Hany Yusmaini, Hany
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan efek ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus) Prakoso, Luthfi Octafyan; Yusmaini, Hany; Thadeus, Maria Selvester; Wiyono, Sugeng
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.377 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.3.195-202

Abstract

This study aimed to compare the effect of red dragon fruit extract (Hylocereus polyrhizus) and white dragon fruit extract (Hylocereus undatus) to total cholesterol levels in white rats (Rattus norvegicus). Total of 30 males white wistar strains were divided into five treatments i.e: (1) standard feed and Na-CMC 1% (K1), (2) standard feed and quail egg 10ml/kgBW (K2), (3) standard feed, quail egg 10ml/kgBW and simvastatin dose 0,72mg/day (P1), (4) standard feed, quail egg 10ml/kgBW and red dragon fruit extract dose 60mg/200gBW/day (P2), (3) standard feed, quail egg 10 ml/kgBW and white dragon fruit extract dose 120mg/200gBW/day (P3). The intervention was carried out for 14 days after 7 days acclimatization period. Data was analyzed by One Way ANOVA test and continued with Post Hoc Bonferroni test (p=0.05). In P2 group, there was a difference of total blood cholesterol level by 25.83 mg/dl compared with the positive control group and statistically significant (p<0.05). In P1 and P3 group there were difference in cholesterol levels of 9.5 mg/dl and 11.5 mg/dl compared with the positive control group, but not statistically significant (p>0.05). The comparison between red dragon extract group and white dragon extract showed a non-significant difference (p>0.05). Red dragon fruit extract and white dragon extract have a potential effect to improve hypercholesterolemia conditions.
HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI, PERIODE DAN LAMA KERJA DOKTER TERHADAP KETERLAMBATAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN BPJS DI RUANG RAWAT INAP RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA Nuraini, Nia; K, Gatot Soeryo; Yusmaini, Hany
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.209 KB) | DOI: 10.33533/jpm.v10i1.9

Abstract

More than 50% of the medical resume at airforce hospital (RSAU) were not returned in due time which caused claim verifcation delayed by social security administrator (BPJS). The purpose of the study was to find out the relation of physician’s demography factors, work periode and duration in terms of the delays in completing medical resume. Cross sectional design was implemented and secondary data was obtained from medical records. Logistic regression analysis showed thedominant factors of the delays in completing medical resume amongstage, sex, work period and work load was sex.
Efek Antimikroba Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Isolat Bakteri Penyebab Acne vulgaris Secara Invitro Bahar, Meiskha; Yusmaini, Hany
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.68 KB) | DOI: 10.33533/jpm.v11i2.222

Abstract

Acne vulgaris adalah suatu kondisi inflamasi umum pada unit polisebaseus, ditandai dengan komedo, papul, pustul atau nodul. Penyakit kulit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya tetapi mempunyai dampak yang besar secara fisik maupun psikologik. Prinsip penanganan acne antara lain  menurunkan populasi Propionibacterium acne dan menekan inflamasi. Dari penelitian sebelumnya ditemukan adanya mikroorganisme lainnya dalam lesi yang mungkin berperan selain Propionibacterium acne yaitu Staphylococcus aureus, S. epidermidis dan Pityrosporum ovale. Beberapa sumber melaporkan ada beberapa manfaat Aloe vera untuk kecantikan dan perawatan kulit. Aloe vera juga digunakan secara eksternal untuk mengobati berbagai kondisi kulit seperti luka, nyeri dan menekan proses inflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek antimikroba ekstrak Aloe vera konsentrasi 25%,50% dan 75% terhadap isolat bakteri penyebab Acne vulgaris secara invitro dengan menggunakan metode difusi. Sebelum pengujian dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri dari lesi. Bakteri yang ditemukan dari lesi penderita tergolong bakteri golongan Gram positif yaitu  Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acne. Hasil uji One-way Anova  menunjukan terdapat perbedaan bermakna efektivitas ekstrak lidah buaya terhadap S.aureus dan P.acne. Uji Post Hoc terhadap S.aureus  menunjukan terdapat perbedaan bermakna ELB 25%, 50% dan 75% dengan kontrol (+) dan kontrol (-), tidak terdapat perbedaan bermakna antara ELB 25% dengan 50% dan 50% dengan 75%. Sedangkan antara 25% - 75% berbeda bermakna. Sedangkan Uji Post Hoc terhadap P.acne menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara  ELB 25%, 50% dan 75% dengan kontrol positif. Kesimpulan : Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera)  mempunyai efek antimikroba terhadap isolat bakteri penyebab Acne vulgaris yaitu Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% secara invitro.