sigid sudaryanto, sigid
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KEPADATAN PENGHUNI, LUAS LANTAI DAN LUAS VENTILASI TERHADAP SUHU DAN KELEMBABAN DI RUMAH KOS PUTRI KAJOR, NOGOTIRTO, GAMPING, SLEMAN, DIY

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8, No 4 (2017): Vol 8, No 4 2017
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kamar kos harus memenuhi persyaratan luas atau ukuran kamar, jumlah penghuni, luas ventilasi, serta suhu dan kelembaban, sesuai dengan baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan penghuni, luas lantai dan luas ventilasi terhadap suhu dan kelembaban di rumah kos Putri Kajor yang berada di Nogotirto, Gamping, Sleman. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survei dengan menggunakan desain cross sectional, yang hasilnya dianalisis secara deskriptif dan analitik. Jumlah kamar yang diteliti sebanyak 52 buah. Pengukuran kepadatan, luas lantai dan luas ventilasi menggunakan meteran, sementara pengukuran suhu dan kelembaban menggunakan termohigrometer. Secara deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa kamar yang memenuhi syarat kepadatan penghuni 5 buah (9,6 %), memenuhi syarat luas lantai 5 buah (9,6 %), memenuhi syarat luas ventilasi 49 kamar (94,2 %), memenuhi syarat suhu 52 buah (100 %), dan tidak ada yang memenuhi syarat kelembaban. Hasil analisis statistik pada taraf signifikan 5 % meyimpulkan bahwa kepadatan penghuni, luas lantai dan luas ventilasi berpengaruh terhadap suhu (nilai p = 0,019), namun tidak berpengaruh terhadap kelembaban (nilai p = 0,513).

PEMBERIAN VARIASI MODEL ALAT PEMUNGUT SAMPAH TERHADAP FREKUENSI MEMUNGUT SAMPAH MURID TK KUDUP SARI DI SIDOLUHUR, GODEAN, SLEMAN, TAHUN 2016

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penanganan sampah dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk anak-anak. Melibatkan anak usia dini merupakan langkah awal yang baik untuk pembelajaran penanganan sampah agar peduli terhadap lingkungan. Murid TK Kudup Sari rata-rata berusia 6 tahun, yaitu. usia yang berada dalam tahap meniru dan mudah menerima ilmu pengetahuan baru, sehingga diharapkan mereka lebih mudah untuk mengaplikasikan pembelajaran yang diperoleh. Studi ini bertujuan untuk mengetahui model alat pemungut sampah yang paling disukai murid TK me-lalui penelitian yang bersifat kuasi eksperimen dengan desain penelitian post-test only. Popu-lasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh 41 orang murid Kelas B TK Kudup Sari yang terle-tak di Sidoluhur, Godean, Sleman. Pengamatan dilakukan sebanyak 10 kali ulangan dan dila-kukan dengan cara mengamati jumlah anak yang memungut sampah dengan menggunakan dua model alat pemungut yang disediakan. Secara deskriptif terlihat jelas perbedaan rerata fre-kuensi memungut sampah yang dilakukan oleh siswa TK, yaitu empat kali menggunakan model alat tusuk dan 37 kali menggunakan model alat penjepit. Hasil uji t-test bebas pada derajat ke-percayaan 95 % mengkonfirmasi hal tersebut karena nilai p yang dihasilkan lebih kecil dari 0,001 sehingga perbedaan tersebut sangat signifikan, di mana alat pemungut sampah model penjepit jauh lebih disukai dibandingkan alat pemungut sampah model tusuk.

KAJIAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN MINUMAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. R. M. SOEDJARWADI, KLATEN

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7, No 4 (2016): VOLUME 7 NO 4 TAHUN 2016
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehat-an perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan ga-wat darurat. Di sisi lain, berdasarkan aktifitasnya, rumah sakit juga dapat menjadi tempat penu-laran penyakit dan memungkinkan bagi terjadinya pencemaran lingkungan serta gangguan ke-sehatan. Untuk menghindari risiko-risiko tersebut serta untuk meningkatkan layanan yang ber-mutu tinggi maka perlu diselenggarakan upaya kesehatan lingkungan, dimana salah satunya a-dalah dengan melaksanakan praktik higiene dan sanitasi makanan minuman yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tindakan higiene dan sanitasi tersebut di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi, Klaten. Obyek dari penelitian deskriptif yang dilakukan terdiri dari: pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan masak, pengangkutan makanan, dan penyajian makanan. Responden penelitian terdiri dari penanggung-jawab Instalasi Gizi dan 21 orang petugas pengelola makan-an. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar check list dan panduan wawancara. Berdasarkan hasil pengamatan, skor higiene dan sanitasi makanan minuman mencapai 3140 atau 92,08 % dari skor maksimal. Beberapa hal yang belum memenuhi standar adalah: ada 6 dari 10 petugas yang tidak menggunakan tutup kepala, serta suhu gudang makanan (26,03 oC), kelembaban gudang makanan (68,4 %), dan pencahayaan tempat pengolahan makanan (80 lux), serta fasilitas penghangat makanan tidak memenuhi persyaratan. Secara umum, dapat di-simpulkan bahwa praktik higiene dan sanitasi makanan minuman yang dilakukan adalah laik. 

Efektifitas Jumlah Pasangan Elektroda Aluminium pada Proses Elektrokoagulasi terhadap Penurunan Kadar Fosfat Limbah Cair Laundry

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9, No 1 (2017): VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha laundry menggunakan deterjen sebagai pembersih pakaian. Karena salah satu bahan kimia pembentuk deterjen adalah senyawa fosfat maka limbah cair laundry mengandung fosfat. Usaha laundry pada umumnya belum memiliki sarana pengolahan limbah, sehingga limbah cair yang dihasilkan dialirkan langsung menuju selokan atau sungai terdekat. Kadar fosfat yang tinggi dan terakumulasi pada perairan dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi, sehingga mengganggu ekosistem perairan dan menyebabkan pendangkalan sungai. Salah satu metoda untuk menurunkan kadar fosfat limbah cair adalah elektrokoagulasi, dengan plat aluminium sebagai elektroda. Jenis penelitian yang dilakukan adalah true experimen yang bertujuan me-ngetahui penurunan kadar fosfat limbah cair laundry setelah mendapatkan perlakuan elek-trokoagulasi menggunakan 3 pasang, 4 pasang dan 5 pasang elektroda aluminium. Rancangan yang digunakan adalah pre-test post-test with control group, dengan lima kali ulangan dan observasi sebanyak dua kali yaitu sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang dipilih secara random atau acak. Penelitian dilakukan pada limbah cair dari usaha “Rumah Laundry” di Pajimatan, Rt. 05, Girirejo, Imogiri, Bantul. Uji statistik de-ngan t-test terikat menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar fosfat limbah cair laundry dibandingkan dengan kontrol (r-value < 0,05). Dengan menggunakan 3, 4, dan 5 pasang elektroda aluminium, secara berturut-turut, kadar fosfat turun sebanyak 31,4 %, 33,7 % dan 27,3 %. Penurunan kadar fosfat yang efektif ada pada variasi 4 pasang elektroda alumunium, dengan tegangan 12 volt dan kuat arus 500 mA. Namun demikian, hasil uji One Way Anava menunjukkan bahwa penurunan kadar fosfat di antara penggunaan 3 variasi pa-sangan elektroda aluminium tersebut tidak berbedaa secara signifikan (p-value > 0,05).

PEMANFAATAN LIMBAH PEPAYA (Carica papaya L) DAN TOMAT (Solanum lycopersicum L) UNTUK MEMPERCEPAT PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penanganan sampah organik adalah memaanfaatkannya menjadi bahan baku kom-pos. Dalam penelitian ini, untuk mempercepat waktu pengomposan,digunakan limbah pepaya dan limbah tomat sebagai inokulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis inokulan yang lebih efektif di antara dua jenis limbah buah tersebut, melalui eksperimen yang mengguna-kan rancangan post test only group. Obyek penelitian adalah sampah organik yang berasal dari halaman Asrama I Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebanyak 60 kg yang diperoleh dengan me-toda integrated sampling, sedangkan sampah limbah pepaya dan tomat sebanyak 2 kg yang di-peroleh dari Pasar Serangan, diambil dengan metoda purposive sampling. Berdasarkan indika-tor kompos matang, dari lima kali ulangan, rata-rata waktu terbentuknya kompos pada kelompok perlakuan dengan inokulan limbah pepaya adalah selama 32,3 hari dan inokulan limbah tomat selama 31,7 hari. Hasil uji statistik dengan t-test bebas memperoleh nilai p < 0,001 yang berarti bahwa perbedaan lama waktu pengomposan antara kedua inokulan tersebut memang bermak-na. Dapat disimpulkan bahwa limbah tomat lebih efektif dan cepat dibandingkan dengan limbah pepaya dalam mempercepat proses pengomposan.

HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DI DALAM RUMAH DAN PENGGUNAAN OBAT NYAMUK BAKAR DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN SEMARANG, KECAMATAN BANJARNEGARA, KABUPATEN BANJARNEGARA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6, No 4 (2015): Mei 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.306 KB)

Abstract

Angka kejadian ISPA pada balita di Indonesia masih tinggi Diduga salah satu penyebabnya adalah polusi dalam ruangan akibat kegiatan merokok dan penggunaan obat nyamuk bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara perilaku merokok di dalam rumah dan penggunaan obat nyamuk bakar tersebut dengan kejadian ISPA pada balita di Kelu- rahan Semarang Kecamatan Banjarnegara dengan melakukan studi kasus kontrol, dengan ma- sing-masing 30 balita di dalam setiap kelompok. Data dikumpulkan dengan menggunakan kue- sioner dan dianalisis menggunakan perhitungan Odds Ratio untuk mengetahui besarnya risiko pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OR untuk perilaku me- rokok adalah sebesar 3,05 (95% CI: 1,05-8,84) dengan p<0,001; dan OR untuk menggunakan obat nyamuk bakar adalah sebesar 3,14 (95% CI: 1,07-9,27) dengan p<0.001. Dari hasil ter- sebut dapat disimpulkan bahwa kedua variabel yang diteliti tersebut adalah merupakan faktor ri- siko bagi terjadinya ISPA pada balita di lokasi penelitian.

PERANAN GAMBAR PADA TEMPAT SAMPAH DALAM MENINGKATKAN FREKUENSI MEMBUANG SAMPAH SISWA SDN TAHUNAN, KECAMATAN UMBULHARJO, KOTA YOGYAKARTA, TAHUN 2015

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.326 KB)

Abstract

Kegiatan penanganan sampah dapat melibatkan seluruh masyarakat, termasuk anak-anak. Pengajaran sedini mungkin pada anak-anak merupakan awal yang bagus untuk membiasakan mereka membuang sampah pada tempat yang benar karena karena di usia tersebut mereka mudah untuk mengerti dan mampu melaksanakan. Penelitian ini menggunakan tiga gambar ka- rakter kartun pada tempat sampah untuk mengetahui gambar mana yang paling disukai anak- anak SD Tahunan, di Kota Yogyakarta sehingga mempengaruhi frekuensi membuang sampah mereka. Studi yang dilakukan bersifat kuasi eksperimen dengan menggunakan desain pene- litian post test only dengan obyek penelitian adalah seluruh siswa SDN tersebut yang ber- jumlah 336 siswa. Pengamatan frekuensi membuang sampah dilakukan selama 10 hari antara pukul 07:00-11:00 WIB, dan dari hasil uji statistik dengan one way anova pada derajat keper- cayaan 95 %, diketahui bahwa frekuensi pembuangan sampah di antara ketiga gambar yang digunakan memang berbeda secara bermakna (p=0,027) dan dengan uji LSD diketahui bahwa gambar Doraemon adalah yang paling diminati siswa.