Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR MERANG Fuadi, Anwar; Faridah, Faridah; Yuniati, Yuniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ipteks bagi masyarakat (IbM)  ini telah dilakukan dengan memanfaatkan tandan kosong  kelapa sawit (TKKS). Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) banyak di temukan di daerah dekat desa Meunasah Lhok tempat IbM ini akan dilakukan. Desa tersebut berada di  kawasan kabupaten Aceh Utara yang merupakan salah satu daerah perkebunan  sawit yang cukup banyak dan banyak menghasilkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Desa Meunasah Lhok berada  ± 30 km dari pabrik kelapa sawit PT. Syaukath Sejahtera di Geurugok.  Tandan  kosong kelapa sawit (TKKS) 30% - 40% berasal dari buah tandan kosong hasil pengolahan CPO di pabrik minyak kelapa sawit. Sehingga tandan kosong kelapa sawit memiliki potensi yang  cukup baik sebagai media pertumbuhan jamur merang. Tandan  kosong kelapa sawit selama ini hanya dimanfaatkan sebagian kecil sebagai bahan bakar boiler di pabrik atau dimanfaatkan sebagai pembuatan papan partikel. Namun selama ini penggunaan belum dilakukan secara maksimal tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan bakar boiler maupun serat dalam pembuatan papan partikel. Oleh karena itu, IbM  ini  bertujuan memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan  media pertumbuhan jamur. Dimana tandan kosong kelapa sawit (TKKS) mengandung selulosa yang bisa sebagai bahan pertumbuhan jamur merang dan salah satu  bahan organik tempat yang  baik untuk pertumbuhan jamur meang. TKKS telah dimanfaatkan sebagai bahan pertumbuhan jamur, Dari hasil yang di dapat jamur merang yang tumbuh dengan menggunakan TKKS lebih banyak 25% dari media dengan menggunakan jerami padi dan panen jamur merangnya lebih cepat di mana jamur merang sudah bisa panen pada hari ke 9 (Sembilan)..
EFEKTIFITAS PROSES AOP BERBASIS H2O2 DALAM MENGHILANGKAN WARNA AIR GAMBUT BERDASARKAN PARAMETER KONSENTRASI ZAT ORGANIK Elfiana, Elfiana; Fuadi, Anwar
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.917 KB) | DOI: 10.29103/jtku.v5i2.89

Abstract

Air gambut merupakan air permukaan yang banyak terdapat di daerah berawa dan daratan rendah, memiliki intensitas warna yang tinggi, pH rendah (pH 3-5) dan kandungan senyawa organik yang tinggi. Berdasarkan ciri-ciri tesebut penggunaan air gambut tanpa pengolahan berpengaruh sangat nyata terhadap resiko kesehatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu pengolahan yang murah, mudah dan handal. AOP (Advanced Oxidation Processes) berbasis H2O2 disebut juga proses oksidasi kimia lanjut dapat ditawarkan untuk mengolah air gambut dengan menghandalkan sifat reaktif radikal hidroksil (HO*) berasal dari eksitensi H2O2 dengan pancaran sinar UV selanjutnyaa disebut proses UV-Peroksidasi. Penelitian dilakukan untuk melihat efektifitas unjuk kerja proses UV-Peroksidasi dalam kemampuannya menurunkan konsentrasi zat organik air gambut salah satu penyebab air gambut berwarna dengan memvariasikan konsentrasi H2O2 0,0 – 0,11% pada panjang gelombang lampu UV 360 – 240 nm selama 0-240 menit. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi H2O2 dan semakin lama waktu penyinaran semakin besar effisiensi penyisihan zat organik (%Rzat organik) yang diperoleh. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dosis optimum H2O2 diperoleh pada konsentrasi 0,07% mampu menurunkan 98,56% konsentrasi organik pada waktu 240 menit dengan capaian warna air menjadi jernih sampai 5 TCU.
Pembangunan Piranti Lunak Pembantu Pemetaan Urusan Pemerintah Daerah Fuadi, Anwar
Techno.Com Vol 17, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.107 KB)

Abstract

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan perubahan pembagian kewenangan untuk setiap urusan pemerintahan. Dengan demikian UU ini menuntut dilakukannya revisi Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (PP41) dengan segera. Kemendagri harus mengkoordinasikan seluruh Kementrian dan Lembaga, serta seluruh pemerintah daerah untuk memetakan urusan pemerintahan yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan pengganti PP41. Untuk memudahkan dan mempercepat proses penyusunan, Kemendagri memutuskan untuk menggunakan bantuan piranti lunak. Jurnal ini akan menyajikan hasil pembuatan piranti lunak dengan mengikuti kerangka generic software process yang meliputi communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Bagian communication menyajikan kebutuhan pengguna terhadap piranti lunak. Bagian planning menyajikan perencanaan proyek dalam bentuk gantt chart. Bagian modeling  menyajikan desain piranti lunak dalam bentuk UML. Bagian construction akan menyajikan platform pemrograman yang digunakan untuk memnganun piranti lunak. Bagian deployment akan menyajikan pemasangan piranti lunak pada infrastruktur yang disediakan oleh pengguna.
PENENTUAN KARAKTERISTIK AIR WADUK DENGAN METODE KOAGULASI Fuadi, Anwar; Munawar, Munawar; Mulyani, Mulyani
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.721 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v11i1.154

Abstract

Air adalah elemen penting yang dibutuhkan oleh manusia, namun pada keadaan yang sudah tercemar air dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan. Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan oleh air limbah waduk, maka pengolahan air yang terdiri dari analisa COD, TDS, TSS, kekeruhan, kesadahan, daya hantar listrik dan pH perlu dilakukan. Pada penelitian ini koagulan yang digunakan adalah (Al2 (SO4)3). Dengan variasi massa koagulan yaitu (70, 90, 110, 130, 150) mg, sedangkan pengambilan sampel dilakukan setiap 7 hari sekali, dan 3 titik pengambilan sampel. Efisiensi penurunan terbaik masing-masing parameter yaitu pada penggunaan koagulan 150 mg, COD 41,67%, TDS 22,13%, TSS 69,99%, DHL 12, 09%, Turbidity 83, 95%, kesadahan 31,81% dan penurunan yang terendah yaitu (2,66%).Kata kunci: air limbah, COD, TDS, TSS, turbidity, kesadahan, pH dan DHL
EKSTRAKSI OLOERESIN JAHE MENGGUNAKAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK Fuadi, Anwar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v7i2.108

Abstract

Pengembangan proses pengolahan jahe dengan metode ekstraksi terus dilakukanuntuk mendapatkan oleoresin dengan kualitas dan kuantitas yang maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi proses pengambilanoleoresin jahe dengan metode ekstraksi menggunakan bantuan gelombangultrasonik. Bahan baku penelitian adalah jahe putih kecil (Zingiber officinaleRosc.) yang berasal dari perkebunan rakyat Desa Alue Papen Kecamatan NisamKabupaten Aceh Utara. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarutetanol. Variabel proses yang diamati yaitu: ukuran bahan (10, 20, 30, 40 mesh dancampuran 10-40 mesh), temperatur ekstraksi (30, 40, 50, dan 60oC) dan waktuekstraksi (1, 1.5, 2, 3, 4, dan 5 jam). Hasil penelitian menunjukkan ekstraksimenggunakan bantuan ultrasonik memiliki efisiensi waktu hampir 50%dibandingkan ekstraksi soxhlet. Rendemen tertinggi sebesar 7.813 % diperolehpada ukuran bahan 10 mesh, temperatur ekstraksi 600C dan waktu ekstraksi 5 jam.Oleoresin yang dihasilkan berupa cairan kental berwarna gelap dengan rasa aromajahe yang khas. Berdasarkan analisis GC-MS penggunaan ultrasonik tidakmemberikan pengaruh terhadap perubahan komponen utama oleoresin jahe, adapunkomponen utama yang dihasilkan adalah zingiberone, ar-curcumene, trans-6-shogaol, (-)-nortrachelogenin, dan -Sesquiphellandrene. Hasil scanning electronmicroscopy (SEM) menunjukkan bahwa penggunaan ultrasonik menyebabkansekitar 80% dinding sel jahe rusak sehingga pelepasan oleoresin jahe yangdiekstrak menjadi lebih mudah. Hasil analisis menunjukkan oleoresin yangdiperoleh sudah memenuhi spesifikasi EOA No.243.Kata kunci: Oleoresin Jahe; ekstraksi; Ultrasonik.
PERALATAN PENGOLAHAN AIR YANG MENGANDUNG PADATAN TERSUSPENSI (SUSPENDED SOLID) TINGGI Fuadi, Anwar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.26

Abstract

Peralatan  pengolahan  air  jenis  aliran  kontinu  meliputi  alat  pemisah  partikel-partikel  padat  dan  partikel tersuspensi  yang  terkandung  dalam  air,  banyak  digunakan  untuk  pengolahan  air  industri  maupun  air minum. Penelitian ini menggunakan peralatan sedimentasi pendahuluan, siklon, clarifier, tube settler, dan filtrasi sebagai media pemisah. Air baku yang digunakan adalah air baku yang disimulasikan. Percobaan ini dilakukan berdasarkan beberapa variabel, yaitu konsentrasi suspended solid 1750 – 2750 mg/l, laju alir umpan 10, 20, dan  30  l/menit, dan konsentrasi koagulan 7, 13, dan 19 mg/l, terhadap total solid, derajat keasaman,  dan  daya  hantar  listrik.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendapatkan  besarnya  padatan tersuspensi  yang  terakumulasi  pada  setiap  unit  peralatan  secara  keseluruhan.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa jumlah padatan tersuspensi (padatan total) yang terkandung dalam air setelah proses pengolahan  yaitu  340-360  mg/l,  dengan  effisiensi  peralatan  mencapai  87,5%,  maka  peralatan  ini  layak digunakan untuk untuk pengolahan air yang mengandung padatan tersuspensi (suspended solid) tinggi.  Kata kunci: Pengolahan air, suspended solid.
PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN RAGI TAPE Fuadi, Anwar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.171

Abstract

Minyak merupakan salah satu bahan konsumsi yang banyak digunakan masyarakat. Untuk menghasilkan minyak yang baik maka perlu dilakukan pengolahan dengan cara yang tepat. Tujuan pengolahan tersebut adalah untuk meningkatkan daya guna (manfaat) minyak. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui fermentasi dengan menggunakan ragi. Cara ini diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik daripada yang dilakukan oleh masyarakat selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan ragi terhadap jumlah minyak yang dihasilkan. Ragi tape kering yang telah dihaluskan, ditambahkan ke dalam daging buah kelapa yang telah dikukur. diperam selama tujuh hari, lalu dijemur di terik matahari kemudian dipress untuk menghasilkan minyak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak ragi yang digunakan (dengan berat sampel yang sama) ternyata minyak yang dihasilkan semakin sedikit, artinya ragi tidak berpengaruh terhadap jumlah minyak yang dihasilkan, tetapi ketengikan minyak semakin berkurang.Kata Kunci : Kelapa, Ragi, Minyak
Hou K.H., Hwu W.H.,Ke S.T. & Ger M.D. 2006, Ni-P-SiC composite produced by pulse and direct current plating, Mater. Chem. Phys, 100, 54-59. Hovestad A. & Janssen L.J.J. 2005, Electroplating of Metal Matrix Composites by Codeposition of Suspended Particles Fuadi, Anwar; Munawar, Munawar; Mulyani, Mulyani
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v8i2.140

Abstract

Air adalah elemen penting yang dibutuhkan oleh manusia, namun pada keadaan yang sudah tercemar air dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan. Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan oleh air limbah waduk, maka pengolahan air yang terdiri dari analisa COD, TDS, TSS, kekeruhan, kesadahan, daya hantar listrik dan pH perlu dilakukan. Pada penelitian ini koagulan yang digunakan adalah (Al2 (SO4)3). Dengan variasi massa koagulan yaitu (70, 90, 110, 130, 150) mg, sedangkan pengambilan sampel dilakukan setiap 7 hari sekali, dan 3 titik pengambilan sampel. Efisiensi penurunan terbaik masing-masing parameter yaitu pada penggunaan koagulan 150 mg, COD 41,67%, TDS 22,13%, TSS 69,99%, DHL 12, 09%, Turbidity 83, 95%, kesadahan 31,81% dan penurunan yang terendah yaitu (2,66%).Kata kunci: air limbah, COD, TDS, TSS, turbidity, kesadahan, pH dan DHL
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Pembuatan Kertas Seni Faridah, Faridah; Fuadi, Anwar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.52

Abstract

Kertas seni banyak dibutuhkan oleh masyarakat, kertas seni yang dihasilkan dapat digunakan sebagai kertas undangan, kartu nama, sertifikat, alas piring dan sebagainya. Kertas seni ini berasal dari TKS (Tandan kosong kelapa sawit) yang merupakan limbah padat yang berasal dari proses pengolahan minyak sawit (CPO). Kertas seni ini diolah dengan sangat sederhana, yang merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi limbah padat yang terdapat pada perkebunan sawit. Kertas seni ini diharapkan mampu mengurangi TKS yang dihasilkan dan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi penggangguran.Kata kunci : TKS, kertas seni, serat