Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG UNTUK MENGANTISIPASI ANCAMAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI Wijaya, Oktomi; Trisnantoro, Laksono; Mardiatno, Djati
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Padang adalah salah satu area di Indonesia yang memiliki risiko tinggi untuk gempa dan tsunami yang dikenal dengan Mentawai Megathrust. Para Peneliti memperkirakan bahwa ada potensi gempa bumi 8,8 SR dan diikuti tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, mengevaluasi kendala serta untuk merekomendasikan  kebijakan terkait rencana kesiapsiagaan rumah sakit dalam mengantisipasi ancaman mentawai megathrust. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (gabungan anatara metode kualitatif dan kuantitatif). Metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, sedangkan metode kuantitatif dengan menggunakan indeks kesiapsiagaan. Hasil penelitian ini adalah Kesiapsiagaan rumah sakit menurut konsep hospital safety index PAHO adalah 0,558, kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah berdasarkan konsep PKMK FK UGM adalah 0,16. Kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah berada pada level kesiapsiagaan rendah. Hal ini berarti Tindakan perbaikan sangat dibutuhkan segera. Status kesiapsiagaan rumah sakit belum memadai untuk melindungi pasien dan staf RS selama dan sesudah terjadi bencana. Kata-kata kunci: Kesiapsiagaan, rumah sakit, manajemen bencana  Abstract Padang city is one area of Indonesia that posed high risk on earthquake and tsunami as known as Mentawai Megathrust. The objective of this research was to examine the preparedness status of Siti Rahmah Islamic Hospital, evaluate the constraints and formulate recommendation policy related to hospital disaster plan to anticipate mentawai megathrust. This research using mix methods (combine qualitative and quantitative methods). Qualitative methods using indepth interview, observation, and document review, while quantitative methods using preparedness index. The result of this research showed that hospital preparedness level was 0.558 (PAHO concept), while based on PKMK FK UGM, the hospital preparedness level was 0.16. Hospital Preparedness level was on low level. This level means that urgent intervention measures are needed. The hospitals current preparedness level is inadequate to protect the lives of patients and hospital staffs during and after disaster.  Keywords: Preparedness, Hospital, disaster management
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA EVAKUASI BENCANA DI SD MUHAMMADIYAH SE-KECAMATAN BANGUNTAPAN, BANTUL, DIY Wijaya, Oktomi; Isni, Khoiriyah
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.878 KB) | DOI: 10.12928/jp.v1i2.344

Abstract

Tingginya risiko bencana yang ada di Provinsi Yogyakarta khususnya Kabupaten Bantul, maka mutlak diperlukan suatu upaya pengurangan risiko bencana, terutama di sekolah yang  merupakan komunitas anak-anak sebagai kelompok rentan. Sekolah dasar tentu harus mendapatkan perhatian yang lebih dikarenakan anak-anak SD memiliki kerentanan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perhatian khusus kepada siswa sekolah dasar terkait dengan kemampuan menghadapi bencana. Upaya kesiapsiagaan sekolah dapat dimulai dengan analisis risiko bencana di sekolah, pembuatan prosedur kedaruratan bencana dan berlatih menyelamatkan diri saat terjadi bencana.  Metode yang digunakan dalam pelatihan ini antara lain: (1) pendidikan masyarakat atau penyuluhan, (2) pelatihan atau praktik, (3) simulasi. Tujuannya adalah peserta mendapatkan keterampilan tidak hanya berdasarkan pelatihan atau praktik, namun juga secara teori atau pengetahuan. Output kegiatan pelatihan ini antara lain: (1) peningkatan pengetahuan siswa dan guru sekolah dasar terkait perencanaan evakuasi bencana, (2) peningkatan keterampilan siswa dan guru sekolah dasar dalam mengevakuasi ketika terjadi bencana, (3) diseminasi hasil kegiatan berupa produk publikasi dan modul pelatihan. Outcome yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pembuatan peta dan jalur evakuasi yang dicetak ukuran besar dan ditempel di dinding sekolah, sehingga dapat diketahui dan dipahami setiap warga sekolah. Secara umum, kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dan guru sekolah dasar mengenai perencanaan evakuasi bencana di sekolah. Disamping itu, tersusunnya peta, jalur, dan rambu evakuasi bencana sesuai situasi dan kondisi sekolah masingmasing