I Gusti Ngurah Wikranta Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Eksperimen Pengukuran Parameter RSSI dan Throughput Protokol ZigBee pada Perangkat XBee Seri 2 Hendrawan, I Nyoman Rudy; Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Vol 2, No 2 (2016): SATIN - Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ZigBee adalah implementasi dari standar IEEE 802.15.4. XBee adalah perangkat keras yang menggunakan protokol ZigBee, salah satunya adalah XBee Seri 2. Pada penelitian ini dilakukan suatu eksperimen untuk mengukur parameter RSSI Receive Signal Strength Indicator) dan Throughput pada perangkat komunikasi XBee dengan protokol ZigBee. Pengukuran untuk parameter RSSI dilakukan dengan bantuan perangkat lunak XCTU, pengukuran parameter RSSI dilakukan berdasarkan tiga skenario yaitu dengan memberikan beban paket data kepada node sebesar 100, 250, hingga 500 paket data. Ukuran per paket data sebesar 84 Bytes, dimana ukuran tersebut adalah ukuran maksimum paket data yang dapat dikirimkan oleh perangkat XBee. Rata-rata RSSI pada semua skenario mencapai -41,6 dBm. Pengukuran parameter Throughput juga dilakukan dengan bantuan perangkat lunak XCTU dengan ukuran paket data 84 Bytes. Tetapi dengan jumlah paket data sebesar 500, 1000, hingga 2000 untuk setiap skenarionya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata Throughput untuk semua skenario adalah sebesar 2,59 kbps.
Aplikasi Penggunaan Dan Kegiatan Laboratorium STMIK STIKOM Bali Berbasis Web Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Bagian P2M STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jadwal penggunaan dan pengumuman event atau kegiatan laboratorium STMIK STIKOM Bali menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan keefektifan kinerja bidang laboratorium dan seluruh stafnya. permasalahan yang ditemukan adalah belum dimilikinya sistem yang terintegrasi untuk dapat melihat informasi jadwal penggunaan lab, hasil karya yang telah dimiliki lab, dan event yang diselenggarakan di lab, misalnya adalah lomba dan peminjaman lab oleh mahasiswa. Petugas lab dalam hal ini laboran dan kordinator lab hanya akan mencatat dan mengarsipkan segala macam kegiatan dalam map, serta jika ada peminjaman lab harus melakukan koordinasi dengan kepala lab, dan melihat list penggunaan lab hanya pada papan peminjaman yang terpasang di ruangan kepala laboratorium. Penggunaan teknologi web dapat memecahkan masalah yang ditimbulkan diatas, dimana dengan teknologi web dapat melihat informasi jauh lebih fleksibel dan tentunyasistem pengarsipan yang lebih rapi, karena tersimpan dalam sebuah database. Metode penilitian akan diawali dengan investigasi sistem, analisis kebutuhan sistem, desain sistem, dan implementasi sistem. Hasil penelitian ini adalah aplikasi sistem laboratorium, implementasi sistem dengan web dan dengan mysql database, dimana aplikasi nantinya dapat menghasilkan informasi penggunaan dan kegiatan laboratorium di STMIK STIKOM Bali.
Analisis Sistem Cloud Computing IAAS Penyedia Server Cloud dengan Standar NIST Special Publication 800-145 Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sistem dan Informatika
Publisher : Bagian P2M STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.136 KB)

Abstract

National Institute of Standards and Technology (NIST) adalah laboratorium ilmu fisika, dan lembaga non-regulasi pada departemen perdagangan Amerika Serikat (United States Department of Commerce) NIST bertanggung jawab untuk mengembangkan standar dan pedoman termasuk persyaratan minimum, untuk menyediakan keamanan informasi yang memadai untuk semua operasi dan aset keagenan. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan oleh NIST adalah Special Publication (SP) 800-145 tentang definisi cloud computing. Dalam SP 800-145 direkomendasikan, 5 karakteristik cloud computing meliputi On-demand self-service, Broad network access, Resource pooling, Rapid elasticity, dan Measured service. Sistem yang dapat dikategorikan cloud  menurut NIST setidaknya memiliki karakteristik yang direkomendasikan. Permasalahan yang ditemukan adalah sejauh mana sebuah sistem penyedia layanan cloud  IAAS dalam menyediakan server dapat dikatakan sebuah sistem cloud computing berdasarkan standar NIST, dalam paper ini akan menganalisis sebuah sistem cloud computing dengan layanan Infrastructure AS A Service (IAAS) penyedia server Cloud  dengan pendekatan NIST SP 800-145. Metode yang digunakan adalah menganalisis apakah sistem yang dibuat sudah memenuhi unsur karakteristik dari cloud  NIST dengan beberapa pembuktian. Paper ini menghasilkan sebuah analisis sistem cloud  IAAS penyedia server cloud  dengan pendekatan NIST SP 800-145. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi penyedia server cloud  dari penelitian sebelumnya telah memenuhi sistem cloud computing menurut NIST.
Aplikasi Penyedia Server Dengan Model Layanan Cloud Computing Infrastructure As A Service Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
SENSITEK 2018: SENSITEK
Publisher : STMIK Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/pss.v1i1.333

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh beberapa perusahaan kecial adalah menyediakan sebuah server. untuk menyediakan sebuah server diperlukan investasi perangkat dan penunjang yang tidak sedikit. pembelian komputer server yang tidak murah, pembangunan ruang server, listrik yang stabil, ruangan ber ac, dan tentunya pengawasan server. hal ini tentunya membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Untuk menekan modal awal sebuah perusahaan dapat melakukan sewa server.  Metode pengumpulan data penelitian dimulai dari ovservasi, studi literatur tentang sistem cloud computing, dan beberapa wawancara dengan pengusaha yang belum memiliki sistem. Selanjutnya dilakukan metode perancangan sistem dimulai dengan analisis masalah, desain sistem, implementasi sistem, dan testing sistem. Paper ini menghasilakan sebuah sistem Cloud Computing IAAS dengan layanan penyediaan server yang dapat digunakan untuk melayani kebutuhan sewa server dengan model penyebaran private cloud dan rancangan berupa DFD, dimana server yang yang dihasilkan pada sistem ini adalah server yang dapat disewa untuk nantinya dikembangan menjadi berbagai server sesuai dengan kepentingan perusahaan.Kata kunci: Cloud Computing, IAAS, Private Cloud.
Arsitektur Konsolidasi Server dengan Virtualisasi untuk Penyedia Layanan Infrastruktur Cloud Arsa, I Gusti Ngurah Wikranta
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.436 KB) | DOI: 10.30864/jsi.v14i1.240

Abstract

IAAS sebagai salah satu model layanan penyedia infrastruktur tentunya harus melayani kebutuhan infrastruktur khususnya server sebagai salah satu layanan komputasi. Dalam implementasinya layanan penyedia server atau komputasi memberikan sebuah server yang dapat dikelola oleh pengguna layanan, sebagai penyedia layanan seharusnya menyediakan server secara fisik. Permasalahan yang ditimbulkan adalah jumlah server yang disediakan tentunya sesuai dengan jumlah pelanggan jika saja ini dilakukan maka akan menimbulkan jumlah server yang banyak dan tingkat investasi yang besar, konsumsi daya yang besar, penggunaan utilitas infrastruktur yang tidak maksimal, biaya perawatan besar, penyediaan ruang secara fisik yang besar, serta manajemen pengelolaan perangkat fisik yang besar. Dalam pengelolaannya ada beberapa metode yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan konsolidasi. arsitektur server konsolidasi yang digunakan untuk penyedia layanan infrastructure cloud computing. Dimana pada arsitektur terdapat tiga layer yang diusulkan yaitu layer infrastruktur sebagai penyedia fisik dari server, layer hypervisor sebagai sistem oprasi virtualisasi pengelola seluruh infrastruktur fisik, dan yang ketiga adalah layer aplikasi yang berisikan seluruh mesin virtual yang dapat diakses oleh pengguna layanan cloud infrastruktur.