Asep Karsidi, Asep
Badan Informasi Geospasial

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

URBAN GROWTH PREDICTION USING LOGISTIC REGRESSION MODEL

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.103 KB)

Abstract

Urbanization has been one of major issues in Indonesia, especially in big cities likeJakarta. Bogor as the supporting area of Jakarta has been affected by this urbanization. It did not only impact in increasing population, but it did also affect the carrying capacity of the environment. This research studied urban growth of Bogor, using logistic regression model. The model involve several driving factors that can be used to predict future impact of urbanization. The results indicate that the logistic regression model for urban growth in Bogor shows that R2 = 0.18, which means that the model is relatively good. In this research ROC has been produced is 0.8429, which means the logistic regression model of urban growth of Bogor can be estimated well.Keywords: Urban Growth, Logistic Model, Spatial AnalysisABSTRAKUrbanisasi merupakan salah satu isu besar di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Bogor sebagai daerah pendukung Jakarta juga menjadi daerah yang mendapat dampak dari urbanisasi tersebut. Bukan hanya jumlah populasi yang makin bertambah, tetapi juga daya dukung lingkungan yang juga dipengaruhi. Penelitian ini mengkaji pertumbuhan urbanisasi di Bogor, dengan menggunakan model logistik. Model ini mengidentifikasi beberapa faktor pendorong yang digunakan untuk memprediksi pertumbuhan urbanisasi ke depan. Hasil dari model regresi logistik menunjukkan bahwa pertumbuhan urbanisasi di Bogor dapat diprediksi dengan R2 = 0,18, yang dapat dikategorikan agak bagus. Dalam penelitian ini ROC = 0,8429, yang berarti urbanisasi di Bogor dapat diprediksi dengan baik menggunakan model regresi logistik.Kata Kunci: Pertumbuhan Urbanisasi, Model Logistik, Analisis Spasial

PELUANG DAN TANTANGAN EKONOMI GEOSPASIAL DI INDONESIA

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.719 KB)

Abstract

Salah satu dari tujuan UU No. 4/2011 tentang Informasi Geospasial adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pemerataan dan keberlanjutan. Pemerataan selain berdimensi sosio-demografis juga geografis-finansial. Dan keberlanjutan selain memperhatikan aspek ketersediaan sumber daya alam juga dampak lingkungan. Tulisan singkat ini akan membahas 3 aspek dari sekian aspek ekonomi geospasial di Indonesia. Pertama menelaah gagasan bahwa bila Informasi Geospasial Dasar (IGD) yang menjadi domain Badan Informasi Geospasial (BIG) digratiskan, maka akan terjadi dampak positif ekonomi yang cukup signifikan, dan berbagai cabang ekonomi kreatif spasial akan tumbuh subur. Kedua menelaah aspek-aspek penguatan SDM yang diperlukan untuk menunjang tumbuhnya ekonomi geospasial. Dan ketiga ide pengaturan agar masyarakat tetap mendapatkan IGDyang paling berkualitas, di tengah keterbatasan sumberdaya BIG – meski mendapat mandat UU menjadi satu-satunya penyelenggara, namun pada saat yang sama ada inisiatif baik dari pemerintah daerah, swasta maupun masyarakat.Kata Kunci : Informasi Geospasial, Ekonomi, Tarif Gratis, Pemetaan Partisipatif.ABSTRACTOne of the purposes of Law No. 4/2011 on Geospatial Information is to increase economic growth based on equity and sustainability. Equalization in addition to socio-demographic dimension is also geographically-financial. And sustainability in addition to the aspect of the availability of natural resources also impacts to the environment. This short article will discuss three aspects of the geospatial aspects of Indonesias economy. The first examines the idea that if the Base Geospatial Information (IGD) which is the domain of the Geospatial Information Agency (BIG) is free, there will be a quite significant positive economic impact, and the various branches of creative spatial economy will flourish. The second examines aspects of strengthening human resources needed to support the geospatial economic growth. And the third idea is regulating so that people still get the most qualified geospatial information, among constraints of BIG - although received a legal mandate to be the sole provider, but at the same time there is a good initiative from the local government, private and public.Keywords : Geospatial Information, Economic, Free Charge, Patisipatory Mapping.

CITRA TEGAK RESOLUSI TINGGI UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6679.514 KB)

Abstract

Masyarakat umum belum sepenuhnya memahami tentang peta dan fungsinya, masih banyak yang keliru mengambil informasi yang terkandung didalam selembar peta. Dengan kehadiran citra satelit yang begitu mudah diakses melalui media internet semakin menghawatirkan terhadap  pemahaman informasi yang dikandung dalam selembar citra dan selembar peta. Citra yang belum atau tidak melalui proses koreksi sesuai kaidah pemetaan akan menyesatkan, sebaliknya peta yang diproduksi bersumber dari citra satelit atau fotogrametris telah melalui proses sesuai kaidah pemetaan sehingga dimensi ukuran dan orientasi objek sebagi informasi yang dikandung dalam selembar peta atau peta citra dapat diandalkan dan tidak akan menyesatkan. Citra tegak resolusi tinggi merupakan peta citra yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi berbasis keruangan yang handal untuk berbagai tujuan termasuk pengelolaan lingkungan.Kata kunci: Citra Tegak (Ortho Image), Fotogrametris, Orthorektifikasi, Peta.

APLIKASI METODE CURVE NUMBER UNTUK MEMPRESENTASIKAN HUBUNGAN CURAH HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN DI DAS CILIWUNG HULU – JAWA BARAT

Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.735 KB)

Abstract

Aliran permukaan/limpasan (run off) merupakan salah satu variabel hidrologi yang sangat penting di dalam menunjang kegiatan pengembangan sumber daya air. Metode prediksi yang handal untuk menghitung jumlah dan laju limpasan yang berasal dari permukaan tanah dan bergerak menuju sungai di suatu DAS yang tidak dilengkapi alat ukur (ungaged watershed) adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit dan memerlukanwaktu yang banyak. Penelitian ini dilakukan di DAS Ciliwung Hulu, yang merupakan daerah penting dalam kotribusi banjir di Jakarta. Untuk mengetahaui run off  yang terjadi, digunakan data curah hujan dan debit Tahun 2007-2009. Sebagai model, untuk mengetahui run off menggunakan peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, dan topografi. Peta-peta tersebut diolah dengan menggunakan Arcview, sehingga didapatkannilai CN. Berdasarkan analisis perhitungan, besarnya debit mendekati 50% dari tebal hujan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kondisi DAS Ciliwung Hulu sudah tidak mampu lagi menyerap curah hujan dengan baik. Korelasi antara hasil prediksi run off model yang menggunakan CN dengan perhitungan run off observasi cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa metode Curve Number cukup dapat mepresentaskan hubungancurah hujan dengan aliran permukaan (run off). kata kunci : Run off observasi, run off model, curve number AbstractRun off (surface flow) is one of the most important hydrological variable in supporting the activities of water resources development. A reliable prediction method to calculate the amount and rate of runoff from the land surface caused by the rain that falls in a watershed that is not equipped with measuring devices (un gauge watershed) is a verydifficult job and requires a lot of time. The research was conducted in the watershed Ciliwung Hulu, which is an important area in relation to the incidence of flooding in Jakarta. Curve Number (CN) method can be used to predict the amount of runoff from a watershed. This model required input of rainfall; land cover maps; soil type maps,and topography. The maps are processed using Arc View software, so we get the value of CN. In this study, we used of rainfall and discharge data 2007-2009. Based on the analysis of calculation, known that amount of surface flow approaching 50% of rainfall depth. This condition indicates that the Ciliwung Hulu watershed conditions were not ableand proper to absorb of rainfall. The correlation between the results of run-off prediction models using CN with run-off observation was quite good. This indicated that the Curve Number method could be able to represent the relationship of rainfall with surface flow (run off) and also to predict runoff key words: Run off observation, run-off model, curve number

PENERAPAN SPATIAL APPROACH DALAM KAJIAN SOSIAL-POLITIK DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.997 KB)

Abstract

Pendekatan spasial berperan penting dalam kajian sosial-politik dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan spasial, fenomena sosial-politik dapat dipahami secara lebih mudah dalam konteks hubungan keruangan. Penerapan spatial approach dalam bidang sosial-politik dan pembangunan berkelanjutan dapat menggunakan unit pemetaan tingkat rumah tangga sebagai basis pemetaan berbagai skala. Unit pemetaan ini dapat dideteksi dengan teknik penginderaan jauh resolusi tinggi. Dalam unit pemetaan tingkat rumah tangga dapat dihimpun berbagai data sosial-politik, yang dapat digunakan untuk memetakan kondisi sosial-politik multi tema. Berbagai metoda spatial approach yang sering digunakan dalam kajian sosial antara lain metoda Sistem Informasi Geografis, analisis pola spasial, visualisasi peta, interaksi spasial dan multi-agent spatial modeling. Dalam makalah ini dikemukakan beberapa contoh penerapan spatial approach dalam bidang sosial-politik dan pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci: Pendekatan Spasial, Sosial-Politik, Unit Pemetaan Rumah Tangga, SIG, Penginderaan Jauh ABSTRACTSpatial approach has important role in socio-politics and sustainable development studies. By using spatial approach, socio-politics phenomena can be understood easily in a context of spatial relationship. Application of spatial approach socio-politics and sustainable development can be applied using household unit as basic for multi-scale mapping. This mapping unit can be detected by using a high spatial resolution of remotely sensed data. Socio-politics data can be collected based on household unit, to be use for multi-thematic mapping of social and political conditions. Several approaches often applied in social studies is Geographical Information Systems (SIG), spatial pattern analysis, map visualization, spatial relationship and multi-agent spatial modeling. This paper describes several example of spatial approach application for socio-politics and sustainable development studies.Keywords: Spatial Approach, Socio-Politics, Household Mapping Unit, GIS, Remote Sensing