Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN KETEBALAN FILLER TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL DAN IMPACK PADA KOMPOSIT YANG DIBUAT DARI LIMBAH TERMOPLASTIK PET, PP, DAN PE Suryani, Suryati; Zulnazri, Zulnazri
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.88 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v11i2.160

Abstract

Penelitian ini melaporkan tentang perbandingan kekuatan fleksural dan impack terhadap komposit Polietilenateraptalat (PET), Polipropilen (PP) dan Polietilen (PE) yang menggunakan filler fiber glass dengan berbagai variabel. Dimana untuk komposit PET menggunakan softenning agent o-klorofenol sedangkan untuk PP dan PE menggunakan waiting agent xilena. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengepresan dengan hot press, temperatur leleh maksimum yang didapatkan untuk masing-masing bahan termoplastik yaitu PET 265 oC, PP 167 oC, dan PE 135 oC. Nilai fleksural yang terbaik pada masing-masing komposit diperoleh pada PET - 3 lapis serat 533.33 Mpa, PP - 2 lapis serat 566.66 Mpa, dan PE - 2 lapis serat 600,00 Mpa. Untuk uji impact diperoleh nilai terbaik masing-masing pada komposit PET - 3 lapis serat 25,5 Mpa, komposit PP-2 lapis serat 29,5 Mpa, dan komposit PE - 2 lapis serat 21,5 Mpa.Kata kunci : Komposit, Poplietilenteraptalat, Polipropilen, Polietilen, Fiber Glass
Pengaruh pH dan Waktu Ekstraksi Terhadap Karakteristik Pektin dari Kulit Coklat Wusnah, Wusnah; Zulnazri, Zulnazri; Sulastri, Sulastri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.227 KB) | DOI: 10.29103/jtku.v4i2.71

Abstract

Kulit buah coklat memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi sumber pektin dimana selama ini kulit buah coklat hanya merupakan limbah yang kurang bisa dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kulit buah coklat sebagai sumber pektin dengan metode ekstraksi. Pada penelitian ini digunakan tiga variabel berubah yaitu pH ekstraksi 1,5; 2,6; 2,8; 3,0; waktu ekstraksi 60, 70, 80, 90  menit, dan perlakuan pencucian sampel  dengan etanol dan aquadest. Dari hasil penelitian diperoleh hasil terbaik pada waktu ekstraksi 60 menit, pH 1,5 dengan perolehan kadar air 12,1 %, kadar metoksil 3,028 %, dan kadar galakturonat 41,373 %, sedangkan rendemen terbanyak diperoleh pada waktu ekstraksi 90 menit, pH 2,8 yaitu 9,68 %. Perlakuan pencucian sampel dengan etanol menghasilkan jumlah pektin yang tidak jauh berbeda dengan sampel dengan pencucian menggunakan aquadest, tetapi  warna yang dihasilkan sedikit berbeda.
Temperature Effect of Crystalinity in Cellulose Nanocrystal from Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) using Sonication-Hydrothermal Methods Zulnazri, Zulnazri; Anjana, Fika; Roesyadi, Achmad
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 6, No 1 (2017): Edition of January - April 2017
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2017.006.01.296

Abstract

Production of cellulose nanocrystals (CNCs) from cellulose of oil palm empty fruit bunches (OPEFB) have been done. The delignification of OPEFB was mixed with 17,5% NaOH and carried out in the three-neck flask with refluxed for 2 hour at 80oC. Further the suspension was bleached with NaOCl 2% for 1 hour at 70oC. Then, to produce CNCs, Cellulose was firstly sonicated for 30 minutes at 40oC. After that cellulose was hydrolized at hydrothermal reactor for 0,1,2,3,4,5, hours at 110 and 120oC respectively. After filtration and washing, CNCs was analyzed by X-Ray Diffraction and the result shows that the grade of the highest CNCs crystalinity at consentration of HCL 2 M at a temperature of 110oC with reaction time of 2 hours is equal to 75.87%.  It can be concluded that sonication-hydrothermal can increase the grade of crystalinity of cellulose nanocrystal.
PERBANDINGAN KETEBALAN SERAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KOMPOSIT POLIPROPILEN DAUR ULANG DENGAN METODE CETAK TEKAN Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.572 KB) | DOI: 10.29103/jtku.v1i1.41

Abstract

Komposit berkualitas tinggi dapat dibuat dari kombinasi polymer polypropilen (PP) dengan fiber glass, yang diikat oleh anhidrat maleat sebagai coupling agent. Polypropilen merupakan polymer termoplastik yang elastis dan mudah dibentuk dengan cara pemanasan, dimana polymer ini memiliki titik leleh 167 oC. Dalam penelitian ini polypropilen yang digunakan sebagai matrik adalah material bekas dari kemasan plastic aqua gelas dan fiber glass yang digunakan sebagai bahan interface adalah bahan teknis dalam bentuk Chopped Strand Matt (CSM). Material plastik bekas tersebut didaur ulang dengan cara pemanasan sedangkan fiber glass dipotong sesuai dengan ukuran cetakan dan spesimen berdasarkan ASTM D638 type IV. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur untuk dicetak dalam Hot Press. Kualitas komposit yang diperoleh berdasarkan perbandingan ketebalan fiber glass yang digunakan yaitu : untuk komposit 1 lapis fiber glass dengan konsentrasi anhidrat maleat 6 dan 7 % diperoleh tensile strength sebesar 228,57 dan 221,43 Mpa, sedangkan untuk komposit dengan 2 lapis fiber glass diperoleh tensile strength 292,86 dan 300,00 Mpa. Penelitian ini menunjukan bahwa anhidrat maleat yang digunakan sebagai bahan pengikat antara fiber glass dengan PP bekerja maksimal sehingga membentuk ikatan silang, dimana ikatan silang ini dapat terbentuk dengan adanya bantuan senyawa peroksida sebagai inisiator yang membuka ikatan C-H pada PP sehingga membentuk radikal +R-OH.
PERBANDINGAN KETEBALAN FILLER TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL DAN IMPACK PADA KOMPOSIT YANG DIBUAT DARI LIMBAH TERMOPLASTIK PET, PP, PE Suryati, Suryati; Zulnazri, Zulnazri
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v6i2.106

Abstract

Penelitian ini melaporkan tentang perbandingan kekuatan fleksural dan impack terhadap komposit Polietilenateraptalat (PET), Polipropilen (PP) dan Polietilen (PE) yang menggunakan filler fiber glass dengan berbagai variabel. Dimana untuk komposit PET menggunakan softenning agent o-klorofenol sedangkan untuk PP dan PE menggunakan waiting agent xilena. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengepresan dengan hot press, temperatur leleh maksimum yang didapatkan untuk masing-masing bahan termoplastik yaitu PET 265 oC, PP 167 oC, dan PE 135 oC. Nilai fleksural yang terbaik pada masing-masing komposit diperoleh pada PET - 3 lapis serat 533.33 Mpa, PP - 2 lapis serat 566.66 Mpa, dan PE - 2 lapis serat 600,00 Mpa. Untuk uji impact diperoleh nilai terbaik masing-masing pada komposit PET - 3 lapis serat 25,5 Mpa, komposit PP-2 lapis serat 29,5 Mpa, dan komposit PE - 2 lapis serat 21,5 Mpa.Kata kunci : Komposit, Poplietilenteraptalat, Polipropilen, Polietilen, Fiber Glass
Perbandingan Ketebalan Serat Terhadap Tensile Strength pada Komposit Plastik Daur Ulang(PET,PP DAN PE) dengan Menggunakan Penguat Fiber Glass Zulnazri, Zulnazri
Industrial Engineering Journal Vol 2, No 2 (2013): Malikussaleh Industrial Engineering Journal
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.441 KB)

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang perbandingan kualitas komposit yang diolah dari limbah plastik Polietilenateraptalat (PET), Polipropilen (PP) dan Polietilen (PE) dengan menggunakan penguat fiber glass dan bahan pelunak softenning agent o-kloro fenol serta xilena. Penelitian ini dilakukan di laboratorium USU dengan menggunakan metode pengepresan dengan hot press. Temperatur leleh maksimum yang didapatkan untuk masing-masing limbah plastik tersebut yaitu PET 265 oC, PP 167 oC, dan PE 135 oC. Tensile Strenght yang terbaik diperoleh terhadap masing-masing komposit antara lain, untuk komposit PET - 1 lapis serat 121.70 Mpa, PET – 2 lapis serat 209.40 Mpa, PET - 3 lapis serat 394,96 Mpa, sedangkan untuk komposit PP – 1 lapis serat 142.50 Mpa, PP - 2 lapis serat 254,40 Mpa, PP - 3 lapis serat 197.50 Mpa, serta untuk komposit PE - 1 lapis serat 110.00 Mpa, PE - 2 lapis serat 122.20 Mpa, komposit PE - 3 lapis serat 227,5 Mpa.