Articles

Found 11 Documents
Search

Membangun Nilai Behavioral Intention melalui Tourist Experience Setiyariski, Ramdani; Syarifuddin, Didin; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
JURNAL MEDIA WISATA: Wahana Informasi Pariwisata Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.69 KB)

Abstract

Floating Market Lembang is a destination in Lembang, the boundary of West Bandung. Visitors visit in Floating Market Lembang always increasing in years. But that fact is not the same with the data which say tourist’s loyality haven’t maximum because majority of the tourist whose come to Floating Market lembang are new visitors. Decision of this research is to know influence of tourist experience to behavioral intention of Floating Market Lembang. The type of research are descriptive and verification. The survey method used is incidental sampling, which a sample size of 120 respondents. Data analysis technique using single regression techniques with coefficient determinant (R2) and partial (T) techniques. These results shows that there is a significant partial influence tourist experience to behavioral intention of Floating Market Lembang. The higher the ability of destination management in building positive experience on the tourists, so that it will increase positive image of the tourists in their visits. In this condition, directly or indirectly it will be able to build tourist’s willing in re-visiting to the destination. The correlation of the two variables can be simplisized in a sentence that in order to be able to build value of behavioral intention is how to be able to build tourist experience.
Pengembangan Kampung Tulip Sebagai Wisata Edukasi di Bandung Hariyanto, Oda I. B; Andriani, Rian; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.713 KB)

Abstract

Abstrak Wisata edukasi menjadi tren baru yang banyak diminati oleh wisatawan,  terutama sangat diminati oleh keluarga. Perjalanan liburan bersama anggota keluarga sangat menyenangkaan sambil  mengeksplorasi  keunggulan dan potensi destinasi yang akan dikunjungi. Wisata edukasi sebetulnya bukan  hal baru  tapi pengemasanya dengan nama baru. Bagi pelajar dan mahasiswa dikenal dengan study tour, berwisata sambil mengunjungi  tempat-tempat yang berhubungan dengan bidang studinya, dengan tujuan  untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa. Demikian halnya wisata Kampoeng Tulip merupakan prototype gambaran faktual dari kebutuhan  sebuah keluarga mulai  dari anak-anak hingga orang dewasa, merupakan mix antara  hiburan dan berwisata dengan wawasan  edukasi.  Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kondisi dan fasilitas yang terdapat di   Kampoeng Tulip sebagai wisata edukasi.Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif deskriptif  dengan alasan Pengembangan  Kampung Tulip Sebagai Wisata Edukasi  merupakan permasalahan yang berkaitan dengan pariwista. Pariwisata merupakan bagian dari kebudayaan sehingga hasil penelitian mendeskripsikan secara histories-sistimatis, faktual dan akurat, dengan menggunakan berbagai ilmu dan teori multidisiplin (multidisciplinary).Kata Kunci: Edukasi, wisata dan belajar. Abstract                     Educational tour becomes a new trend that attracted many tourists, especially very interested by the family. Holiday trips with family members are very enjoyable while exploring the benefits and potential destinations to be visited. Educational tour is not really a new thing but the packaging with a new name. For students, known as study tour, travel while visiting places related to the field of study, with the aim to increase knowledge and insight students. Similarly, tourism Kampoeng Tulip is a prototype factual picture of the needs of a family ranging from children to adults, is a mix between entertainment and travel with educational insights. The purpose of this research is to describe the condition and facilities in Kampoeng Tulip as educational tour. This research uses descriptive qualitative method, with the reason Development of Kampung Tulip As Tour Education is a problem related to tourism. Tourism is part of the culture so that the results describe historically-systematic, factual and accurate, using various sciences and multidisciplinary theoriesKeywords : Education, tourism and learning.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN DI MUSEUM GEOLOGI BANDUNG Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 2 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari bauran pemasaran terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Museum Geologi Bandung. Penulis menggunakan metode inferensial dengan analisis kuantitatif. Metode inferensial dipilih karena sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah besar, sehingga untuk meminimalisir terjadinya distorsi data yang didapat dari sampel. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung. Berdasarkan hasil analisis, didapati bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan variabel-variabel lain terhadap keputusan berkunjung. Kata kunci : Bauran pemasaran, keputusan berkunjung. ABSTRACTThis research is to find out how the impact of the marketing mix to the decision to visit Museum Geology Bandung. This research used inferential method by the quantitative analysis. Inferential method is choosed to minimize the distortion of the sample data, because the main sample number is big. The quantitative analysis is the type of analysis that based on numerical data to process using statistical method. The result of the analisys has prove that marketing mix have positif and significant influence to the decision to visit. Based on the analysis result, the marketing mix influence is bigger than the other variable to the decision to visit. Keyword : Marketing mix, decision to visit.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ROOM SERVICE AMAROOSSA HOTEL BANDUNG Derianto, Panji Septian; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 1 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.055 KB)

Abstract

Abstract - Tourism is everything that is related to and associated with the business needs someone to travel. And each traveler typically require service facilities to rest and service for food and beverages. Every hotel both large and small certainly has a restaurant and bar on the ground guests can enjoy food and drinks, while for guests who wish to enjoy food and drink in your own room is also equipped with service facilities room service. Room service department operates for 24 hours to serve guests by serving meals like breakfast, lunch, dinner and supper. Room service at Amarossa Hotel has standard operating procedures have been established. Methods of research by the author is to perform observation / research, interviews, documentation and literature. Standard operating procedure is executed in Amarossa hotel room service department that receives oderan of the phone, making captain orders, prepare the equipment, orders delivered back to the room guests. Keywords: Standard Operating Procedure, Room Service, hotel Abstrak - Pariwisata adalah segala sesuatu yang menyangkut dan berhubungan dengan urusan kebutuhan seseorang melakukan perjalanan. Setiap traveler membutuhkan fasilitas pelayanan untuk beristirahat serta pelayanan untuk makanan dan minuman. Hotel besar maupun kecil pasti memiliki restoran dan bar. Tamu yang ingin menikmati makanan dan minuman dikamar sendiri juga di lengkapi dengan fasilitas pelayanan room service. Room service department ini beroperasi selama 24 jam untuk melayani para tamu hotel dengan menyajikan makanan seperti breakfast, lunch, dinner dan juga supper. Room service di Amaroossa Hotel memiliki standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan obeservasi/riset, wawancara, dokumentasi dan juga studi pustaka. Standar operasional prosedur yang dijalankan di Amaroossa Hotel pada departement room service yaitu menerima oderan dari telepon, membuat captain order, mempersiapkan peralatan, pesanan diantar ke kamar tamu. Kata Kunci: Standar Operasional Prosedur, Room Service, hotel
Tugas Trainee Room Attendant Dalam Membersihkan President Suite Room Di Amaroossa Bandung Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Rachman, Marsha Adytia
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHotel adalah salah satu faktor pendukung pariwisata, untuk itu salah satu pendapatan devisa terbesar menjadi sorotan utama dalam perhotelan. Salah satu pendapatan yang besar didapatkan dari penjualan kamar. Housekeeping adalah salah satu departemen yang merawat dan menjaga sebuah hotel. Room Attendant adalah seseorang yang bertugas membersihkan kamar. Room Attendant biasanya dibantu oleh Trainee pada saat membersihkan kamar. Trainee mempunyai peranan yang sangat penting. Membersihkan type President Suite Room, seorang Room Attendant harus mempunyai pengalaman dan skill yang bagus. Prosedur membersihkan type kamar ini sangat membutuhkan ketelitian yang baik. Apabila dalam membersihkan kamar dibantu oleh Trainee, hasilnya lebih cepat dan memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaan yang terjadi pada saat penelitian berjalan. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah bahwa prosedur membersihkan type President Suite Room ini sudah sesuai standar operasional prosedur. Jadi antara Room Attendant dan Trainee sudah mempunyai langkah-langkah dalam membersihkan kamar ini, apabila prosedur dijalankan dengan baik maka kebersihan terlihat maksimal dan memuaskan. Kata Kunci: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up RoomABSTRACTThe hotel is one of the supporting factors of tourism, for it one of the largest foreign exchange earnings into the main spotlight in hospitality. One of the big revenues is from room sales. Housekeeping is one of the departments that takes care of and maintains a hotel. Room Attendant is someone in charge of cleaning the room. Room Attendant usually assisted by Trainee when cleaning room. Trainees have a very important role. Cleaning the President Suite Room type, a Room Attendant should have good experience and skill. This type of room cleaning procedure requires great accuracy. If in the room cleaning assisted by Trainee, maybe the result will be faster and satisfactory. In this final report the authors use qualitative descriptive method. This study aims to reveal the facts, circumstances, phenomena, variables and circumstances that occurred at the time the study goes. The result of this final report is that the President Suite Room type cleaning procedure is in accordance with the operational standard of the procedure. So between Room Attendant and Trainee already have steps in cleaning this room, if procedure well executed then the sloppiness will look maximal and satisfy. Keywords: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up Room
KAWASAN PRODUKSI SENI PAHAT BATU SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI KABUPATEN MAGELANG Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.341 KB)

Abstract

Abstract - Development of tourism in Indonesia is currently more important, not only in order to increase the revenue of the country, is expected also to expanding business opportunities, while providing new job opportunities as well as to reduce unemployment. Potential Village Tamanagung as industrial areas and areas of stone carving art craft. Production area of stone carving art has the potential and attraction of attraction so that built and developed as a worthy tourist destination. In the development of tourism in the area of production of stone sculpture studio and the government in cooperation with surrounding communities. The existence of cooperation between organizations institutions with studio owner. Human Resources Training and empowerment of the overall performance of the Department of Tourism. Involving the private sector role in tourism development and promotion is encouraged with the development of technology and information. Designing a stone sculpture gallery as container sales, promotion, recreation and exhibition of handicrafts is a strategy in the development of stone sculpture production region as one tourism destination. Keywords: Development, Stone Sculpture Area, Potential, Attractions, Tourist Destination Abstrak - Pengembangan kepariwisataan di Indonesia saat ini semakin penting, tidak saja dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara, diharapkan juga dapat memperluas kesempatan berusaha, disamping memberikan lapangan pekerjaan baru juga untuk mengurangi pengangguran. Potensi Desa Tamanagung sebagai daerah industri dan kawasan kerajinan seni pahat batu. Kawasan produksi seni pahat batu mempunyai potensi dan daya tarik wisata berupa atraksi sehingga layak dibangun dan dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam pengembangan pariwisata di kawasan produksi seni pahat batu pemerintah bekerjasama dengan sanggar dan masyarakat sekitar. Adanya kerjasama antara organisasi lembaga dengan pemilik sanggar. Pelatihan Sumber Daya Manusia, serta pemberdayaan kinerja Dinas Pariwisata secara menyeluruh. Melibatkan peran swasta dalam dalam pengembangan pariwisata serta promosi digalakkan dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi. Merancang galeri seni pahat batu sebagai wadah penjualan, promosi, rekreasi dan pameran hasil kerajinan merupakan strategi dalam pengembangan kawasan produksi seni pahat batu sebagai salah satu daerah tujuan wisata.  Kata Kunci: Pengembangan, Kawasan seni pahat batu, Potensi, Atraksi, Daerah tujuan wisata
Pemanfaatan Bahan Makanan Tradisional Tempe Kedelai Sebagai Menu Andalan Hotel Pirastyo, Swastono Putro; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Tourism & Hospitality Essentials (THE) Journal Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.267 KB)

Abstract

Tempe is one famous traditional food from Indonesia. Tempe can be process into so many variety of food with delicious taste. But in hospitality industries, the utilization of tempe is not maximal yet. This research is to find out the utilization of tempe in Jadul Village Resort and Spa. This research is also wanted to find how often tempe used in the menu, and how good the demand of the tempe itself. After this research, hopefully tempe can used more often as the main course menu, or as side dishes. And hopefully, tempe can dreated into signature dishes that represent Jadul Village Resort and Spa as a resort with the Indonesian specialty.
Pengaruh Keputusan Berkunjung Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Museum Geologi Bandung Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.281 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari keputusan berkunjung terhadap kepuasan wisatawan di Museum Geologi Bandung. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa keputusan berkunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Hipotesis menguji pengaruh keputusan berkunjung terhadap kepuasan didapat nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai sig. 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,05 > 0,000 sehingga jalur signifikan dan nilai koefisien beta sebesar 0,965. Dari hasil itu dapat diartikan pada dasarnya keputusan “pembelian”, adalah seseorang yang mengeluarkan uang untuk mendapatkan kepuasan. Kepuasan yang didapat oleh wisatawan secara langsung akan dipengaruhi oleh keputusan berkunjung. Hal ini menjadi sangat mendasar, karena tingkat kepuasan wisatawan sangat ditentukan dengan aspek pemenuh kebutuhan dan pemenuh keinginan dari wisatawan tersebut. Keputusan berkunjung didapat melalui proses pertimbangan berbagai aspek. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pembelian. Sehingga secara tidak langsung ketika keputusan untuk berkunjung telah dibuat oleh seorang wisatawan, keputusan tersebut merupakan keputusan matang dimana objek wisata yang dipilih merupakan objek wisata yang memang dirasa mampu untuk memberikan kepuasan terhadap kegiatan berwisata wisatawanKata kunci : Keputusan berkunjung, Kepuasan, Wisatawan Museum Geologi. ABSTRACTThis research purpose is to know how the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction at Museum Geologi Bandung. Quantitative analysis is the analysis type that focus on numerical data and process all the data with statistic method. The data analysis result come with the decision to visit has positive and significant effect to the tourist satisfaction. The hypothesis test of the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction came with significance result  0,000. The sig. score 0,0000 smaller than the probability score 0,05 so the significance line and beta coefficients is 0,965. It means basically the decision to “buy” is someone have will to spent their money to get the satisfaction. The satisfaction tourist got directly affected by the decision to visit. This is became so basic, because the scale of the tourist satisfaction determined with the need fulfillment aspect and want fulfillment aspect of the tourist itself. Decision to visit obtained through consideration of various aspect. And then, before decide to buy, every consumer pass through five step, they are issue identification, searching of information, alternate evaluation, decision to buy and buying behavior.  So, when tourist make the decision to visit, the decision is final and the destination chosen is the destination that fulfill the need of tourist traveling satisfaction.Keyword : Decision to visit, customer satisfaction, Tourist Museum Geology   
Implementasi Budaya Pelayanan Pada Industri Perhotelan Hubungannya Dengan Peningkatan Kinerja Human Capital Andriani, Rian; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Ecodemica
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.741 KB)

Abstract

Hotel dikelola secara komersial untuk menyediakan pelayanan/jasa untuk umum. Industri perhotelan dalam meningkatkan produktivitas pelayanan tentunya dikarenakan beberapa hal yang mendasar, diantaranya faktor kultur (budaya) perusahaan dan sumber daya manusia sebagai karyawan. Budaya yang kuat memiliki ciri nilai inti organisasi yang dianut dengan kuat, diatur dengan baik dan dirasakan bersama secara luas. Budaya organisasi merupakan produk dari seluruh figur perusahaan, mulai dari orang-orangnya, baik dari segi keberhasilan maupun kegagalannya. Masalah yang biasa dihadapi karyawan adalah bagaimana cara menyesuaikan diri secara proaktif dengan budaya perusahaan agar tidak terjadi konflik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya pelayanan pada industri perhotelan hubungannya dengan peningkatan kinerja human capital. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian menyimpulkan pertama, perusahaan harus melakukan proses rekrutmen untuk memilih SDM yang sesuai yang dibutuhkan pada bisnis yang sedang berjalan, seperti halnya memberikan pelatihan untuk meningkatkan bakat SDM. Kedua, laporan, evaluasi, dan ulasan kinerja setiap bulannya dari setiap karyawan,  termasuk pekerjaan hospitality, dokumentasi, dan prosedur seperti laporan keuangan dan kontrol kredit. Ketiga, pemeliharaan secara reguler pada seluruh elemen-elemen Hotel.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Villa Kancil Majalaya Fauzzia, Willma; Andriani, Rian; Brahmanto, Erlangga; Handayani, Rina Dwi; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.92 KB)

Abstract

AbstrakVilla Kancil Majalaya merupakan kawasan wisata kabupaten Bandung dimana wisata outbound menjadi andalan untuk menarik perhatian para wisatawan. Villa Kancil memiliki daya tarik atas kegiatan wisatanya dikarenakan tempat ini memiliki kondisi alam yang baik seperti udara yang sejuk dimana hal ini akan memberikan kenyaman bagi wisatawanya ketika berwisata. Selain itu Villa Kancil juga mempunyai wisata-wisata lainnya seperti wisata kuliner “Warung Desa Kuring” dan wisata kuliner diatas perahu atau disebut dengan floating market, wahana permainan dan menyediakan wisata air yaitu waterboom  yang terdapat kolam air panas didalamnya. Dengan luas mencapai 67000 m2, Villa Kancil ini menyediakan berbagai wahana yang sangat disukai oleh anak-anak dan remaja juga orang tua. Villa Kancil memiliki potensi untuk terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam usaha menarik wisatawan untuk datang ke sebuah objek wisata di suatu daerah pastinya dibutuhkan strategi pemasaran yang baik. Oleh karenanya dibutuhkan dorongan oleh berbagai pihak terkait dalam usaha agar objek wisata tersebut dapat berkembang secara baik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.Kata kunci: Strategi pemasaran, wisatawan