Desty Ervira Puspaningtyas, Desty Ervira
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS ANEMIA, PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN, PRAKTIK PERAWATAN KESEHATAN, DAN STIMULASI KOGNITIF DENGAN FUNGSI KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Syamsiatun, Nurul Huda
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.06 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status anemia, praktek pemberian makan pada anak, pemeliharaan kesehatan anak, dan stimulasi kognitif pada fungsi kognitif anak sekolah dasar umur  9-13  tahun  yang  tinggal di  Kabupaten  Imogiri  kota  Bantul,  Yogjakarta,  Sebanyak  120  anak  terplih secara  acak  sederhana,  tetapi  7  diantaranya  tidak  mengikuti  test  kognitif.  Status  anemia  ditentukan berdasarkan  konsentrasi  kadar  hemoglobin  secara  cyanmethemoglobin.  Data  tentang  kebiasaan pemberian  makan  anak,  praktik  pemeliharaan  kesehatan  dan  stimulasi  kognitif  anak  diambil  dengan pertanyaan  yang  diajukan  pada  orang  ibunya  melalui  kuesioner.  Fungsi  kognitif  diukur  dengan  metoda CFIT dan  hasil belajar  di sekolahnya, termasuk pada mata ajaran Bahasa Indonesia dan maematika. Uji Hubungan  2  variabel  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara  status  anemia dengan  angka  matematika  (p=0.005,  ρ  spearman  0.264),  praktek  pemberian  makan  pada  anak  dengan angka matematika (p=0.029, ρ spearman 0.206), dan stimulasi kognitif dengan angka matematika (p=0.027, ρ  spearman  0.208).  Dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  penelitian  ini  status  anemia,  praktik  pemberian makanan  anak  dan  stimulasi  kogntif  pada  anak  mempunyai  hubungan  yang  bermakna  terhadap  fungsi kognitif anak, terutama pada angka pencapaian matematika. Kata kunci: status anemia, praktik pemberian makan pada anak, stimulasi kognitif, fungsi kognitif, anak sekolah dasar
Efek minuman kombinasi maltodekstrin dan vitamin C terhadap VO2maks atlet sepak bola Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Farmawati, Arta
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 12, No 1 (2015): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.364 KB) | DOI: 10.22146/ijcn.22831

Abstract

Background: VO2max is one of win determiner in a game. Athletes receive training to improve technical skills, tactical skills, and physiology functions that can support the improvement of VO2max, so they can improve their achievement. Maltodextrin and vitamin C can be used as an ingredient for beverage products which can improve VO2max.Objective: To assess the effect of maltodextrin and vitamin C combination drink on VO2max in soccer athletes.Method: Type of this study was experimental design with the same subject design. The study was conducted from January 2014 until June 2014 at Culinary Laboratory Universitas Gadjah Mada (UGM) and Stadium of Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Subjects of this study were 14 soccer players coming from Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Every subject had to fulfill the inclusion and exclusion criteria, and the subjects were chosen by purposive sampling. In the first treatment, subjects received the combination drink―a drink with a composition 15% of maltodextrin and 250 mg of vitamin C in 300 mL. After 6 days washout period, subjects received 300 mL plain water. Drinks were given 30 minutes before VO2max test. VO2max test method used in this study was yo-yo intermittent recovery test level 2 (IR-2).Results: VO2max when subjects consumed maltodextrin and vitamin C combination drink was significantly lower than VO2max when athletes consumed plain water (p=0,0000).Conclusion: Maltodextrin and vitamin C combination drink was less effective than plain water to enhance VO2max.
HUBUNGAN STATUS ANEMIA, PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN, PRAKTIK PERAWATAN KESEHATAN, DAN STIMULASI KOGNITIF DENGAN FUNGSI KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Syamsiatun, Nurul Huda
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status anemia, praktek pemberian makan pada anak, pemeliharaan kesehatan anak, dan stimulasi kognitif pada fungsi kognitif anak sekolah dasar umur  9-13  tahun  yang  tinggal di  Kabupaten  Imogiri  kota  Bantul,  Yogjakarta,  Sebanyak  120  anak  terplih secara  acak  sederhana,  tetapi  7  diantaranya  tidak  mengikuti  test  kognitif.  Status  anemia  ditentukan berdasarkan  konsentrasi  kadar  hemoglobin  secara  cyanmethemoglobin.  Data  tentang  kebiasaan pemberian  makan  anak,  praktik  pemeliharaan  kesehatan  dan  stimulasi  kognitif  anak  diambil  dengan pertanyaan  yang  diajukan  pada  orang  ibunya  melalui  kuesioner.  Fungsi  kognitif  diukur  dengan  metoda CFIT dan  hasil belajar  di sekolahnya, termasuk pada mata ajaran Bahasa Indonesia dan maematika. Uji Hubungan  2  variabel  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara  status  anemia dengan  angka  matematika  (p=0.005,  ρ  spearman  0.264),  praktek  pemberian  makan  pada  anak  dengan angka matematika (p=0.029, ρ spearman 0.206), dan stimulasi kognitif dengan angka matematika (p=0.027, ρ  spearman  0.208).  Dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  penelitian  ini  status  anemia,  praktik  pemberian makanan  anak  dan  stimulasi  kogntif  pada  anak  mempunyai  hubungan  yang  bermakna  terhadap  fungsi kognitif anak, terutama pada angka pencapaian matematika. Kata kunci: status anemia, praktik pemberian makan pada anak, stimulasi kognitif, fungsi kognitif, anak sekolah dasar
Deteksi masalah kesehatan bagi lanjut usia Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Puspaningtyas, Desty Ervira; Putriningtyas, Natalia Desy
Ilmu Gizi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Agustus
Publisher : Program Studi S-1 Ilmu Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.649 KB)

Abstract

Latar Belakang:Lanjut usia (lansia) merupakan golongan umur yang rentan mengalami berbagai permasalahan gizi dan kesehatan, baik status gizi kurang maupun status gizi lebih karena adanya perubahan pola makan. Permasalahan lain yang biasa dialami paralansia adalah hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui persentase kejadian malnutrisi, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia pada lansia. Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar asam urat dan kadar glukosa darah. Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan timbangan digital, mikrotoa, dan tensimeter digital.Pemeriksaan darah dilakukan secara cepat menggunakan easy touch.Sasaran pengabdian adalah lansia di RW 07 Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta yang berjumlah 48 orang (13 laki-laki dan 35 perempuan). Hasil: Diketahui berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT) secara berurutan adalah 57,84 ± 10,62; 153,23 ± 7,12; dan 24,58 ± 3,96. Data pemeriksaan kesehatan menunjukan tekanan darah sistole, tekanan darah diastole, kadar asam urat dan glukosa adalah 132 (88 – 175); 78 (60 – 109); 6,1 (3,10 – 15,90); dan 112,5 (55 – 261).Persentase obesitas, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia secara berurutan adalah 50%; 35,4%; 47,9%; 16,7%. Kejadian obesitas, hipertensi, dan hiperurisemia lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas sasaran pengabdian memiliki status gizi obesitas, tekanan darah pre-hipertensi dan hipertensi, normourisemia, dan normoglikemia.Kata kunci:  lanjut usia; status gizi kurang; status gizi lebih; hipertensi; hiperurisemia; hiperglikemia
Asupan Cairan dan Vitamin C dengan Tingkat Kecemasan pada Atlet Sepak Bola di Yogyakarta Afriani, Yuni; Puspaningtyas, Desty Ervira; Mahfida, Silvi Lailatul; Kushartanti, Wara; Farmawati, Arta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan asupan cairan dan vitamin C dengan kondisi kecemasan atlet sepak bola. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, desain cross-sectional, dilakukan bulan Mei-Juni 2014 di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Indonesia. Subjek penelitian ini adalah 10 atlet sepak bola dari UGM dan 11 atlet sepak bola dari UNY. Data asupan cairan dan vitamin C dilihat dengan wawancara menggunakan form SQFFQ. Kondisi kecemasan atlet diukur dengan kuesioner kecemasan yang dimodifikasi dari State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data dianalisis menggunakan software statistik. Hasil : Rata-rata asupan cairan pada atlet sepak bola UGM adalah 2.930,92 1.249,26 ml. Asupan vitamin C pada atlet sepak bola UGM adalah 112,33 212,38 mg. Skor kecemasan dari atlet sepak bola UGM adalah 26,9 7,18. Tidak ada hubungan yang signifikan pada asupan cairan dan vitamin C dengan kecemasan pada atlet UGM (p>0,05). Sedangkan rata-rata asupan cairan pada atlet sepak bola UNY adalah 3.250,32 1.055,53 ml. Asupan vitamin C atlet adalah 19,93 12,9 mg. Rata-rata skor kecemasan dari atlet sepak bola UNY adalah 26,18 2,52. Tidak ada hubungan yang signifikan pada skor kecemasan dengan asupan cairan dan vitamin C pada atlet sepak bola UNY (p>0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan pada asupan cairan dan vitamin C dengan skor kecemasan atlet sepak bola di Yogyakarta.The aims of the reseach is correlation between fluid intake and vitamin C with anxiety condition of soccer athletes in Yogyakarta is the objects of this study.This was an observational study with cross-sectional design. This research was conducted on May-June 2014 at Yogyakarta State University Stadium (UNY) Indonesia. The subjects of this study were 10 soccer athletes from UGM and 11 soccer athletes from UNY. Data of fluid intake and vitamin C were seen by interview using SQFFQ form. The athletes anxiety condition was measured by a modified anxiety questionnaire from the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data were analyzed using statistical software.Result: The average fluid intake in UGM soccer athletes is 2,930.92 1,249.26 ml. Vitamin C intake in UGM soccer athletes is 112.33 212.38 mg. Anxiety score from UGM soccer athletes is 26.9 7.18. There was no significant association between fluid intake and vitamin C with anxiety in UGM athletes (p> 0.05). While the average fluid intake in soccer athletes of UNY is 3,250.32 1055,53 ml. Vitamin C intake of athletes was 19.93 12.9 mg. The average anxiety score of a soccer athletes of UNY is 26.18 2.52. There was no significant association in anxiety scores with fluid intake and vitamin C in soccer athletes of UNY (p> 0.05).There is no significant correlation of fluid intake and vitamin C with anxiety scores of soccer athletes in Yogyakarta.
Deteksi masalah kesehatan bagi lanjut usia Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Puspaningtyas, Desty Ervira; Putriningtyas, Natalia Desy
Ilmu Gizi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Agustus
Publisher : Program Studi S-1 Ilmu Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.649 KB)

Abstract

Latar Belakang:Lanjut usia (lansia) merupakan golongan umur yang rentan mengalami berbagai permasalahan gizi dan kesehatan, baik status gizi kurang maupun status gizi lebih karena adanya perubahan pola makan. Permasalahan lain yang biasa dialami paralansia adalah hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui persentase kejadian malnutrisi, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia pada lansia. Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar asam urat dan kadar glukosa darah. Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan timbangan digital, mikrotoa, dan tensimeter digital.Pemeriksaan darah dilakukan secara cepat menggunakan easy touch.Sasaran pengabdian adalah lansia di RW 07 Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta yang berjumlah 48 orang (13 laki-laki dan 35 perempuan). Hasil: Diketahui berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT) secara berurutan adalah 57,84 ± 10,62; 153,23 ± 7,12; dan 24,58 ± 3,96. Data pemeriksaan kesehatan menunjukan tekanan darah sistole, tekanan darah diastole, kadar asam urat dan glukosa adalah 132 (88 – 175); 78 (60 – 109); 6,1 (3,10 – 15,90); dan 112,5 (55 – 261).Persentase obesitas, hipertensi, hiperurisemia, dan hiperglikemia secara berurutan adalah 50%; 35,4%; 47,9%; 16,7%. Kejadian obesitas, hipertensi, dan hiperurisemia lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas sasaran pengabdian memiliki status gizi obesitas, tekanan darah pre-hipertensi dan hipertensi, normourisemia, dan normoglikemia. 
Effect of exercise on lipid peroxidation in student soccer players Puspaningtyas, Desty Ervira; Afriani, Yuni; Mahfida, Silvi Lailatul; Kushartanti, Wara; Farmawati, Arta
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 50, No 1 (2018)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.726 KB) | DOI: 10.19106/JMedSci005001201811

Abstract

Training is conducted to improve physiological functions that can support improvementof cardio-respiratory function (O2max). However, intensive training can lead to oxidativestress, which can contribute to health problems. The purpose of this study was to evaluatethe effect of training on serum lipid peroxidation levels in student soccer players. Thestudy was pre-experimental study with a one-shot case design conducted in April 2014.Twelve student soccer players from UGM who chosen by purposive sampling and metthe inclusion and exclusion criteria were involved in the study. Each subject receivedtraining in the form of O2max measurements using the yo-yo intermittent recovery test.Plasma malondialdehyde (MDA) levels were measured using the thiobarbituric acidmethod 30 min after O2max measurement. Pearson correlation was used to analyzethe correlation between O2max and plasma MDA levels. The mean age of subject was19.25±1.06 years old. Subjects had normal nutritional status (body mass index 20.99± 1.65) with mean body weight of 58.13±3.76 kg and mean height of 166.2±3.40cm. The mean O2max score was 49.56±0.61 mL/kg/min. The mean plasma MDA levelwas 4.32±2.09 μmol/L. There was no significant correlation between O2max and plasmaMDA levels (p=0.7717). In conclusion, training does not negatively impact oxidativestress conditions in student soccer players.
Efek minuman kombinasi maltodekstrin dan vitamin C terhadap VO2maks atlet sepak bola Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Farmawati, Arta
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 12, No 1 (2015): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.22831

Abstract

Background: VO2max is one of win determiner in a game. Athletes receive training to improve technical skills, tactical skills, and physiology functions that can support the improvement of VO2max, so they can improve their achievement. Maltodextrin and vitamin C can be used as an ingredient for beverage products which can improve VO2max.Objective: To assess the effect of maltodextrin and vitamin C combination drink on VO2max in soccer athletes.Method: Type of this study was experimental design with the same subject design. The study was conducted from January 2014 until June 2014 at Culinary Laboratory Universitas Gadjah Mada (UGM) and Stadium of Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Subjects of this study were 14 soccer players coming from Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Every subject had to fulfill the inclusion and exclusion criteria, and the subjects were chosen by purposive sampling. In the first treatment, subjects received the combination drink―a drink with a composition 15% of maltodextrin and 250 mg of vitamin C in 300 mL. After 6 days washout period, subjects received 300 mL plain water. Drinks were given 30 minutes before VO2max test. VO2max test method used in this study was yo-yo intermittent recovery test level 2 (IR-2).Results: VO2max when subjects consumed maltodextrin and vitamin C combination drink was significantly lower than VO2max when athletes consumed plain water (p=0,0000).Conclusion: Maltodextrin and vitamin C combination drink was less effective than plain water to enhance VO2max.
Asupan zat gizi dan kadar glukosa darah pada vegetarian di Narayana Smrti Ashram Yogyakarta Lestari, Wayan Sugi; Wahyuningsih, Siti; Puspaningtyas, Desty Ervira
Ilmu Gizi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.488 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kelompok vegetarian di Indonesia mulai meningkat. Diet vegetarian dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah serta menurunkan risiko hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, kanker prostat, dan kanker kolon. Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan zat gizi dengan kadar glukosa darah pada vegetarian di Narayana Smrti Ashram Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini adalah  cross sectional dengan subjek penelitian semua penghuni asrama yang menerapkan diet vegetarian selama minimal satu tahun di Narayana Smrti Ashram. Variabel bebas adalah asupan zat gizi dan variabel terikat adalah kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah puasa (GDP). Asupan zat gizi didapatkan dengan menggunakan metode food recall 24 jam sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Rerata asupan energi sebesar 1.367,95±565,98 kcal; protein 51,30±21,22 g; lemak 38,00±15,72 g; karbohidrat 205,19±84,90 g; dan serat 15,01±3,63 g. Analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat dengan GDP dan GDS (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat dengan kadar glukosa darah pada vegetarian di Narayana Smrti Ashram.
Asupan energi, konsumsi suplemen, dan tingkat kebugaran pada atlet sepak bola semi-profesional Desiplia, Riski; Indra, Eka Novita; Puspaningtyas, Desty Ervira
Ilmu Gizi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.615 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan energi yang berasal dari karbohidrat, protein, dan lemak berperan untuk meningkatkan kesehatan dan stamina dalam permainan sepak bola. Aktivitas latihan pada sepak bola menyebabkan kebutuhan energi atlet mengalami peningkatan. Selain energi, atlet membutuhkan tambahan vitamin dan mineral, baik dari makanan atau dari konsumsi suplemen. Atlet sepak bola profesional memiliki pola latihan yang berbeda dengan atlet sepak bola semi-profesional yang turut berperan dalam perbedaan kebutuhan energi dan konsumsi suplemen.Tujuan: Mengetahui hubungan asupan energi dan konsumsi suplemen dengan tingkat kebugaran atlet sepak bola semi-profesional. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Klub Guntur FC dan HW UMY pada bulan Maret hingga April 2017. Subjek penelitian ini berjumlah 33 atlet sepak bola. Data asupan energi dan konsumsi suplemen dikumpulkan dengan formulir food recall 24 jam dan kuesioner penggunaan suplemen. Tingkat kebugaran diukur dengan multistage fitness test. Perbedaan proporsi dan rata-rata tingkat kebugaran berdasarkan asupan energi dan konsumsi suplemen dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Independent Sample T-test. Hasil: Lebih dari 50% subjek mengonsumsi suplemen jenis vitamin C, suplemen dalam bentuk cair dengan tingkat konsumsi setiap hari. Tidak terdapat perbedaan proporsi subjek dengan tingkat kebugaran, baik pada kelompok asupan baik dan kurang baik (p=0,331). Terdapat perbedaan proporsi subjek dengan tingkat kebugaran baik pada kelompok frekuensi konsumsi suplemen sering dan selalu (p=0,013). Terdapat perbedaan rata-rata tingkat kebugaran antara kelompok frekuensi konsumsi suplemen sering dan selalu (p<0,001). Kesimpulan: Tidak ada hubungan asupan energi dengan tingkat kebugaran atlet sepak bola. Ada hubungan frekuensi konsumsi suplemen dengan tingkat kebugaran atlet sepak bola.