Dody Hapsoro, Dody
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS AUDIT, LEVERAGE, DAN GROWTH TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA Hapsoro, Dody; Annisa, Arla Aulia
Jurnal Akuntansi Vol 5 No 2 (2017): JURNAL AKUNTANSI VOL. 5 NO. 2 DESEMBER 2017
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.775 KB) | DOI: 10.24964/ja.v5i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit, leverage, dan growth terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Manajemen laba didefinisikan sebagai tindakan manajemen yang berupa campur tangan dalam proses penyusunan laporan keuangan dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraan secara personal maupun untuk meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2012-2014. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 74 perusahaan yang diambil melalui purposive sampling. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas audit dan growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba.   Kata kunci: Kualitas audit, leverage, growth, manajemen laba
Keberadaan Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi Pengaruh Financial Distress Terhadap Earnings Management Hapsoro, Dody; Hartomo, Adrianus Billy
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539 KB) | DOI: 10.24914/jeb.v19i1.507

Abstract

The objective of this research is to provide empirical evidence of the effect of financial distress toward earnings management and the effect of financial distress toward earnings management that moderated by corporate governance. Financial distress consists of DISTRESS1, DISTRESS2 and DISTRESS3. Earnings management was measured by discretionary accruals using Jones Model, and corporate governance consists of three variables (board of directors, independent commissioner, and audit committee). Board of directors was measured by total board of directors in the firm included chief executive officer (CEO). Independent commissioner was measured by the proportion of independent commissioner that is total independent commissioner divided by total board of commissioner and audit committee was measured by total member of audit committee. Control variable in this research is firm size that was measured by logarithm of asset total. The population of this research is 423 non-financial companies were listed in Indonesian Stock Exchange (IDX). The research data were collected from non-financial companies annual report for the period of 2014. Based on purposive sampling method, there are 62 samples. The research hypothesis were tested by using multiple regression analysis. The results of this research in Model 1 show that firm size variable has significant relationship with earnings management, while DISTRESS1 variable, DISTRESS2 variable, and DISTRESS3 variable have no significant relationship with earnings management. The result of this research in Model 2 show that DISTRESS3 variable, independent commissioner variable, and interaction between financial distress with corporate governance variable have significant relationship with earnings management, while DISTRESS1 variable, DISTRESS2 variable, board of directors variable, audit committee variable, and firm size variable have no significant with relationship earnings management.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris pengaruh kesulitan keuangan terhadap manajemen laba dan pengaruh kesulitan keuangan terhadap manajemen laba yang dimoderasi oleh tata kelola perusahaan. Kesulitan keuangan terdiri dari DISTRESS1, DISTRESS2 dan DISTRESS3. Manajemen laba diukur dengan menggunakan akrual diskresioner yang mengaplikasikan Model Jones, dan tata kelola perusahaan terdiri dari tiga variabel (dewan direksi, komisaris independen, dan komite audit). Direksi diukur dengan menggunakan jumlah dewan direksi di dalam perusahaan termasuk chief executive officer (CEO). Komisaris independen diukur dengan menggunakan proporsi komisaris independen dimana total komisaris independen dibagi dengan total dewan komite komisaris, dan komite audit diukur dengan menggunakan jumlah anggota komite audit. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan yang diukur dengan menggunakan logaritma total aset. Populasi dalam penelitian ini adalah 423 perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data penelitian dikumpulkan dari laporan tahunan perusahaan non-keuangan untuk periode 2014. Berdasarkan metode purposive sampling terdapat  62 sampel penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian pada Model 1 menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki hubungan yang signifikan dengan manajemen laba, sedangkan variabel DISTRESS1, variabel DISTRESS2, dan variabel DISTRESS3 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan manajemen laba. Hasil penelitian pada Model 2 menunjukkan bahwa variabel DISTRESS3, komisaris independen, dan interaksi antara kesulitan keuangan dengan tata kelola perusahaan memiliki hubungan yang signifikan dengan manajemen laba, sedangkan variabel DISTRESS1, variabel DISTRESS2, dewan direksi, komite audit, dan ukuran perusahaan tidak memiliki hubungan signifikan dengan manajemen laba.
ANTECEDENTS AND CONSEQUENCES OF CARBON EMISSIONS’ DISCLOSURE: CASE STUDY OF OIL, GAS AND COAL COMPANIES IN NON-ANNEX 1 MEMBER COUNTRIES Hapsoro, Dody; Ambarwati, Ambarwati
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 33, No 2 (2018): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jieb.28756

Abstract

The purpose of this study is to determine the characteristics of companies that voluntarily disclose carbon emissions and to examine the economic consequences of the carbon emissions’ disclosure. Companies used in the sample are oil, gas and coal companies in non-Annex 1 member countries registered in the Osiris database. The observation period was from the commencement of the Kyoto Protocols second commitment to date, or from 2013 to 2016. Measuring the carbon emissions’ disclosure is achieved by using a checklist developed from an information request sheet from the CDP (Carbon Disclosure Project). An assessment of the extent of the disclosure is made using the content analysis method. Company characteristics are proxied with leverage, profitability and firm age, while the economic consequences are proxied by using bid-ask spreads, the trading volume and share price volatility. The data analysis method used in this research is the Partial Least Square (PLS) method using the WarpPLS 4.0 application. Test results show that leverage, profitability and firm age have a positive effect on the carbon emissions’ disclosure. Furthermore, the test results show that carbon emissions’ disclosures have a positive effect on the trading volume and a negative effect on the bid-ask spreads and share price volatility. The above findings imply that firms with higher leverage, higher profitability and are older are more willing to reveal their carbon emissions’ disclosures. The more information that is contained in a carbon emissions’ disclosure, the more investors are interested in trading that companys shares, while the broader the carbon emissions’ disclosure is, the smaller the bid-ask spread and the less volatile the stock price are.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI BERKARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Akuntansi STIE YKPN Yogyakarta) Hapsoro, Dody; Hendrik, Dhenayu Tresnadya
AKUNTANSI DEWANTARA Vol 2, No 2 (2018): AKUNTANSI DEWANTARA VOL. 2 NO. 2 OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.645 KB) | DOI: 10.29230/ad.v2i2.2638

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kemampuan akademik, gender, penghargaan finansial, pertimbangan pasar kerja, dan persyaratan menjadi akuntan terhadap minat mahasiswa akuntansi berkarir sebagai akuntan publik. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan menggunakan sampel mahasiswa PPAk (Pendidikan Profesi Akuntan) dan mahasiswa S1 di STIE YKPN Yogyakarta. Sebanyak 120 mahasiswa akuntansi menjadi responden. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akademik, penghargaan finansial, dan pertimbangan pasar kerja berpengaruh positif signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berkarir sebagai akuntan publik. Persyaratan menjadi akuntan berpengaruh negatif signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir sebagai akuntan publik dan gender tidak berpengaruh signifikan. Semua variabel yang diuji berpengaruh secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi berkarir sebagai akuntan publik. Variabel yang paling berpengaruh dalam hasil penelitian ini adalah penghargaan finansial. Kata kunci: Kemampuan akademik, gender, penghargaan finansial, pertimbangan pasar kerja, persyaratan menjadi akuntan, pemilihan karir sebagai akuntan publik.
Financial report and public accountability culture in Indonesia Setiono, Bambang; Hapsoro, Dody
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jaai.vol20.iss1.art6

Abstract

Studi ini mengkaji kualitas Akuntabilitas publik di Indonesia yang representasikan oleh praktik laporan keuangan menggunakan teori legitimasi. Kami menemukan praktik akuntabilitas publik di Indonesia masih di legitimasi pragmatis. Laporan keuangan dan audit laporan ini dikembangkan hanya untuk pengguna utama laporan keuangan. Mereka tidak disiapkan untuk kepentingan masyarakat umum, DPR dan pemerintah sebagai representasi dari masyarakat belum mengembangkan budaya tata kelola laporan keuangan dan audit untuk memastikan bahwa praktek akuntabilitas di Indonesia menyajikan informasi yang benar atau adil yang diharapkan oleh masyarakat. Masyarakat membutuhkan informasi tentang seberapa efektif pemerintah dalam menggunakan dana negara untuk memenuhi janji mereka dalam kampanye pemilu serta kewajiban mereka sebagaimana diatur dalam banyak hukum yang mengatur operasi dari pemerintah. Masyarakat juga perlu informasi tentang keamanan dan tumbuh dari kekayaan mereka disimpan di sektor keuangan seperti yang dijanjikan oleh bank dan lembaga keuangan non-bank.
PENGARUH KETERLIBATAN KARYAWAN DI DALAM PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN TERHADAP KEEFEKTIFAN ORGANISASIONAL Hapsoro, Dody
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.973 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i1.7

Abstract

High involvement management is a term coined by Ed Lawler (1986) for a management approach centered on employee involvement. It entails providing employees with opportunities to make decisions concerning the conduct of their jobs and to participate in the business as a whole. Joblevel involvement means increasing the decision-making opportunities people have in their work, while organizational-level involvement, or empowerment, means giving employees a role in decisions concerned with strategy, investment and other major organizational matters. High involvement management thus involves practices such as team working, empowerment, idea capture schemes, information-sharing on quality, customer feedback and business results, organizational performance-related reward systems, and extensive training and development, including the social and problem-solving skills required for high involvement working. It is conceived as an alternative to a control model based on job simplification, tightly defined divisions of labor, rigid allocations of individuals to narrowly defined tasks and minimal employee participation in higherlevel decisions. The objective of this paper is to explain about two important issues that related with the efforts to build the confidence that high involvement in the process of doing job is an appropriate perspective in explaining about the important meaning of employee involvement for the whole organization. First, the synergy between attributes of high involvement in doing job is presumed will give impact on the organizational effectiveness. Second, to describe various contingent conditions that influences the high involvement in doing job. The previous study that has already done by Riordan, Vandenberg, and Richardson (2005) treat attributes in high involvement in doing job is isolated out of organizational context.
Analisis Biaya Cadangan Risiko Pinjaman dan Cadangan Risiko Pinjaman Dalam Laporan Auditor Independen Unit Pengelola Keuangan (Studi Kasus: Badan Keswadayaan Masyarakat di Kabupaten Bantul Provinsi DIY) Kurniawan, Kurniawan; Hapsoro, Dody
Jurnal Akuntansi Vol 4 No 2 (2016): JURNAL AKUNTANSI VOL. 4 NO. 2 DESEMBER 2016
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.685 KB) | DOI: 10.24964/ja.v4i2.205

Abstract

This study examines whether there are differences in the cost of the loan risk reserves and the loan risk reserves between audit results data and financial reporting. The research sample consisted of the audit results report on 50 BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) in Kabupaten Bantul Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta whichhave been audited by Budiman, Wawan, Pamudji and Partners Public Accounting Firmin 2014. This study found that the cost of the loan risk allowances and loan risk allowances between audit result and reporting differed significantly. The study concluded that almost all of BKM not charge cost and reserve risk of the loan according collectibility list that is used as the source of the audit resultscalculation. Keywords: Cost of the loan risk reserves, loan risk reserves, audit results, reporting.