Bambang Kelana Simpony, Bambang Kelana
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

REMOTE REGISTRY EDITOR Simpony, Bambang Kelana
Jurnal Informatika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.365 KB)

Abstract

Abstract - Permissions setting on a computer is necessary. This is an effort that is not easy to change the system configuration or settings changed by the user. With a network of computers, of course, permissions setting do not need to be done one by one manually. Because in a computer network course there are many collection of computers connected together. Permissions setting so that the system can use the client-server applications that access restrictions can be done effectively. As the implementation of client-server applications can be created using Visual Basic 6.0. This language has been able to access the socket on the Windows operating system, named Winsock API that supports TCP / IP. This protocol is widely used because of the reliability of client-server application programming. The application is divided into two main applications, namely the client and server program name with the name of the Receiver Sender program. Receiver function receives instructions restriction of access rights Sender and send reports to the Sender process execution. While Sender function to send instructions restrictions permissions via the Registry to the Receiver. And after the test, the application can block important features available in the Windows operating system. So it is expected that these applications can help in permissions setting on a computer network. Keywords: Registry, Winsock API, TCP/IP, Socket, Protocol, Networking Abstrak - Pengaturan hak akses di suatu komputer sangat diperlukan. Hal ini merupakan salah satu upaya agar konfigurasi sistem tidak mudah dirubah atau diganti pengaturannya oleh pengguna. Dengan adanya jaringan komputer, tentunya pengaturan hak akses tidak perlu dilakukan satu-satu secara manual. Karena dalam suatu jaringan komputer pastinya terdapat banyak kumpulan komputer yang saling terhubung. Sehingga pengaturan hak akses bisa menggunakan sistem aplikasi client-server agar pembatasan hak akses bisa dilakukan dengan efektif. Sebagai implementasi aplikasi client-server dapat dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Bahasa ini sudah bisa mengakses socket pada sistem operasi Windows yang diberi nama Winsock API yang sudah mendukung protokol TCP/IP. Protokol ini banyak dipakai karena kehandalannya dalam pemrograman aplikasi client-server. Aplikasi ini terbagi menjadi dua aplikasi utama, yaitu client dengan nama program Receiver dan Server dengan nama program Sender. Receiver berfungsi menerima instruksi pembatasan hak akses dari Sender dan mengirimkan laporan hasil proses eksekusinya ke Sender. Sedangkan Sender berfungsi untuk mengirim instruksi pembatasan hak akses melalui Registry ke Receiver. Dan setelah di uji, aplikasi ini dapat memblok fitur-fitur penting yang ada di sistem operasi Windows. Sehingga diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat membantu dalam pengaturan hak akses di suatu jaringan komputer. Kata Kunci : Registry, Winsock API, TCP/IP, Soket, Protokol, Jaringan
PETA STRATEGI IT BALANCED SCORECARD DI AMIK BSI TASIKMALAYA Simpony, Bambang Kelana; Riana, Dwiza
IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : PPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.125 KB)

Abstract

Abstract - Implementation of the development  Information and Communication Technology (ICT) in higher education goes very fast and must be supported by structuring the management of ICT itself.  ICT application must also comply with the objectives, vision and mission of the organization. So it takes analysis factors that influence the formation of a planning strategy or ICT system which is in accordance with the business strategy. AMIK BSI Tasikmalaya now using Information Systems (IS) and Information Technology (IT) as a means of management services to students and employees, these applications are still experiencing problems and shortcomings. IS and IT in order to be given completely in accordance with the vision and mission of the organization is needed in providing strategic analysis services in accordance with the organizations strategy. How to design a strategy map using IT Balanced Scorecard (BSC) by analyzing the vision, mission and strategic objectives of the institution (SWOT Analysis), compiled IT perspective BSC, strategy maps compiled and determine Key Performance Indicator (KPI). The results showed that the technology information in AMIK BSI Tasikmalaya in ministry strategy there should be enhanced, characterized by a strategy map is generated based on four perspectives of the IT BSC all generate strategic proposals.Keywords: IT BSC, Key Performance Indicator, Strategy Map, SWOT Abstrak - Pelaksanaan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan tinggi berjalan sangat cepat dan harus didukung dengan penataan manajemen TIK itu sendiri. Aplikasi TIK juga harus sesuai dengan tujuan, visi dan misi organisasi. Jadi dibutuhkan faktor analisis yang mempengaruhi pembentukan strategi perencanaan atau sistem TIK yang sesuai dengan strategi bisnis. AMIK BSI Tasikmalaya sekarang menggunakan Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI) dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa dan karyawan, aplikasi ini masih mengalami masalah dan kekurangan. SI dan TI yang dibuat harus benar-benar sesuai dengan visi dan misi organisasi, ini diperlukan dalam memberikan layanan analisis strategis sesuai dengan strategi organisasi. Selanjutnya bagaimana merancang sebuah peta strategi menggunakan Balanced Scorecard (BSC) dengan menganalisis visi, misi dan tujuan strategis dari lembaga (Analisis SWOT), menyusun perspektif IT BSC, menyusun peta strategi dan menentukan Key Performance Indicator (KPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi di AMIK BSI Tasikmalaya dalam strategi pelayanannya ada yang harus ditingkatkan, ditandai dengan peta strategi yang dihasilkan berdasarkan empat perspektif dari IT BSC semuanya menghasilkan proposal strategis.Kata kunci: IT BSC, Key Performance Indicator, Peta Strategi, SWOT
Pemanfaatan Windows Socket Control Untuk Aplikasi Intranet Messenger Simpony, Bambang Kelana
IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 2, No 1 (2017): Indonesian Journal on Computer and Information Technology
Publisher : PPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.139 KB)

Abstract

AbstrakPengertian socket adalah interface(antarmuka) pada jaringan yang menjadi titik komunikasi antarmesin pada Internet Protocol, dan tentunya tanpa komunikasi ini, tidak akan ada pertukaran data dan informasi jaringan. Pemrograman socket adalah cara untuk menggunakan komponen/API (Application Programming Interface) socket untuk membuat sebuah aplikasi jaringan yang bekerja dengan sistem Client-Server karena dengan socket memungkinkan kita untuk melakukan suatu komunikasi data. Untuk sistem operasi Windows biasa disebut WinSock, singkatan dari Windows Socket. Untuk interkoneksi jaringan dapat digunakan dua protokol yaitu UDP dan TCP. UDP atau User Datagram Protocol mengirimkan data tanpa menghiraukan apakah data tersebut sampai ketujuan atau tidak, sedangkan protokol TCP atau  Transmission Control Protocol mengharuskan sebelum mengirimkan data harus terjalin suatu koneksi dahulu antara client dan server sehingga data dapat sampai dengan baik. Untuk Tugas Akhir ini digunakan protokol TCP yang pemrogramannya diatur pada pemrograman socket ini. Dalam pemrograman socket ada langkah-langkah pemrograman yang harus dilakukan sesuai dengan protokol yang digunakan Pada penggunaan protokol TCP ada perintah Listen dan Connect sehingga menjamin reliabilitas antara server dan client sedangkan pada protokol UDP hal itu tidak digunakan. Dari sekilas perbedaan ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi socket yang menggunakan TCP memerlukan pertukaran data dua arah yang valid. Sedangkan, aplikasi socket yang menggunakan UDP lebih memprioritaskan pada pengumpulan data. Karena itu, aplikasi socket dengan TCP sering diterapkan untuk aplikasi chat, transfer file, ataupun transaksi-transaksi penting. Kata Kunci: klien, server, winsock AbstractThe interpretation from socket is an interface from a network that become a point to inter machine communication in Internet Protocol, and of course without this communication, there are no data exchange and network information. Socket programming is method how to use component API (Application Programming Interface) socket for create a network application that work with Client-Server system because with this socket enable us to carry out data communication. For operating system Windows usually said WinSock, abbreviation from Windows Socket. For network interconnection can use two protocol that is UDP and TCP. UDP or User Datagram Protocol sending data without slight over whether the data is arrive in destination or not, where as TCP protocol or Transmission Control protocol before sending data require interweave a connection between client and server, with the result that data will be arrive well. In this Tugas Akhir used TCP protocol which programming is arrange in this socket programming. In socket programming there is some programming step which have to do appropriate with protocol that used in. In TCP protocol there is Listen command and Connect command with the result that assure of reliability between server and client where as not used in UDP protocol. From this difference, so the conclusion is socket application with TCP had a need of valid two ways data exchange. Where as socket application with UDP more priority with data aggregation. As it is, socket application with TCP often used in for chat application, file transfer, or important transaction. Key Words: client, server, winsock
Web Sistem Informasi Pencarian Info Kostan Menggunakan Google Maps API 3 Sagita, Anggi; Simpony, Bambang Kelana
IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 3, No 1 (2018): IJCIT Mei 2018
Publisher : PPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.22 KB)

Abstract

Abstrak Kost merupakan salah satu tempat penyedia jasa penginapan atau tempat tinggal sementara yang memiliki beberapa fasilitas yang tersedia, dan juga mempunyai harga yang telah ditentukan oleh pemilik kost, sedangkan lama waktu penyewaan ditentukan sendiri oleh penyewa kamar. Untuk mendapatkan informasi kostan biasanya dilakukan dengan datang ke tempat tujuan secara langsung untuk mencari tempat kostan. Dengan semakin berkembangnya fungsi dari sebuah website, website bisa di integrasikan dengan Google Maps API untuk mendapatkan lokasi info kostan yang sesuai sehingga dapat memberikan kemudahkan terhadap konsumen yang akan mencari kostan. Selain bisa mengakses website, pemilik kost juga dapat mempromosikan tempat kost dengan mudah dan efektif tanpa harus mencetak brosur atau flyer serta dapat mempermudah penyebaran informasi. Metode yang digunakan dalam pembuatan rancangan sistem ini adalah metode waterfall. Metode waterfall adalah model SDLC yang paling sederhana, model ini hanya cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Hasil dari pembuatan website ini adalah untuk memberikan kemudahan terhadap konsumen dan pemilik kost dalam setiap aktivitas. Kata Kunci: google maps API, pencarian info kostan, sistem informasi Abstract Kost is one of the providers of accommodation services or temporary accommodation that has several facilities, and also has a price determined by the owner of the boarding house, while the length of time the rental is determined by the tenant of the room. To get the information kostan usually coming to the destination directly to find a place kostan. With the growing functionality of a website, the website can be integrated with the Google Maps API (Application Programming Interface). to get the location of the appropriate kostan info so as to provide convenience to consumers who will find kostan. In addition to accessing the website, the board owner can also promote the boarding place easily and effectively without having to print brochures or flyers and can facilitate the dissemination of information. The method used in making the design of this system is the waterfall method. The waterfall method is the simplest SDLC model, this model is only suitable for software development with unchanged specifications. The result of making this website is to provide convenience to consumers and owners of kost in every activity. Keywords: google maps API, information systems, search for info kostan
Perbandingan Distance Space Manhattan Dengan Euclidean Pada K-Means Clustering Dalam Menentukan Promosi Fajriah, Rahma Isparani; Sutisna, Herlan; Simpony, Bambang Kelana
IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 4, No 1 (2019): IJCIT Mei 2019
Publisher : LPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDinamika pola pendidikan yang begitu cepat dan silih berganti menjadikan persaingan antar sekolah semakin ketat dan atraktif , Dengan adanya  persaingan ini  strategi pemasaran yang tepat untuk lembaga pendidikan mutlak diperlukan, tak terkecuali untuk SMK Muhammadiyah Cimanggu. Untuk memperoleh strategi pemasaran yang efektif, maka  penulisan ini dilakukan dengan cara mengolahan data history dengan tujuan mengetahui pola, sehingga dapat mengambil informasi yang tersembunyi dari data-data tersebut. Metode pengolahan data seperti ini sering disebut sebagai data mining. K-Means merupakan salah satu metode data clustering non hirarki yang sederhana. Pada penulisan ini, membandingan dua distance space yaitu antara Manhattan (City Block) dan Euclidean. Dari hasil penulisan dapat dilihat bahwa jumlah kluster terbaik pada data siswa SMK Muhammadiyah Cimanggu yaitu 3 kluster, hal ini dapat dilihat dari hasil selisih nilai Sum Square Error (SSE), nilai selesih terbesar pada metode Euclidean distance space  yaitu sebesar  5.882 berada dititik kluster 3 dan  nilai selesih terbesar pada metode Manhattan  distance space  yaitu sebesar  5.758 berada dititik kluster 3, Hal ini menunjukan bahwa  jumlah cluster optimal untuk data siswa SMK Muhammadiyah Cimanggu yaitu sebanyak tiga cluster. dilihat dari Average within Centroid distance,  Euclidean lebih kecil dibandingkan  dengan manhattaan yaitu 15.115 < 15.398 , oleh karna itu  Distance measure paling optimal untuk digunakan dalam  kasus  pengclusteran data siswa SMK Muhammadiyah Cimanggu adalah  Euclidean distance.Kata kunci: k means, manhattan, euclidean, strategi promosi. AbstractThe dynamics of educational patterns that are so fast and successe make competition between schools more stringent and attracte. , With this competition the right marketing strategy for educational institutions is absolutely necessary, no exception for Muhammadiyah Cimanggu vocational high School. To find out an effecte strategy, this research is done by processing history data with the aim, can provide different information from these data. Data processing methods like this are often referred to as data mining. K-Means is a simple non-hierarchical data clustering method. In this study, comparing two distance spaces is between Manhattan (City Block) and Euclideanth.The result  of  the Research of the writing it can be seen that the best number of clusters in the data of students of Cimanggu Muhammadiyah vocational high School are 3 clusters, this can be seen from the results of the difference in Sum Square Error (SSE), the biggest gap in the Euclidean distance space method is 5.882 located at the point of cluster 3 and the biggest score on the Manhattan distance space method is 5,758 located in cluster 3, this shows that the optimal number of clusters for students of Muhammadiyah Cimanggu is three clusters. seen from Average within Centroid distance, Euclidean is smaller than manhattaan which is 15,115 <15,398, therefore the optimal distance measure to be used in the case of clustering data of Muhammadiyah Cimanggu vocational high School is Euclidean distance.Key Word: k means, manhattan, euclidean, promotion strategy.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Wedding Organizer Menggunakan Metode AHP Destari, Sheren; Simpony, Bambang Kelana
IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 3, No 2 (2018): IJCIT Nov 2018
Publisher : PPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.812 KB)

Abstract

AbstrakMenikah merupakan suatu ibadah, oleh karena itu dalam mempersiapkan suatu pernikahan memerlukan perencanaan yang matang. Banyak keluarga yang menyerahkan urusan pernikahan mereka kepada wedding organizer karena dirasa cukup membantu dalam menyelesaikan segala kebutuhan mulai dari awal hingga acara pernikahan usai. Menentukan wedding organizer yang tepat tidaklah  mudah, terlebih banyak jasa wedding organizer yang bermunculan khususnya di Kota Tasikmalaya. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan wedding organizer yang tepat. Maka dari itu diperlukan sesuatu yang dapat mempermudah proses pemilihan agar hasilnya lebih tepat dan akurat. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, penyusun memutuskan untuk merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mengenai cara menentukan wedding organizer yang tepat menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan diaplikasikan ke dalam website. Metode AHP merupakan metode perhitungan yang diperlukan agar proses pemilihan  lebih akurat. Cara perhitungan metode AHP adalah dengan memberikan nilai preferensi untuk membandingkan antara kriteria dan alternatif secara hierarki dengan cara mengelompokkannya, maka secara langsung  hasil  nilai perbandingan menjadi penentu hasil keputusan. Hasil dari perancangan SPK dengan metode AHP adalah dapat mempermudah pengguna dalam menentukan wedding organizer yang tepat.Kata Kunci: sistem pendukung keputusan, metode analytical hierarchy process, wedding organizer AbstractMarried is a worship, therefore in preparing a marriage requires careful planning. Many families give their wedding matters to the wedding organizer because they feel they are quite helpful in completing all needs from the beginning to the wedding. Determining the right wedding organizer is not easy, especially many wedding organizer services that have sprung up especially in Tasikmalaya City. Many things need to be considered in determining the right wedding organizer. Therefore, something is needed that can facilitate the selection process so that the results are more accurate and accurate. To solve these problems, the authors decided to design a Decision Support System on how to determine the right wedding organizer using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method and applied to the website. AHP method is a calculation method that is needed so that the selection process is more accurate. The method of calculating the AHP method is to give preference values to compare between criteria and alternatives in a hierarchical manner by grouping them, so that the results of the comparison values directly determine the outcome of the decision. The result of the SPK design with the AHP method is that it can facilitate the user in determining the right wedding organizer.Keywords: decision support system, analytical hierarchy process, wedding organizer
Implementasi Metode Certainty Factor Untuk Diagnosa Gangguan Kehamilan Herawati, Nunuy; Simpony, Bambang Kelana; Alawiyah, Tuti
IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 4, No 1 (2019): IJCIT Mei 2019
Publisher : LPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan adalah impian untuk para pasangan yang sudah menikah. Kehamilan adalah periode rawan yang harus dilewati sebelum seorang ibu melahirkan. Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti biasa yang dilakukan para ahli. Perangkat lunak sistem pakar dapat mengenali jenis gangguan setelah user melakukan konsultasi dengan memilih gejala yang ditampilkan oleh aplikasi sistem pakar serta dapat menyimpulkan beberapa jenis gangguan yang diderita oleh user dan membantu memberikan solusi sementara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun sistem pakar berbasis web yang fungsinya menyebar luaskan informasi kepada masyarakat sehingga penanganan gangguan kehamilan dapat dilakukan dengam cepat. Metode yang digunakan pada perancangan sistem pakar ini menggunakan metode certainty factor karena metode kepastian ini menghasilkan gambaran kemungkinan sebuah jawaban dan tingkat kepercayaannya didapat dari suatu gejala gangguan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem pakar diagnosa jenis dan solusi dari gangguan kehamilan berbasis web dengan nilai certainty factor yang akurat serta dapat membantu ibu hamil dalam mendiagnosa gangguan kehamilan.