Faizal Hamzah, Faizal
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Staff dan Marketing Villa Kancil Majalaya Guna Membangun Pengalaman Positif Wisatawan Setiyariski, Ramdani; Widyastuti, Tri; Hamzah, Faizal; Ghani, Yosef Abdul; Dewi, Kartika
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.072 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakankarena merupakan salah satu dari tiga kewajiban Dosen di Lingkungan AKPAR Bina Sarana Informatika Bandung yang tercantum dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu merupakan pelatihan kepada masyarakat dalam mengembangkan kualitas SDM dan Pemasaran dalam rangka Meningkatkan kepuasan Kunjungan Wisatawan Ke Villa Kancil Majalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawawancara dan kelompok. Wawancara mendalam bertujuan untuk mendapat data primer mengenai pelatihan staff dan marketing di villa kancil Majalaya. Hasil dari penelitian ini di dapatkan bahwa dari factor SDM harus lebih ditingkatkan lagi dalam pelatihan staff agar dapat meningkatkan mutu pelayanan, selain itu factor marketing juga harus bisa lebih di kembangkan melalui pemasaran baik secara langsung ataupun tidak langsung dari kedua factor ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman positif atau kepuasan wisatawan yang berkunjung ke Villa Kancil Majalaya
Implementasi Sapta Pesona Pada Museum Mandala Wangsit Siliwangi Kota Bandung Hamzah, Faizal; Utomo, Eko Tri
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.512 KB)

Abstract

ABSTRAKMuseum merujuk kepada bangunan tempat menyimpan khazanah sejarah purba atau yang lalu. Museum penting sebagai tempat kita memperdalam pengetahuan tentang sejarah masa lampau. Banyak dari masyarakat kurang berminat untuk datang ke museum. Wisatawan menjadikan museum sebagai tempat wisata alternatif. Pengunjung yang berkunjung ke museum sendiri kebanyakan karena adanya jadwal tour atau kunjungan dari instansi atau sekolah-sekolah para pengunjung yang mengagendakan untuk mengunjungi museum. Mendirikan suatu tempat wisata harus memperhatikan hal-hal yang penting dalam dunia pariwisata, salah satunya yaitu sapta pesona. Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di negara kita. Sementara itu kondisi yang terlihat saat ini 7 (tujuh) unsur sapta pesona tersebut belum terwujud secara maksimal pada Museum Mandala Wangsit Siliwangi, masih ada beberapa unsur dalam sapta pesona yang belum diwujudkan oleh pengelola museum sehingga mempengaruhi daya tarik wisatawan hingga saat ini. Beberapa unsur yang belum maksimal penerapannya yaitu indah dan kenangan. Maka perlu dilakukan perubahan manajemen, promosi, dan pemugaran tata ruang pada Museum Mandala Wangsit berdasarkan 7 (tujuh) unsur dari sapta pesona. Implementasi sapta pesona dilakukan agar dapat menarik wisatawan dan meningkatkan tingkat kunjungan.Kata Kunci: Museum, Implementasi dan Sapta Pesona. ABSTRACTMuseum refers to the building that keeping the treasures of ancient history or past. Museum is important for our place deepen the knowledge of past history. Many of them are less interested to come to the museum. Travelers make the museum as an alternative tourist spot. Visitors who visit the museum itself mostly for their tour schedule or from institutions or schools of the visitors which was scheduled to visit the museum. Establishing a tourist must pay attention to things that are important in the world of tourism, one  of Sapta Pesona. Sapta pesona is a condition that must be realized in order to attract more tourists to visit an area or region in our country. Meanwhile the condition seen at this time there are 7 (seven) elements of Sapta Pesona have not been realized to the maximize at the Museum Mandala Wangsit Siliwangi, still there are some elements in Sapta Pesona are not realized by the museum management that influence the tourist attraction until this time. Some elements are not maximized application that is beautiful and memorable. It is necessary to change the management, promotion, and restoration spatial Mandala Museum Wangsit by 7 (seven) elements of Sapta Pesona. Implementation of Sapta Pesona is done in order to attract tourists and increase the level of tourist traffic.Keywords: Museum, Implementation, Sapta Pesona.
PENGARUH PELAYANAN PRIMA TERHADAP LOYALITAS TAMU MENGINAP DI SUMBER ALAM RESORT GARUT Hamzah, Faizal; I. B. Hariyanto, Oda
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 2 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKResort merupakan salah satu usaha pariwisata dalam hal penyediaan akomodasi bagi para wisatawan.  Tingkat perkembangan persaingan resort di Jawa Barat semakin meningkat. Sumber Alam Resort merupakan salah satu resort di Kabupaten Garut. Tingkat jumlah tamu ke Sumber Alam Resort mengalami peningkatan yang tinggi pada satu tahun terakhir ini. Hal tersebut terjadi karena Sumber Alam Resort berusaha mempertahankan dan meningkatkan tamu untuk datang dan menginap kembali, setelah tamu menginap diharapkan tamu tersebut merekomendasikannya kepada orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan prima terhadap loyalitas tamu di Sumber Alam Resort. Penelitian ini berjenis deskriptif-verifikatif. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden dari populasi 1.765 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dengan pengujian hipotesis menggunakan uji R2 dan uji t. Penelitian ini juga dibantu dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Dari hasil pengujian secara statistik, diketahui bahwa pelayanan prima berpengaruh positif terhadap loyalitas tamu dengan koefisien regresi = 0,289. Berdasarkan pengujian hipotesis uji R2 pelayanan prima berpengaruh sebesar 8,3% terhadap loyalitas tamu, dan hasil uji t diperoleh bahwa nilai T hitung sebesar 2,987 dengan signifikansi 0,004, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dinyatakan bahwa terdapat pengaruh pelayanan prima terhadap loyalitas tamu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, pelayanan prima melalui dimensi yang digunakan adalah attitude, attention dan action mempunyai pengaruh terhadap loyalitas tamu. Kata Kunci: Resort, Pelayanan Prima dan Loyalitas Tamu. ABSTRACTResort is one of the tourism industry in providing accommodation for the tourists. The level of development in the competition of resort in West Java are increasing every year. Sumber Alam Resort is one of resorts in Garut District. The level number of guests to Sumber Alam Resort has increasing in the past year. Sumber Alam Resort strive to maintain and enhance the guests to come and stay there again, and recommend it to others. The aim of this research is to know the influence of service excellence to customer loyalty of Sumber Alam Resort. This research type is descriptive-verificative. Sampling technique used is incidental sampling with 100 respondents from 1.765 people’s population. The technique of data analysis used is simple linear regression analysis wich hypothesis test uses R2 test and t test. It also performed by classical assumption which include normality test, and heteroscedasticity test. From the statistical examination known that service excellence influence positively to customer loyalty which regression coefficient =0,289. Based on R2 test of  hypotheses testing the influence of  service excellence at 8,3% on customer loyalty, and the result of t test be obtained that the value of T count is 2,987 with the significance at 0,004. Thus, H0  rejected and Ha received it stated that there is the influence of service excellence to customer loyalty. The findings of the study show that service excellence through its dimensions such as attitude, attention and action have influence on customer loyalty. Keywords: Resort, Service Excellence, and Customer Loyalty.
Restoran Bisnis Berbasis Standar Kompetensi Durachim, Endang Darwin; Hamzah, Faizal
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.196 KB)

Abstract

Restaurant  Business base on competency is something important point to be presented on the activities of management  Hotel or  Restaurant, the reason is those thing  will up-grade  the Restaurant Business much better then  before. Especially on the situation and condition of the business  right now the competition  getting  so tight. So causing  of those case we have to provide as well as possible , how to make the Competency Standard Attitudes, Skills and Knowledge are being  presented  on  Restaurant Business. Actually the Competency Standard  have three dominant factors indeed such as:  All of dominant factors must be done in perfect condition  or excellent  Presentation , why  the Competency Standard  must be done in perfect condition ? because if the staff who In-Charge in the operation of the restaurant business, they are doing something Excellence Attitudes, Excellence Skills and Excellence Knowledge, so the whole of activities will be running well according to the necessarily of the restaurant business operation . In order to obtained  an optimal result in the operation of the Restaurant  Business is excellence of the presentation of the competency standard was carry out  by Management and Staff. The basic purpose to obtained an optimal result was  presented  by  Competency Standard , it will make all the guests / customers  are satisfied, and  automatically  the productiveness  / benefit or profit  will come over directly to the management.  Competency Standard is a statement of three interrelated components of Skills, Knowledge,and attitudes needed to carry out a particular tasks effectively in Industry. These are benchmarks made by Industry that are to be used to establish level of effective performance . They  provide a framework to suit the needs of all  the stockholder (Industry, Government , Training Provider, Trainees), regardless of location size.  Key Factors:  Restaurant Business Base on Competency , Socialization and Implementation of Competency Standard, Hierarchy of positions of Competency Standard in Tourism & Hospitality Industry,Realization  powerful of strategy restaurant business base on competency standard .
Peranan Promosi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Produk Rajutan di CV Konta Djaya Binong Jati Priyanto, Rahmat; Martina, Sopa; Hamzah, Faizal; Somantri, Putri Riva; Syarifuddin, Didin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.786 KB)

Abstract

Sentra industri rajut Binong Jati adalah salah satu kawasan wisata belanja yang ada dikota Bandung, salah satu UMKM yang ada di sentra industri Binong Jati adalah CV Konta Djaya. Ditengah menurunya jumlah UMKM yang memproduksi rajutan dikarenakan tidak stabilnya penjualan produk, CV Konta Djaya terus berupaya agar mampu bertahan dari berbagai kesulitan yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang peran promosi, volume penjualan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan pada CV Konta Djaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa CV Konta Djaya dalam upaya untuk meningkatkan volume penjualan produknya dapat menggunakan metode penjualan langsung kepada konsumen, dimana metode ini membutuhkan kegiatan promosi yang tepat sasaran, sehingga produk yang ditawarkan memiliki nilai positiif di pasaran. Berkembangnya teknologi infomasi saat ini menjadi salah satu media alternatif yang dapat digunakan CV Konta Djaya dalam mempromosikan produknya, baik melalui website atau media sosial. Apabila kegiatan promosi penjualan yang dilakukan tepat sasaran, maka hal tersebut akan berdampak pada peningkatan volume penjualan produk. CV Konta Djaya dapat membentuk bidang hubungan masayarakat internal, dimana tugas dari bidang tersebut adalah untuk mengkampanyekan dan mengkomunikasikan berbagai hal positif produk yang dimiliki. Pengemasan publikasi yang baik akan berdampak pada peningkatan kepercayan pasar pada lembaga ataupun pada produk yang dihasilkanya.Kata Kunci: Promosi, Hubungan Masyarakat, Volume Penjualan dan Publisitas
Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal Hamzah, Faizal; Hermawan, Hary; Wigati, Wigati
Jurnal Pariwisata Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.284 KB)

Abstract

Candi Borobudur yang merupakan salah satu destinasi besar di Indonesia serta menjadi salah satu destinasi stategis dalam road map pengembangan pariwisata Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui dampak perkembangan pariwisata Candi Borobudur terhadap masyarakat lokal Desa Borobudur. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang dilakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa walaupun potensi peluang kerja dan berusaha semakin meningkat, namun pada kenyataanya masyarakat Desa Borobudur masih belum cukup sejahtera, dikarenakan masih ada sebagian masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Perkembangan Taman Wisata Candi Borobudur memberikan dampak bagi kehidupan sosial masyarakat lokal sekitar. Dampak sosial yang positif diakibatkan dari perkembangan Destinasi Wisata Candi Borobudur adalah tingkat pendidikan yang semakin baik, terbukanya lapangan pekerjaan di sekitar kawasan wisata, meningkatnya kesempatan berusaha. Sedangkan dampak negatif pariwisata terhadap kehidupan sosial masyarakat adalah, adanya alih profesi masyarakat dari bertani menjadi pekerja taman wisata dan berdagang menghilangkan kearifan lokal masyarakat, perubahan pola hidup masyarakat yang mulai mengikuti trend ataupun wisatawan asing, kepadatan kehidupan sosial masyarakat pedagang menjadi semakin banyak dan padat, dan tingkat keamanan menurun.