Articles

Found 11 Documents
Search

Pemanfaatan Videografi Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Agrowisata Grace Rose Farm – Bandung

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.962 KB)

Abstract

AbstrakAgrowisata didefinisikan sebagai suatu bentuk pariwisata yang memanfaatkan budaya petani sebagai daya tarik wisata. Aktivitas wisatanya melibatkan penggunaan lahan pertanian yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Grace Rose Farm merupakan salah satu tempat pertanian bunga yang baru saja dibuka di awal tahun 2017. Jenis tanamannya tidak hanya mawar namun mulai dari bunga lokal sampai jenis bunga impor, bahkan sayuran organik. Pelaksanaan kegiatan di area agrowisata Grace Rose Farm dilakukan dengan survey pendahuluan, survey lokasi, wawancara, workshop, dan pengambilan gambar untuk pembuatan video. Dalam penyusunan strategi komunikasi pemasaran wisata, tim pengabdian masyarakat membuat planning bersama dalam hal pembuatan videografi sebagai alat pemasaran. Usulan tema dari videografi strategi komunikasi pemasaran disesuaikan dengan konsep tema agrowisata Grace Rose Farm, yaitu: “Fresh Flower and Leisure Park”. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar para wisatawan tertarik untuk datang mengunjungi dan menikmati keindahan pemandangan dan perkebunan yang terhampar di area seluas 5 hektar di kaki Gunung Burangrang. Kata Kunci: Videografi, Strategi, Komunikasi, Pemasaran AbstractAgro tourism is defined as a tourism which takes an advantage of farmer’s culture as the attraction. Its activity involves farmland use as a tourist attraction. Grace Rose Farm is one of flower farmlands which opens for public at the beginning of 2017. There are not only roses found there but also other local and imported flowers as well as organic vegetables. The activity of community service in agro tourism Grace Rose Farm was conducted by doing survey, interview, workshop and video-shot. In managing tourism marketing communication strategy our team made a videography planning as a marketing tool.  The theme proposal of videography for marketing communication strategy is in line with the concept of agro tourism theme of Grace Rose Farm  “Fresh : beautiful scenery and farmland stretching in the 5-hektare-area below Mount Burangrang.                     Key Words: Videography, Strategy, Communication, Marketing

Representasi Kampung Seni Dago Sebagai Objek Wisata Kota Bandung

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.546 KB)

Abstract

AbstrakPencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan   image  positif     kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studideskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasilpenelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat,  fungsi  dan  peran  seniman  dalam  pengembangan  pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seniDago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang,  kedua  Seniman  memberikan  peranan  yang  sangat  penting  dalam  perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objek wisata kota BandungKata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman AbstractImagery Kampung Seni Dago, as the formation of positive image to the public and attract the tourists both domestic and foreign tourists to re-visit the city of Bandung. This study used a qualitative approach with studideskriptif. Focus on imaging Kampung Seni Dago as a tourist attraction of Bandung. The results show that there are still many people who do not know the existence of Dago art kampong. Starting from the concept of Dago art kampong which includes the meaning, benefits, function and role of artists in the development of imaging as a tourist attraction of Dago art village, the socialization of Dago kampong art, promotion, program. The role of the development of Dago village art project includes program, socialization, and promotion. Based on the results of the first conclusion of Kampung Seni Dago as one of the creative tourism object by offering various art and culture which is currently being abandoned by the young generation now, the two artists have played a very important role in the development of the dago art village, the three governments participated in building the program facilities and infrastructure to support imaging dago art village as a tourist attraction of BandungKeywords: Tourist Attraction, Government Role, Artist Role

KOMUNIKASI PSIKIATER DAN PASIEN PENDERITA BIPOLAR

J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTInterpersonal communication is a communication made between two people, where there is direct contact either verbal or nonverbal, and has effectiveness in changing attitudes, opinions or behavior because it possesses a dialog where backflow occurs directly, as is the case for psychiatrists and patients with bipolar disorder. Issues to be discussed, namely 1. What forms of interpersonal communication that do psychiatrists and patients with bipolar disorder in the recovery process 2. What factors interpersonal communication helps the recovery process of patients with bipolar disorder 3. Why do psychiatrists proximity to the recovery process of patients with disorders bipolar 4. What obstacles encountered psychiatrist when communicating with patients with bipolar disorder in the recovery process. This problem is very important investigation, to determine interpersonal communication easier for psychiatrists to interact with patients with bipolar in the recovery process. The research method that researchers use the method of qualitative case study approach, and the paradigm used by researchers is critical paradigm. Where researchers are also collecting data through observation, interviews directly to the informant, documentation, and literature study. In this case, the results of research to researchers conclude that interpersonal communication that do psychiatrists and patients with bipolar greatly help facilitate the psychiatrist to interact with the patient in the recovery process, where the psychiatrist and the family is the central figure who took part in the recovery process.Keywords: Interpersonal Communication, Psychiatrists, Bipolar Patients ABSTRAKKomunikasi antarpribadi merupakan komunikasi yang dilakukan antara dua orang, dimana terjadi kontak langsung baik secara verbal ataupun nonverbal, serta memiliki keefektifan dalam merubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena memiliki sifat dialogis dimana arus balik terjadi secara langsung, sama halnya yang terjadi pada psikiater dan pasien penderita gangguan bipolar.  Permasalahan yang akan dibahas, yaitu 1. Bagaimana bentuk komunikasi antarpribadi yang dilakukan psikiater dan pasien penderita gangguan bipolar pada proses pemulihan 2. Bagaimana faktor-faktor komunikasi antarpribadi membantu proses pemulihan pasien penderita gangguan bipolar 3. Mengapa psikiater melakukan kedekatan pada proses pemulihan pasien penderita gangguan bipolar 4. Bagaimana hambatan-hambatan yang ditemui psikiater saat berkomunikasi dengan pasien penderita gangguan bipolar pada proses pemulihan. Permasalahan ini sangatlah penting diteliti, untuk mengetahui komunikasi antarpribadi memudahkan psikiater berinteraksi dengan pasien penderita bipolar pada proses pemulihan. Metode penelitian yang peneliti gunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan paradigma yang digunakan oleh peneliti yaitu paradigma kritis. Dimana peneliti juga melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara langsung kepada informan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Dalam hal ini, hasil dari penelitian yang dapat peneliti simpulkan bahwa komunikasi antarpribadi yang dilakukan psikiater dan pasien penderita bipolar sangat membantu  memudahkan psikiater untuk berinteraksi dengan pasien pada proses pemulihan, dimana psikiater dan keluarga adalah tokoh sentral yang ikut andil dalam proses pemulihan.Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Psikiater, Pasien Bipolar

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE TK TUNA SILIWANGI

J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research want show about marketing communication everythings done citizen of Block Tempe to build brand image Tk Tunas Siliwangi in the village eks convict. By doing marketing strategy to be scrutinizing focus problem, research using a method kualitatif with a case study and using konstruktivisme paradigma. The results of obtained by research is that in building brand image Tk Tunas Siliwangi marketing communication strategy much needed in the marketing that is product, price, place, and promotion.Keywords : marketing communication, Tk Tunas Siliwangi ABSTRAKPenelitian ini mengemukakan mengenai strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh warga blok tempe dalam membangun brand image TK Tunas Siliwangi di kampung mantan narapidana. Dengan melakukan bauran strategi pemasaran, membangun hubungan good relationship dengan masyarakat dan mengatasi hambatan yang terjadi dalam membangun brand image TK Tunas Siliwangi.Untuk meneliti fokus permasalahan, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Hasil yang diperoleh peneliti adalah bahwa dalam membangun sebuah brand image TK Tunas Siliwangi strategi komunikasi pemasaran sangat dibutuhkan dengan melakukan bauran pemasaran yaitu produk, price, place dan promotion.Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran, Tk Tunas Siliwangi

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN BAHASA GAUL DENGAN KETERBUKAAN KOMUNIKASI DI KALANGAN SISWA

J-IKA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.681 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian  ini menjelaskan  tentang hubungan  antara  bahasa  Gaul  dengan  terbuka  komunikasi antara mahasiswa, The menguasai slang bahasa dianggap ascapitalin perintah untuk masuk di dunia diyakini membutuhkan orang yang pandai bergaul. Reseacrh ini menggunakan riset Perpustakaan dengan mengumpulkan bahan-bahan dari buku dan artikel yang relevan dengan diskusi. Dalam menganalisis itu, ada pencari menggunakan metode analisis deskriptif, yang memberikan ikhtisar tentang masalah penelitian. Penelitian menyimpulkan bahwa ada tidak ada hubungan antara penggunaan bahasa Gaul: pertama, kesediaan untuk mendengarkan keterbukaan komunikasi di antara siswa. Kedua, kemauan untuk menjelaskan keterbukaan komunikasi di antara siswa. Ketiga, ekspresi tanggung jawab dan rasa shipin pemilik keberatan keterbukaan komunikasi di antara siswa. Kata Kunci: Komunikasi, Bahasa, Keterbukaan, Hubungan, Siswa. Abstract - This  reseacrh  explains  about  the  Relationship  Between  Slang  Language  with  Open Communication Among Students, The Mastering slang language regarded ascapitalin order to enterin the world are believed to need people who are good at hanging out. This reseacrh uses library research by collecting materials from books andarticles relevant tothe discussion. In analyzing it, there searcher uses descriptive analysis method, which provides an overview ofthe research problem. The research concludes that there are no relationship between the use of slang language: First, a willingness to listen to the openness of communication among students. Second, the willingness  to explain the openness of  communication among students. Third, expression of responsibility and sense of owner shipin mind the openness of communication among students. Keyword : Communication, Language, Openness, Realationship, Students.

RELATIONSHIP MARKETING DALAM MENGEMBANGKAN OBJEK WISATA "STUDI KASUS PADA PAGUYUBAN ALAM PAKIDULAN SUKABUMI GEOPARK CILETUH SUKABUMI"

Jurnal Sketsa Vol 2, No 1 (2015): Jurnal SKETSA
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.352 KB)

Abstract

ABSTRACT This study departs from the increasing of tourism sector which is capable in prospering a community and able to contribute to national development, one of the tourism sector that has  huge potential to grow and contribute to the welfare of society is a tourist attraction of Geopark Ciletuh that developed by PAPSI as an activator of a tourist attraction. However, the tourist visit at the tourist destination is low. Therefore, a precise marketing communication strategy is necessary to develop the potential object of Geopark Ciletuh and increase tourist visit, one of which is through relationship marketing. The purpose of this research is to find the forms of relationship marketing, trust and commitment with tourists, media users, obstacles as well as the reason to do “Exploring Ciletuh” in developing Geopark Ciletuh. This study uses a qualitative method with case studies approach and search an information from the key informants namely PAPSI Chairman and Marketing department of PAPSI. Data collection techniques used were interviews, observation, literature study and documentation. After analyzing and in-depth-reviewing the findings in the field, the most proper relationship marketing in developing Geopark Ciletuh is building trust and commitment with tourists, selecting proper communication media, ove rcoming the obstacles.   Keywords: Relationship Marketing and  tourist attractions of Geopark Ciletuh. ABSTRAKSektor pariwisata dapat diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional. Salah satu sektor pariwisata yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat adalah objek wisata Geopark Ciletuh yang dikembangkan oleh PAPSI sebagai penggerak objek wisata tersebut. Meskipun demikian, kunjungan wisatawan pada destinasi wisata tersebut sangat kurang. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang tepat untuk mengembangkan potensi objek wisata Geopark Ciletuh dan mengembangkan kunjungan wisatawan, salah satunya melalui relationship marketing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk relationship marketing, kepercayaan dan komitmen dengan wisatawan, penggunaan media, hambatan serta alasan melakukan “Exploring Ciletuh” dalam mengembangkan Objek Wisata Geopark Ciletuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta menggali informasi dari key informan yaitu Ketua PAPSI dan bagian Pemasaran PAPSI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Setelah melalui analisis dan kajian yang mendalam terhadap penemuan-penemuan di lapangan, maka relationship marketing yang paling tepat dalam mengembangkan objek wisata Geopark Ciletuh adalah membangun kepercayaan dan komitmen dengan wisatawan, memilih media komunikasi yang tepat, mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi.Kata kunci: Relationship Marketing dan Objek wisata Geopark Ciletuh

STRATEGI KOMUNIKASI KOMUNITAS PUNGKLUNG DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF DI MASYARAKAT

Jurnal Signal Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIGNAL
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.739 KB)

Abstract

ABSTRAK Punklung merupakan komunitas yang berpenampilan punk. Komunitas punklung yang berpenampilan punk pada awalnya dipandang negatif oleh masyarakat. Komunitas punklung berusaha membangun kembali budaya lokal yaitu calung sehingga mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap komunitas punklung menjadi pandangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi perencanaan pesan, pendekatan komunikasi dan pemilihan media yang digunakan komunitas punklung dalam membangun citra positif di masyarakat dengan menggunakan pendekatan studi kasus dimana fenomena individu beserta masalah yang dihadapinya dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh peneliti adalah bahwa dalam membangun citra possitif komunitas punklung, hal pertama dengan melakukan empat langkah dalam strategi komunikasi perencanaan pesan yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat yaitu tujuan, aksi, sumber daya, dan pelaksanaan. Kedua dalam strategi pendekatan komunikasi dengan menggunakan bahasa verbal dan non verbal yaitu dengan memperlihatkan senyuman dan bahasa yang sopan, masyarakat akan menghargai setiap informasi mengenai calung yang disampaikan oleh komunitas punklung. Ketiga dalam strategi komunikasi dengan pemilihan media yaitu dengan menggunakan media sosial seperti instagram, facebook, dan youtube untuk memperlihatkan aktifitas komunitas punklung dan juga eksistensi mereka dalam menjaga kearifan lokal. Kata Kunci : Strategi komunikasi, komunitas pungklung, citra positif. ABSTRACT THE COMMUNICATION STRATEGY OF PUNGKLUNG COMMUNITYIN BUILDING THE POSITIVE IMAGE IN SOCIETY Punklung is a punk-looking community. The punk-looking community, punklung, was initially viewed negatively by the public. The punklung community is trying to rebuild the local culture of calung so that they are able to change the negative view of society towards the punklung community into a better view. Therefore, this study aims to examine the communication strategy, messaging planning, communication approach and media selection used by punklung community in building positive image in society. This study uses a case study approach where the individual phenomenon and the problems it faces can be resolved and obtain a good self-development. Data completion technique is done by observation and interview. The result obtained by the researcher is that in building positive image of punklung community, the first thing is by doing four steps in communication strategy of message planning which can influence the peoples perception that is objective, action, resources, and implementation. Second in the strategy of communication approach using verbal and nonverbal language that is by showing smile and polite language, people will appreciate any information about calung submitted by punklung community. Third in communication strategy with media selection is by using social media like instagram, facebook, and youtube to show activity of punklung community and also their existence in maintaining local wisdom. Keyword :Communication of strategy, Punklung community, image positive.

Penguatan Produk UMKM “Calief” Melalui Strategi Branding Komunikasi

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.078 KB)

Abstract

Para pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah masih berfokus pada trading dan melupakan sisi branding, hal ini dapat disebabkan karena ketidaktahuan, ego, atau sifat tertutup para pelaku usaha atas ide baru dan merasa cepat puas. Dalam komunikasi pemasaran, salah satu fungsi branding adalah sebagai sarana untuk menanamkan citra positif di benak konsumen, sehingga perlu dipahami oleh para pelaku usaha, karena branding produk merupakan salah satu poin penting agar produk UMKM akan senantiasa diingat oleh masyarakat atau konsumen dalam jangka waktu. Salah satu UMKM yang berada di kota Bandung adalah CALIEF, bergerak di bidang pembuatan dan penjualan karpet, bantal, kasur, lemari, sofa dan kitchen set.  Pelaku usaha ini, sudah memulai usahanya selama 5 tahun lebih, namun dalam proses usaha yang dijalani saat ini, hambatan dan rintangan yang dihadapi CALIEF dalam meningkatkan kemampuan usaha sangat kompleks dan meliputi berbagai aspek, salah satunya kurangnya kemampuan branding dalam memperkenalkan produk ke konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi, wawanacara, diskusi dan ceramah, dimana tim pelaksana dan para pelaku usaha melakukan dialog yang membahas branding komunikasi pemasaran UMKM CALIEF. Hasil dari kegiatan ini yaitu penguatan produk Usaha Mikro Kecil dam Menengah dapat membantu proses pelaku usaha dalam meningkatkan eksistensi CALIEF dengan cara membuat branding produk untuk tujuan mengembangkan dan mempromosikan produk serta membangun brand awarenenss masyarakat terhadap produk. Sehingga masyarakat dan calon konsumen lebih kenal dan sadar akan brand yang merupakan hasil produksi dari UMKM CALIEF dibandingkan dengan pelaku bisnis lainnya.Kata Kunci : Strategi komunikasi, branding, UMKM.

MARKETING PUBLIC RELATIONSHOTEL SYARIAH DALAM MEMBANGUN LIFESTYLEISLAMI KOTA BANDUNG

Jurnal Signal Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIGNAL
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.401 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research proposes about marketing public relations on sharia (Islamic) hotel in building an Islamic lifestyle of Bandung city. The activities of public relations marketing of sharia hotels are done with the aim to raise the public awareness to use sharia hotels, build the support from stakeholders, and reduce crime rate through sharia-based hotel culture. This research uses descriptive qualitative method, which is a contextual research that makes the human as an instrument and adapted to a reasonable situation in relation with the collecting of data which is generally qualitative. The result of this research is marketing public relations to build public awareness in using sharia hotels especially in Narapati hotel, conducted through 2 ways those are, educate an obstacles and an educational campaign which are expected to change awareness, interest, and adoption to society to use sharia hotel. To building the supports from stakeholders are done through support from the government, community and human resources which are expected to build a partnership and policy with stakeholders so that customers of sharia hotels can maintain value equity, brand equity and retention equity. To reduce or suppress the crime rate in Bandung city through sharia-based hotel culture, conducted through examination of identity card and luggage that expected social change in society especially the criminality done in hotel will decrease although the change takes a long time. Key Words:  marketing public relations and sharia hotel  ABSTRAK Penelitian ini mengemukakan tentang marketing public relations hotel syariah dalam membangun lifestyle islami kota Bandung. Kegiatan marketing public relations hotel syariah dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan hotel syariah, membangun support dari para stakeholder, dan mengurangi angka krimialitas melalui budaya hotel berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian kontekstual yang menjadikan manusia sebagai instrument dan disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannya dengan pengumpulan data yang pada umumnya bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini adalah marketing public relations untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menggunakan hotel syariah khsusunya hotel Narapati, dilakukan melaui 2 cara yaitu, mengedukasi kendala dan kampanye edukasi yang diharapkan dapat merubah kesadaran, minat, dan adopsi pada masyarakat untuk menggunakan hotel syariah. Membangun suport dari para stakeholder, dilakukan melalui support dari pemerintah, masyarakat, dan SDM yang diharapkan dapat membangun partnership dan policy dengan para stakeholder sehingga pelanggan atau konsumen dari hotel syariah dapat mempertahanakan value equity, brand equity, dan retentionequity. Untuk mengurangi atau menekan angka kriminalitas di kota Bandung melalui budaya hotel berbasis syariah, dilakukan melalui pemeriksaan kartu identitas dan barang bawaan yang diharapkan adanya perubahan social di masyarakat khususnya kriminialitas yang dilakukan di hotel akan berkurang walaupun perubahan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Kata Kunci : marketing public relations dan hotel syariah.

Strategi Branding Public Relations “Jendela Alam” dalam Mengembangkan Produk Agrowisata

MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.016 KB)

Abstract

Public Relations has an important role and function in managing business activities. One of which is relied on to develop agro tourism products that can create a branding reinforcement of a product to the public. Performing a public relations strategy is done so that perception value can be well received by the public. This study aims to study the branding strategy of public relation of window Jendela Alam in developing agrotourism products that focus on building trust with stakeholders, conducting external activities and choosing the communication media. This study uses qualitative methods with a case study approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and literature studies. The results show that building trust with various stakeholders is needed in strengthening the branding. This can be done with integrity, credibility and capability. External communication is carried out as a means for companies to establish and develop relationships with stakeholders, as well as the use of communication media to publish all forms of the Jendela Alam activities in developing agro-tourism products so that the public knows various information about agrotourism products while strengthening the Jendela Alam agrotourims products.