DP Tejo Baskoro, DP Tejo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DI SUB DAS CISADANE HULU

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.923 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan penggunaan lahan di Sub DAS Cisadane Hulu sudah mengganggu kondisi tata airnya. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi kinerja sub-sub DAS; (2) menentukan arahan penggunaan lahan; dan(3) mengidentifikasi preferensi masyarakat tentang jenis penggunaan lahan yang optimal. Parameter penilai kinerjasub-sub DAS meliputi Indeks Penggunaan Lahan (IPL), koefisien limpasan (C), Indeks Bahaya Erosi (IBE) dan kadarsedimen (SC). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 44 sub-sub DAS Cisadane Hulu, 36 sub-sub DAS berkinerjaBuruk dan 8 lainnya berkinerja Sedang. Untuk meningkatkan kinerjanya digunakan skenario terbaik dalam rangkakonservasi sumberdaya air. Skenario Fungsi Kawasan menghasilkan komposisi penggunaan lahan yang terbaik,dibanding skenario Kemampuan Lahan dan RTRW. Dalam skenario terbaik, Sub DAS Cisadane Hulu terbagi atas 3kawasan dengan prioritas penggunaan lahan yang berbeda. Kawasan Lindung diarahkan untuk hutan, kawasanpenyangga diarahkan untuk hutan dan perkebunan campuran, dan kawasan budidaya diarahkan untuk sawah.Analytic Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa masyarakat memilih kawasan penyangga diarahkan untukperkebunan campuran dan kawasan budidaya diarahkan untuk sawah. Untuk melaksanakan arahan penggunaanlahan terbaik tersebut, diperlukan strategi kebijakan yaitu penetapan status kawasan, sosialisasi dan pengendalianpemanfaatan ruang yang ketat.Kata Kunci: DAS, Konservasi Sumberdaya Air, Arahan Penggunaan Lahan.ABSTRACTLand use problem in Cisadane Hulu sub watershed has led to deterioration of water resources, so that moreattention should be given to water resources conservation. The objectives of this research were: (1) to identify theperformance of sub watersheds, (2) to evaluate alternatives of land use allocation, and (3) to identify people’spreference on optimum land use. Parameters used for assessing the performance of sub watersheds include LandCover Index (IPL), coefficient of runoff (C), Erosion Hazard Index (IBE) and Suspended Sediment Concentration (Sc).Among the sub watersheds, 36 sub watersheds showed “Poor” performance, and 8 sub watersheds showed “Medium”performance. To improve the performance, 3 scenarios of land use allocation were simulated, those based onFunctional Zone, Land Capability, and Land Use Planning (RTRW). The result showed that Functional Zone scenarioproduced the best result. The best scenario directed the Cisadane Hulu sub watershed into 3 main areas with differentland use priorities. Within this scenario, protected area is directed as forest, buffer zone area as forest or mixedplantation, and cultivated area as rice field. Meanwhile, Analytic Hierarchy Process (AHP) result showed that peopleprefer to use the buffer zone area as mix plantation and the cultivation area as rice field. To implement the best landuse allocation, strategic policy is required such as defining legal status of particular area, socialization andimplementation of tight control of the land use.Keyword: Watershed, Water Resources Conservation, Land Use Allocation.

MODEL SPASIAL GENANGAN BANJIR: STUDI KASUS WILAYAH SUNGAI MANGOTTONG, KABUPATEN SINJAI, PROVINSI SULAWESI SELATAN

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.232 KB)

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dan disebabkan oleh curah hujan yangtinggi. Sinjai merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang pernah dilanda banjir. Bencanabanjir yang terjadi pada tahun 2006 menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa, khususnya di ibukota kabupatenakibat meluapnya Sungai Mangottong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensimulasikan model spasialgenangan di wilayah Sungai Mangottong berdasarkan data DEM dan volume banjir. Data DEM dibuat denganmenggabungkan DEM SRTM 30 m dan DEM hasil interpolasi titik tinggi dari berbagai sumber data, sedangkanvolume banjir diperoleh dari perhitungan volume kurva hidrograf sintetis debit banjir. Model ini menggunakan algoritmaaproksimasi untuk menganalisis ketinggian genangan berdasarkan perbandingan antara volume air daerah yangtergenang dan volume air sebagai sumber banjir. Hasil validasi model genangan menunjukkan akurasi yang cukupakurat untuk kedalaman genangan dari hasil simulasi model tahun 2006 dengan nilai R2 yaitu 0,72 dan luas daerahyang tergenang yaitu 903,92 ha. Luas daerah yang tergenang untuk hasil simulasi model periode ulang 25, 50, dan100 tahun masing-masing yaitu 903,36 ha, 934,36 ha, dan 961,20 ha.Kata Kunci: Model Spasial, DEM, Validasi Model, Volume Banjir.ABSTRACTFlood is one of natural disasters that often occur in Indonesia due to high rainfall. Sinjai is one of the regencies inSouth Sulawesi Province which had been experienced of severe floods. Flood that occurred in 2006 caused manylosses and victims, especially in the capital city of the district due to the overflow of Mangottong River. The objectivesof the research were to analyze and simulate spatial modeling of flood inundation of Mangottong River area based onDEM and flood volume data. The DEM data were created by combining DEM SRTM 30 m and DEM from interpolationresults of height points from varied data sources. Meanwhile, the flood volume data were obtained from the calculationof curve of hydrograph of synthetic flood discharge volume. This model used approximation algorithm to analyzeinundation height based on the comparison between water volume in inundated area and flood source area.Inundation model validation results showed a fairly good accuracy for the flood depth in 2006 simulation with the valueof R2 was 0.72 and the total inundated area was 903.92 hectars. The inundated area for simulation model results forperiod of the 25th, 50th, and 100th year were 903.36 hectars, 934.36 hectars, and 961.20 hectars, respectively.Keywords: Spatial Modelling, DEM, Model Validation, Flood Volume.

MODEL SPASIAL GENANGAN BANJIR: STUDI KASUS WILAYAH SUNGAI MANGOTTONG, KABUPATEN SINJAI, PROVINSI SULAWESI SELATAN

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.232 KB)

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dan disebabkan oleh curah hujan yangtinggi. Sinjai merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang pernah dilanda banjir. Bencanabanjir yang terjadi pada tahun 2006 menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa, khususnya di ibukota kabupatenakibat meluapnya Sungai Mangottong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensimulasikan model spasialgenangan di wilayah Sungai Mangottong berdasarkan data DEM dan volume banjir. Data DEM dibuat denganmenggabungkan DEM SRTM 30 m dan DEM hasil interpolasi titik tinggi dari berbagai sumber data, sedangkanvolume banjir diperoleh dari perhitungan volume kurva hidrograf sintetis debit banjir. Model ini menggunakan algoritmaaproksimasi untuk menganalisis ketinggian genangan berdasarkan perbandingan antara volume air daerah yangtergenang dan volume air sebagai sumber banjir. Hasil validasi model genangan menunjukkan akurasi yang cukupakurat untuk kedalaman genangan dari hasil simulasi model tahun 2006 dengan nilai R2 yaitu 0,72 dan luas daerahyang tergenang yaitu 903,92 ha. Luas daerah yang tergenang untuk hasil simulasi model periode ulang 25, 50, dan100 tahun masing-masing yaitu 903,36 ha, 934,36 ha, dan 961,20 ha.Kata Kunci: Model Spasial, DEM, Validasi Model, Volume Banjir.ABSTRACTFlood is one of natural disasters that often occur in Indonesia due to high rainfall. Sinjai is one of the regencies inSouth Sulawesi Province which had been experienced of severe floods. Flood that occurred in 2006 caused manylosses and victims, especially in the capital city of the district due to the overflow of Mangottong River. The objectivesof the research were to analyze and simulate spatial modeling of flood inundation of Mangottong River area based onDEM and flood volume data. The DEM data were created by combining DEM SRTM 30 m and DEM from interpolationresults of height points from varied data sources. Meanwhile, the flood volume data were obtained from the calculationof curve of hydrograph of synthetic flood discharge volume. This model used approximation algorithm to analyzeinundation height based on the comparison between water volume in inundated area and flood source area.Inundation model validation results showed a fairly good accuracy for the flood depth in 2006 simulation with the valueof R2 was 0.72 and the total inundated area was 903.92 hectars. The inundated area for simulation model results forperiod of the 25th, 50th, and 100th year were 903.36 hectars, 934.36 hectars, and 961.20 hectars, respectively.Keywords: Spatial Modelling, DEM, Model Validation, Flood Volume.