Articles

Found 8 Documents
Search

Cattle Farmers Participation in Rural Development Program in Bantul Yogyakarta Guntoro, Budi; Prasetyo, Anang Febri; Sulastri, Endang
ANIMAL PRODUCTION Vol 18, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.372 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the level of participation, identify the factors that influence the participation of farmers and to analysis the effect of participation in the Scholars develop village or Sarjana Membangun Desa (SMD) program. The research was conducted on a group of beef cattle in the SMD program Bantul Yogyakarta Province. Primary data were collected by survey method using questionnaire interviews on 8 SMD groups consisting of 42 members. Analysis of the level of participation of farmers using discriptive analysis, while to analysis factors that affect the participation of farmers and the influence of participation to the success of the program was used multiple linear regression analysis with SPSS tools for windows 16. The result analysis shows that farmers level participation in planning, 71.43% farmers had low participation; 59.52% farmers in the implementation stage had participation that was middle level. On stage of evaluation 54.76% farmers had low participation and in stage sharing benefits 50% farmers had low participation. Success of the program SMD viewed from population cattle declined from 184 head to 107 head, while the existing capital in the group also decreased from IDR 2.904.000.000 to IDR 1.182.000.000 seen from number of members group declined from 185 farmers being 114 farmers. Regression analysis showed that age, occupation, level of formal education, non-formal education, long became members of the group, farming experience, family income, number of dependents, land holdings, cosmopolitan, group motivation, the role of SMD, and the role of agency participation of farmers had not been able to explain the participation of farmers and the value of R2 value of 0.132 (13.2%). Partially no factor capable of affecting farmers participation. Further results of the regression analysis with the participation of relationship success SMD program showed no effect with R2 value of 0.01.
KONSUMSI SUSU KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KOPERASI PETERNAK SAPI PERAH SETIA KAWAN Prasetyo, Anang Febri
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh manusia untuk mencukupi kebutuhan gizi. Meskipun sangat bermanfaat jumlah  konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Peternak sapi perah merupakan masyarakat yang dalam kesehariannya bersentuhan langsung dengan susu. Dengan demikian mengetahui konsumsi susu peternak sapi perah sangat penting. Tujuan penelitian ini 1) Mengetahui karakteristik peternak sapi perah anggota KPSP Setia Kawan. 2) Mengatahui jumah konsumsi susu pada keluarga peternak sapi perah. 3) Mengetahui faktor-faktor yang  mempengaruhi konsumsi susu segar pada keluarga peternak sapi perah. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2015 pada peternak sapi perah anggota KPSP Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur. Penentuan sampel penelitian ini ditentukan secara purposive, yaitu pada peternak yang memiliki sapi laktasi sebanyak 39 keluarga peternak.  Metode analisis yang digunakan dengan analisis deskriptif dan regresi. Hasil analisis regresi parsial menunjukkan bahwa (X1) nilai thitung sebesar 0,930 dengan signifikansi 0,359 > α=0,05; (X2) nilai thitung sebesar -0,616 dengan signifikansi 0,542 > α=0,05; (X3) nilai thitung sebesar -0,975 dengan signifikansi 0,336 > α=0,05; (X4) nilai thitung sebesar 2,473 dengan signifikansi 0,019 < α=0,05, Hal ini menunjukkan bahwa faktor jumlah kepemilikan indukan sapi perah mempengaruhi jumlah konsumsi susu keluarga peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 12,82% keluarga peternak menyisihkan 1 liter susu untuk di konsumsi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi InovasiDan Kapabilitas Peternak Pada Kelompok Ternak Kambing Prasetyo, Anang Febri; Nurkolis, Nurkolis; Suryadi, Ujang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of livestock sub-sector is one of the strategic choices in supporting the national economy. Technological innovation plays a very big role in efforts to increase productivity and food production, especially livestock. Livestock groups are a good way to apply innovation to breeders. Institutional livestock is expected to be a means to increase technology adoption. This study aims to analyze the factors that affect the adoption of technology in dairy goat breeders. This research was conducted in Lembah Meru, Jember in August-September 2016, using descriptive method of case study. The results showed that internal factors such as age, educational level, farming experience, number of family members, livelihood, income level, motivation, and number of livestock ownership have no significant effect on technology adoption rate. Factors of age, education level, number of family members, and type of livelihood have a positive value on the rate of technology adoption. The capability of breeders in managing innovation shows high yields such as: (1) adaptability with innovation; (2) the ability to refine innovation; (3) the ability of commitment to innovation; (4) the ability to implement innovation; And (5) the ability to manage the available resources.
PERAN KELEMBAGAAN PETERNAK DALAM ADOPSI TEKNOLOGI Prasetyo, Anang Febri; Awaludin, Aan
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini kelembagaan peternak masih dipandang belum mampu menjadi sarana untuk meningkatkan adopsi teknologi dan sarana dalam bertukar informasi didalam kelompok peternak. Tujuan penelitia ini untuk menganalisis peranan kelembagaan peternak dalam meningkatkan adopsi teknologi. Penelitian ini dilakukan pada kelompok ternak lembahmeru, Kabupaten Jember dengan jumlah sampel seluruh anggota yang berjumlah sebanyak 20 peternak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi. Peran kelembagaan di kelompok ternak lembah meru terkait penyebaran informasi teknologi, wadah kerjasama, dan pendapatan peternak cukup tinggi. Namun, peran kelembagaan dalam edukasi peternak masih dirasakan belum optimal. Penerapan teknologi di kelompok ternak lembah meru masih sangat rendah. Hal ini kelompok ternak lembah meru sedang pada tahap menilai teknologi.berdasarkan hasil analisis korelasi antara peran kelembagaan dengan tingat adopsi teknologi peternak di kelompok ternak lembah meru tidak memiliki pengaruh, namun hasil analisi menunjukkan nilai yang positif. Diharapkan kepada kelompok ternak lembah meru mampu meningkatkan edukasi kepada anggota kelompok ternak dalam penerapan teknologi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi InovasiDan Kapabilitas Peternak Pada Kelompok Ternak Kambing Prasetyo, Anang Febri; Nurkolis, Nurkolis; Suryadi, Ujang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.864 KB)

Abstract

The development of livestock sub-sector is one of the strategic choices in supporting the national economy. Technological innovation plays a very big role in efforts to increase productivity and food production, especially livestock. Livestock groups are a good way to apply innovation to breeders. Institutional livestock is expected to be a means to increase technology adoption. This study aims to analyze the factors that affect the adoption of technology in dairy goat breeders. This research was conducted in Lembah Meru, Jember in August-September 2016, using descriptive method of case study. The results showed that internal factors such as age, educational level, farming experience, number of family members, livelihood, income level, motivation, and number of livestock ownership have no significant effect on technology adoption rate. Factors of age, education level, number of family members, and type of livelihood have a positive value on the rate of technology adoption. The capability of breeders in managing innovation shows high yields such as: (1) adaptability with innovation; (2) the ability to refine innovation; (3) the ability of commitment to innovation; (4) the ability to implement innovation; And (5) the ability to manage the available resources.
PERAN KELEMBAGAAN PETERNAK DALAM ADOPSI TEKNOLOGI Prasetyo, Anang Febri; Awaludin, Aan
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.83 KB)

Abstract

Selama ini kelembagaan peternak masih dipandang belum mampu menjadi sarana untuk meningkatkan adopsi teknologi dan sarana dalam bertukar informasi didalam kelompok peternak. Tujuan penelitia ini untuk menganalisis peranan kelembagaan peternak dalam meningkatkan adopsi teknologi. Penelitian ini dilakukan pada kelompok ternak lembahmeru, Kabupaten Jember dengan jumlah sampel seluruh anggota yang berjumlah sebanyak 20 peternak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi. Peran kelembagaan di kelompok ternak lembah meru terkait penyebaran informasi teknologi, wadah kerjasama, dan pendapatan peternak cukup tinggi. Namun, peran kelembagaan dalam edukasi peternak masih dirasakan belum optimal. Penerapan teknologi di kelompok ternak lembah meru masih sangat rendah. Hal ini kelompok ternak lembah meru sedang pada tahap menilai teknologi.berdasarkan hasil analisis korelasi antara peran kelembagaan dengan tingat adopsi teknologi peternak di kelompok ternak lembah meru tidak memiliki pengaruh, namun hasil analisi menunjukkan nilai yang positif. Diharapkan kepada kelompok ternak lembah meru mampu meningkatkan edukasi kepada anggota kelompok ternak dalam penerapan teknologi.
KONSUMSI SUSU KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KOPERASI PETERNAK SAPI PERAH SETIA KAWAN Prasetyo, Anang Febri
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.203 KB)

Abstract

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh manusia untuk mencukupi kebutuhan gizi. Meskipun sangat bermanfaat jumlah  konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Peternak sapi perah merupakan masyarakat yang dalam kesehariannya bersentuhan langsung dengan susu. Dengan demikian mengetahui konsumsi susu peternak sapi perah sangat penting. Tujuan penelitian ini 1) Mengetahui karakteristik peternak sapi perah anggota KPSP Setia Kawan. 2) Mengatahui jumah konsumsi susu pada keluarga peternak sapi perah. 3) Mengetahui faktor-faktor yang  mempengaruhi konsumsi susu segar pada keluarga peternak sapi perah. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2015 pada peternak sapi perah anggota KPSP Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur. Penentuan sampel penelitian ini ditentukan secara purposive, yaitu pada peternak yang memiliki sapi laktasi sebanyak 39 keluarga peternak.  Metode analisis yang digunakan dengan analisis deskriptif dan regresi. Hasil analisis regresi parsial menunjukkan bahwa (X1) nilai thitung sebesar 0,930 dengan signifikansi 0,359 > α=0,05; (X2) nilai thitung sebesar -0,616 dengan signifikansi 0,542 > α=0,05; (X3) nilai thitung sebesar -0,975 dengan signifikansi 0,336 > α=0,05; (X4) nilai thitung sebesar 2,473 dengan signifikansi 0,019 < α=0,05, Hal ini menunjukkan bahwa faktor jumlah kepemilikan indukan sapi perah mempengaruhi jumlah konsumsi susu keluarga peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 12,82% keluarga peternak menyisihkan 1 liter susu untuk di konsumsi.
PENINGKATAN KETRAMPILAN BETERNAK DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) NIRWANA DI KECAMATAN PATRANG, KABUPATEN JEMBER Prasetyo, Anang Febri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.183 KB)

Abstract

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Nirwana yang berada di Kecamatan Patrang merupakan usaha ternak domba yang dikembangkan oleh keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Permasalahan bagi mitra adalah keterbatasan IPTEK dan lemahnya ekonomi anggota, sehingga usaha ternak domba yang dijalankan oleh kelompok sulit untuk berkembang. Permasalahan sosial pada anggota KUBE juga memaksa peternak menjual hasil ternaknya untuk kebutuhan hidup sehari hari, sehingga ternak domba yang dipelihara tidak berkembang. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan ketrampilan dan wawasan peternak dalam mengembangkan usaha ternaknnya. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan MOL(Mikro Organisme Lokal) dan pengolahan limbah ternak agar bernilai ekonomis. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organic, pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dan pupuk organic cair. MOL yang telah di buat dapat diginakan untuk membuat pakan fermentasi untuk mengatasi masalah pakan saat musim kemarau, sedangkan pupuk organic cair dan pupuk organic telah di jual sehingga dapat menambah penghasilan peternak. Kata Kunci : Pelatihan, Ternak, domba, Kube, Mikro Organisme Lokal