Articles

Found 4 Documents
Search

TRIK MENGATASI MASALAH MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MEMASUKI ERA PKKS MELALUI PENDEKATAN “COLLA-COOP”DI SMP KABUPATEN SINTANG Bejo, Bejo
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 3, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah yang telah dilakukan pengawas sekolah sebagai Pembina kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya, dengan pendekatan “Colla-Coop” sebagai trik untuk mengatasi masalah manajerial kepala sekolah memasuki era PKKS. Kepala Sekolah dituntut memiliki kompetensi manajerial dalam melaksanakan tupoksinya dalam memimpin sekolah, yang setiap tahun diukur dan dinilai dengan instrumen PKKS. Pengawas sekolah sebagai pembina memandang perlu melakukan pendampingan kepada kepala sekolah agar tupoksi manajerial dapat berjalan  sesuai standar yang telah ditetapkan.  Kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah sebagai trik untuk mengatasi masalah tersebut, adalah sebagai berikut: 1) Pengarahan dan review tentang tupoksi dan kompetensi Kepala Sekolah sesuai standar; 2) Bedah instrumen PKKS; 3) Workshop berbagi tugas menyusun dokumen bukti fisik yang harus dilakukan kepala sekolah, 4)  Pengumpulan hasil draf akhir dan disitribusi komulatif, dan 5) Review program masing-masing  sekolah. Pelaksanan  trik pendekatan “Colla-Coop” lancar, karena setiap kepala sekolah merasa kegiatan tersebut wajib dilakukannya dan hasil produk kegiatan merasa harus dimiliki. Kendala kecil terjadi berkaitan dengan kemampuan IT kepala  sekolah,  namun dapat diatasi  dengan  baik.  Hasil  akhir kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah ini adalah setiap kepala sekolah memiliki produk draf program sekolah dan wawasan tentang tugas manajerial seperti tuntutan instrumen PKKS, yang harus dikembangkan lebih lanjut di sekolah masing-masing, serta terbangun karakter tanggung jawab dan kerjasama. Kata Kunci: Manajerial, PKKS dan Colla-Coop
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU Bejo, Bejo
Manajer Pendididikan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Manajer Pendididikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study to describe the leadership in increasing teachers’ discipline at senior high school 1 Lubuklinggau city. The subject of research are principal, teachers and student. This research used descriptive qualitative method and two techniques in collecting data: interview and documentation.The technique for analyzing the data is using reductive data, display data, conclusion, and verification data. The conclusion is that the principal leadership in increasing teachers’ discipline has been done professionally based on the role and function, so that theteachers’ discipline has been done well and the vision and mission can be achieved.Key words: leadership, principal, discipline, teacher
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PENGIRIMAN BARANG DI CARGO SERVICE CENTER GARUDA INDONESIA CABANG PONTIANAK Bejo, Bejo; Fachri, Helman; Yasmin, Devi
JURNAL PRODUKTIVITAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Produktivitas 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.83 KB) | DOI: 10.29406/jpr.v4i1.782

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap pelayanan pengiriman barang di Cargo Service Center Garuda Indonesia Cabang Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode survei, yakni teknik riset di mana informasi dikumpulkan melalui kuesioner. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua pelanggan yang pernah menggunakan jasa Cargo Service Center Garuda Indonesia Cabang Pontianak. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 100 orang yang akan dipakai sebagai sampel. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa diagram kartesius. Analisis digunakan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows untuk mempermudah dalam mengolah dan menginterpretasi hasil penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Sebagian besar responden berjenis kelamin pria, berumur antara 26-30 Tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai karyawan swasta, berpenghasilan Rp.2.000.000,00 – Rp. 2.999.999,00 dan menggunakan Cargo Service 1-2 kali dalam setahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kepuasan (X= 3,72) lebih kecil dari pada nilai kepentingan (Ȳ= 4,31), artinya pelanggan Cargo Service Center PT. Garuda Indonesia Pontianak tidak puas. Kata Kunci: Kepuasan konsumen, Pelayanan Pengiriman Barang
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH HAM MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 0713 PIR TRANS SOSA I A Bejo, Bejo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 1, No 2 (2017): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.529 KB)

Abstract

Tujuan Penelititan Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn khususnya kelas VI SD Negeri 0713 Pir Trans Sosa I a, sehingga pembelajaran PKn menjadi lebih menyenangkan dan menimbulkan kreativitas. Skor rerata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus pertama sampai siklus kedua. Pada siklus pertama keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat meningkat dari 73 % menjadi 89 %. Skor rerata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran mengalami penurunan dari siklus pertama sampai siklus kedua. Pada siklus pertama rerata skor aktivitas siswa yang tidak relevan sebesar 21,26 %, sedangkan pada siklus kedua sebesar 9,25 % mengalami penurunan sebesar 12,01 %. Skor rerata pemahaman siswa tentang masalah Hak Asasi Manusia, pada siklus pertama sebesar 7,01 % dan pada siklus kedua pada siklus kedua 7,80 %, tergolong baik demikian juga tentang penuntasan belajar pada siklus pertama 74,82 % dan pada siklus kedua menjadi 89,96 %. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa model Problem Based Learning  dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah Hak Asasi Manusia dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa SD Negeri 0713 Pir Trans Sosa I a.