Articles

Found 23 Documents
Search

MAKNA GAMBAR 3 BIRI-BIRI DAN KOTAK PADA FILM ‘THE LITTLE PRINCE’ Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB)

Abstract

Film mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya, muatan pesan tersebut dibangun dengan banyak tanda Maka dengan anggapan tersebut film dapat memberi pengaruh yang banyak terhadap kehidupan masyarakat melalui tanda-tanda.Film ‘The Little Prince’ adalah film animas yang mengugah pemikiran orang dewasa yang menontonnya. Menggambarkan bagaimana kehidupan yang sedang terjadi masa kini, dimana banyaknya manusia yang hanya fokus pada masa depan, sehingga bersaing untuk mendapatkan prestasi nilai yang tinggi dan pekerjaan yang bagus, dan melupakan cara menikmati hidup pada masa sekarang, hal-hal yang esensial dalam hidup. Penelitian ini bermaksud untuk melihat makna simbol visual Biri-biri dan Kotak dari film tersebut yang berkaitan dengan hal yang esensial dalam hidup yang bermakna. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis Roland Barthes. Metode semiotika ini menganalisis fenomena dari segi tanda dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  makna tanda dan penanda dalam film ‘The Little Prince’ dapat dikaji dari makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Makna yang tersirat dalam tiga Biri-biri dan Kotak menggambarkan bahwa apa yang tampak tidak dapat dipahami tanpa melihat makna konotasi dan mitos didalamnya, kotak yang berlubang, tidak hanya sekedar kotak berlubang namun adanya sebuah imajinasi sang pangeran yaitu seekor biri-biri yang hidup di dalamnya dengan rupa biri-biri sesuai dengan keinginannya.Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terpenting biasanya tidak terlihat kasat mata.Kata-kata Kunci: Makna, Simbol, Biri-biri, Semiotika, Film
ETIKA KOMUNIKASI DALAM MEDIA SOSIAL BAGI IBU- IBU PKK DI DESA MEKARMUKTI KAB.BANDUNG BARAT (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Etika Komunikasi dalam Media Sosial bagi Ibu-Ibu PKK di desa Mekarmukti Kab.Bandung Barat) Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.968 KB) | DOI: 10.14421/pjk.v10i1.1219

Abstract

Abstract. Humans as social beings, certainly put through the process of communication in everyday life. The communication process can be done by using the existing role of the media. The development of technology, the development of the media has become increasingly sophisticated. One of them is the existence of social media. Currently, the communication process becomes easier, so we also know mediated communication, which in this study is through social media. In using social media, of course, can not arbitrarily, but there is a communication ethics that need to be considered. Ethics of communication in social media is what will be studied by researchers. In this digital era, social media development had already entered into the lives of women in rural areas, one of which is the PKK in the village Mekarmukti, Kab. West Bandung. As for the focus of this study are: (1) determine the ethics of communication in social media for the PKK in the village Mekarmukti, Kab.Bandung West; (2) determine the type of social media used by the PKK in the village Mekarmukti, Kab.Bandung West. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Researchers used data collection techniques include: observation, interview and documentation study. The results of this study indicate that: (1) the ethics of communication in social media for the PKK include communication ethics in the context of time, the contents of the message, and the communicant; (2) the type of social media used is facebook, BBM, and WhatApp.
MAKNA GAMBAR 3 BIRI-BIRI DAN KOTAK PADA FILM ‘THE LITTLE PRINCE’ Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13335

Abstract

Film mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya, muatan pesan tersebut dibangun dengan banyak tanda Maka dengan anggapan tersebut film dapat memberi pengaruh yang banyak terhadap kehidupan masyarakat melalui tanda-tanda.Film ‘The Little Prince’ adalah film animas yang mengugah pemikiran orang dewasa yang menontonnya. Menggambarkan bagaimana kehidupan yang sedang terjadi masa kini, dimana banyaknya manusia yang hanya fokus pada masa depan, sehingga bersaing untuk mendapatkan prestasi nilai yang tinggi dan pekerjaan yang bagus, dan melupakan cara menikmati hidup pada masa sekarang, hal-hal yang esensial dalam hidup. Penelitian ini bermaksud untuk melihat makna simbol visual Biri-biri dan Kotak dari film tersebut yang berkaitan dengan hal yang esensial dalam hidup yang bermakna. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis Roland Barthes. Metode semiotika ini menganalisis fenomena dari segi tanda dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  makna tanda dan penanda dalam film ‘The Little Prince’ dapat dikaji dari makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Makna yang tersirat dalam tiga Biri-biri dan Kotak menggambarkan bahwa apa yang tampak tidak dapat dipahami tanpa melihat makna konotasi dan mitos didalamnya, kotak yang berlubang, tidak hanya sekedar kotak berlubang namun adanya sebuah imajinasi sang pangeran yaitu seekor biri-biri yang hidup di dalamnya dengan rupa biri-biri sesuai dengan keinginannya.Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terpenting biasanya tidak terlihat kasat mata.Kata-kata Kunci: Makna, Simbol, Biri-biri, Semiotika, Film
STRATEGI PROMOSI PADA TAHAPAN PRA-PRODUKSI FILM ‘HAJI ASRAMA’ (HAS) Permana, Rangga Saptya Mohamad; Puspitasari, Lilis; Indriani, Sri Seti
ProTVF Vol 2, No 2 (2018): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v2i2.20818

Abstract

Kini, kegiatan promosi sebuah film sama pentingnya dengan produksi film itu sendiri. Masyarakat sepertinya lebih melihat bahwa kesuksesan sebuah film itu berdasarkan bagaimana film itu dibuat, bukan dari cara mempromosikannya. Mempromosikan film sejalan dengan pembuatan film, dimulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Strategi promosi film harus terencana sedemikian rupa sehingga mendapatkan target pasar yang baik juga. Namun, mempromosikan sebuah film memang tidak mudah; tim produksi film harus kreatif dan aktif dalam mempromosikan film tersebut. Film non-komersial seperti film-film independen (indie) terutama film-film lokal di luar Pulau Jawa memiliki beberapa hambatan dalam mempromosikan filmnya karena harus bergelut dengan film-film komersil lainnya. Komunitas Film Sumatera Utara (KOFI Sumut) merupakan salah satu komunitas film yang ada di luar Jawa yang juga tergolong aktif membuat film-film indie berbasis budaya lokal. Penelitian ini dilakukan di Medan, Sumatera Utara. Beberapa anggota yang tergabung dalam KOFI Sumut menjadi narasumber melalui teknik pengambilan sampel purposif. Wawancara dilakukan ketika para anggota tersebut sedang dalam proses produksi film ‘Haji Asrama’ (HAS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, FGD, studi dokumentasi dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi promosi yang dilakukan pada tahapan pra-produksi dalam film ‘HAS’. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat setidaknya empat strategi promosi film yang dilakukan kru film ‘HAS’, yang mengutamakan penayangan video klip sebagai salah satu strategi promosi utama mereka yang kemudian diikuti oleh pembuatan teaser film, promosi lewat media sosial, dilanjutkan dengan pembagian merchandiser.
PROSES KOMUNIKASI VERBAL PEREMPUAN INDONESIA DI AUSTRALIA Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.331 KB)

Abstract

Indonesian women that live in Australia have a different way in the verbal communication process than the citizens in Australia. They also are involved in many activities related to the culture tradition of Indonesia, like going to ‘asrisan’ or ‘pengajian’ group activities. Looking back on the background culture on where they live which is Australia, they tend to make new cultures. The research focused on how is the verbal communication process that applies within these Indonesian women in activity groups in Australia? The study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collecting technique used are depth interview, documentation study and observation. The result shows that the verbal communication that applies within the Indonesian women in activities group in Australia includes: (1) A new pattern of communication among the Indonesian women. (2) Topics discussed among them are Indonesia food; problems that occur in Indonesia and gossiping about other people.                                                                                                  Keywords: Verbal Communication, Indonesian Women, Australia
PELATIHAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BAGI ANGGOTA KARANG TARUNA PADU SELARAS RW 06 DI KECAMATAN CIBURIAL BANDUNG Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.933 KB) | DOI: 10.30999/jpkm.v7i2.56

Abstract

This article is the result of Community Service Activities (PKM) which has been done by the author on members of Karang Taruna Padu Selaras in Cirapuhan village, Kec. Ciburial, Bandung. PKM activities conducted are about Communication Competency Training for Coral Reef Members Padu Selaras in Cirapuhan village, Kec.Ciburial, Bandung. Community Service Activities has the objective of producing outcomes, namely: 1) Providing concrete knowledge and insight on communication competency training; 2) Provide basic skills on communication competence for members of Karang Taruna Padu Selaras. The method of PKM implementation conducted in this training activity is ice breaking method; lecture method; Group discussion methods; And feedback collection methods. The conclusions of this communication competency training are: (1) As a benchmark for members of Karang Taruna Padu Selaras in understanding the communication competence (2) Increasing their awareness of the importance of having good and right communication competence; (3) Improving the basic capability of members of the Parang Taruna Padu Synchronized in communicating.
PESAN RASISME DALAM EPISODE THE VINYARDS PADA FILM AMERICAN HISTORY X Indriani, Sri Seti; Rosfiantika, Evi
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.389 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.19879

Abstract

Film berlatarbelakang rasisme yang menekankan anti-rasisme sepertinya menjadi tren di perfilman Hollywood. Film-film tersebut sebagai media informasi ini mendemonstrasikan perubahan masyarakat yang rasisme menjadi ‘post-rasisme’ American History X merupakan salah satu film yang berupaya menekankan anti-rasis. Film tersebut menceritakan bagaimana kebencian seseorang terhadap perbedaan ras dapat menjadi suatu masalah besar bahkan menghancurkan sebuah keluarga. Fokus penelitian ini bertujuan untuk melihat penanda sebagai petanda pesan rasisme pada salah satu episode dalam film American History X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan semiotika dalam menemukan penanda dan petanda pesan rasisme yang ada pada episode “The Vinyards” pada film American History X.  Subjek analisis dalam penelitian ini merupakan komunikasi verbal dan nonverbal yang berupa dialog dan narasi gambar pada episode tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penanda sebagai petanda pesan rasisme pada episode ”The Vinyards” dalam film American History X dilihat dari penggunaan komunikasi verbal dan nonverba yang meniputi (1) bahasa tubuh, (2) bahasa verbal, (3) bahasa non-verbal yang dilakukan berupa kekerasan yang terjadi, (4) intonasi suara, (5) teknik pengambilan gambar, dan (6) sudut pandang pengambilan gambar.
PUBLISITAS DAN PROMOSI FILM ADA APA DENGAN CINTA? 2 Puspitasari, Lilis; Mahameruaji, Jimi Narotama; Indriani, Sri Seti
ProTVF Vol 1, No 2 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.648 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i2.19876

Abstract

Publisitas bagi sebuah film merupakan suatu alat  untuk menyebarkan  pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan pemasaran lewat media tertentu untuk kepentingan dari sebuah production house tanpa pembayaran tertentu pada media. Dalam film orang yang bergerak  untuk mempublikasikan film dikenal dengan  istilah publisis. Kegiatan publisitas dalam bidang pemasaran direncanakan dalam rangka mendukung tujuan pemasaran suatu produk atau jasa perusahaan. Salah satu area bidang publisitas ini adalah entertainment publicity, dimana salah satu produknya  adalah film. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan publisitas dan promosi sebagai alat  komunikasi pemasaran pada film Ada Apa Dengan Cinta 2. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 3 tahapan yang diterapkan dalam mengembangkan strategi  publisitas film AADC 2. Tahap Pertama adalah Menentukan tujuan publisitas; Tahap kedua, Mengidentifikasi Target Sasaran; Tahap Ketiga, Mendefinisikan Pesan dari Film; Tahap keempat Menentukan strategi publisitas,  dan Tahap Terakhir adalah Monitoring dan evaluasi.
GAYA KOMUNIKASI DALAM BINGKAI KEPEMIMPINAN BAGI FIGUR PEREMPUAN Prasanti, Dhita; Indriani, Sri Seti
Jurnal Nomosleca Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.433 KB) | DOI: 10.26905/nomosleca.v4i1.1987

Abstract

Good leadership requires competence in communicating with members, how to communicate the leadership of an organization or institution to achieve its goals. In this modern society, more and more women become leaders in their organization which in some parts of society in Indonesia, It is still rare to find women responsible. This study aims to find out more about responsible women in an institution / organization that focuses on how they communicate with their members to achieve goals, so that the title that emerges in this research is "Communication Style in the Frame of Leadership for Women". The focus of this research is to know the style of leadership communication on the female figure. The research used qualitative approach with case study method. Data collection techniques used were in-depth interviews, documentation studies and observation. The fourth informants were chosen by purposive sampling technique. The results showed that leadership style of communication in this female figure include informative style; directing; confirm; participate; granting delegations; remind; and evaluation. Keywords: Communication Style, Leadership, Women, Institute of Language StudiesDOI : https://doi.org/10.26905/nomosleca.v4i1.1987
Pelatihan literasi media digital bagi murid-murid armidale english college (AEC) di Soreang Kabupaten Bandung Selatan Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.111 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.15364

Abstract

Kegiatan ini memiliki tujuan dapat menghasilkan luaran yaitu: (1) Memberikan pengetahuan dan wawasan yang konkret mengenai pelatihan literasi media digital; (2) Memberikan kemampuan dasar mengenai pelatihan literasi media digital bagi murid-murid AEC di Soreang Kab.Bandung Selatan. Metode pelaksanaan PKM yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah metode ceramah; metode diskusi; dan metode kaji tindak. Kesimpulan dari pelatihan literasi media digital ini adalah: (1) Sebagai tolak ukur seberapa jauh murid-murid AEC mengetahui literasi media digital; (2) Meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya melek media digital berkaitan dengan segala informasi yang dianggap penting dalam media untuk generasi digital berikutnya; (3) Meningkatkan kemampuan dasar murid AEC tentang literasi media digital. Digital Media Literacy Training for Students Armidale English College (AEC) in Soreang, District of South Bandung AbstractThe activity is aimed at producing the following outputs: (1) Providing concrete knowledge and insight into digital media literacy training; (2) Providing basic skills on digital media literacy training for AEC students in Soreang Kab.Bandung Selatan. The method of PKM implementation conducted in this extension activity is the lecture method; Method of discussion; and action research method. The conclusions of this digital media literacy training are: (1) As a measure of how far AEC students know the digital media literacy; (2) Increasing their awareness of the importance of digital media literacy in relation to any information deemed important in the media for the next digital generation; (3) Improving the basic skills of AEC students about digital media literacy.