Lestari Sukarniati, Lestari
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KELEMBAGAAN PENERAPAN KONSEP BLUE ECONOMY PADA TAMBAK UDANG (STUDI KASUS DI DUSUN NGENTAK DESA PONCOSARI KECAMATAN SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL)

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Jurnal Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.623 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi kelembagaan tambak udang Vanname yang dilakukan dengan metode ecoshrimp busmetik.  Kondisi kelembagaan yang dikaji adalah terkait dengan penerapan konsep blue economy. Penelitian ini dilakukan di wilayah pantai-pantai selatan Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam terhadap pengurus kelompok tani dan aparat desa setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tambak belum sepenuhnya mengimplemetasikan (menerapkan) konsep blue economy. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya dukungan dari Pemerintah dalam usaha ini. Tidak adanya dukungan tersebut berdampak pada kebutuhan sarana yang tidak terpenuhi. Sehingga penerapan konsep blue economy tidak dapat diterapkan secara penuh. Selain itu sarana pendukung lain yang diperlukan seperti  jalan yang memadai juga tidak tersedia.

KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM AKTIFITAS EKONOMI HIJAU (STUDI KASUS DI WATES KOTA MAGELANG)

Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic development should be done in conjunction with the improvement of the quality of the environment and reduce pollution so that poverty, malnutrition, and lack of access to clean water and food shortages can be overcome. Application of the principles of green economy is essential for creating sustainable development, but a lot of things faced by many countries to create the conditions. Defi ned as the green economy ”as an economic environment that Achieves low carbon emissions , resource effi ciency and at the same time is socially inclusive” the study, entitled the involvement of women in economic activity green aims to look at the relationship between the environment and an understanding of the educational level of women’s involvement in economic activity towards the green. The data used is primary data from 33 housewives. The results showed no correlation between environmental understanding and education with involve in green economic activities.

DETERMINAN KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA (STUDI KASUS KOMODITI BERAS TAHUN 1980-2010)

Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 11 No 1 (2013): Volume 11, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.725 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis jumlah produksi beras, luas panen, produktivitas lahan, harga beras, konversi lahan, pencetakan sawah, jumlah penduduk dan impor beras, namun karena keterbatasan data maka selanjutnya penelitian ini menganalisis pengaruh luas lahan, luas panen, produktivitas lahan dan harga beras terhadap ketahanan pangan. Variabel jumlah produksi beras, impor beras dan jumlah penduduk digunakan sebagai variabel untuk menghitung tingkat ketahanan pangan. Hasil analisis dengan menggunakan regresi dengan menggunakan empat independen variabel diketahui bahwa variabel luas lahan dan luas panen tidak mempunyai pengaruh terhadap ketahanan pangan sedang variabel produktivitas lahan berpengaruh signifi kan dan positif terhadap ketahanan pangan.

Perempuan Lanjut Usia di Sektor Informal (Studi Kasus Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul)

Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 15 No 2 (2017): Volume 15, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.621 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia lanjutyang bekerja di sektor informal di Desa Muntuk, Dlingo. Beberapa faktor digunakan dalam penelitianini. Faktor - faktor tersebut adalah status perkawinan, kesehatan, pendapatan rumah tangga dan jumlahtanggungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi adalah wanita yang lanjut usiadi Desa Muntuk. Penelitian ini menggunakan teknik purposive dan incidental sampling, sedangkananalisis data menggunakan regresi logistik atau model logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwaada tiga variabel, kesehatan, pendapatan rumah tangga dan jumlah tanggungan yang mempengaruhiperempuan lanjut usia yang bekerja di sektor informal di Desa Muntuk, Dlingo. Status perkawinan tidakmempengaruhi wanita lanjut usia yang bekerja di sektor informal. Selain itu, penelitian ini menemukanbahwa ada alasan lain mengapa wanita lanjut usia bekerja di sektor informal.

ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN

Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 16 No 1 (2018): Volume 16, Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.308 KB)

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Desa Kenteng, Ponjong, Gunung Kidul. Faktor yang diamati meliputi status perkawinan (X1), pendapatan (X2), Jenis kelamin kepala rumah tangga (X3), jenis pekerjaan ( X4), Umur kepala keluarga (X5) dan jumlah anggota keluarga (X6). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis regresi logistic. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 415 keluarga miskin sedangkan sampelnya sebanyak 81 rumah tangga. Data yang diolah adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan panduan questioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa status perkawinan,pendapatan dan umur kepala keluarga berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan sedang jumlah anggota keluarga berpengaruh negative. Variable jenis kelamin dan pekerjaan tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan keluarga miskin di desa Kenteng, Ponjong, Gunung Kidul.

DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN GUNUNGKIDUL TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR

Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 13 No 2 (2015): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.703 KB)

Abstract

Pengembangan pariwisata dipicu oleh kebijakan otonomi daerah pada tanggal 1 Januari 2001. Pemerintah daerah berlomba-lomba untuk meningkatkan pertumbuhan regional oleh sektor pariwisata. Salah satunya adalah Gunungkidul yang memiliki keuntungan dari wisata pantai. Tujuan penelitian adalah untuk menguji dampak dari pembangunan pariwisata pada kondisi ekonomi Dusun Pulegundes I dan II orang. Alat analisis yang digunakan adalah statistik induktif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Pulegundes signifi kan mempengaruhi pendapatan masyarakat dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.