Articles

Found 4 Documents
Search

SUMBERDAYA IKAN PELAGIS DAN DAERAH PENANGKAPANNYA DI INDONESIA Nugroho, Duto; Atmadja, Suherman Banon
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2328.713 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2008.10-2.324

Abstract

Analisis pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis di beberapa perairan pantai menunjukkan tekanan penangkapan yang cenderung tinggi, sedangkan tekanan penangkapan di kawasan lepas pantai relatif dinamis dimana perubahan struktur armada dengan inovasi menuju efisiensi yang tinggi terus berkembang untuk mencapai keberhasilan secara komersial. Peningkatan ketersediaan informasi peramalan daerah penangkapan ikan yang semakin dirasakan perlu untuk meningkatkan peluang keberhasilan pemanfaatannya. Daerah penangkapan ikan yang semakin jauh dari pangkalan menyebabkan terjadinya perpindahan armada antar wilayah dan interaksi antar alat tangkap. Kondisi ini mengarah pada perlunya kepastian keberadaan sediaan ikan sebagai elemen utama dalam pemananfaatan sumberdaya. Adakah upaya pelacakan daerah penangkapan ikan sebagai bagian dari skema efisiensi operasional pemanfaatan sumberdaya ikan laut di Indonesia ? merupakan pertanyaan yang memerlukan pemikiran secara komprehensif berlandaskan bukti-bukti ilmiah didalam menjawabnya. Pendekatan kehati-hatian dalam penyampaian informasi perlu diupayakan, mengingat sebagian besar hasil tangkapan ikan pelagis berada pada ukuran yang belum dewasa. Tulisan ini menggambarkan status pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis dan daerah penangkapannya bedasarkan himpunan hasil penelitian yang telah dilakukan.Kata Kunci : lkan Pelagis, Daerah Penangkapan, Efesiensi ABSTRACTAnalysis on the use of pelagic fish resources rn some coastal area showed a high catchment, while the catchment in offshore marine area was relatively dynamic where structure change of the ship with innovation to high efficiency was developed to reach commercial success. More information to predict regions to catch fishes is needed in order to increase the chance to succeed. Regions far away from the shore will cause the ships to -:.e and the catching equipments to interact. This condition leads to the need to know for sure the availability of fishes as the main element in the resource utilization. ls there any effort to determine fish catchment areas as part of operational efficiency scheme in utilization of fish resource in Indonesia? is a question that needs a comprehensive thought that is scientifically proven. Careful approach in information dissemination needs to be performed because most pelagic fishes caught were still immature. This paper describes the status of pelagic fishes utilization and their catchment areas based on previously done researches.Keywords: Pelagic Fish, Fishing Areas, Efficiency
ANALISIS UPAYA EFEKTIF DARI DATA VESSEL MONITORING SYSTEM DAN PRODUKTIVITAS PUKAT CINCIN SEMI INDUSTRI DI SAMUDERA HINDIA Atmadja, Suherman Banon; Natsir, Mohamad; Kuswoyo, Adi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.012 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.177-184

Abstract

Akhir-akhir ini pukat cincin yang dioperasikan menggunakan rumpon laut-dalam (payao) telah menjadi masalah serius pada perikanan tuna. Hal ini karena hasil tangkapan komersialnya lebih menurunkan stok ikan tuna dibandingkan metode lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas penangkapan dari kapal pukat cincin berdasarkan atas data mendekati waktu sebenarnya (nearly real time) vessel monitoring system dan catatan nelayan yang digunakan untuk mengestimasi jumlah tawur dan produktivitas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa estimasi tawur dari data vessel monitoring system lebih besar dari aktivitas penangkapan yang sebenarnya, alasan perbedaan berkisar 24-43%. Hal ini diakibatkan lebih banyak kegagalan tawur dan tidak ada aktivitas penangkapan karena kondisi cuaca yang buruk. Produktivitas dari lima trip kapal contoh selama tahun 2010 menunjukkan hasil tangkapan berkisar 14-63 ton/trip dengan produktivitas berkisar 0,5-1,73 ton/ tawur, di mana produktivitas terendah terjadi pada trip keenam (bulan Juli sampai Agustus). Hasil tangkapan didominansi oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), sedangkan gerombolan ikan cakalang kerapkali bercampur dengan juvenile madidihang (Thunnus albacares) dan juvenile tuna mata besar (Thunnus obesus) yang menghuni lapisan permukaan dan memangsa terutama jenis ikan epipelagis. Keberhasilan perikanan pelagis sebagian besar tergantung pada pengaruhpengaruh jangka pendek, seperti kondisi gelombang besar, arus, terang bulan, dan suhu permukaan laut.Recently, the purse seiners that operated using fish aggregating devices has become a serious problem in tuna fisheries. This commercial catches affected on the declining of tuna stocks compared to other methods. The objective of this study is to evaluate the activity of purse seiners based on nearly real time vessel monitoring system data and records data of the fishermen which was used to estimate haul numbers and productivity. The research concluded that the estimated haul of vessel monitoring system by data is larger than the actual fishing activity, which the difference ranged from 24-43%. It causes more failure haul and no fishing activity due to bad weather conditions. Productivity of 5 trips vessel samples during the year 2010/2011 showed the catch per trip ranges from 14-63 tons and productivity ranges from 0.5-1.73 ton/haul, in which the lowest productivity occurred on the six trip (July until August). The catch was dominated by skipjack (Katsuwonus pelamis) and schools of skipjack often mix with juvenile yellowfin (Thunnus albacares), and big eye (Thunnus obesus). The fish inhabit the surface layer and feed mainly on epipelagic prey. The success of pelagic fishery is largely depend on short
SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA Sadhotomo, Bambang; Atmadja, Suherman Banon
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.502 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.4.2012.221-232

Abstract

Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment).  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut. A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a gradual decline in production and MSY level have taken place since years. The interaction of fishing effort and fish biomass approach showed that during periods of fish biomass recovery, numbers of fishers have left out from the fisheries.
PRODUKTIVITAS, KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN DAERAH PENANGKAPAN JARING CANTRANG YANG BERBASIS DI PPP TEGALSARI, TEGAL Ernawati, Tri; Atmadja, Suherman Banon
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.83 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.193-200

Abstract

Jaring cantrang merupakan alat tangkap tradisional yang telah lama beroperasi di Laut Jawa. Cantrang merupakan alat tangkap yang cukup efektif untuk memanfaatkan sumberdaya ikan demersal. Sebelum tahun 1980 jaring cantrang dioperasikan dengan menggunakan kapal berukuran relatif kecil yaitu kurang dari 10 GT. Alat tangkap cantrang di Tegal dioperasikan oleh kapal-kapal dengan ukuran berkisar 5 -30 GT. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi mengenai produktivitas cantrang, komposisi hasil tangkapan dan daerah penangkapannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Periode pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2010 hingga Januari 2011. Data hasil tangkapan dianalisis dengan menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas cantrang per trip, per hari dan per tawur berbeda-beda. Perbedaan hasil tangkapan antara lain disebabkan oleh: a) adanya perbedaan perlakuan teknik pengoperasian jaring cantrang karena pengaruh gelombang, arah arus dan kemampuan olah gerak kapal, b). jumlah tawur/setting yang berbeda-beda tiap hari nya dalam setiap trip dan c). kondisi fishing ground yang berbeda. Perbedaan komposisi hasil tangkapan cantrang disebabkan oleh kondisi sumber daya di daerah penangkapan dan perbedaan kedalaman perairan. Perubahan daerah penangkapan cantrang tidak dipengaruhi oleh perubahan musim. Perubahan daerah penangkapan lebih dipengaruhi oleh faktor kondisi cuaca dan pengalaman berdasarkan perolehan hasil tangkapan pada trip-trip sebelumnya. Danish seine (cantrang) is a traditional fishing gear having been used for a long time in Java Sea. Cantrang is an effective fishing gear to exploit the of demersal fish resource. Before 1980, cantrang was operated by using small boat less than 10 GT. In Tegal the danish seine were operated by boat with size were between 5?30 GT. The aimof this study is to obtain the information on productivity, catch composition, and fishing ground of cantrang. The research was conducted by survey method. Data were calculated during the period of March 2010 to January 2011. Catch data was analyzed by Analysis of Variance. The result showed that productivity of Danish seine per trip, per day and per setting was different. The differences of catch were caused by several factors such as: a) a different treatment of cantrang operation because of the wave influence, current direction, and ability of ship manuver , b). the number of setting per day in every trips and c). the different condition of fishing ground. The difference of cantrang catch composition is caused by condition of resource in different fishing ground and the waters depth. The alteration of cantrang fishing ground is not influenced by the change of season. It is influenced by the condition of weather and the experience based on the fish catch result on the previous trips