Ferdinandus Ngare, Ferdinandus
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Representasi Kampung Seni Dago Sebagai Objek Wisata Kota Bandung Hidayat, Dasrun; Setiawati, Sri Dewi; Ngare, Ferdinandus; Oktaviani, Femi; Suhartini, Titin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.546 KB)

Abstract

AbstrakPencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan   image  positif     kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studideskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasilpenelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat,  fungsi  dan  peran  seniman  dalam  pengembangan  pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seniDago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang,  kedua  Seniman  memberikan  peranan  yang  sangat  penting  dalam  perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objek wisata kota BandungKata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman AbstractImagery Kampung Seni Dago, as the formation of positive image to the public and attract the tourists both domestic and foreign tourists to re-visit the city of Bandung. This study used a qualitative approach with studideskriptif. Focus on imaging Kampung Seni Dago as a tourist attraction of Bandung. The results show that there are still many people who do not know the existence of Dago art kampong. Starting from the concept of Dago art kampong which includes the meaning, benefits, function and role of artists in the development of imaging as a tourist attraction of Dago art village, the socialization of Dago kampong art, promotion, program. The role of the development of Dago village art project includes program, socialization, and promotion. Based on the results of the first conclusion of Kampung Seni Dago as one of the creative tourism object by offering various art and culture which is currently being abandoned by the young generation now, the two artists have played a very important role in the development of the dago art village, the three governments participated in building the program facilities and infrastructure to support imaging dago art village as a tourist attraction of BandungKeywords: Tourist Attraction, Government Role, Artist Role
HUKUMAN TAHANUS SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENIGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI PUTRI PESANTREN AL-BASYARIYAH Ismail, Jaka; Ngare, Ferdinandus; Suhadi, Mahardiansyah
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTahannus Punishment Case Study as a form of moral education in Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung This research suggests how a program tahannus punishment as an effort to improve discipline and improvement of the morals of the students who violate disciplines sunah cottage. Researchers use this study to examine how the strategy, implementation and results of the program tahanus punishment in improving discipline and improvement of the morals of the students who violate disciplines sunna cottage. The goal is to provide new reference on the implementation of penalties to improve discipline. This study uses a theoretical study of organizational communication with the application of theory acceptance of the authority of Chester Barnard. Data collected by observation depth interviews and literature study. Thus, the study produces an overview of the process of moral education through program tahanus punishment.Keywords : Tahannus, Student.ABSTRAKTahannus sebagai bentuk pendidikan moral di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung. Penelitian ini mengemukakan tentang bagaimana sebuah program hukuman tahannus sebagai upaya peningkatan kedisiplinan dan perbaikan akhlak para santri yang melanggar sunah disiplin pondok. Peneliti menggunakan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana strategi, pelaksanaan, dan hasil dari program hukuman tahanus dalam upaya peningkatan kedisiplinan dan perbaikan akhlak para santri yang melanggar sunah disiplin pondok. Tujuannya untuk memberikan referensi baru tentang implementasi hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis komunikasi organisasi dengan penerapan teori penerimaan kewenangan Chester Barnard. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sehingga, penelitian ini menghasilkan sebuah gambaran proses pendidikan moral melalui program hukuman tahanus.Kata Kunci : Tahannus, Santri Putri.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN SISWA AUTIS DI RUMAH AUTIS KOTA BANDUNG Widyantoro, Edy Suprianto; Ngare, Ferdinandus; Suhadi, Mahardiansyah
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was: 1) to know the process of communication activities autistic students against teachers; 2) to know the contents of the message communication teachers against students; 3) to find out the language communication autistic students against teachers; 4) to find out how autistic student against teacher communication. His goal was to find out how autistic students teachers develop the independence that has been considered difficult to be able to become independent. This research uses the theoretical study of interpersonal communication with the application of the theory of symbolic interaction. The technique of data collection is carried out by means of direct obsrvasi and in-depth interviews. The research results indicate some of the factors important to communicate with an autistic student against whom a sense of comfort, an understanding of the needs, the patience and sincerity. Message communication in the form of a short customized command against an autistic student. The language used is verbal language are accompanied by nonverbal language. And the way its communication must be fun and done repeatedly.Keywords: Interpersonal Communication, An Autistic Child ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui proses kegiatan komunikasi guru terhadap siswa autis; 2) Untuk mengetahui isi pesan komunikasi guru terhadap siswa; 3) Untuk mengetahui bahasa komunikasi guru terhadap siswa autis; 4) Untuk mengetahui cara komunikasi guru terhadap siswa autis. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana cara guru membangun kemandirian siswa autis yang selama ini dianggap sulit untuk bisa menjadi mandiri. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis komunikasi interpersonal dengan penerapan teori interaksi simbolik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan obsrvasi langsung. Hasil penelitian menunjukan beberapa faktor penting untuk melakukan komunikasi terhadap siswa autis diantaranya rasa nyaman, pemahaman akan kebutuhan, kesabaran serta ketulusan. Isi pesan komunikasi berupa perintah singkat yang disesuaikan terhadap siswa autis. Bahasa yang digunakan adalah bahasa verbal yang disertai dengan bahasa nonverbal. Dan cara komunikasinya haruslah menyenangkan dan dilakukan secara berulang.Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Anak Autis
STUDI KOMUNIKASI BUDAYA TENTANG UPACARA RITUAL CONGKO LOKAP DAN PENTI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAERAH MANGGARAI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Ngare, Ferdinandus
J-IKA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.07 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini menyoroti peran budaya dalam upacara ritual congko lokap dan penti di Kabupaten Manggarai serta makna yang terkandung di dalamnya baik bahasa, tarian dan musik dalam keberhasilan perkembangan pariwisata budaya Manggarai. Penelitian mengenai upacara ritual congko lokap dan penti sebagai media komunikasi tradisional dalam mengembangkan pariwisata daerah Manggarai  ini  menggunakan  metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Upacara ritual congko lokap dan penti yang dirayakan oleh masyarakat Manggarai selain upacara- upacara ritual yang lain di sana mempunyai peran sosial dalam rangka menjalin hubungan dengan sesama manusia, serta berperan religius yaitu menjalin hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahasa Manggarai berperan sebagai salah satu media penyampaian pesan-pesan adat dari  para  tetua  adat  kepada  masyarakatnya dan juga  sebagai  media  pemersatu  masyarakat Manggarai dan masyarakat Manggarai dengan  Tuhan Yang Maha Kuasa secara adat, sebagai sarana dalam menyapa para leluhur dan masyarakat. Selain bahasa sebagai media; musik dan tarian adat  juga  berperan  sebagai  penyempurna di dalam upacara  ritual.  Makna  komunikasi simbolik yang terlihat dan tak terlihat dalam ritual adat yang ada di lokasi penelitian senantiasa diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat Manggarai sehari-hari. Perilaku simbolis masyarakat nampak melalui tindakan simbolis dalam situasi religius, dalam tradisi dan dalam seni yang kaya akan makna. Upacara ritual congko lokap  dan  penti, merupakan titik puncak cerminan kebersamaan  masyarakat  Manggarai,  yang  turut  berperan dalam  upaya  pelestarian, pengembangan,  juga pemanfaatan kekayaan budaya menjadi daya tarik wisata selain keindahan panorama alam di bumi Manggarai. Kata kunci : Congko Lokap, Penti, Manggarai, Komunikasi. Abstract - The purpose of this research was to discover the culture roles in ritual ceremonies of Penti and Congko Lokap  in  Kabupaten  Manggarai and the meaning contained in it either  language, dancing, and music in the successful development of cultural tourism in Manggarai. Research on the Congko Lokap and Penti ritual ceremonies in Manggarai as a traditional communication media in developing  tourism using qualitative  methods with ethnographic communication approach. Visible and invisible symbolic communication meaning in traditional rituals at the research site are always implemented in everydat lives of the Manggaraians. Symbolic behaviours of the people are visible through the symbolic actions in the religious situation, traditions, and in the rich artistic meaning.This research concluded that the Congko Lokal and Penti ritual ceremonies celebrated by the Manggaraians beside any other rituals there had a social role in order to establish the relationships with fellow human beings, as well as religious role in establishing human relationship with God Almighty. Manggarai language takes the role in serving as a media to deliver custom messages from the community elders to the Manggaraians as well as unifying the people of Manggarai. The language is used customary as a liaison between the Manggaraians and God Almighty, as a media in addressing the ancestors and the community. In addition to language as a media; music and traditional dance are also take the role as a complement in the rituals. Congko Lokap dan Penti rituals, are the culmination point of reflection from the togetherness of Manggaraians community, which taking the role in conservation, development, and also utilization of cultural assets to become tourist attraction in addition to the beauty of Manggarai natural scenery. Keywords : Congko Lokap, Penti, Manggarai, Communication. 
Filosofi Nilai-Nilai Budaya Sunda Grup Ma’soem Rozalena, Agustin; Ngare, Ferdinandus
Jurnal Sketsa Vol 4, No 2 (2017): Jurnal SKETSA
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.827 KB)

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana filosofi budaya Sunda menjadi sumber kekuatan bagi budaya organisasi di Masoem Group. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data lapangan yang diperoleh dari sumber dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi non partisipasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa filosofi ke arah pendiri organisasi Sunda menghasilkan pewarisan budaya organisasi. Penelitian ini memiliki signifikansi strategis untuk pelaksanaan bidang studi komunikasi organisasi, mengingat implikasi dari nilai-nilai dan filosofi dalam Grup Masoem akan berdampak jangka panjang dan menjadi salah satu komponen dalam keberhasilan suatu organisasi. Bahkan hasil penelitian budaya organisasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagaimana organisasi dapat mewakili kekuatan dan kemajuan perusahaan dalam persaingan bisnis yang berkembang pesat. Kata Kunci: Filosofi, Budaya, Budaya Sunda. ABSTRACT This paper aims to find out how the philosophy of Sundanese culture becomes a source of strength for the organizations culture in Masoem Group. This research method is qualitative with case study design. The field data obtained from sources with data collection techniques used were interviews, observation of non-participation and document analysis. The results showed that some philosophy into the direction of the organizations founder Sunda resulting organizational cultural inheritance. This research has a strategic significance for the implementation of the field of organizational communication studies, considering the implications of the values and philosophy in the Group Masoem will impact the long term and be one component in the success of an organization. Even this organizational culture research results are expected to be an inspiration of how any organization can represent the strength and progress of the company in the rapidly growing business competition Keywords: Philosophy, Culture, Sundanese Culture.
Workshop Manajemen Isu Bagi Pelaku UMKM Ngare, Ferdinandus; Purba, Veny; Azhar, Dimas Akhsin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.413 KB)

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah untuk membantu menjelaskan langkah-langkah yang perlu ditindaklanjut oleh pelaku UMKM dalam menghadapi persoalan Manajemen Isu dalam mengembangkan bisnis mereka. Manajemen Isu adalah proses manajemen yang tujuannya adalah membantu menjaga pasar, mengurangi risiko, menciptakan peluang dan mengelola citra sebagai aset organisasi untuk keuntungan baik organisasi dan pemangku kepentingan utamanya. Isu selalu hadir dalam aktivitas organisasi sebagai akibat interaksi dengan lingkungan sosial tempat organisasi berada. Menurut Hainsworth, sebuah issue diciptakan sebagai sebuah ide yang memiliki dampak potensial pada beberapa organisasi atau publik yang mengakibatkan tindakan yang menyebabkan peningkatan kesadaran dan/atau reaksi pada bagian dari organisasi atau publik lainnya. Dalam sebuah model yang dikembangkan oleh Hainsworth & Meng (Regester & Larkin, 2003), proses ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terdiri dari empat tahap berikut: sumber/origin, mediasi dan aplifikasi, organisasi dan resolusi. Melalui kegiatan ini diharapkan kedepannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya manajemen isu dalam pengembangan bisnsi mereka. Metode yang digunakan dalah deskriptif, agar dapat mendeskripsikan setiap tahapan dalam melakukan pelatihan. Pelatihan ini dilakukan untuk menimbulkan dampak secara kognitif dan afektif. Hal ini dianggap efektif untuk memberikan pemahaman tentang manajemen isu dan membuat mereka memahami dan melakukan tindakan manajemen isu dalam UMKMnya. Melalui pelatihan ini diharapkan ke depannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya peran komunikasi manajemen isu  dalam pengembangan bisnsi mereka. Serta kemampuan dalam menghadapi berbagai isu menjadi kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku UMKM.Kata Kunci: Komunikasi, Manajemen Isu, UMKM