Articles
5
Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA TERHADAP PASIEN PNEUMONIA KOMUNITI DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR

Jurnal Ilmiah As-Syifaa Vol 6, No 1 (2014): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.037 KB)

Abstract

Pneumonia is an infectious disease that causes acute inflammation of the lung parenchyma. The purpose of this study was to compare the use of antibiotics and the appropriateness of antibiotics use in between Community acquired pneumonia patients include accuracy, appropriateness and administration duration of antibiotics compared with governance of community aquired pneumonia  treatment Infectious Diseases Society Of America (IDSA) and World Health Organization (WHO). This study was retrospective descriptive survey with sampling technique that was purposive sampling. The results showed that the type of antibiotic used was ampicillin, ceftriaxone, ciprofloxacin, Cefepime, pentohydrate ceftazidime, cefotaxime, Cefadroxil, cefditoren pivoxil, azitromicin, meropenem, gentamicin and levofloxacin. The accuracy of antibiotics to community Ibnu Sina hospital based management of IDSA and the WHO as many as 31(62.0%) patients who appropriate and 18(36.0%) patients inappropriately. The accuracy of dose antibiotics in community acquired pneumonia patients Ibnu Sina hospital based management of IDSA and the WHO as many as 31 (62.0%) patients who appropriate and 18(36.0%) patients inappropriately. The duration of antibiotics in community acquired pneumonia patients Ibnu Sina hospital based management of IDSA and the WHO as many as 29 (58.0%) patients who appropriate and 20 (40.0%) patients inappropriately.

PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI DESA TAMBOO KECAMATAN TILONG KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO

Agropolitan Vol 2 No 3: Agropolitan Issue Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Mikroorganisme Udara Terhadap Gangguan Kesehatan Dalam Ruangan Administrasi Gedung Menara Universitas Muslim Indonesia Makassar

Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.396 KB)

Abstract

Ruang Administrasi Gedung Menara Universitas Muslim Indonesia merupakan ruangan tertutup dan menggunakan sistem pengaturan udara dengan Air Conditioner (AC) untuk mengurangi panas udara di dalam ruang kerja, Kondisi gedung dan ruang kerja dengan ventilasi tertutup, furniture dan bahan bangunan yang bervariasi serta aktifitas perkantoran di ruangan tersebut yang cukup padat serta keberadaan alat-alat perkantoran dalam ruangan dapat memicu timbulnya kontaminan mikrobiologis pada udara dalam ruang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas mikroorganisme udara  dalam ruang adsministrasi  gedung menara Universitas Muslim Indonesia. dalam hal ini jumlah angka kuman berupa bakteri dan jamur di udara terhadap gangguan kesehatan dalam ruang adsministrasi gedung menara  Universitas Muslim Indonesia. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling. Sampel objek dalam penelitian ini berjumlah 6 ruangan sedangkan sampel subjek dalam penelitian ini sebanyak 37 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan  jenis mikroorganisme yang teridentifikasi yaitu ; bakteri acinotobacter calcoaceticus dan jamur Aspergilus niger, Aspergilus flavus, dan Penicilium,terdapat hubungan antara suhu ruang dengan angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan  dengan nilai p-value 0,001(0,001<0,05), terdapat hubungan antara kelembaban ruang dengan angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan dengan nilai p-value 0,001(0,001<0,05), tidak ada  hubungan antara pencahayaan  ruang dengan angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan dengan nilai p-value 0,156(0,156>0,05), ada hubungan antara angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan dengan nilai p-value 0,001(0,001<0,05). Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pemahaman akan gangguan kesehatan yang diakibatkan mikroorganisme di udara pada pihak manajemen dan pegawai.

EFEK IMUNOSTIMULAN INFUS BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA (SCHEFF.) BOERL.) ASAL KAB. SIDRAB SULAWESI SELATAN TERHADAP SEKRESI ANTIBODI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN DENGAN TEKNIK HEMAGLUTINASI

Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phaleria macrocarpa has chemical constituents that are flavonoids. Flavonoids may act as antioxidants and modulate the immune system. This study aimed to determine the effect of immunostimulatory infusion Phaleria macrocarpa using hemagglutination method. The animals were white rats (Rattus norvegicus) male. The animals were divided into 5 groups. Group I (control), group II (SDMD 5%), group III, IV and V are the groups given Phaleria macrocarpa infusion at the dose of 7.5 %, 15 % and 30 % respectively for 7 days. The animals were induced SDMD 5% intraperitoneally. Observations were made with a view the agglutination titer blood serum of the mice with SDMD. The results showed that infusion of Phaleria macrocarpaprovide the highest concentration at the 7.5% for titer antibody.   Keywords:  Phaleria macrocarpa, Imunostimulant, Immunoglobulin, Hemagglutination   ABSTRAK   Buah mahkota dewa mempunyai kandungan kimia yaitu flavanoid. Flavanoid dapat berfungsi sebaigai antioksidan dan memodulasi sistim imun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek imunostimulan infus buah mahkota dewa menggunakanmetode hemaglutinasi. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol, kelompok II (SDMD 5%), kelompok III, IV dan V adalah kelompok yang diberi infus buah mahkota dewa dengan dosis berturut-turut 7,5%, 15% dan 30% selama 7 hari.Hewan uji diinduksi dengan SDMD 5% secara intraperitonial. Pengamatan dilakukan dengan melihat titer aglutinasi serum darah tikus dengan SDMD. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa infus buah mahkota memberikan titer antibodi tertinggi pada konsentrasi 7,5%.   Kata Kunci:   Imunostimulan, Mahkota Dewa, Imunoglobulin, Hemaglutinasi

Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antidiabetes Oral pada Tikus Putih (Rattus novergicus)

Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.11 KB)

Abstract

Diabetes mellitus is a collection  metabolic disorders which is characterized y a state of hyperglycaemia. Flavanoids in bay leaves and tannins in guava leaves have potential as an antidiabetic. This research aimed to determine the combination effects of ethanol extract of bay leaves and guava leaves as an oral antidiabetic. This research method used pre-post control group design. A total of 15 rats were divided into 5 groups. Group I (negative control) was given Na CMC 1%, group II (positive control) was given acarbose 1,02 mg/kgBW, group III was given EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW, group  IV was given EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 100 mg/kgBW, and group V was given EEDS 62,5 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW. The rats previously induced by alloxan 135 mg/kgBW intraperitoneally. Data analysis used one way Anova and followed by bonferroni test to find out the significant difference between the treatments. The results of study showed that the combination EDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 100 mg/kgBW, EEDS 62,5 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW, and EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW can lower the blood glucose content of the rats which were induced by alloxan.