sebagai mahluk sosial selalu berkomunikasi dengan yang lainnya baik itu secara verbal maupun non-verbal, secara tatap muka maupun melalui medium. Disadari maupun tidak, iklan telah menjadi salah satu proses komunikasi antara pengiklan dengan khalayak sasarannya melalui media tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana visualisasi iklan dalam media cetak membangun kepribadian merek dari produk tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa visualisasi yang ditampilkan oleh pengiklan mampu megkonstruksi penerimaan khalayak sasaran terhadap maksud dan tujuan iklan tersebut, karena visualisasi dalam iklan mewakili ideologi-ideologi dari perusahaan pengiklan maupun biro periklanan melalui produknya. Kata Kunci: Periklanan, Kepribadian merek, Komunikasi, Semiotika, Visualisasi ABSTRACTCommunication is one human activity that never stops. Every moment humans as social creatures communicate with each other, verbally or non-verbally in face to face communication or through a medium. One of them is commercial, a communication between an advertising agent and its target market through the media. The purpose of this research is to know how the visualization of an ad in print media can establish the brand personality of the product itself, The research shows that visualization in a commercial establishes the perception of the target market about the meaning and purpose of the advertising itself because visualization in a commercial represents the idea of the company or advertising agent itself.  Keywords: Advertising, Brand personality, Communication, Semiotics, Visualization.
Membangun Kemampuan Presentasi Bisnis Sebagai Upaya Dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah Setiawati, Sri Dewi; Purba, Veny; Retnasari, Maya; Fitriawati, Diny; Ngare, Ferdianndus
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.617 KB)

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan adalah untuk memberikan pemahaman pada pelaku UMKM tentang penting peran komunikasi dalam mengembangkan bisnis mereka. Berbagai permasalahan permodalam muncul hanya karena kurangnya kemampuan komunikasi pelaku UMKM terutama dalam melakukan presentasi bisnis. Presentasi bisnis sangat penting dalam membantu mengembang usaha. Karena melalui presentasi bisnsi kita dapat menjaring para investor. Permaslahan yang sering timbul adalah kurangnya kemampuan presentasi bisnis membuat para pelaku UMKM mengambil jalan pintas untuk mendapatkan modal, melalui lintah darat. Kehadiran lintah darat bukan lah suatu solusi melainkan jalan menuju jurang yang membuat bisnis mereka hancur karena lilitan bunga hutang. Pada saat inilah kemampuan berkomunikasi diperlukan, terutama dalam melakukan presentasi bisnis untuk dapat memaparkan bisnis mereka dan menarik minat investor. Hal inilah yang mendorong perlunya pelatihan bagi para pelaku UMKM. pelatihan ini diberikan dalam bentuk pengabdian masyarakat sebagai betuk kerjasama dan kewajiban sebagai akademisi. Metode yang digunkan dalah deskriptif, agar dapat mendeskripsikan setiap tahapan dalam melakukan pelatihan. pelatihan ini dilakukan untuk menimbulkan dampak secara kognitif dan afektif. Hal ini dianggap efektif untuk memberikan pemahaman tentang presentasi bisnis dan membuat mereka meniru untuk melakukan presentasi bisnis dalam menjaring investor. Melalui pelatihan ini diharapkan kedepannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya peran komunikasi dalam pengembangan bisnsi mereka. Serta presentasi bisnis menjadi kemampuan yang wajib dimiliki oleh seornag pelaku UMKM.Kata Kunci: presentasi, komunikasi, bisnis
GAYA PEMIMPIN CORPORATE COMMUNICATIONS PT. BIO FARMA Purba, Veny; Hikayat, Ade
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.776 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengemukakan tentang bagaimana gaya pemimpin divisi Corporate Communications PT Bio Farma dalam membangun hubungan internal. Hubungan ini dibangun oleh gaya kepemimpinan transpormasional. Informan penelitian ini sebanyak 4 orang dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Metode yang digunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif adapun teori yang digunakan yaitu manajemen relasi dari Ledingham yaitu Pemimpin corporate communications PT Bio Farma memiliki tujuan untuk membangun komunikasi yang efektif agar terciptanya hubungan kekeluargaan yang erat antara pemimpin dengan staffnya. Pemimpin corporate communications PT Bio Farma memiliki kemampuan komunikasi pribadi yang baik dalam menumbuhkan kreativitas, motivasi dan inovasi kepada staff karyawannya. Hasil penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transpormasional dengan empat dimensi yaitu: karisma, stimulasi intelektual, perhatian individu dan motivasi inspirasional. Kata Kunci: Gaya, Kepemimpinan, Transpormasional, Hubungan Internal Abstract This research describes how the leader of Corporate Communications division of PT Bio Farma in building internal relations. This relationship is built on a transpormational leadership style. Informant of this research as much 4 people with technique of collecting data of interview and observation. The method used by case study with qualitative approach as the theory used is relationship management from Ledingham namely Leader corporate communications PT Bio Farma has a goal to build effective communication in order to create a close familial relationship between the leader and his staff. Corporate communications leader PT Bio Farma has good personal communication skills in fostering creativity, motivation and innovation to its employees. The results of this study are transpormational leadership style with four dimensions: charisma, intellectual stimulation, individual attention and inspirational motivation. Keywords: Style; Leadership Transformational;, Internal Relations
Workshop Manajemen Isu Bagi Pelaku UMKM Ngare, Ferdinandus; Purba, Veny; Azhar, Dimas Akhsin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.413 KB)

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah untuk membantu menjelaskan langkah-langkah yang perlu ditindaklanjut oleh pelaku UMKM dalam menghadapi persoalan Manajemen Isu dalam mengembangkan bisnis mereka. Manajemen Isu adalah proses manajemen yang tujuannya adalah membantu menjaga pasar, mengurangi risiko, menciptakan peluang dan mengelola citra sebagai aset organisasi untuk keuntungan baik organisasi dan pemangku kepentingan utamanya. Isu selalu hadir dalam aktivitas organisasi sebagai akibat interaksi dengan lingkungan sosial tempat organisasi berada. Menurut Hainsworth, sebuah issue diciptakan sebagai sebuah ide yang memiliki dampak potensial pada beberapa organisasi atau publik yang mengakibatkan tindakan yang menyebabkan peningkatan kesadaran dan/atau reaksi pada bagian dari organisasi atau publik lainnya. Dalam sebuah model yang dikembangkan oleh Hainsworth & Meng (Regester & Larkin, 2003), proses ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terdiri dari empat tahap berikut: sumber/origin, mediasi dan aplifikasi, organisasi dan resolusi. Melalui kegiatan ini diharapkan kedepannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya manajemen isu dalam pengembangan bisnsi mereka. Metode yang digunakan dalah deskriptif, agar dapat mendeskripsikan setiap tahapan dalam melakukan pelatihan. Pelatihan ini dilakukan untuk menimbulkan dampak secara kognitif dan afektif. Hal ini dianggap efektif untuk memberikan pemahaman tentang manajemen isu dan membuat mereka memahami dan melakukan tindakan manajemen isu dalam UMKMnya. Melalui pelatihan ini diharapkan ke depannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya peran komunikasi manajemen isu  dalam pengembangan bisnsi mereka. Serta kemampuan dalam menghadapi berbagai isu menjadi kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku UMKM.Kata Kunci: Komunikasi, Manajemen Isu, UMKM