Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN DAN WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYONGSONG PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) BAGI GURU MADRASAH ALIYYAH SE-KOTA SEMARANG Sudargo, Sudargo; Shodiqin, Ali; Muhtarom, Muhtarom
E-DIMAS Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6075.048 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i2.1553

Abstract

PELATIHAN DAN WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYONGSONG PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) BAGI GURU MADRASAH ALIYYAH SE-KOTA SEMARANG
SOSIALISASI PERCEPATAN PROGRAM KOTA LAYAK ANAK (KLA) DI KECAMATAN SEMARANG TIMUR, KOTA SEMARANG Widodo, Suwarno; Sudargo, Sudargo; Munawar, Muniroh
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3689.255 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v4i2.1573

Abstract

SOSIALISASI PERCEPATAN PROGRAM KOTA LAYAK ANAK (KLA) DI KECAMATAN SEMARANG TIMUR, KOTA SEMARANG
KKN Posdaya MDGs Universitas PGRI Semarang sebagai Model Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang Sudargo, Sudargo; Susanto, Dias Andris; Widodo, Suwarno; Khasanah, Ismatul
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3263.753 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v9i1.2261

Abstract

Pemerintah Kota Semarang sudah bersusah payah untuk membantu masyarakatnya dalam menanggulangi kemiskinan. Dengan menerbitkan beberapa program pengentasan kemiskinan diharapakan masyarakat bisa terentaskan dari lubang kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model KKN Posdaya MDGs untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Semarang yang dilakukan oleh institusi perguruan tinggi Universitas PGRI Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi R and D (Research and Development) dengan sample adalah 5 kecamatan di Kota Semarang yaitu; Genuk, Gayamsari, Tembalang, Banyumanik dan Pedurungan. Subject dari penelitian ini adalah mahasiswa, DPL, Perangkat Lurah, Perangkat Kecamatan, Pejabat SKPD/Institusi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitan ini adalah bahwa Model KKN Posdaya MDGs Universitas PGRI Semarang memuat program-program dalam rangka mengentaskan kemiskinan seperti; membuat dan memajukan koperasi, membantu meningkatkan usaha peningkatan penghasilan keluarga prasejahtera, membantu usaha peningkatan penghasilan keluarga, dan membangun kelompok usaha bersama, serta mendirikan usaha ekonomi produktif.
KOMITMEN MANAJEMEN DAN KOMUNIKASI KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PROYEK BANYU URIP BLOK CEPU - BOJONEGORO Sudargo, Sudargo
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Master of Communication Science Program, Faculty of Social and Political Science, Diponego

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.6.1.48-62

Abstract

Abstract This research is conducted in purpose to find & analyze the influence of organization communication climate, management commitment, level of knowledge & Safety Security Health & Environment awareness exposure towards local non skilled construction workers (short service workers) incident prevention behavior in Banyu Urip Project Bojonegoro Regency, East Java Indonesia.The research type utilized is explanative which correlates or attempting to find causal impact of two or more concepts (variables) which will be analyzed. The research population is local non-skilled construction workers (short service workers) in Banyu Urip Project Bojonegoro. Research sample covering 215 respondents, data analysis in this research utilizing multiple linier regression to knowledge the influence of two independent variable towards one dependent variable.Research results shows that the organization communication climate (X1), Management Commitment (X2), Level of Knowledge (X3), Campaign Exposure & SSHE Communication (X4) has a signivicant influence on accident prevention (Y) contribute towards incident prevention behavior amount 77.3%, while the rest amount 22.7% is influenced by another factors which is not covered in this research.  Keywords: Communication, Organization, Management, SSHE, incident prevention behavior.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMK KIMIA INDUSTRI THERESIANA SEMARANG Sutrisno, Sutrisno; Sudargo, Sudargo; Titi, Ringgani Anggar
JIPMat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i1.3626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa pada materi barisan dan deret aritmatika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan pada siswa SMK Kimia Industri Theresiana Semarang kelas XI yang dipilih secara purposive sampling. Subyek pada penelitian ini yaitu 6 siswa, yang terdiri dari siswa dengan kemampuan matematis tinggi, sedang, dan rendah masing-masing 2 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes uraian, wawancara, serta dilengkapi dengan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Pada penelitian ini digunakan software QSR NVivo untuk membantu mengelola dan menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada siswa dengan kemampuan matematis tinggi menggunakan kemampuan representasi visual, verbal, dan simbolik. Namun, siswa kurang dalam penguasaan kemampuan representasi verbal, terlihat dari ragu-ragu dalam mengerjakan soal; (2) pada siswa dengan kemampuan matematis sedang menggunakan kemampuan representasi visual dan simbolik. Namun, siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan representasi verbal. Siswa lebih memilih untuk tidak menjawab soal karena tidak paham dengan apa yang ditanyakan; serta (3) pada siswa dengan kemampuan matematis rendah hanya bisa menggunakan kemampuan representasi visual dan mengalami kesulitan dalam representasi simbolik dan verbal. Siswa tidak memahami konsep materi, sehingga tidak mampu menyelesaikan masalah representasi simbolik dan verbal.
Efektivitas Model Contextual Teaching and Learning dan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Trisnawati, Yulia Ika; Sudargo, Sudargo; Prasetyowati, Dina
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.819 KB) | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4468

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Contextual Teaching and Learningdan model Problem Based Learninguntuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP Negeri 28 Semarang pada materi penyajian data. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 28 Semarang tahun pelajaran 2018/2019. Sampel Penelitian ini yaitu kelas VII A sebagai kelompok kelas kontrol (Konvensional), VII B sebagai kelompok kelas eksperimen 2 (PBL) dan VII D sebagai kelompok kelas eksperimen 1 (CTL). Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan pemahaman konsep, observasi lembar keaktifan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learning, model Problem Based Learningdan model pembelajaran konvensional; (2) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learningsama dengan model Problem Based Learning; (3) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learninglebih baik dari model pembelajaran konvensional; (4) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning  lebih baik dari model pembelajaran konvensional; (5) Ada pengaruh keaktifan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learningdan model  Problem Based Learning; (6) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sesudah menggunakan model Contextual Teaching and Learningdan model Problem Based Learningdapat mencapai KKM
Efektivitas Model Problem Based Learning dan Think Talk Write terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Afifah, Isna Nur; Sudargo, Sudargo; Prasetyowati, Dina
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.588 KB) | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas model Problem Based Learningdan Think Talk Writeterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Samplingdiperoleh tiga kelas yaitu kelas VII D, VII E, dan VII F.Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan pemberian tes. Instrumen berupa lembar observasi keaktifan siswa dan Post-testkemampuan pemecahan masalah matematika. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji anava satu jalur, uji t, uji regresi linier sederhana, dan uji proporsi. Hasil penelitian adalah (1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika yang menggunakan model Problem Based Learning,modelThink Talk Writedan model pembelajaran konvensional (2) kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Problem Based Learninglebih baik dari model pembelajaran konvensional (3) kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Think Talk Writelebih baik dari model pembelajaran konvensional (4) tidak ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Problem Based Learning dan Think Talk Write(5) terdapat pengaruh antara keaktifan siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Problem Based Learningdan Think Talk Write (6) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan model Problem Based LearningdanThink Talk Write mencapai KKM.
Studi Komparasi Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament dan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Novitasari, Miranda; Sudargo, Sudargo; Sugiyanti, Sugiyanti
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 4 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.066 KB) | DOI: 10.26877/imajiner.v1i4.3848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT, model pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional. Desain eksperimen dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 01 Semarang. Melalui teknik Cluster Random Sampling diperoleh di kelas VIII A sebagai kelas eksprimen 1, VIII B sebagai kelas eksperimen 2, dan VIII C sebagai kelas konvensional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran TGT dan model pembelajaran STAD dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji anava dan uji Scheffe’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran TGT, model pembelajaran STAD, dan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD tidak lebih baik dari hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.