Maidartati Maidartati, Maidartati
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Di Bandung

Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.431 KB)

Abstract

ABSTRAKMenstruasi merupakan salah satu tanda remaja putri mengalami pubertas. Menstruasi seringkali menimbulkan nyeri pada remaja putri, terutama dibagian perut yang menjalar hingga ke paha, rasa nyeri ini disebut dismenore. Hal tersebut dapat membuat konsentrasi belajar remaja putri berkurang sehingga dismenore perlu diatasi. Cara mengatasi dismenore ada 2 yaitu secara farmakologis (menggunakan obat-obatan) dan secara non farmakologis, salah satunya kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat terhadap dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini berupa Pra-Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One-Group Pra test- Post test Design. Sampel remaja putri kelas VII dan VIII yang mengalami dismenore sebanyak 47 siswi pada bulan Juli - Agustus tahun 2017. Teknik sampling penelitian ini adalah Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan thermometer air, lembar observasi skala nyeri dismenore Numerik Rating Scale (NRS) dan lembar informed consent. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi diketahui bahwa sebelum dilakukannya intervensi (pemberian kompres hangat) tingkat dismenore (nyeri haid) sebagian dikategorikan nyeri sedang yaitu 23 orang (48.9%), sebagian kecil dikategorikan nyeri ringan 14 orang (29,8%), dan nyeri berat 10 orang (21,3%), serta tidak satupun yang dikategorikan tidak nyeri & nyeri sangat berat. Setelah dilakukan terapi kompres hangat, sebagian besar yang mengalami nyeri ringan yaitu 33 orang (70.2%), sebagian kecil dikategorikan nyeri sedang 13 orang (27.7%), dan sangat sedikit dikategorikan tidak nyeri 1 orang (2,1%). Setelah di Uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian ini menunjukkan P-value = 0,000 dimana P-value < 0,05, sehingga Ho ditolak, artinya terdapat efektivitas pemberian kompres hangat penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja usia 13-15 Kota Bandung.Kata Kunci: Dismenore, Efektivitas kompres hangat, Remaja putri  ABSTRACTMenstruation is one of the signs of adolescent girls experiencing puberty. Menstruation often causes pain in young women, especially in the abdomen that spreads to the thighs, this pain is called dysmenorrhea. This can make the concentration of learning teenage daughter is reduced so that dysmenorrhea needs to be overcome. How to overcome dysmenorrhea there are 2 that is pharmacologically (using drugs) and non pharmacologically, one of them warm compress. This study aims to determine the effectiveness of warm compresses against dysmenorrhea in young women. The design of this research is Pre-Experiment using One-Group Pre-test-Post Test Design approach. Samples of girls of grade VII and VIII who experienced dysmenorrhea as many as 47 female students in July - August 2017. Sampling technique of this research is Purposive Sampling. The instrument used was water thermometer, observation scale of dismenorrhizal pain Numeric Rating Scale (NRS) and informed consent sheet. Based on the results of the frequency distribution it is known that prior to the intervention (warm compress) the dysmenorrhea rate was partially categorized as moderate pain, ie 23 people (48.9%), a minority was categorized as mild pain 14 people (29.8%), and severe pain 10 people (21.3%), and none of which are categorized as not painful and very severe pain. After a warm compress therapy, most of those with mild pain were 33 (70.2%), some were moderately painful 13 people (27.7%), and very few were categorized as painless 1 person (2.1%). After the Wilcoxon Signed Ranks Test the results of this study show P-value = 0,000 where P-value <0.05, so Ho is rejected, meaning there is effectiveness of warm compresses decrease menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescents aged 13-15 years.Keywords: Effectiveness warm compress, dysmenorrhea

Gambaran Skala Nyeri Pada Balita Yang Imunisasi di Puskesmas Puter Bandung

Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.816 KB)

Abstract

ABSTRAK Imunisasi erat kaitannya dengan jarum suntik yang dapat menimbulkan kecemasan, penghindaran bahkan dapat meyebabkan distres pada anak selama kunjungan ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran nyeri anak pada saat diimunisasi di Puskesmas Puter Bandung. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasional, responden penelitian orang tua anak balita yang melakukan imunisasi. Pengukuran nyeri setelah dilakukan imunisasi menggunakan Modified behavior pain scale (MBPS). Pengambilan responden dengan cara Accidental sampling dengan jumlah 50 responden, selanjutnya dilakukan Analisa data univariate menggunakan prosentase. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 36 responden (72%) termasuk kedalam skala nyeri berat dengan median >7, dan hampir setengahnya 14 responden (28%) masuk kedalam skala nyeri ringan dengan nilai median < 7.  Sebagai tenaga pelayanan kesehatan baiknya kita harus memperhatikan respon anak terhadap tindakan tersebut, yang pada akhirnya dapat mengurangi nyeri pada anak.Kata kunci: balita, immunisasi, nyeri,  ABSTRACTImmunization is closely related to syringes which can cause anxiety, avoidance and even cause distress in children during visits to health services to get vaccines. The purpose of this study was to identify the picture of child pain when immunized at Puter Bandung Health Center. The research method was carried out by observational, research respondents were parents of children under five who were immunizing. Pain measurement after immunization using Modified behavior pain scale (MBPS). Taking respondents by accidental sampling with a number of 50 respondents, then conducted univariate data analysis using a percentage. The results showed that 36 respondents (72%) were included in the scale of severe pain with a median> 7, and nearly half of the 14 respondents (28%) entered the mild pain scale with a median value <7. As a health care worker, we should pay attention to the response children against these actions, which in turn can reduce pain in children.Keywords: anxiety, childs, immunitation

Gambaran Pengetahuan Orangtua Tentang Toilet Training pada Anak Usia Toddler di Puskesmas Pasir Kaliki

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.227 KB)

Abstract

AbstrakToilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Suksesnya toilet training tergantung pada kesiapan yang ada pada diri anak dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Kaliki kota Bandung. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia toddler. Sampel penelitian ini sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan prosentase. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa setengahnya (50%) termasuk dalam kategori pengetahuan baik, hampir setengahnya responden (41%) termasuk dalam kategori pengetahuan cukup, dan sebagian kecil responden (9%) termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Saran bagi Puskesmas diharapkan peran perawat komunitas sebagai edukator untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak usia toddler terkait dengan toilet training melalui pendidikan kesehatan atau penyuluhan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Kaliki Kota Bandung.Kata kunci : orang tua, pengetahuan, toillet training  AbstractToilet training in children is an attempt to train the child to be able to control in performing defecation and urination. The success of toilet training depends on the readiness of the child and the family. Measurement is the result of human sensing. This study aims to identify a description of mothers knowledge about toilet training in toddler age children in Pasiki Working Area Pasir Kaliki Bandung. This research method is descriptive. The population in this study were mothers with toddler age children. The sample of this study were 32 respondents. Sampling technique using Random Sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using percentage. From the results of this study it is known that half (50%) included in the category of good knowledge, almost half of respondents (41%) included in the category of knowledge enough, and a small percentage of respondents (9%) included in the category of less knowledge. Suggestion for Puskesmas expected role of community nurse as educator to improve knowledge of mother with toddler age child related to toilet training through health education or counseling in work area of Pasir Kaliki health center Bandung.Keywords: Parents, Knowledge, Toillet Training

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU VULVA HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI REMAJA PUTRI

KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.856 KB)

Abstract

ABSTRACTCleanliness of the genital area, especially during menstruation is often overlooked by women. At the time of menstrual blood and sweat it out and attach to the vulva can cause genital area becomes moist. According to the Ministry of Health survey in West Java in 2011 about 316 people were infected in the external genitalia, and 592 people have whitish in adolescent girls. Lack of knowledge about reproductive health would enable women do not behave hygiene during menstruation that may endanger their own reproductive health. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge to the behavior of vulva hygiene during menstruation in young women aged (13-15) years at SMPN 30 Bandung. The method used in this research is the design of quantitative correlation models. Data collection techniques by using a questionnaire or a questionnaire, with a sample size of 80 respondents. Sampling methods using the Stratified Random Sampling. The results showed that nearly half have a good knowledge (39,75%), half of it has enough knowledge (50%), and a small portion of respondents have less knowledge (11,25%). Most behave well (85%) and a small portion of respondents behave badly (15%). From the research results in no relation between get knowledge of the behavior of vulva hygiene during menstruation in young women aged 13-15 years at SMPN 30 Bandung with result p value of 0,000. It can be concluded that there is a relationship with the behavior of vulva hygiene during menstruation in young women aged 13-15 years at SMPN 30 Bandung.Keywords : Knowledge, Behavior Vulva Hygiene at Menstruation, Young ABSTRAKKebersihan daerah genetalia terutama pada saat menstruasi sering diabaikan oleh wanita. Pada saat menstruasi darah dan keringat keluar serta menempel pada vulva dapat menyebabkan  daerah genetalia menjadi lembab. Menurut survey Departemen Kesehatan Jawa Barat tahun 2011 sekitar 316 orang mengalami infeksi pada genetalia eksternal, dan 592 orang mengalami keputihan pada remaja putri. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduki akan memungkinkan perempuan tidak berperilaku hygiene pada saat menstruasi yang dapat membahayakan kesehatan reproduksinya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku vulva hygiene pada saat menstruasi pada remaja putri usia (13-15) tahun di SMPN 30 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif dengan model korelasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner atau angket, dengan jumlah sampel sebesar 80 responden. Metode sampling menggunakan Stratified RandomSampling, analisa data univariat menggunakan presentase, analisa data bivariat menggunakan spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir setengahnya mempunyai pengetahuan baik (39,75%), setengahnya mempunyai pengetahuan cukup (50%), dan sebagian kecil responden mempunyai pengetahuan kurang (11,25%). Sebagian besar berperilaku baik (85%) dan sebagian kecil responden berperilaku buruk (15%). Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku vulva hygiene pada saat menstruasi pada remaja putri uisa 13-15 tahun di SMPN 30 Bandung dengan hasil p value sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku vulva hygiene pada saat menstruasi pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMPN 30 Bandung.Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku Vulva Hygiene Pada Saat Menstruasi, Remaja 

PENGARUH FISIOTERAPI DADA TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN YANG MENGALAMI GANGGUAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI PUSKESMAS MOCH. RAMDHAN BANDUNG

KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.848 KB)

Abstract

Abstract - In Indonesia, Acute respiratory infection (ARI) is a leading cause of death in infants and toddlers since 2005. In 2007 there were an estimated 1.8 million deaths from pneumonia or approximately 20% of the total 9 million deaths in children. Acute respiratory infection (ARI) is able to cause respiratory problems. Physiotherapy is a supportive measure for airway clearance. This study aims to determine the effect of chest physiotherapy for airway clearance in children aged 1-5 years who have impaired airway clearance in Puskesmas Moch. Ramdhan Bandung. The study quasi experiment design was a one-group pre and posttest post, sampling with purposive sampling is used with the result 17 respondents. Univariate and bivariate analyse method are use to analyse the result, statistical test results showed there were significant differences in the mean frequency of airway clearance physiotherapy before and after the P-value 0.000. whereas for different test breath clearance before and after physiotherapy results obtained P-value 0.225. chest physiotherapy can be proposed as a routine measure in the health center in the supportive therapy for children with impaired airway clearance. Keywords: ARI In Children, Airway Clearance, Chest Physiotherapy Abstrak - Di Indonesia,  infeksi pernafasan akut (ISPA) merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi dan balita sejak tahun 2005. Pada tahun 2007 diperkirakan terdapat 1,8 juta kematian akibat pnemonia atau sekitar 20% dari total 9 juta kematian pada anak.  Infeksi pernafasan akut (ISPA) merupakan masalah dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Fisioterapi adalah suatu tindakan suportif bagi bersihan jalan nafas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap bersihan jalan nafas pada anak usia 1-5 tahun yang mengalami gangguan bersihan jalan nafas di Puskesmas Moch. Ramdhan Bandung. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen.post group pre dan postest, pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 17 orang. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan univariat dan bivariat, hasil uji statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna rerata  frekwensi bersihan jalan nafas sebelum dan sesudah fisioterapi yaitu nilai P-value 0000. sedangkan untuk uji beda bersihan nafas sebelum dan sesudah fisioterapi didapatkan hasil P-value 0.225. fisioterapi dada dapat diusulkan sebagai tindakan rutin di Puskesmas dalam terapi supportif bagi anak yang mengalami gangguan bersihan jalan nafas. Kata Kunci : infeksi pernafasan akut (ISPA) pada anak, bersihan jalan nafas, fisioterapi dada

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG PENGARUH ROKOK TERHADAP TUMBUH KEMBANG JANIN DI POLIKANDUNGAN RSUD KOTA BANDUNG

KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.702 KB)

Abstract

Abstrac - A pregnant it is a favor have to protect as good as possible with attend all kind’s of factor have to be impact the pregnant, either one with keep away our self from explanation of smoke (as good as he is active smoker or as passive smoker). Direction of this examination it is for indentification The Knowledge Description Of Pregnant Mother Trimester I Is About Influence Of Smoke Towards To Grow The Foetus In Pregnancy Poli At Area Common Of Bandung City Hospital. Kind of fuction this examination in all of the pregnant mother trimester I who has come to examine the pregnant in pregnancy Poli at area common of Bandung city Hospital. Totally as whole 34 people’s. Use technic sampling in this examination it’saccidental sampling with 24 people’s total of sample. Collecting data in this examination to use kuesioner with validity value is 0,632 with rehabilitee value is 0,763. Data from this examination result to analysis with to use formula prosentase. After to do this examination have been know that more 50% responden (58,33%) it is enought knowledge, almost a half of them (29,12%) it is less knowledge and the small part responden (12,5%) it is a good knowledge, althought the knowledge of mother pregnant in pregnancy Poli in enough category however in the big half responden (79,16%) stil stay in environment of smoker so that have been a risk for explanation of the vapour of smoke in a high. Suggestion for health the power that is to give health enlighten about influence of smoke to have crash for growing up the foetus. To give this health enlighten it is not only for pregnant mother, but it is for husband or for pregnant mother family.Keyword : The Knowledge, Pregnant Mother Trimester I, Towards To Grow Up            Abstrak - Kehamilan adalah suatu anugerah yang harus dijaga sebaik mungkin dengan memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan, salah satunya dengan menjauhkan diri dari paparan rokok (baik sebagai perokok aktif maupun sebagai perokok pasif). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Pengaruh Rokok Terhadap Tumbuh Kembang Janin di Poli Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Ujung Berung Bandung.). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I yang datang untuk memeriksa kehamilan di Poli Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Ujung Berung Bandungseluruhnya berjumlah 34 orang.Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental samplingdengan jumlah sampel 24 orang. Pengumpulan datadalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan nilai validitas 0,632 dengan nilai reliabilitas 0,763. Data dari hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan rumus prosentase. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui bahwa lebih dari 50% responden (58,33%) 14 orang berpengetahuan cukup, hampir setengahnya (29,17%) 7 orang berpengetahuan kurang, dan sebagian kecil responden (12,5%) 3 orang berpengetahuan baik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil di Poli Kandungan dalam kategori cukup (58,33%)akan tetapi sebagian besar responden (79,16%) masih berada dalam lingkungan yang merokok sehingga resiko untuk keterpaparan asap rokok masih tinggi.Saran bagi tenaga kesehatan memberikan penyuluhan kesehatan tentang pengaruh rokok yang memilki dampak bagi tumbuh kembang janin. Penyuluhan kesehatan ini diberikan bukan hanya untuk ibu hamil melainkan dapat diberikan kepada suami ataupun keluarga ibu hamil.Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil Trimester I, Tumbuh Kembang

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita (Studi Kasus: Puskesmas Babakansari)

KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.979 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyakit diare merupakan sesuatu penyakit endemis di Indonesia khususnya kelompok umur balita. Kejadian diare tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor gizi, makanan, sosial ekonomi dan lingkungan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orangtua dan balita usia 1 – 5 Tahun yang berobat ke Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung pada bulan Januari – April 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 128 responden, tehnik pengumpulan data secara accidental sampling. Analisis Data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung yaitu faktor gizi p(0.000), faktor makanan p(0.000), faktor sosial ekonomi (pendidikan orangtua p(0.004), penghasilan orangtua p(0.038), dan faktor lingkungan p(0.000). Saran bagi orang tua berdasarkan hasil penelitian menyarankan orangtua dapat memperhatikan balitanya ketika memberikan makanan kepada anaknya dengan melakukan pencucian terlebih dahulu pada makanan mentah dan menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah makan. Kata kunci: Balita, Diare, Faktor-faktor kejadian Diare  ABSTRACTDiarrhea was an endemic disease in Indonesia, especially in children under five years old. where the incidence of diarrhea is caused by various factors such as nutritional factors, food, social economy and environment. The aims of this study was to identified the factors related to the incidence of diarrhea in infants aged 1-5 years old at Babakansari Public Health Center Bandung. The methodof this research is analytical observational with cross sectional design. The population in this study were all parents and children aged 1- 5 years who went to Puskesmas Babakan Sari Bandung in January - April 2017 with 128 respondent used accidental sampling technique. The data was Analyze used Chi Square analysis.The result of this tudy showed that the factorswhich has a significant correlationwith diarrheain infant aged 1-5 years old at Puskesmas Babakansari Kota Bandung was nutrition factor p(0.000), food factor p(0.000), social economic factor (parent’s education) p(0.004), parents’ income p(0.038), and environment factor p(0.000). Based on the results of this study, adviceable to parents to put attention when giving foods to their children by washing the raw of food firstly, and keep the hand hygiene before and after meals time. Keywords: Toddler, Diarrhea, Factors of Diarrhea Occurrence

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Dengan Pemilihan Kontrasepsi (Studi Kasus: Puskesmas Majalaya)

KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.073 KB)

Abstract

ABSTRAKKeluarga Berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Perencanaan jumlah keluarga melalui pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi baik kontrasepsi hormonal atau kontrasepsi non hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dan non hormonal di Wilayah Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini menggunakan desain studi korelasi  (Corelation Study) dengan rancangan operasional silang (Cross Sectional). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh akseptor yang menggunakan KB baru di Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung sebanyak 236 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Probability sampling dengan Stratified Random Sampling, sampel yang digunakan sebanyak 148 responden. Uji analisa data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Chi square (x2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 148 responden sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan cukuptentang pemilihan alat kontrasepsi sebanyak 91 (61.5%) dan untuk pemilihan metode kontrasepsi hormonal dan non hormonal sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak 177 orang (79.1%). Hasil uji statistic chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat  hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu mengenai metode kontrasepsi dengan pemilihan kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal di Wilayah Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung dengan p-value 0,423 > 0,05. Saran bagi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pengetahuan pemilihan metode kontrasepsi secara tepat dan benar dalam upaya meningkatkan pengetahuan pada akseptor KB atau masyarakat. Kata Kunci: Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal, Pengetahuan. ABSTRACTFamily Planning is a government program designed to balance needs and populations. Planning the number of families through restrictions that can be done using contraceptives either hormonal contraceptives or non hormonal contraceptives. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge about contraceptive methods with choice of hormonal contraception and non Hormon in Majalaya Regency Bandung Regency. The design of this study used the design of correlation studies with cross sectional design. Population in this research are all acceptors who use new KB at Majalaya Health Center Bandung Regency as many as 236 people. Sampling technique in this study is Probability sampling with Stratified Random Sampling, the sample used as many as 148 respondents. Test of data analysis in this research is done by using Chi Square correlation test x2. The results showed that of 148 respondents most of respondents who have enough knowledge about the choice of contraception were 91 (61,5%) and for the selection of hormonal and non hormonal contraception method, most of respondent use hormonal contraception counted 177 people (79,7%). The result of chi square statistic test shows that there is no significant correlation between mother knowledge about contraception method with hormonal and non hormonal contraception choice in Majalaya Regency Bandung with p value 0,423> 0,05. Suggestion for puskesmas is expected to give health education to public about knowledge about choosing contraception method appropriately and correctly in an effort to increase knowledge about KB acceptor or community. Keywords: Hormonal Contraception and Non Hormonal, Knowledge. 

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN MENARCHE PADA ANAK (9 – 12 TAHUN) DI SEKOLAH DASAR BANJARSARI II BANDUNG

KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (2013): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.381 KB)

Abstract

Abstract - Background. An early menarche event in children has increase rapidly. There are many factors influencing the problem such as nourish custom with high calorie (e.g.fast food), physical activity and socioeconomic status of their parent.The research purpose is to find out a correlation between the custom and physical activity and menarche in 9-12 aged kids at Elementary School Banjarsari II Bandung. Research Methods. It uses analytical survey descriptive method with cross sectional approach. The populations or samples are 76 respondents of 9-12 years old student of Elementary School Banjarsari II Bandung. The study use a total sampling technique, involves an experienced or enixperienced student in menarche. Datacollected by spread the questionnaire then processed by univariat analysis, the frequency assessment, then analyzed by bivariat with the Chi Square assessment to find out a correlation of nourish fast food custom and physical activity and menarche.Results. There is no correlation between the custom and menarche with the calculation result of Chi Square score (X²) of 2.119 and CI 95% (0.05) P-value of 0.1455. In physical activity,there is correlation between menarche and assessment result of Chi Square score (X²) about 4.54 with CI 95% (0.05) and P-value of 0.0332.Conclusion. The fast food nourish custom is not the certain factor, while the physical activity is risky factor for menarche. In the study obtained age of menarche in 9 year old kid.  Keywords : Menarche, Fast Food,  Children. Abstrak - Latar  belakang  penelitian ini adalah kejadian menarche dini pada anak semakin meningkat, banyak faktor yang  mempengaruhi  menarche diantaranya kebiasaan makan yang tinggi kalori (fast food) anak, aktivitas fisik anak, serta status sosial ekonomi orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan fast food dan aktivitas fisik dengan menarche pada anak usia 9 – 12 tahun. Metode penelitian  menggunakan  jenis penelitian deskriptif survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi  pada  penelitian ini adalah seluruh siswi SDN Banjarsari II Bandung dengan usia 9 – 12 tahun yang  berjumlah 76 orang. Sampel penelitian adalah siswi SDN Banjarsari II. Pada penelitian ini digunakan teknik total sampling  yaitu seluruh siswi SDN Banjarsari II Bandung baik yang belum ataupun yang sudah mengalami  menarche yaitu 76 orang. Pengumpulan  data dilakukan dengan membagikan kuisioner kemudian  diolah dengan analisa univariat yaitu perhitungan frekwensi dan selanjutnya dilakukan analisa bivariat  dengan  perhitungan Chi squer untuk  mengetahui  hubungan  kebiasaan  makan fast food dan aktivitas fisik dengan menarche. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan menarche dengan hasil perhitungan nilai Chi squer (X²) sebesar 2,119 dengan CI 95% (0,05) P-Value sebesar 0.1455. untuk aktivitas fisik terdapat hubungan dengan menarche dengan hasil perhitungan diperoleh nilai Chi squer (X²) sebesar 4,54 dengan CI 95% (0,05) P-Value sebesar 0.0332. Kesimpulan kebiasaan makan fast food bukan faktor resiko untuk kejadian menarche, sedangkan aktivitas fisik merupakan factor resiko untuk kejadian menarche. Pada penelitian ini didapatkan umur menarche pada anak yaitu 9 tahun. Kata Kunci : Menarche, Fast Food, Anak.

Gambaran Harga Diri Ibu Yang Memiliki Anak Retardasi Mental Usia 7-12 tahun

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.273 KB)

Abstract

ABSTRAK Memiliki anak dengan gangguan intelegensi merupakan salah satu hal yang berada diluar konsep anak idaman dari setiap pasangan suami istri.Salah satu gangguan intelegensi yang banyak terjadi disekitar kita adalah gangguan retardasi mental.Orang tua yang memiliki anak retardasi mental berada dalam situasi yang sulit karena sikap masyarakat.Harga diri yang kurang pada orang tua dengan anak retardasi mental disebabkan oleh munculnya perasaan malu bertemu dengan orang dan tidak dapat menjadikan anak tersebut sebagai suatu kebanggaan.Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran harga diri orang tua (ibu) yang memiliki anak retardasi mental di SLB bagian A, B, C, dan D Muhamadiyah Ciparay dengan menggunakan metode deskriptif.Teknik Sampling yang digunakan adalah Total Populasidengan sampel berjumlah 54 responden dan dianalisa menggunakanProsentase.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki harga diri tinggi sebanyak 28 responden (51,85%) dan hampir setengahnya sebanyak 26 responden (48,15%) memiliki harga diri rendah.Hal ini menunjukan adanya harga diri (Ibu) yang positif pada anak retardasi mental di SLB bagian A, B, C, dan D Muhamadiyah Ciparay, maka dari itu institusi harus menyiapkan penyuluhan-penyuluhan ke anak, agar potensi yang dimiliki bisa dikembangkan. Kata kunci : Harga diri, orang tua (ibu), Retardasi mental