Fahrurazi Fahrurazi, Fahrurazi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DAN PENGGUNAAN AIR SUNGAI DENGAN KELUHAN KESEHATAN KULIT PADA MASYARAKAT Riza, Yeni; Fahrurazi, Fahrurazi; Ernadi, Erwin
MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion Vol 1, No 1 (2018): MPPKI - JANUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.401 KB)

Abstract

Hasil pemantauan kualitas air sungai oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin tahun 2013, 2014, dan 2015 diperoleh hasil bahwa Sungai Martapura dan Sungai Barito termasuk dalam status cemar berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kesehatan dan penggunaan air sungai dengan keluhan kesehatan kulit pada masyarakat sekitar sungai Pangambangan Banjarmasin. Target penelitian ini diharapkan dapat dilakukan pengabdian kepada masyarakat di sekitar sungai pengambangan Banjarmasin agar masyarakat dapat lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakannya terhadap hidup sehat dan mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas terdekat. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan tidak memberikan peluang yang sama dari setiap anggota populasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak menggunakan pelayanan kesehatan yaitu 79 responden (85,87%), sebagian besar masyarakat tidak mengalami keluhan kesehatan kulit yaitu sebesar 89 responden (96,7%). Dalam penggunaan air sungai diperoleh hasil bahwa lebih banyak responden dalam kategori menggunakan air sungai yaitu 76 responden (82,61%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemanfaatan layanan kesehatan dengan keluhan kesehatan kulit (p-value = 0,000) dan tidak ada hubungan antara penggunaan air sungai dengan keluhan kesehatan kulit p-value = 0,130)Kata Kunci : Pemanfaatan, Pelayanan Kesehatan, Sungai 
KEJADIAN DIARE PADA BALITA DITINJAU DARI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN Indah, Meilya Farika; Fahrurazi, Fahrurazi; Husna, Nurul
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama pada balita. Diare dapat dicegah apabila masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga dengan kejadian diare. Subjek dalam penelitian adalah kepala keluarga di Desa Banyu Tajun Dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mempunyai anak balita (usia 6- 59 bulan). Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional,.data diambil dari responden dengan menggunakan kuisioner. Uji analisis dengan menggunakan Uji Spearman’s rho. Hasil penelitian tentang PHBS menunjukkan kepala keluarga sebagian besar tidak sehat sebanyak 55,4% dan sehat sebanyak 44,6%. Balita yang mengalami diare sebanyak 41,9% dan tidak diare sebanyak 58,1%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,072 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare di Desa Banyu Tajun dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Kata-kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, diare                                                                   AbstractDiarrhea is a public health problem, especially in infants. Diarrhea can be prevented if the community have a good knowledge to implement Clean and Healthy Behavior (PHBS). This study aims to determine the relationship between Clean and Healthy Behavior (PHBS) of the household part with the prevalence of diarrhea. Subjects in this study were the head of the family in the village of Banyu Tajun Dalam Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara District who have children under five (aged 6- 59 months). The research design used is analytic survey research with cross sectional approach, data taken from respondent by using questionnaire. Test analysis by using Spearmans Test rho. Results of research on PHBS showed the head of the family is largely unhealthy as much as 55.4% and healthy as much as 44.6%. Toddlers who experienced diarrhea as much as 41.9% and not diarrhea as much as 58.1%. The result of statistical test shows that p = 0,072 indicates that there is no significant relationship between Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) with prevalence of diarrhea  in Banyu Tajun Village in Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara Regency.Keywords: Clean and healthy behavior, diarrhea
DISMENORE SEBAGAI FAKTOR STRES PADA REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI DI SMA KRISTEN KANAAN BANJARMASIN Ilmi, M Bahrul; Fahrurazi, Fahrurazi; Mahrita, Mahrita
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.719 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.864

Abstract

Salah satu penyebab dismenore atau nyeri haid adalah faktor psikis atau stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan dismenore pada remaja putri kelas X dan XI di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel yang dipergunakan adalah total sampling dengan sampel sejumlah 94 responden. Data diambil dengan cara pemberian daftar pertanyaan (kuesioner). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Pearson Chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan dismenore yakni p value = 0,037 dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05 (5%) sehingga? ?p value < ?. Faktor psikis atau stres dapat meningkatkan? resiko kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin. Sekolah diharapkan dapat memberikan tambahan materi tentang pengetahuan kesehatan reproduksi? pada remaja dalam upaya peningkatan ?kesehatan reproduksi khususnya mengenai dismenore.
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KENAKALAN PADA REMAJA DI YAYASAN “WAGAS LIMPUA” BANJARMASIN Rusdiyanti, ivong; Fahrurazi, Fahrurazi; Anggraeni, Septi
Bahasa Indonesia Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.001 KB) | DOI: 10.35747/hmj.v3i1.377

Abstract

Pada setiap tahunnya masih terdapat kasus kenakalan pada remaja. Kasus kenakalan remaja yang ditangani Yayasan Wagas Limpua dari bulan Januari 2016 sampai Maret 2019 yang terbanyak adalah kasus perilaku seks pranikah, NAPZA, dan minum-minuman keras. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi kenakalan remaja di Yayasan Wagas Limpua. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian menggunakan teknik ?purposive sampling? yaitu 5 orang klien remaja berusia 13-18 tahun di Yayasan Wagas Limpua. Sebagai informan triangulasinya, antara lain : teman sebaya, guru BK, tokoh masyarakat, dan konselor dari yayasan. Hasil penelitian menunjukkan : pertama, dilihat dari faktor internal bahwa semua informan kunci mengalami krisis identitas dan memiliki kontrol diri yang lemah. Kedua, dilihat dari faktor eksternal sebagian besar informan kunci kurang mendapatkan perhatian dan kurang berkomunikasi dengan keluarga, sebagian besar dari teman nongkrong atau bergaul lebih banyak yang sudah putus sekolah atau anak jalanan, dan sebagian besar informan kunci menggunakan waktu luang untuk bekerja dan sebagian menggunakan waktu luangnya untuk bermain HP. Sedangkan lingkungan tempat tinggal tidak mempengaruhi karena yang mempengaruhinya adalah lingkungan bergaul para remaja tersebut. Diharapkan para remaja dapat merubah perilakunya untuk menjauhi perilaku berisiko yang dapat mempengaruhi status kesehatan remaja utamanya masalah reproduksi.