Articles

Found 17 Documents
Search

DATA MINING UNTUK MEMPREDIKSI JENIS TRANSAKSI NASABAH PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DENGAN ALGORITMA C4.5 Widayu, Hikma; Nasution, Surya Darma; Silalahi, Natalia; Mesran, Mesran
MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Vol 1, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

In the field of business, data mining techniques are used to support a wide range of business intelligence applications such as customer profiling, targeted marketing, workflow management, store layout and fraud detection. Lack of predicting the type of Customer Transactions that exist in this cooperative makes the manager or leader of this cooperative difficult in terms of providing loans and also in accepting new cooperative members. Leaders also have difficulties in knowing the profession of customers who borrow the most at this cooperative. As for the process of predicting the type of Customer Transaction during this time, there is a saving and loan operation is still based on the direct view of the type of Customer Transaction and see the existing ledger notes of the cooperative.
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI FILE TEKS DENGAN MENERAPKAN ALGORTIMA FIXED LENGTH BINARY ENCODING (FLBE) Pratiwi, Rizka Dwi; Nasution, Surya Darma; Fadlina, Fadlina
MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Vol 2, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

The higher activity of data exchange transactions both online and offline raises concerns for some parties, large data sizes result in a waste of memory and slow data transfer and delivery processes. For this reason, a technique is needed to change the size of the data to be smaller. This technique is called compression or better known as data compression. Data compression is a process of converting a set of data into a form of code to save data storage requirements. Fixed Length Binary Encoding Algorithm (FLBE) uses a lossless technique that does not eliminate information at all, only representing some of the same information. The results obtained from the application of Fixed Length Binary Encoding algorithm in the process of compression and decompression include compression capacity, compression ratio and compression and decompression time. In accordance with the results of the experiments carried out, it can be seen that the data originally having a larger size can be compressed well implemented in text files.
Application Of Weight Sum Model (WSM) In Determining Special Allocation Funds Recipients Handoko, Dikki; Mesran, Mesran; Nasution, Surya Darma; Yuhandri, Yuhandri; Nurdiyanto, Heri
The IJICS (International Journal of Informatics and Computer Science) Vol 1, No 2 (2017): September 2017
Publisher : The IJICS (International Journal of Informatics and Computer Science)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

In the management of education is not uncommon educational institutions sometimes receive sources of funds from outside, one of which comes from the Department of Education in the implementation of its duty to provide one allocation of funds called Special Allocation Fund (DAK). This assistance is from APBN revenues to areas devoted to schools to help fund special activities such as the addition or improvement of school facilities and infrastructure. The application of this special allocation grantee needs to use a Decision Support System (CMS) to allow decisions to be generated in favor of the DAK beneficiary. In the application of SPK required MCDM method, the Weight Sum Model (WSM), which is a simple method and able to generate ranking from the proposer alternatives in a special allocation fund.
Penerapan Weighted Sum Model (WSM) Dalam Penentuan Peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat Mesran, Mesran; Suginam, Suginam; Nasution, Surya Darma; Siahaan, Andsyah Putera Utama
Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Vol 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.454 KB)

Abstract

Community Health Insurance is one of the government programs for the people of Indonesia in obtaining treatment services at Puskesmas. The program is very helpful for people who are low income and live below the poverty line. Indicators for the government in providing this service consists of 10 (ten) criteria that are House Ownership Status, Floor Area per Household Member, Type of Floor of House, Type of Wall House, Lighting House Used, Fuel Used, Frequency Of Eating In A Day, Ability Buy meat/chicken/milk in a week, Employment of head of household, Education of head of household. In the application, of course, has constraints in deciding who the participants who get the Jamkesmas service. With the application of one of Multi-Criteria Decision Making (MCDM) able to overcome obstacles faced by government. Some methods of MCDM such as Simple Additive Weighting(SAW), Weighted Product(WP), Weighted Sum Model(WSM) can solve this problem. By applying the WSM is relatively easy and fast, is believed to be able to get the best results.
PENERAPAN ALGORITMA GOLDBACH CODES DALAM PEMAMPATAN SHORT MESSAGE SERVICE BERBASIS ANDROID Lubis, Abdul Halim; Nasution, Surya Darma; Ulfa, Kurnia
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

Dalam layanan pesan singkat tentunya ada batasan jumlah penggunaan karakter dalam sekali pengiriman pesan. Jika penggunaan karakter dalam penulisan pesan melebihi batas, tentunya pada proses pengiriman pesan akan lebih lama dan penggunaaan layanan akan menghitung pengiriman pesan lebih dari sekali. Pastinya akan membutuhkan biaya tambahan di setiap pengirimannya. Salah satu masalah yang selalu menjadi persoalan adalah mengenai pemampatan karakter pada pesan teks dikarenakan aplikasi Short Message Service yang tersedia secara default pada smartphone android tidak memiliki proses kompresi dan dekompresi. Tentunya, setiap operator memiliki tarif yang berbeda dalam pemakaian layanan pesan singkat dalam sekali kirim. Bagaimana jika pengirim menuliskan sebuah pesan yang jumlah karakternya lebih dari sekali pengiriman atau lebih dari 160 karakter. Melihat kebutuhan akan pemampatan pesan teks maka perlu dilakukan kompresi yang mampu memperkecil data. Sehingga dapat menekan pemakaian jumlah karakter. Tentunya biaya pengiriman juga menjadi lebih hemat jika pesan yang harusnya dikirim lebih dari sekali pengiriman menjadi sekali pengiriman. Proses kompresi dilakukan dengan Algoritma Goldbach Codes untuk mengatasi masalah dalam memampatkan pesan teks. Karena algoritma ini sangat efisien jika diterapkan pada layanan pesan singkat
PENERAPAN METODE DEFLATE DAN ALGORITMA GOLDBACH CODES DALAM KOMPRESI FILE TEKS Irliansyah, Muhammad Rio; Nasution, Surya Darma; Ulfa, Kurnia
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

Kompresi file teks dapat memadatkan ukuran dari suatu file teks agar lebih mudah dalam pengiriman data dan penyimpanan file teks tersebut. Kompresi teks dilakukan dengan memampatkan isi dari data teks tersebut. Metode Deflate dan algoritma Goldbach codes digunakan dalam proses kompresi, kedua metode di kombinasikan untuk menghasilkan data teks yang lebih kecil ukurannya dari ukuran data sebelumnya
REDUKSI NOISE SALT AND PEPPER PADA CITRA PANKROMATIK MENGGUNAKAN METODE ARITHMATIK MEAN FILTER Pane, Latifah Hanum; Nasution, Surya Darma; Murdani, Murdani
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

Banyak gangguan yang dapat terjadi pada citra hasil kamera digital, seperti lensa tidak fokus, muncul bintik-bintik yang disebabkan oleh proses capture yang tidak sempurna, pencahayaan yang tidak merata yang menyebabkan intensitas tidak seragam, kontras citra terlalu rendah sehingga objek sulit dipisahkan dari latar belakangnya atau gangguan yang disebabkan oleh kotoran yang menempel pada citra dan lain sebagainya. Noise yang berupa bintik-bintik dapat mengurangi keindahan sebuah citra. Reduksi noise merupakan suatu proses untuk mengurangi noise pada sebuah citra untuk meningkatkan kualitas citra yang merupakan langkah awal dalam citra. Salah satu teknik yang digunakan untuk mereduksi noise adalah filter yang melakukan pemisahan noise dari objek-objek pada citra. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini adalah Arithmetik Mean Filter yang melakukan reduksi pada noise dengan cara mengganti nilai piksel dengan nilai tengah (rata-rata) intensitas piksel citra yang mengandung noise. Citra yang terkena noise biasanya mengalami penurunan mutu, kurangnya keindahan citra tersebut. Sehingga sangat diperlukan teknik reduksi noise, karena dengan teknik ini citra yang tadinya mengandung kotoran yang menempel atau bintik-bintik, kini bisa dibersihkan dan citra terlihat lebih indah bagus.
PENERAPAN ALGORITMA LEVENSTEIN PADA APLIKASI KOMPRESI FILE MP3 Sari, Tetti Purnama; Nasution, Surya Darma; Hondro, Rivalri Kristianto
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 2, No 1 (2018): Peranan Teknologi dan Informasi Terhadap Peningkatan Sumber Daya Manusia di Era
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

Compressed files require less disk space than files that are not compressed, so compressing is useful for backing up data by using storage space to be small or to send information over the Internet faster. MP3 makes the audio format often used because the data stored resembles the original data when recorded and has a size that is not too large compared to other formats. Users besides storing song files, they also store videos and other files and users also want the highest quality data and minimum quantity (size). So to make a lot of empty space and have a size of data that is not large on storage media, a compression method that means to shorten the size of the bits needed for data is needed. Algorithms used in the compression process, including the Levenstein algorithm which is a type of lossless compression. Applying the Levenstein algorithm to the compression process the author wants to know the performance of compression when done by compressing MP3 files, so that large MP3 files will be compressed into smaller sizes, so that the transmission process is carried out faster and reduces the data storage location.Keywords: MP3, File, Levenstein
APLIKASI PEMBELAJARAN CITRA DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) Tarigan, Abdul Khair; Nasution, Surya Darma; Suginam, Suginam; Karim, Abdul
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 3, No 4 (2016): Agustus 2016
Publisher : P3M STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

Teknik penyampaian materi pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa dosen saat ini masih menggunakan cara konvensional, dimana dosen hanya mencatat materi ke papan tulis dan mahasiswa menulis catatan tersebut ke buku catatan, dengan durasi pencatatan setiap mahasiswa berbeda-beda sehingga apabila mahasiswa yang memiliki durasi paling lama dalam mencatat tentunya akan mengurangi durasi proses belajar mengajar, sehingga penjelasan materi oleh dosen ke mahasiswa pun sangat sedikit cara seperti ini tentunya tidak efisien. Untuk menjelaskan materi pembelajaran citra dengan sistem komputer diperlukan konsep dan perancangan dengan mengimplementasikan suatu metode yaitu metode Computer Assisted Instruction (CAI), dimana merupakan salah satu metode pembelajaran melalui sistem computer. Metode Computer Assisted Instruction yang diterapkan memiliki beberapa tahapan yaitu Tutorial, Drill and Practice, Pemecahan Masalah, Permainan dan Simulasi. Bentuk penyajian materi yang ditampilkan oleh komputer berupa media seperti teks, gambar, suara dan video, ada juga tampilan latihan disertai dengan evaluasi jawaban, dan umpan balik dimana ini merupakan teknik agar peserta didik dapat berinteraksi dengan baik.
SIMULASI ANTRIAN PELAYANAN PEMBAGIAN DANA PROGRAM SIMPANAN KELUARGA SEJAHTERA MENGGUNAKAN ALGORITMA FIRST COME FIRST SERVER (STUDI KASUS : PT. POS INDONESIA (PERSERO) MEDAN) Zebua, Taronisokhi; Gulo, Syukur Novertiani; Nasution, Surya Darma; Ginting, Guidio Leonarde
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 3, No 4 (2016): Agustus 2016
Publisher : P3M STMIK Budi Darma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.84 KB)

Abstract

Masalah antrian sangat sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Seperti yang dihadapi oleh Kantor Pos dengan peran ganda. Selain penyedia layanan jasa antar barang, kantor pos juga berperan sebagai tempat penyalur dana program simpanan keluarga sejahtera. Analisis yang dilakukan meliputi pembentukan model antrian adalah model single queue multi server yang  memiliki satu pintu input dan satu pintu output,  simulasi antrian single queue multi server yaitu satu antrian ataupun tunggal dan mempunyai fasilitas, mempunyai banyak pelayanan dan lebih dari satu. Simulasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui tiruan-tiruan yang mendekati bentuk sebenarnya. Simulasi antrian pada algoritma first come first server menggambarkan bahwa orang yang lebih dahulu datang akan dilayani terlebih dahulu. Kalau ada proses tiba pada waktu yang sama, maka pelayanan mereka dilaksanakan melalui urutan mereka dalam antrian. Proses di antrian belakang harus menunggu sampai semua proses di depannya selesai. Antrian FCFS merupakan permasalahan yang ada terutama menyangkut kedatangan pelanggan (konsumen), permintaan pelayanan, kemudian terjadi antrian atau baris tunggu untuk memperoleh pelayanan tersebut, sehingga ada waktu tunggu. Seiring dengan kemajuan yang dicapai dengan menggunakan teknologi komputer, tahun demi tahun berkembang terus dengan pesatnya, untuk menyelesaikan masalah antrian ini dapat dipergunakan model antrian FCFS