Articles

Found 16 Documents
Search

PENDEKATAN TEORI ANTRIAN SINGLE CHANNEL SINGLE PHASE PADA PELAYANAN ADMINISTRASI

Jurnal Teknologi Informasi dan Elektronika (INFOTRONIK) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.079 KB)

Abstract

Teori antrian merupakan cabang dari terapan teori probabilitas yang telah digunakan selama 108 tahun lalu untuk mempelajari kemacetan lalu lintas telepon (1910-2018). Sampai saat ini teori antrian banyak digunakan untuk alternatif pemecahan masalah antrian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem antrian pada pelayanan administrasi kampus AMIK BSI Bandung memiliki pola kedatangan berdistribusi poisson, dan ukuran keefektifan sistem antrian menggunakan WinQSB. Antrian pada pelayanan administrasi kampus menggunakan model single channel single phase. Hasil analisis diperoleh pola kedatangan berdistribusi poisson, ukuran keefektifan pelayanan administrasi 8,33% untuk rata-rata kedatangan 1, 16.67% untuk rata-rata kedatangan 2, dan 25% untuk rata-rata kedatangan 3, sedangkan asumsi rata-rata pelayanan adalah 12. Tidak perlu penambahan petugas pelayanan dengan idle time lebih besar dari 83%.Kata kunci :  Teori Antrian, Single Channel Single Phase, Ukuran Keefektifan, WinQSB.

Optimasi Baru Program Linear Multi Objektif Dengan Simplex LP Untuk Perencanaan Produksi

Jurnal Informatika Vol 4, No 2 (2017): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.401 KB)

Abstract

adalah hak sepenuhnya bagi pemegang keputusan. Tidak ada yang dapat dijadikan patokan mutlak metode/pendekatan yang digunakan untuk mengambil keputusan. Dalam aplikasi model untuk perencaaan produksi diperoleh satu lagi alternatif untuk menentukan seberapa banyak produk yang dihasilkan untuk menentukan keuntungan maksimal dan memenuhi kapasitas produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan perencanaan produksi model program linear multi objektif de novo pendekatan goal programming dengan Simplex LP. Hasilnya adalah nilai optimasi baru dengan pendekatan Simplex LP berupa keuntungan paling besar dibandingkan dengan hasil De Novo Goal Programming dan Produksi Awal. Kata Kunci: Program Linear Multi Objektif, Pemegang Keputusan Multi Objektif, Perencanaan Produksi, Simplex LP. AbstractThe alternative to decision-making is the full right of the decision-maker. Nothing can be the absolute benchmark of the method / approach used to make decisions. In modeling applications for production planning, there is one more alternative to determine how many products are produced to determine maximum profitability and meet production capacity. The purpose of this research is to compare the production planning of multi objective linear program model de novo goal programming approach with Simplex LP. The result is a new optimization value with Simplex LP approach in the form of the biggest benefit compared to De Novo Goal Programming and Early Production results. Keywords: Multi Objective Linear Programming, Multi Objective Decision-Maker, Production Planning, Simplex LP.

MENENTUKAN PROBABILITAS QUALITAS LULUSAN PROGRAM STUDI MENGGUNAKAN LOGISTIC REGRESSION

Jurnal Informatika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.382 KB)

Abstract

Abstract – Human resources (HR) is one of the success factors in the economic field, namely how to create a human resources (HR) qualified and have the skills and highly competitive in the global competition. Educational level of the labor force that is still relatively low. The structure of education of the workforce is still dominated Indonesian basic education which is about 63.2%. The issue raised is to determine the probability of a program of study (whether or not) to see some of the ratio of the number of graduates by the number of students per class, the amount of quota size class (large or small) using logistic regression models. Data were obtained from a search result based on the amount of data the study program students and graduates in 2010 Data processing using SPSS. The results of the analysis by assessing model fit and the results will be given for each model fit. Starting with the hypothesis for assessing model fit, statistical -2LogL, Cox and Snells R Square, Hosmer and Lemeshows Goodness of Fit Test, and the classification table. The results of the analysis using SPSS as a tool aimed at measuring quality of graduate courses at a university, college, or academy, whether or not based on the ratio of the number of graduates and class quotas. Keywords: Quota Class, Probability, Logistic Regression Abstrak – Sumberdaya manusia (SDM) adalah salah satu faktor kesuksesan dalam bidang ekonomi, yaitu bagaimana menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. Tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2%. Persoalan yang dikemukakan adalah menentukan probabilitas sebuah program studi (baik atau tidak) dengan melihat beberapa rasio jumlah lulusan dengan jumlah mahasiswa per angkatan, ukuran besarnya kuota kelas (besar atau kecil) menggunakan model logistic regression. Data diperoleh dari hasil penelusuran data program studi berdasarkan jumlah mahasiswa dan lulusan pada tahun 2010. Pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil analisis dengan menilai model fit dan akan diberikan hasilnya untuk setiap model fit. Dimulai dengan hipotesis untuk menilai model fit, statistic -2LogL, Cox dan Snell’s R Square, Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test, dan tabel klasifikasi. Hasil analisis menggunakan SPSS tersebut bertujuan sebagai alat pengukuran qualitas lulusan program studi di suatu Universitas, Perguruan Tinggi, maupun Akademi, baik atau tidaknya berdasarkan rasio jumlah lulusan dan quota kelas. Kata Kunci: Kuota Kelas, Probabilitas, Logistic Regression

ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN PROGRAM STUDI UNTUK MERAIH KEUNGGULAN BERSAING

Jurnal Informatika Vol 3, No 1 (2016): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.29 KB)

Abstract

Abstract - The purpose of this research was to determine the factors that influence the decision to enroll new students in AMIK BSI Bandung. The students decision can be a reference college to create a competitive advantage and to identify and analyze the factors that influence students to choose a college. The research was using purposive sampling method. Factors that influence the students decision in determining the Department of Information Management AMIK BSI Bandung is the first factor with 49 301% variance. Variables were highest for the Academic Reputation of 77.3%. Another variable that support this factor was 74.4% Availability of Financial Aid, Academic Program availability of 73.1%, Social Atmosphere and Geographic Locations by 70.6% and 61.6%, ending with student population amounted to 50.3%. The second factor with a percentage of 81.4% namely Size College, has eigenvalue of 1436 and was able to explain the variance of 20 519%. Keywords: Factor Analysis, Competitive Advantage. Abstrak - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa baru dalam mendaftar di AMIK BSI Bandung. Keputusan mahasiswa ini dapat menjadi referensi perguruan tinggi untuk menciptakan keunggulan bersaing dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk memilih perguruan tinggi. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam menentukan jurusan Manajemen Informatika AMIK BSI Bandung adalah faktor pertama dengan varians 49.301%. Variabel yang tertinggi adalah Reputasi Akademik sebesar 77.3%. Variabel lain yang mendukung faktor ini adalah Ketersediaan Bantuan Keuangan 74.4%, Ketersediaan Program Akademik sebesar 73.1%, Suasana Sosial dan Lokasi Geografis sebesar 70.6% dan 61.6%, diakhiri dengan Populasi Mahasiswa sebesar 50.3%. Faktor kedua dengan persentase sebesar 81.4% yaitu Ukuran Perguruan Tinggi, memiliki nilai eigenvalue sebesar 1.436 dan mampu menjelaskan varians sebesar 20.519%. Kata Kunci: Analisis Faktor, Keunggulan Bersaing.

Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung

Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.847 KB)

Abstract

ABSTRAKMuseum merupakan tempat kumpulan benda-benda sejarah sebagai bukti yang harus diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi baru sebagai suatu pembelajaran terhadap sejarah. Di Kota Bandung terdapat sejumlah museum diantaranya Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum  Pos, Museum  Negeri Sri Baduga, dan Museum Barli. Ke-6 museum tersebut dikelola oleh pihak pemerintah dan swasta. Sampai saat ini minat wisatawan yang datang ke Kota Bandung hanyalah wisata belanja, kuliner, dan wisata kota, hal ini tidak signifikan dengan minat wisatawa edukasi pada  museum di Kota Bandung. Sejak tahun 2014 Kota Bandung banyak dilakukan pembenahan di berbagai tempat seperti, taman-taman, Alun-Alun  Kota Bandung, jalanan seperti Braga sebagai salah satu objek wisata tempo dulu, kawasan Dago, termasuk wilayah Asia Afrika yang dijadikan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika ke-50, hal ini salah satu magnet meningkatkan para wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung. Bertambahnya para wisatawan seharusnya merupakan potensi besar bagi pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan minat kunjungan pada museum sebagai sarana wisata edukasi dan sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan seberapa besar minat wisatawan Kota Bandung dalam mengunjungi museum di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif sedangkan responden pada penelitian ini adalah wisatawan Kota Bandung yang berada di area kawasan wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata kota. Hasil penelitian  menunjukan bahwa minat para wisatawan Kota Bandung sangat rendah dalam mengunjungi museum di Kota Bandung.Kata kunci : Pariwisata, Minat Konsumen, Wisata Museum  ABSTRACTMuseum is a collection of historical objects as evidence that should be known by the public, especially the new generation as a study of the history. In Bandung there are a number of museums including the Geology Museum, Asian-African Museum, Mandala Wangsit Siliwangi Museum, Post Museum, Sri Baduga Museum, and Barli Museum. All six of the museum managed by the government and private parties. Until now the interest of tourists who come to the city of Bandung is just shopping, dining and tours of the city, it is not significant to the interests wisatawa education at the museum in the city of Bandung. Since 2014 Bandung many improvements done in various places, such as parks, Square Bandung, street like Braga as one of the attractions of the past, Dago, including the Asian-African region serve as a place Asian-African Conference ke- 50, it is one of the magnets increase the tourists to visit the city of Bandung. Increasing the tourists should have a great potential for the government of Bandung in increasing interest in the visit to the museum as a means of travel and history education. The purpose of this study was to identify how big tourist interest in visiting Bandung museums. The method used in this research is descriptive quantitative method, while respondents in this study is that Bandung tourists, which is in the area of shopping area, culinary tours, and city tours. The results showed that the interest  Bandung tourists is very low in visiting the museum in the Bandung city.  Keyword : Tourism, Consumer Interest, Museum Tours

PENENTUAN PRIORITAS PILIHAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN LOKASI PERGURUANTINGGI DENGAN ANALISIS CONJOINT

Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol 17, No 2 (2015): Periode September
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.24 KB)

Abstract

A private college is education marketers that need to identify students for educational products; educational products develop and implement a promotion to attract attention and give a strong response from prospective students. Advantages of private college to attract more students improved. The aim of this study is to analyze the preferences of students from the Department of Information Management AMIK Bandung BSI in choosing the campus. Research preferences in choosing college students conducted by applying conjoint analysis using SPSS 17.0. How that is done is to obtain a score of uses that can represent every aspect of campus services owned factor, so that on that score can be deduced about what attributes are most considered by the students in choosing a college. Results of the respondents preference highest-value is a factor field (14.92%), curriculum (13:21%), accreditation (12.75%), lecturer (12:13%), building (11.96%), library (11.87%), Distance (11.66%) and advertising (11:46%). Results of the aggregate utility level factors/attributes chosen by respondents, that the respondents liked the selection of educational services in the campus is having a field campus, open curriculum (the administration delivered in advance at the beginning of registration), the campus has been accredited, senior lecturer option, the size of ordinary buildings (less noticed), the library has a large collection of books, the distance between the house and near the campus, and advertising less attention.

Aplikasi Prediksi Banjir Dengan Algoritma Spade

IJCIT (Indonesian Journal on Computer and Information Technology) Vol 2, No 1 (2017): Indonesian Journal on Computer and Information Technology
Publisher : PPPM AMIK BSI Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.772 KB)

Abstract

AbstrakPembahasan mengenai prediksi banjir dengan beberapa metode telah dilakukan oleh beberapa penulis. Diantaranya dengan fuzzy logic method, particle swarm optimization algorithms, dan spade algorithms. Tujuan dari penulisan ini adalah membuat aplikasi prediksi banjir dengan algoritma SPADE dari data sample BMKG kota bandung. Early Warning System (EWS) diperlukan untuk informasi awal sistem peringatan dini banjir. Sistem peringatan akan aktif atau menyala jika parameter data yang menjadi data input memenuhi aturan (rule). Program aplikasi menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Proses input data sebagai informasi prediksi banjir meliputi suhu, kelembaban, kecepatan angina, curah hujan, dan lamanya hujan. Aplikasi prediksi banjir mudah digunakan, hasil yang diberikan yaitu prediksi banjir dan indikator untuk EWS (Early Warning System). Kata Kunci: Algoritma SPADE, Aplikasi Prediksi Banjir, Early Warning System. AbstractThe discussions on flood prediction with several methods have been performed by several authors. Among the fuzzy logic method, particle swarm optimization algorithms, and spade algorithms. The purpose of this paper is to make an application with the flood prediction algorithm SPADE of sample data BMKG Bandung. Early Warning System (EWS) is required to update flood early warning system. Warning system will be activated or lighted if the parameter data into the input data meet the rules (rule). Program applications use Microsoft Visual Basic 6.0. The data input process as flood prediction information includes temperature, humidity, wind speed, rainfall, and duration of the rain. Applications flood prediction is easy to use, the results given that the prediction of floods and indicators for EWS (Early Warning System). Keywords: SPADE Algorithms, Flood Prediction Application, Early Warning System

MEMINIMUMKAN BIAYA TRANSPORTASI MENGGUNAKAN METODE BASIS TREE

Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13 Nomor 1, Maret 2011
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2856.273 KB)

Abstract

Transportation problem is the linear programming problem. The main purpose is minimize the cost of distribution. In present day the solution of transportation problem are North-West Corner, Least Cost, and Vogel’s Approximation (VAM). In 1946-1947 G.B Dantzig proposes the research and designed the MODI (Modified For Distribution), the method could be applied to transportation problem. The MODI method and other method that use a transportation table are adequate as long as the problem is relatively small. Once the problem becomes large, then finding the unique  and performing the updating is difficult. This study was made to find solutions to transportation problems using basis tree. Is a literature study that the authors use to conduct research, with the source form of journal papers, articles and textbooks. The Basis Tree Transportation Problem is a specialization for transportation problem. The key idea in this method is that any basic feasible solution of transportation problem is a spanning tree of the underlying graph. Hence for each iteration, the basis is represent as a rooted spanning tree in which an arc  and its flow  represent the basic variable , and the simplex multiplier (dual variable) are represent by node potential. Use of  Nort-West Corner aimlessly total freight 1490, and the results of the iteration will be obtained a minimum total transportation cost 920. Iterations that use basis tree using five iterations. It can be noted that minimizes transportation costs using the basis tree method resulted in a difference of 570. Keywords: North-West Corner, Basis Tree, Transportation Problem.

MENENTUKAN QUALITAS LULUSAN DENGAN PROBABILITAS QUOTA KELAS DAN LULUSAN PROGRAM STUDI MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL LOGISTIC REGRESSION

Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol 14, No 1 (2012): PERIODE MARET 2012
Publisher : AMIK BSI Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.347 KB)

Abstract

Human resources (HR) is one of thesuccess factorsin the economy, how to createquality human resources andskillsas well ashighly competitivein theglobalcompetition. The education levelof the workforceis stillrelativelylow. Educational structureof Indonesias workforceis stilldominated byprimary educationis about63.2%. The issueraisedisto determinethe probabilityofagoodcourse/ notwith alook at someratio ofgraduatesby the number ofstudentsperclass, the size of thequota-class (largeor small) usinglogistic regressionmodels. Dataobtained from thedata retrievalprogram of studybased on the numberof students andgraduatesin 2010. Processingdata usingSPSS.The results ofthe analysisby assessingmodel fitandwill be giventhe  resultsforeachmodel fit. Starting with thehypothesisforassessingmodel fit, statistical-2LogL, CoxandSnells RSquare, Hosmer andLemeshows Goodness ofFitTest,and theclassification table.The results ofthe analysisusingSPSSwas intended as a means of measuring quality of graduate course ata university, college,oracademy, whether or notbased onthe ratio ofthe number of graduatesandthe classquota.Keywords: The class quota, probability, logistic regression

MENENTUKAN PRIORITAS PILIHAN MAHASISWA DALAM MEMILIH KAMPUS MENGGUNAKAN ANALISIS CONJOINT

Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.051 KB)

Abstract

ABSTRACT - A private college is education marketers that need to identify students for educational products; educational products develop and implement a promotion to attract attention and give a strong response from prospective students. Advantages of private college to attract more students improved. The aim of this study is to analyze the preferences of students from the Department of Information Management AMIK Bandung BSI in choosing the campus. Research preferences in choosing college students conducted by applying conjoint analysis using SPSS 17.0. How that is done is to obtain a score of uses that can represent every aspect of campus services owned factor, so that on that score can be deduced about what attributes are most considered by the students in choosing a college. Results of the respondents preference highest-value is a factor field (14.92%), curriculum (13:21%), accreditation (12.75%), lecturer (12:13%), building (11.96%), library (11.87%), Distance (11.66%) and advertising (11:46%). Results of the aggregate utility level factors/attributes chosen by respondents, that the respondents liked the selection of educational services in the campus is having a field campus, open curriculum (the administration delivered in advance at the beginning of registration), the campus has been accredited, senior lecturer option, the size of ordinary buildings (less noticed), the library has a large collection of books, the distance between the house and near the campus, and advertising less attention. Keywords: Multivariate Statistics , Conjoint Analysis , Preference ABSTAKSI - Perguruan tinggi swasta merupakan pemasar pendidikan yang perlu mengidentifikasi calon mahasiswa terhadap produk pendidikan, mengembangkan produk pendidikan dan menerapkan promosi untuk menarik perhatian dan memberi tanggapan yang kuat dari calon mahasiswa. Keunggulan perguruan tinggi swasta untuk menarik minat mahasiswa lebih ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis preferensi mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika AMIK BSI Bandung dalam memilih kampus. Penelitian preferensi mahasiswa dalam memilih kampus dilakukan dengan mengaplikasikan analisis conjoint menggunakan SPSS 17.0. Cara yang dilakukan adalah dengan memperoleh skor kegunaan yang dapat mewakili setiap aspek faktor jasa kampus yang dimiliki, sehingga dari skor tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang atribut apa saja yang paling dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memilih kampus. Hasil preferensi responden yang bernilai paling tinggi adalah faktor Lapangan (14.92%), Kurikulum (13.21%), Akreditasi (12.75%), Dosen (12.13%), Gedung (11.96%), Perpustakaan (11.87%), Jarak (11.66%), dan Iklan (11.46%). Hasil utilitas agregat level faktor/atribut pilihan responden, bahwa responden menyukai jasa pendidikan dalam pemilihan kampus adalah kampus memiliki lapangan, kurikulum terbuka (pihak administasi menyampaikan terlebih dahulu diawal pendaftaran), kampus telah terakreditasi, pilihan dosen senior, ukuran gedung biasa saja (kurang diperhatikan), perpustakaan memiliki banyak koleksi buku, jarak antara rumah dan kampus dekat, dan iklan kurang diperhatikan. Kata Kunci: Statistik Multivariat, Analisis Conjoint, Preferensi