Articles

Found 9 Documents
Search

Contribution of Tea Root Reinforcement to Soil Shear Strength on Slope Stability Mukhsin, Mukhsin
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 4 No. 1 (January 2018)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.30218

Abstract

Roots played important role in the process of stabilizing the soil mass. The geo-mechanical and soil-hydrological aspects on the slope are determined by, one of it, the root reinforcement. The role of root branching series with diameter differentiation is greatly determining its tensile stress. The tensile stress from the interaction between the root and the soil, could it contribute to increasing the shear strength of the slope stability. The purpose of this research was to identify the tensile stress on root branching series that interacted with the soil and created additional cohesion as a shear strength contribution to the slope stability. Testing on the root pulling force was conducted on slope prototype with angle 30o to 40o and has been planted with tea vegetation. A tripod that was completed with strain gauge as the recording instrument was used. Testing was conducted on two and three root branching, also on each unit by observing the diameter. This testing method was done in saturated soil condition. The tensile stress result showed that increasing diameter of the tea root, an increase was noticed, and also result in the equation of TFr = 0.089e0.516d. Root diameter increase on two and three root branching to one unit of tea vegetation showed that the stress increase was significant. When observed, in the root diameter differentiation of 4 mm to 6 mm, the stress on two and three root branching and one unit of tea vegetation were respectively 5.94%, 12.30%, and 35.42%. The contribution of additional cohesion caused by root-soil interaction to soil shear strength apparently could increase slope stability.
PENGARUH GAYA CABUT AKAR PADA JENIS VEGETASI TERHADAP STABILITAS LERENG Suhendra, Muhammad; Mukhsin, Mukhsin
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan suatu lereng dapat dikaitkan dengan beberapa faktor seperti keadaan cuaca, jenis tanah, sudut lereng, topografi, atau gabungan faktor-faktor ini. Pada lereng yang bersudut kritis, jenis tanah berbatuan kurang padat dan ketinggian bukit dapat menyebabkan stabilitas tanah berkurang. Akar vegetasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan stabilitas struktur tanah dan pergerakan tanah. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi nilai gaya cabut akar maksimum (Fmaks) berdasarkan beberapa jenis vegetasi yang menghasilkan kohesi tambahan sebagai kontribusi kekuatan geser terhadap stabilitas lereng. Jenis vegetasi yang diteliti yaitu Melastomamalabathri Cum , Lantana, Ceanothus Velutinus, Caliandra Calothyrsus dan Tsuga heterophylla. Pengujian gaya cabut akar vegetasi dilakukan pada lereng yang ditumbuhi oleh ke lima vegetasi tersebut. Sebuah tripod dilengkapi dengan strain gauge sebagai instrumen pencatat. Pengujian tersebut dikelompokan berdasarkan kecil, sedang, besar per tiap jenis vegetasi dengan mengamati lebar, panjang dan diameter akar. Metode pengujian ini dilakukan dalam kondisi jenuh tanah. Hasil gaya cabut akar terhadap jenis vegetasi didapatkan Caliandra Calothyrsus menghasilkan gaya cabut akar terbesar (Fmaks) yaitu 0,789 kN dengan diameter 11, 667 mm. Sedangkan pada jenis vegetasi Tsuga heterophylla menghasilkan gaya cabut akar (Fmaks) yaitu 0,533 kN dengan diameter 15,333 mm. Ini menunjukkan bahwa bentuk morfologi akar mempengaruhi besarnya gaya cabut akar maksimum (Fmaks). Kontribusi kohesi akibat interaksi akar-tanah kepada kekuatan geser tanah dapat meningkatkan stabilitas lereng.
PENGARUH KEKUATAN TARIK AKAR BAMBU PADA KONTRIBUSI KUAT GESER TANAH TERHADAP STABILITAS LERENG Ramadhan, Rizki; Mukhsin, Mukhsin
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.503 KB)

Abstract

Abstract: Continuous heavy rain on the slopes and some large tree roots that do not penetrate the slip surface can lead to progressive failure of landslide slopes. This is due to the large trees located at the top and the middle of the landslide area can reduce the stability of the slope. Various factors such as mechanics and hydrology in determining slope stability need to be considered. The phenomenon and mechanism of bamboo tree factors that lie below the slopes as the focus of research on root tensile strength of root-soil interacting. This study aims to determine the pull force and tensile strength due to root-soil interaction to the contribution of shear strength in the lower slopes. Field testing uses the root pull method by observing the diameter and number of roots. The test was performed with a tripod device equipped with strain gauge as a recording instrument on saturated soil conditions. The soil samples were taken from the study site to test the physical and mechanical properties of the soil. The result of the test shows that the soil type at the research location is inorganic silt. The results showed that the root pull force increased significantly against the increase in the number and diameter of the roots. In contrast, the tensile strength of roots in any land area decreases with increasing number of roots. Based on the graph shows that the number of roots more than five began not significant to tensile strength. Apparently, bamboo roots are dense and spread below the slopes, then the tensile strength of the roots that interact with the soil begins to stabilize. The tensile strength of the bamboo root results in additional cohesion valuesKeywords : root tensile strength, cohesion addition, soil shear strengthAbstrak: Hujan lebat yang berkelanjutan pada lereng dan sebagian akar-akar pohon besar yang tidak menembus bidang longsor (slip surface) dapat menyebabkan terjadinya kegagalan progresif terhadap longsoran lereng tanah. Hal ini, disebabkan karena pohon besar yang terletak di bagian atas dan tengah bidang longsor dapat mengurangi stabilitas lereng. Berbagai faktor  seperti mekanika dan hidrologi dalam menentukan stabilitas lereng perlu dipertimbangkan. Fenomena dan mekanisme faktor pohon bambu yang berada di bawah lereng sebagai fokus penelitian mengenai kekuatan tarik akar yang berinteraksi akar-tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gaya cabut dan kekuatan tarik akibat interaksi akar-tanah terhadap kontribusi kuat geser di lereng bagian bawah. Pengujian di lapangan menggunakan metode gaya cabut akar dengan mengamati variabel diameter dan jumlah akar. Pengujian dilakukan dengan alat tripod yang dilengkapi strain gauge sebagai instrumen pencatat pada kondisi tanah jenuh. Sampel tanah diambil dari lokasi penelitian untuk dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis tanah. Hasil penegujian menunjukan bahwa jenis tanah pada lokasi penelitian adalah lanau anorganik. Hasil penelitian menunjukan bahwa  gaya cabut akar meningkat sangat signifikan terhadap pertambahan jumlah dan diameter akar. Sebaliknya, kekuatan tarik akar dalam setiap luasan tanah menurun seiring bertambah jumlah akar. Berdasarkan grafik menunjukan bahwa jumlah akar lebih dari lima mulai tidak signifikan terhadap kekuatan tarik. Ternyata, perakaran bambu yang padat dan penyebaran di bawah lereng, maka kekuatan tarik akar yang berinteraksi dengan tanah mulai stabil. Kekuatan tarik akar bambu menghasilkan nilai kohesi tambahan kepada kuat geser akibat interaksi dengan tanah terhadap stabilitas di bawah lereng.Kata kunci : kekuatan tarik akar, kohesi tambahan, kuat geser tanah
SISTEM MONITORING INSTALASI LISTRIK BERBASIS TRANSMISSION CONTROL PROTOKOL / INTERNET PROTOKOL (TCP/IP) Al Akrom, Rofi; Setiawidayat, Sabar; Qustoniah, Anis; Mukhsin, Mukhsin
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information technology has undergone a variety of development, one of which is an Ethernet module. Ethernet module is a data communication system that is widely used at the present time and is not limited by distance. Ethernet network if connected with Internet allows to communicate efficiently. At first ethernet can only be done on a computer. But now, ethernet communication can be performed with more energy-efficient IC is arduino and ENC28J60 So simple applications that once worked on the computer can be done with this tool. One example is the monitoring of electrical installations based on TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). The website is used to monitor the electrical installation. Mini circuit break will send a signal to the information or input signal from arduino, arduino then forwarded to the Ethernet module ENC28J60 and then sent through the ISP network using a modem to the website. The results of this thesis is a system monitors the electrical installation based on TCP / IP capable network connected to the Internet and can be accessed through the website.
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA JENIS MIKORIZA (Glomus sp) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill.) DI POLYBAG Fadli, Gandhi Ihza; Rainiyati, Rainiyati; Mukhsin, Mukhsin
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.599 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v1i1.5337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa jenis mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di polybag dan untuk mendapatkan jenis mikoriza yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium dan Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi selama 4 bulan yaitu dari 26 Agustus sampai dengan bulan 28 Desember 2017. Perlakuan yang di uji yaitu Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Glomus sp4, Glomus sp5, dan gabungan Glomus sp1 sampai sp5 dengan pemberian dosis sebanyak 20 g per tanaman dan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis Mikoriza (Glomus sp) terhadap beberapa parameter pengamatan, yaitu pada parameter jumlah polong pertanaman dan jumlah polong berisi pertanaman, pada parameter bobot tajuk, bobot akar, bobot 100 biji, hasil per tanaman, infeksi akar dan serapan P tanaman belum ditemukan pengaruh yang signifikan pada tanaman kedelai. Pemberian jenis Glomus sp2 dan Glomus sp3 memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan tanaman kedelai.
ANALISIS PENURUNAN KUALITAS MINYAK GORENG CURAH SELAMA PENGGORENGAN KERUPUK JALIN Marsigit, Wuri; Budiyanto, Budiyanto; Mukhsin, Mukhsin
Jurnal Agroindustri Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroind.1.2.55-62

Abstract

Selama penggorengan kualitas minyak mengalami penurunan kualitas yang dipengaruhi oleh uap yang dilepaskan dari bahan yang digoreng, suhu penggorengan, lama pemanasan/penggorengan dan komposisi bahan yang digoreng. Indikator kerusakan minyak goreng dapat diamati dari perubahan sifat fisika-kimianya, antara lain bilangan asam, kandungan asam lemak bebas (ALB) dan titik asap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola perubahan kualitas minyak goreng curah selama penggorengan kerupuk jalin pada suhu di atas 190 0C selama 4 jam. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu minyak goreng dengan penambahan ulang dan pengaruh lama waktu penggorengan selama 4 jam. Dilakukan pengambilan sampel setiap 0,5 jam penggorengan. Data ditampilkan dalam bentuk grafik dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, setelah penggorengan kerupuk jalin selama 4 jam pad suhu di atas 190 0C, pola perubahan kualitas minyak goreng curah terlihat meningkat tidak linier pada perubahan bilangan asam dan asam lemak bebas. Dilain pihak, pola perubahan kualitas minyak goreng curah terlihat menurun tidak linier pada titik asap. Peningkatan dan penurunan yang tidak linier ini disebabkan karena terjadi penambahan minyak baru setiap satu jam sekali yang berfungsi untuk menstabilkan minyak goreng baik secara kualitas maupun kuantitas. Berdasarkan pengukuran kandungan bilangan asam, asam lemak bebas dan titik asap, diketahui bahwa minyak goreng curah masih layak pakai adalah pada 40 kali penggorengan selama 2.5 jam dengan kerupuk jalin sebanyak 100 kg. Hal ini mengindikasikan bahwa kandungan bilangan asam 2.42 % masih di bawah batas maksimal yaitu 2.5 %.
PERENCANAAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING MENGGUNAKAN TOGAF-ADM FRAMEWORK Mukhsin, Mukhsin
Gema Wiralodra Vol 9 No 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : unwir press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.739 KB)

Abstract

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu adalah instansi pemerintahan yang bergerak di bidang infrastruktur/konstruksi gedung dan bangunan. Salah satu strategi yang penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi adalah pemanfaatan dan peningkatan dukungan sistem informasi bagi dinas atau instansi. Keselarasan penerapan sistem informasi dengan kebutuhan organisasi sebagai sebuah dinas/instansi yang mengutamakan pelayanan masyarakat dalam bidang infrastruktur pembangunan hanya mampu dijawab dengan memperhatikan faktor integritas didalam pengembangannya. Tujuan integritas sistem informasi dengan kebutuhan organisasi sebenarnya adalah untuk mengurangi kesenjangan yang terjadi dalam proses pengembangan sistem. Untuk menurunkan kesenjangan tersebut, maka diperlukan sebuah paradigma dalam merencanakan, merancang, dan mengelola sistem informasi. Paradigma atau metodologi yang digunakan dalam perencanaan arsitektur sistem informasi pembangunan infrastruktur ini menggunakan TOGAF-ADM. Tahapan dalam pengembangan sistem informasi dengan memodelkan arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi sesuai dengan kerangka kerja TOGAF-ADM. Output dari tahapan ini akan menghasilkan sebuah acuan (cetak biru/blue print) oleh dinas/instansi untuk mencapai tujuan strateginya. Sistem Informasi, Arsitektur, Pembangunan Infrastruktur, Pembangunan Infrastruktur.
ANALISIS SWOT KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PONDOK PESANTREN Mukhsin, Mukhsin; Rahman, Fauzi
Gema Wiralodra Vol 8 No 1 (2017): Gema Wiralodra
Publisher : unwir press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.527 KB) | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v8i1.40

Abstract

Masalah yang dihadapi Pondok Pesantren saat ini adalah bagaimana mengelolaindividual knowledge menjadi coorporate knowledge yang saling terintegrasi. Hal inidisebabkan karena belum adanya media untuk mengelola pengetahuan sertakurangnya budaya knowledge sharing sehingga sering terjadi kehilangan knowledgeasset. Metode pembelajaran di pesantren lebih ke student-oriented yang menuntutkematangan seorang santri, namun dalam penerapannya masih belum sesuai denganyang diharapkan. Oleh karena itu perlu direncanakan sebuah strategi dalammengelola pengetahuan, yaitu merancang suatu media pendokumentasian,pendistribusian, dan pengkonversian knowledge sehingga nantinya dapat dijadikansarana pembelajaran. Dimaksudkan agar santri mendapatkan pemahaman yang jelaspada pokok bahasan. Beberapa usulan sebagai alternatif yang perlu diupayakandalam pengembangan pembelajaran di pesantren, seperti knowledge sharing, tanyajawab, diskusi, demonstrasi, eksperimen, dan simulasi. Sejalan dengan itu, perludiupayakan penerapan Knowledge Management System dengan menggunakan KMTool sebagai alat bantu dalam pembelajaran sesuai dengan strategi pembelajaranyang diharapkan.
BUSINESS PROCESS REENGINEERING SISTEM LELANG IKAN TPI KARANG SONG KPL MINA SUMITRA Mukhsin, Mukhsin
Gema Wiralodra Vol 9 No 1 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : unwir press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.179 KB) | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i1.64

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karang Song  merupakan unti usaha yang paling besar dalam memberikan pemasukan bagi KPL Mina Sumitra. masalah yang mungkin cukup mempengaruhi penambahan nilai omzet, yaitu dari banyaknya jumlah perahu (max 15 perahu/hari) yang akan melakukan bongkar hasil tangkapan, rata-rata satu perahu tidak dapat melakukan bongkar muatan ke dalam TPI memerlukan waktu 2 ? 3 hari,  dimana hal ini sangat merugikan nelayan ataupun KPL itu sendiri, disebabkan nilai ikan akan semakin menurun pada lelang hari berikutnya (sekitar 10% - 20%) yang berakibat nilai omzet pun akan mengalami penurunan. Oleh karena itu perlu direncanakan sebuah proses perbaikan dalam mengelola sistem lelang yang dilakukan TPI Karang Song. Beberapa usulan sebagai alternatif yang perlu diupayakan dalam memberikan solusi untuk mengurangi pengaruh masalah tersebut yaitu dengan cara melakukan perbaikan melalui reengineering process sistem lelang dimulai dari tahap pengelolaan ikan sampai dengan proses lelang didalam TPI sehingga setiap perahu dapat melakukan lelang cukup dalam waktu satu hari. Dengan menerapkan perbaikan sistem lelang ini diharapkan dapat meningkatkan nilai pendapatan baik untuk KPL maupun para Nelayan.