Articles

Found 9 Documents
Search

PERIKANAN TERIPANG DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Hartati, Sri Turni; Wahyuni, Indar Sri; Suprapto, Suprapto; Reswati, Elly
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4865.544 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.4.2002.55-64

Abstract

Penelitian status perikanan teripang di perairan Kepulauan Seribu telah dilakukan pada musim peralihan barat ke timur, musim timur dan musim peralihan timur ke barat tahun 2001. perairan pulau Tikus dan Pulau Pramuka ditentukan sebagai lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang stok. teripang, lingkungin perairan teripang, perikanan teripang lainnya.
MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI PERIKANAN TERPADU: (STUDI KASUS DI WILAYAH PENGEMBANGAN UTAMA III, JAWA TENGAH) Purnomo, Agus Heri; Suryawati, Siti Hajar; Hikmayani, Yayan; Reswati, Elly
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.35-56

Abstract

Penelitian ini mencakup suatu rangkaian kegiatan studi lapang, analisis sosio-ekonomis dan pemodelan, dilaksanakan pada tahun 2002, dengan tujuan untuk merancang suatu model pengembangan industri perikanan. Contoh kasus 5 kabupaten di Propinsi Jawa Tengah (Rembang, Pati, Blora, Jepara dan Kudus) diacu untuk membangun model tersebut di lokasi penelitian, yang secara induktif dapat dikembangkan menjadi model umum yang berlaku di wilayah lain.
NERACA SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN SEBAGAI LANDASAN KEBIJAKAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN Muliawan, lrwan; Reswati, Elly; Munajati, Sri Lestari
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 11, No 1 (2009)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2673.718 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2009.11-1.334

Abstract

Pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan merupakan tuntutan pembangunan dewasa ini, oleh karena itu pengukuran dan pengindikasian kondisi lingkungan menjadi hal penting. Neraca sumberdaya merupakan salah satu indikator perkembangan pengelolaan sumberdaya dipandang mampu untuk memberikan informasi tersebut. Setidaknya neraca tersebut juga memuat tiga paradigma pembangunan, yakni; keberpihakan sosial, efisiensi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, dibuat tulisan ini dengan tujuan menerapkan konsepsi penyusunan neraca sumberdaya kelautan dan perikanan sebagai salah satu indikator kinerja pembangunan kelautan dan perikanan.Secara garis besar, prosedur penelitian ini menggunakai teknik valuasi ekonomi sumberdaya yakni konsep Total Economic Valuation (TEV), untuk mendekati nilai ekonomi sumberdaya. Kondisi sosial dan lingkungan didapat dari koleksi  peta dan data tabutar (data sekunder) dari dinas terkait. Hasit penelitian ini berupa teridentifikasinya multiuse dari sumberdaya di Kompleks Danau Tempe yaitu penggunaan lahan oleh beberapa jenis kegiatan pemanfaatan dalam lokasi yang sama, tergantung tinggi muka air danau. Selain itu diketahui pula nilai ekonomi sumberdaya tersebut dan terakhir berupa penyusunan neraca sumberdaya yang memuat status sosial, nilai ekonomi dan kondisi lingkungan di sumberdaya tersebut. Sebagai bahan evaluasi pengembangan neraca sumberdaya ini, berupa upaya menemukan klasifikasi dari item-item yang akan diamati dalam perkembangan pengelolaan sumberdaya yang ada, karena model ini lebih memandang sudut tipologi sumberdaya sebagai satuan sumberdaya yang akan diamati. Kemungkinan model ini akan berbenturan dengan kepentingan yang berlingkup pada satuan administratif wilayah otonomi seperti kabupaten, atau kecamatan, sehingga perlu bagi pengelola wilayah otonomi memandang sumberdaya sebagai satu kesatuan yang utuh.Kata kunci : Neraca Sumberdaya, Valuasi Ekonomi Total, Sumberdaya Kelautan dan Perikanan ABSTRACTSustainable resource management is development demand in nowadays. Therefore, measurement and indicating on environment condition become important issues on this subject. Resource balance is one of the resource management indicators that can be implied to give the information. The balance can imply three development paradigms at least, such as social tendency, economic efficiency, and environment sustainability. Based on these paradigms, the purpose the paper is to apply the concept of marine and fishery resource balance as one of the performance indicators on marine and fishery development. Generally, the research procedure is using resource economic valuation technique that is Total Economic Valuation (TEV), used to approach resource economic value. Social condition and environment data is collected from map collection and other secondary data in related institution. The research result are multi use identification from Danau Tempe basin resource that is land use by some land use activities in the same site. In addition, it also shows resource economic value and resource balance concept that contains social status, economic value, and environment condition in that resource. The evaluation resource balance development material is the urgency on effort to identify and to find the items list on classification column from the balance model. Since the balance model gives a tendency on resource topology point of view as resource unit that will be analyzed. There will be a possibility that the balance will collide with the interests in administrative scope on autonomy area such as district or sub-district. So it is necessary for autonomy stakeholders to see resources in integrated way.Keywords: Resources Balance, Total Economic Valuation, Fisheries and Marine Resources
Memaknai Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Kurniasari, Nendah; Reswati, Elly
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 6, No. 1, Tahun 2011
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.59 KB) | DOI: 10.15578/marina.v6i1.5805

Abstract

Pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) dinilai mempunyai efektifitas yang rendah. Selama delapan tahun PEMP berlangsung, wilayah pesisir masih menjadi kantung kemiskinan di negara ini. Tulisan ini merupakan analisis singkat terhadap pelaksanaan PEMP dalam tataran konseptual dan tataran praktis. Hasil analisis diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi program pemberdayaan berikutnya. Dalam tataran konsep, PEMP telah memenuhi stategi mata pencaharian dan strategi permodalan untuk memutus rantai kemiskinan. Namun PEMP kurang mendapat perhatian dalam strategi makro, karena sektor kelautan dan perikanan belum menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan nasional. Dalam tataran praktis, beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu merubah persepsi nelayan tentang makna bantuan, meningkatkan kapasitas sasaran dalam managemen dan administrasi keuangan, sinkronisasi antara berbagai program pemberdayaan, serta penyesuaian program dengan kultur sempat yang sangat bersifat lokalitas.
Kearifan Lokal Masyarakat Lamalera: Sebuah Ekspresi Hubungan Manusia Dengan Laut Kurniasari, Nendah; Reswati, Elly
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 6, No. 2, Tahun 2011
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.823 KB) | DOI: 10.15578/marina.v6i2.5810

Abstract

Makalah ini bertujuan melihat kearifan lokal yang dibentuk oleh sebuah masyarakat nelayan dilihat dari perspektif psikologi lingkungan. Makalah ini merupakan studi literatur, dimana informasi diperoleh dengan cara mengkaji literatur yang terkait dengan teori-teori adaptasi lingkungan, kearifan lokal serta kehidupan masyarakat Lamalera. Kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Lamalera mengenai norma berburu paus telah berusia ratusan tahun. Kearifan itu merupakan perbauran yang kental antara tradisi dan ajaran Katolik. Kearifan yang muncul tidak hanya menjaga kelestarian dan kesimbangan ekosistem laut namun juga menjaga keseimbangan dalam berhubungan dengan sesama warga masyarakat. Keseimbangan alam tersebut terancam ketika Pemerintah Daerah mengeluarkan ijin untuk penambangan emas. Kearifan lokal yang muncul sabagai reaksi dari adanya stimulus ini adalah penolakan terhadap penambangan emas di Lamalera dengan alasan akan merusak keseimbangan ekosistem yang mengakibatkan terputusnya ikatan mereka dengan para leluhur yang selama ini telah menjaganya.
Penerapan Prinsip Blue Economy pada Masyarakat Pesisir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Mira, Mira; Firdaus, Maulana; Reswati, Elly
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 9, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.719 KB) | DOI: 10.15578/marina.v9i1.213

Abstract

Konsep blue economy sudah menjadi perhatian dalam pembangunan sektor perikanan di Indonesia. Hal ini diindikasikan dengan dirumuskannya sebuah konsep pengembangan blue economy untuk kelautan dan perikanan Indonesia. Pada tahun 2013 Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBSEKP) melakukan identifikasi penerapan prinsip blue economy pada lokasi sasaran pengembangan Klinik Iptek Mina Bisnis (KIMBIS) di wilayah pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga usaha perikanan dan kelautan yang telah menerapkan prinsip-prinsip blue economy di lokasi penelitrian, yaitu: usaha longyam, polikultur, dan usaha pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk. Untuk lebih meningkatkan tingkat penerapan prinsip blue economy pada ketiga usaha tersebut, perlu dukungan pemerintah baik berupa sarana maupun prasarana yang lebih baik dengan disertai upaya pendampingan yang lebih intensif.
PENGEMBANGAN INDUSTRI PERIKANAN DI SEKITAR KAWASAN EKOLOGIS PENTING: STUDI KASUS CILACAP Purnomo, Agus Heri; Reswati, Elly; Hikmah, Hikmah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.10.7.2004.13-30

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada periode Januari sampai dengan Desember 2003, dengan tujuan mendapatkan pola pengembangan industri yang ramah lingkungan, di lokasi-lokasi dimana fungsi-fungsi ekologis berbenturan dengan potensi industri perikanan yang besar. Ekologis dalam konteks ini mengacu pada fungsi-fungsi pranata alam seperti fungsi suaka satwa langka, pembesaran larva dan anakan ikan dan ekosistem yang unik. Penelitian ini merupakan studi kasus yang mengambil lokasi utama di Kabupaten Cilacap.
ASPEK FINANSIAL DAN KELEMBAGAAN SISTEM USAHA PERIKANAN (suP) PENANGKAPAN IKAN PATIN DI INDONESIA Nasution, Zahri; Reswati, Elly; Subagja, Jojo; Koeshendrajana, Sonny
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7205.458 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.1-9

Abstract

Riset yang bertujuan mengevaluasi aspek finansial dan kelembagaan sistem usaha perikanan penangkapan ikan patin yang ada di masyarakat nelayan termasuk kebrjakan pemerintah dan permasalahannya telah dilakukan pada tahun 2002. Riset dilaksanakan pada beberapa lokasi di Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Selatan menggunakan metoda survai. Survai dilakukan untuk mengumpulkan data teknologi, ekonomi dan kelembagaan sistem usaha yang dipandu menggunakan daftar topik pertanyaan dan dikumpulkan dengan cara wawancara langsung terhadap responden.
KAJIAN TEKNO-SOSIO-EKONOMIS PRAKTEK TITIP MUATAN DALAM REVITALISASI PERIKANAN TANGKAP Reswati, Elly; Purnomo, Agus Heri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3481.315 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.83-95

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tahun 2004 dengan tujuan mengkaji kemungkinan penerapan sistim titip muatan sebagai salah satu upaya revitalisasi usaha perikanan tangkap dengan pendekatan studi kasus pada lokasi-lokasi kasus meliputi Juwana (Pati), Cilacap dan Pekalongan. Data utama yang digunakan merupakan data primel yang mencakup informasi variabel-variabel teknis dan finansial, dikumpulkan secara purposif melalui wawancara menggunakan daftar isian berstruktur.