Shintya Novita Rahmawati, Shintya Novita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN BUDAYA WIRAUSAHA MELALUI PERAN IBU UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH EKONOMI KELUARGA (Studi kasus pada Siswa SMK Negeri 5, Jln Dr Cipto Nomor 121 Semarang) Rahmawati, Shintya Novita
Jurnal Riset Ekonomi Manajemen (REKOMEN) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.813 KB) | DOI: 10.31002/rn.v1i1.563

Abstract

Permasalahan dan tujuan yang ingin dikaji untuk mengidentifikasi budaya berwirausaha yang didukung peran ibu, baik itu ibu rumah tangga maupun ibu yang bekerja (wanita karir). Selain itu mendiskripsikan faktor pendorong dan faktor penghambat dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak didalam keluarga beserta cara memanfaatkan dan menanggulangi bentuk kegagalan untuk memberikan nilai tambah pada pendapatan ekonomi keluarga. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 5 yang berlokasi di Jalan Dr Cipto Nomor 121 Semarang. Populasi penelitian adalah Siswa/Siswi Kelas IX. Sampel penelitian adalah 10 siswa, dengan pembagian 5 siswa yang mempunyai Ibu berkarir (ibu yang bekerja), 5 siswa Ibu yang tidak bekerja. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan secara kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan melakukan ceklist kepada responden. Dalam penelitian ini dimulai dengan menganalisis persepsi responden dengan melakukan deep interview. Hasil penelitian menunjukkan peran ibu dalam menumbuhkan mental untuk berwirausaha pada anak didalam keluarga meliputi sugesti ibu, kemandirian, keberanian, kreativitas, tanggung jawab, kejujuran, dan kesabaran. Cara yang dilakukan untuk membangun budaya wirausaha dengan smooth motion melalui nasihat, memberikan contoh dan perintah. Untuk faktor pendorong dan penghambat bisa berasal dari internal maupun eksternal keluarga itu sendiri. Faktor pendorong dioptimalkan keberadaannya sedangkan untuk faktor penghambat ditanggulangi dengan baik agar upaya membangun budaya untuk menumbuhkan kewirausahaan didalam keluarga bisa berjalan dengan baik melalui mekanisme dukungan keluarga dan pihak pendukung lainnya.
Implementasi Manajemen Pertahanan menggunakan Skema SDGS (Sustainability Development Goals) Ramdani, Deni; Rahmawati, Shintya Novita
Management Analysis Journal Vol 6 No 3 (2017): Management Analysis Journal
Publisher : Management Analysis Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/maj.v6i3.5590

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil analisis dan evaluasi dari pelaksanaan MDG’s berlaku sampai 2015, dan untuk agenda baru prospek jangka panjang sampai 2030. SDG’s didirikan oleh masyarakat internasional. Kemudian artikel ini juga menyajikan kontribusi dari uni eropa sebagai negara donor dalam pembangunan bagi negara-negara berkembang khususnya Indonesia dalam manajemen pertahanan secara substantif dari faktor ekonomi, sosial, dan kerjasama internasional, serta rencana indonesia dalam melakukan SDG’s.
STRATEGI PENGUATAN KINERJA PEMASARAN PENGRAJIN BATIK MELALUI PENGEMBANGAN MODAL SOSIAL PADA KAMPUNG BATIK KOTA SEMARANG Rahmawati, Shintya Novita; Achsa, Andhatu; Destiningsih, Rian
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 3, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.359 KB) | DOI: 10.31002/rep.v3i2.1044

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena penurunan yang signifikan pada penjualan batik para pengrajin batik. Diduga karena akses informasi pasar, jangkauan pasar, jejaring kerja, dan akses lokasi yang kurang mendukung perkembangan usaha pengrajin batik. Fenomena lain yang lebih serius adalah warga Kota Semarang yang masih belum banyak yang mengenal produksi batik di Kampung Batik Kota Semarang. Metode yang digunakan yaitu Internal-External (IE) Matrik, Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) Matrik, dan Quantitative Strategic Planning Matrik(QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pengrajin batik di Kampung Batik Kota Semarang berada pada kuadran V (hold and maintain atau pertahankan dan pelihara) dengan nilai koordinat (2,480, 2,735) yang berarti pengrajin batik di Kampung Batik Kota Semarang memiliki kemampuan internal yang sedang dan eksternal yang sedang. Adapun tiga prioritas strategi tertinggi nilainya antara lain memberdayakan paguyuban untuk mensinergikan seluruh elemen yang ada di kampung batik maupun kampung jadul, meningkatkan branding dengan dilandasi adanya rasa memiliki, memberdayakan keberadaan organisasi serta dukungan pemerintah untuk mengorganisir semua pengrajin  untuk bergabung dan aktif secara bersama memajukan kampung batik yang dilandasi rasa percaya dan rasa memiliki.