Articles

Found 11 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. N MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KB DI BPM LILIS SULISTYOWATI S.ST WILAYAH PONOROGO Sandika, Mia Nurul; Sriningsih, Sriningsih; Fitriani, Inna Sholicha
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Continuity of care is a continuing care related to the quality of service from time to time which require the continuous relationship between patients with health workers in order to improve the health of mothers and babies. In order to decrease maternal mortality and the baby for the achievement of the Millennium Development Goals needs to be done on the mother of midwifery services carefully and thoroughly in accordance with SPM (minimum service standard). Standard Obstetrics Care, Midwives conduct record-keeping are complete, accurate, concise, and clear about the circumstances/events that are found and done in providing midwifery care. The awarding of the care of gynecologist in Ny. N GIIPI000I 35 years of age was conducted starting from gestational age 39-40 Sunday, held April 25, 2017 – 16 June 2017. Examination of the ANC done twice (the first ANC Visits found problems in feet and pain odema. Visit ANC kolostum hasn't been out). The mother gave birth at the age of 40 weeks of pregnancy with pregnancy due to operation of the SC action with IUGR and Oligohidramnion. PNC 4 times (in involution of lactation, and normal lochea). Neonates are born with LOW BIRTH WEIGHT i.e. 2300 grams, but on visits 3 neonatal baby weight 2800 grams there are already gaining weight of 500 grams of birth weight. Mom uses the KB MOW conducted post-operative SC on May 4, 2017 and on 16 June 2017 done visit action MOW and given counselling post MOW. Keyword: Midwifery care, continuity of care AbstrakContinuity of care adalah asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk pencapaian Millennium Development Goals perlu dilakukan pelayanan kebidanan pada ibu secara teliti dan menyeluruh sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal). Sesuai Standar Asuhan Kebidanan, Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat, dan jelas mengenai keadaan/kejadian yang ditemukan dan dilakukan dalam memberikan asuhan kebidanan. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. N GIIPI000I usia 35 tahun dilakukan mulai dari usia kehamilan 39-40 minggu, dilaksanakan tanggal 25 April 2017 – 16 Juni 2017. Pemeriksaan ANC dilakukan sebanyak 2 kali (Kunjungan ANC pertama ditemukan masalah odema dan nyeri pada kaki. Kunjungan ANC kolostum belum keluar). Ibu melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu dengan tindakan operasi SC dikarenakan kehamilandengan Oligohidramnion dan IUGR. PNC 4 kali (laktasi, involusi dan lochea normal). Neonatus lahir dengan BBLR yaitu 2300 gram, namun pada kunjungan neonatus 3 berat badan bayi 2800 gram sudah ada kenaikan berat badan sebesar 500 gram dari berat lahir. Ibu menggunakan KB MOW yang dilakukan pasca operasi SC pada tanggal 4 Mei 2017 dan pada tanggal 16 Juni 2017 dilakukan kunjungan pasca tindakan MOW dan diberikan konseling pasca MOW. Kata Kunci:Asuhan kebidanan, continuity of care
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. S MASA HAMIL SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI PMB LILIS SULISTIYOWATI S.ST. Meilinda, Tri Wahyu; Sriningsih, Sriningsih; Nurhidayati, Nurhidayati
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of the authors in the preparation of the Final Task Report to provide midwifery care in a Continuity of Care manner and to carry out SOAP documentation for Ny S from the period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal, and family planning. Midwifery care for Mrs. S G3P10011 37 years old was done on February 28, 2018 - April 17, 2018. It was found that Mrs. S is a very high risk group with a score of 22. Mrs. S gave birth at 39 weeks more than 3 days with a breech position on March 9, 2018 at 24:10 WIB Sectio caesarea at Hardjono Hospital Ponorogo. Babies cry strong, active motion, male gender. The placenta was born completely, there was a vertical SC suture. The postpartum period is normal and the postpartum visit is 3 times. At the first visit to the postpartum period, the mother complained of pain in the former scar, on the second and third visits of the mother there were no complaints. At the KB visit, it was conducted at 40 postpartum days, namely on April 17, 2018 and after giving an explanation about contraception and the mother Mother chose to use 3-month injection birth control.Key word       : Midwifery Care, Continuity Of Care Abstrak Tujuan dari penulis dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care serta melakukan dokumentasi SOAP pada Ny S mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, serta KB. Asuhan kebidanan pada Ny S G3P10011 usia 37 tahun di lakukan dilakukan pada tanggal 28 Februari 2018 – 17 April 2018. Ditemukan bahwa Ny. S termasuk kelompok risiko sangat tinggi dengan skor 22.Ny S melahirkan pada usia kehamilan 39 minggu lebih 3 hari dengan letak sungsang pada tanggal 09 Maret 2018 jam 24:10 WIB secara Sectio caesareadi RSUD Hardjono Ponorogo. Bayi menangis kuat, gerak aktif, jenis kelamin laki-laki. Plasenta lahir lengkap, terdapat luka jahitan SC secara vertikal. Masa nifas berlangsung normal dilakukan kunjungan masa nifas sebanyak 3 kali kunjungan. Pada kunjungan pertama masa nifas ibu mengeluh nyeri pada luka bekas operasi, pada kunjungan ke dua dan ke tiga ibu sudah tidak ada keluhan. Pada kunjungan KB dilakukan pada 40 hari postpartum yaitu pada tanggal 17 April 2018 dan setelah di berikan penjelasan tentang alat kontrasepsi dan ibu telah memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi suntuk 3 bulan.Kata kunci     : Asuhan Kebidanan, Continuity Of Care 
Keterampilan Renang Gaya Kupu-Kupu melalui Pendekatan Bermain dalam Pembelajaran Akuatik Sriningsih, Sriningsih
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 2 No 2 2017
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.27 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan keterampilan renang gaya kupu-kupu pada mahasiswa di STKIP Pasundan Cimahi. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan (Actions Research) dengan pengambilan data kuantitatif, dimana pelaksanaan penelitian ini melibatkan 1 dosen mata kuliah renang dan 2 pelatih renang Kota Cimahi sebagai kolaborator dan penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada siklus pertama peneliti mengidentifikasi dan memberikan konsep teknik dasar renang gaya kupu-kupu pada mahasiswa melalui pendekatan bermain. Pada siklus ke dua, penelitian lebih diutamakan teknik nafas dan koordinasi renang gaya kupu-kupu lebih variatif melalui pendekatan bermain seperti permainan kibas tali tiga orang secara statis dan dinamis, kibas tali dua orang statis dan dinamis, serta gerakan tangan bebas kaki kupu-kupu. Melalui pendekatan bermain memberikan suasana berbeda didalam pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa lebih aktif secara psikomotor. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan penguasaan renang gaya kupu-kupu.
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADANY.W MASA HAMIL SAMPAIKELUARGA BERENCANA DI BPM TUKIYEM WIJAYANTI,Amd.Keb Nurrachmawati, Dessy Dwi; Suharti, Suharti; Sriningsih, Sriningsih
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Asuhan kebidanan continuity of care seharusnya didapatkan oleh ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan keluarga berencana, namun belum semua ibu mendapatkan pelayanan kebidanan secara berkesinambungan. Perlu adanya pemahaman tentang asuhan continuity of care agar dapat menerapkan asuhan kebidanan komperhensif. Untuk menunjang kemampuan dalam memberikan asuhan secara berkesinambungan, maka perlu dipelajari konsep dan teori asuhan kebidanan masa hamil sampai dengan keluarga berencana, menggunakan manajemen kebidanan yang mengacu pada standart asuhan kebidanan tertuang dalam KEMENKES RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny.W G4P20011 usia 29 tahun dilakukan 13 kali kunjungan. Ibu mengalami ketidaknyamanan yaitu kesemutan pada tangan dan kaki, sering BAK. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 37+6 minggu berlangsung secara spontan, pada tanggal 10 April 2017  pukul 01.05 WIB, bayi lahir ditolong bidan, jenis kelamin perempuan. Dilakukan IMD, berat badan 2170 gram bayi BBLR. Plasenta lahir spontan lengkap, perdarahan normal, terdapat luka jahitan derajat I. Bayi mendapat salep mata, vit K, dan imunisasi HB0. Masa nifas ditemukan masalah nyeri luka perineum dan puting susu lecet. Bayi mendapat imunisasi BCG. Ibu memilih KB kondom. Secara keseluruhan Ny.W saat hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB normal, hanya mengalami masalah fisiologis. Harapannya, bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara continuity of care sehingga deteksi dini adanya kegawatdaruratan bisa segera teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Kata Kunci                            :Continuity of care, Asuhan kebidanan Abstract Service the continuity of care should be gotten by pregnant mom until family have a plan, but not all the mom gets the service of midwifery continuously. They need comprehension about upbringing continuity of care in order to can apply the pregnant mom upbringing, give birth, childbirth, neonates and KB. To support the capability of giving the upbringing continuously, with the result that they have to study in depth a concept and theory pregnant upbringing, give birth, childbirth, neonates and KB using management of midwifery that is refers to midwifery upbringing standard which is present in KEMENKES RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007.Givingmidwifery upbringing for Mrs.W G4P20011 29 years old did thirteen visit. The mom feels uncomfortable that is become numb in her hands and feet and often urinate. Mom gives birth in 37 weeks 6 days pregnancy age spontaneously, at 10th April 2017 01.05 a.m, baby born helped by midwifery, female gender. They did IMD and get 2170 gram weight baby BBLR. The placenta has birth complete spontaneously, normal bleeding, there is needlework injury degree 1. The baby gets eye salve, vit K and immunization HB0. Childbirth period we found problem that is injury pain perineum and hilt breast is chafed. Baby gets immunization BCG. Mom choose KB condom. Overall, when Mrs.W pregnantuntil KB normal. Wishfully, midwifery can apply upbringing midwifery continuity of care. So that, early detection of something emergency can identification as soon as possible and can be overcome as well as possible. Key word                   :Continuity of care, Midwifery upbringing
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA Ny B MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI BPM Ny SETYAMI NURHAYATI AMD.KEB Purbaningtyas, Astria Yulinggar; Putranti, Visi Prima Twin; Sriningsih, Sriningsih
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The success midwifery care on Contuinty Of Care can be seen on K1 and K4 coverage. Antenatal examinations performed regularly and comprehensively can detect early abnormalities and risks that may arise during pregnancy, so anomaly and risk can be overcome quickly and precisely. Midwifery care for Mrs. B age 28 years G1P00000 performed 1 visit, from 38 weeks of gestation, held on April 26, 2017. Mothers are included in low-risk pregnancy, experiencing discomfort that is odema in the foot. Has been treated in accordance with the problem so that the odema in the mother has been resolved. The mother gave birth at 38 weeks of gestation, took place in SC on April 27, 2017 at hospital Muslimat, mother referred in the process of labor of second stage because of odema in labia and mother have weakness no longer able to meneran. Based on subjective data obtained from family history of the baby born in sc, male gender, birth weight 2800 gram, body length 48 cm, baby in healthy condition. Infants have been given HB immunization. The postpartum period is 4 visits, lactation and normal lochea. At 9 hours post partum Mrs. B feel pain in the wound sectio caesarea, on the 6th day of the visit the mother had no pain, had edema on day 6 and day 14 post partum already no complaints. Care has been taken to deal with maternal complaints. The infant received BCG immunization at 30 days of age, infant growth and normal infant development and still exclusively breastfed. Overall Mrs. B during pregnancy is a low risk group, delivery by SC and Mrs. B chooses to be a MAL family palnning participant. Midwives can apply midwifery care on a continuity of care basis. Keyword : Pregnant, childbirth, postpartum,  neonates, family planning Abstrak  Keberhasilan Asuhan kebidanan secara Contuinty Of Care  dapat dilihat pada cakupan K1 dan K4. Pemeriksaan Antenatal yang dilakukan secara teratur dan komprehensif dapat mendeteksi secara dini kelainan dan resiko yang mungkin timbul selama kehamilan, sehingga kelianan dan resiko tersebut dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. B usia 28 tahun G1P00000 dilakukan 1 kali kunjungan, mulai usia kehamilan 38 minggu, dilaksanakan tanggal 26 April 2017. Ibu termasuk pada kehamilan resiko rendah, mengalami ketidaknyamanan yaitu odema pada kaki. Telah dilakukan asuhan sesuai dengan masalah sehingga odema pada ibu telah teratasi. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 38 minggu, berlangsung secara SC pada tanggal 27 April 2017 di RS muslimat, ibu dirujuk dalam prosespersalinan kala II dikarenakan odema pada labia dan ibu sudah lemas tidak sanggup lagi untuk meneran. Berdasarkan data subyektif yang didapatkan dari anamnesa keluarga bayi lahir secara sc, jenis kelamin laki-laki, berat lahir 2800 gram, panjang badan 48 cm, bayi dalam kondisi sehat. Bayi telah diberikan imunisasi HB 0. Masa nifas dilakukan 4 kali kunjungan, laktasi dan lochea normal. Pada 9 jam post partum Ny. B merasa nyeri pada luka bekas sectio caesarea, pada kunjungan hari ke 6 ibu sudah tidak nyeri, mengalami edema pada hari ke 6 dan hari ke 14 post partum sudah tidak ada keluhan. Sudah dilakukan asuhan untuk mengatasi keluhan ibu. Bayi mendapat imunisasi BCG pada usia 30 hari, pertumbuhan bayi dan perkembangan bayi normal serta masih memeperoleh ASI secara ekskluif. Secara keseluruhan Ny. B saat hamil merupakan kelompok resiko rendah, persalinan secara SC dan Ny. B memilih untuk menjadi peserta KB MAL. Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara continuity of care.Kata kunci : hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, keluarga berencana
ACUTE TOXICITY STUDY OF ETHANOLIC EXTRACT OF FENUGREEK SEEDS (Trigonella foenum-graecum L.) ON WHITE RATS Agustini, Kurnia; Sriningsih, Sriningsih; Effe, Julham
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenugreek seed or bijiklabet (Trigonellafoenum-graecum L.) was known to have activity against degenerative diseases such as diabetes mellitus, hypercholesterolemia and postmenopausal symptoms.  This study was conducted to investigate the safety of ethanolic extract of fenugreek on white rat, by determining Lethal Concentration 50 value (LC50).  This in-vivo assay referred to the WHO protocols for the toxicity assay of natural medicines. We used Spraquedawley white rats, female and male, 6 weeks of age, which divided into a normal group and fivetreatment groups (1g/kgBW, 4g/kgBW, 8g/kgBW, 12g/kgBW, 16g/kgBW). Test sample was given once orally then the animal were monitored for two weeks.  Observation of toxic effect includedphysical symptom of central nerve system, autonom nerve system and digestive system.  Alldeathanimal were counted and LC50 were calculated.  Result showed that there was no toxic effect and no death animal until 16g/kgBW dose of treatment.  We concluded that ethanolic extract of Fenugreek is practically non toxic.  
Konsumsi Ekstrak Secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Volume Urin Tikus Putih Jantan Galur Spraque Dawley Pertamawati, Pertamawati; Sriningsih, Sriningsih; Fahrudin, Fahri; Efendi, Julham
Jurnal Jamu Indonesia Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.212 KB)

Abstract

Secara empiris secang (Caesalpinia sappan L.) dimanfaatkan sebagai bahan untuk mengatasi penyakit, namun bagaimana pengaruhnya terhadap pengeluaran urin belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak secang terhadap pengeluaran urin. Percobaan dilakukan terhadap hewan coba tikus putih jantan galur Spraque dawley dengan sampel uji ekstrak etanol 96% kulit kayu secang. Hewan coba dibagi dalam 7 kelompok, masing-masing terdiri dari 6 ekor, yaitu kelompok normal, kelompok positif (Furosemide 10mg/200g BB), kelompok  negatif (air 2ml/200g BB), kelompok sampel uji dosis I (62.5 mg/kg BB), dosis II (125mg/kg BB), dosis III (250mg/kg BB) dan dosis IV (500mg/kg BB), tigapuluh menit setelah pemberian sampel uji, hewan coba diberi air minum 4ml/200g BB dilakukan melalui sonde lambung, selanjutnya hewan coba dimasukkan ke dalam kandang metabolit selama 16 jam (overnight). Hewan coba dengan dosis II menghasilkan volume urin paling besar (8.00 mL) yaitu hampir dua kali lipat dibandingkan urin yang dihasilkan oleh kelompok normal (4.50 mL) Volume urin berkurang jika konsumsi ekstrak secang bertambah pada dosis III dan IV. Disimpulkan bahwa hewan coba yang diberi ekstrak kulit secang dengan dosis 125 mg/kg BB (dosis II) rata-rata mampu mengeluarkan urin lebih banyak daripada hewan coba dalam kelompok lainnya.
The Influence of DMBA (7,12-dimethylbenz-[a]anthracene) Regimen In The Development of Mammae Carcinogénesis on Sprague Dawley Female Rat Wibowo, Agung Eru; Sriningsih, Sriningsih; Wuyung, Puspita Eka; Ranasasmita, Raafqi
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.778 KB)

Abstract

There are many methods for development of mammae cancer animal model, one of which is chemical induction using carcinogenic agent, DMBA. This research aimed to explore the influence of dose and time regimens of DMBA on development of mammae carcinogenesis on Sprague dawley female rats. The first study was 50 rats treated with 20 mg/kg bw of DMBA orally for eleven times at twice a week. Morphological evaluations were conducted with mammae palpation for 15 weeks and then all of rats were sacrificed for collecting mammae organs for histological analysis using hematoxylin-eosin staining. The results showed that the first and the latest nodules appeared at the fourth-week and the fourteenth-week after ending DMBA induction, respectively, in which the most often nodule appearances were at the seventh-week. The number of nodule incidence and multiplicity were by 74% and 2 noduls/rat, respectively. Histological analysis of mammae glands determined that they fell under in Ductal Carcinoma Invasive (DCIV) category. The second study was 25 rats gavaged orally with DMBA at dose 20 mg/kg bw for five times every three days. After palpating for 15 weeks, the results showed that no nodule was observed but the histological analysis demonstrated developing of mammae gland carcinogenesis reaching about 60% Ductal Carcinoma Insitu (DCIS) and 40% Ductal Carcinoma Invasive (DCIV) stages. Based on the results of this study can be concluded that the dose and frequency of DMBA will affect the successful development of mammary gland carcinogenesis. In DMBA induction with low frequency, no data showed the incidence and multiplicity of tumor, but histopathologic level carcinogenesis can be distinguished. In DMBA induction with high frequency, incidence and multiplicity of tumor data can be obtained but can not be distinguished histopathologically.Keywords: DMBA, doses, carcinogenesis, mammae, histopatology
Cognitive Behaviour Therapy Untuk Peningkatan Harga Diri Remaja Putra Di Panti Asuhan “M” Klaten Hapsari, Dian; Astuti, Kamsih; Sriningsih, Sriningsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 18, No 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.457 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan efikasi diri anak-anak muda di panti asuhan M Klaten. Pemberian program ini berdasarkan teori dari Driffin, dkk. (Matthys & Lochman, 2010) dalam bentuk perilaku manajemen, modeling, ketrampilan pemecahan masalah, restructuring dan relaksasi kognitif. Subjek berjumlah 10 anak muda laki-laki yang tinggal di panti asuhan dan memiliki self estem yang rendah berdasarkan pada skor dari Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI). Hasil dari hipotesis pertama dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan self esteem antara KE dan KK (Z=-0.329; p>0.05) dan hipotesis kedua pada penelitian ini terbukti bahwa hasil dari analisis menunjukkan perbedaan self esteem antara KE dan KK sebelum dan sesudah diberikanCBT (Z=-2.070; p>0.05). 
Pelatihan Analisis Transaksional (At) Untuk Peningkatan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Perawat Poli Eksekutif Di Paviliun Nusa Indah Rsud Dr Adhyatma Mph Provinsi Jawa Tengah Dewi, Destri Luh Sita; Widyana, Rahma; Sriningsih, Sriningsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 18, No 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.597 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan analisis transaksional (AT) untuk peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal pada perawat poli eksekutif Nusa Indah RSUD Dr. Adhyatma, Provinsi Jawa Tengah. Hipotesis yang diajukan penelitian ini adalah ada perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal antara subjek yang mendapatkan pelatihan AT dengan subjek yang tidak mendapatkan pelatihan AT, ada perbedaan skor kemampuan komunikasi interpersonal pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan pelatihan AT. Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang perawat poli eksekutif Nusa Indah RSUD Dr. Adhyatma, Provinsi Jawa Tengah. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 5 orang subjek sebagai kelompok eksperimen, dan 5 orang subjek sebagai kelompok kontrol. Penempatan subjek  dalam kelompok dilakukan secara random. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomized pretest-posttest control group design. Pengukuran dilakukan dengan pengukuran pre-test, post-test, dan follow-up menggunakan skala Kemampuan Komunikasi Interpersonal. Metode analisis yang digunakan adalah analisis non parametrik (Mann-Whitney dan Uji Wilcoxon). Hasil uji hipotesis menghasilkan nilai Z = -2,032 (p<0,01), artinya ada perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selisih rerata skor kemampuan komunikasi interpersonal kelompok eksperimen (69,4) lebih besar daripada kelompok kontrol (-5,8), sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Pada kelompok eksperimen menunjukkan ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan (Z=-2,023;P<0,01), dengan peningkatan rerata skor sebesar 71,6 sehingga hipotesis juga diterima.