Articles

Found 5 Documents
Search

Mini Review: Traditional Plants Medicine of Suku Anak Dalam Jambi Perawati, Santi
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.642 KB) | DOI: 10.30644/rik.v6i2.92

Abstract

Indonesia is a country with many tribes and cultures, one of which Suku Anak Dalam (SAD) in Jambi province. SAD also known as Orang Rimba, they are semi-nomadic life,  moving from one place to another in Bukit Dua Belas National Park area. Each tribe is headed by Temenggung as a chief master for treatment diseases using plants. Method for collect data by ethnopharmacology observation survey some plant in Orang Rimba at Bukit Dua Belas National Park Jambi for infection diseases treatment, and literature search about the plants. SAD scantily clad it easier making for skin direct contact with environmental it cause skin infection extremely easy to occur. They use some plant for treat infection diseases, several disease including inflammation, diarrhea, measles, and malaria.  Key Words: Suku Anak Dalam Jambi, infection, inflammation, diarrhea,  measles, malaria
Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Nilai Produk Bandrek Jahe di Kelurahan Sijinjang Kota Jambi Sutrisno, Deny; Sagita, Desi; ‘Aliyah, Siti Hamidatul; Yuliawati, Yuliawati; Andriani, Lili; Anggresani, Lia; Hartesi, Barmi; Perawati, Santi; Rozalti, Rozalti; Murtiah, Hesty; Susanti, Susanti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.2.1.31-36.2018

Abstract

ABSTRAK: Masyarakat di kelurahan Sejinjang menanam Jahe merah. Jahe merah ini diolah menjadi minuman tradisional berupa bandrek jahe dalam bentuk serbuk. Olahan ini telah dijual oleh masyarakat dalam kemasan tradisional dan dengan nilai yang tidak tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat memalui peningkatan nilai produk Bandrek Jahe. Pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan bantuan Kelompok binaan P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) untuk melakukan pengurusan izin P-IRT ke Puskesmas Tanjung Pinang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat sudah berhasil meningkatkan nilai produk bandrek jahe yang dibuat oleh masyarakat Kelurahan Sejinjang.Kata Kunci: Minuman Traditional, Jahe Merah, no izin P-IRT. Community Empowerment through Upgrading Product Value of Bandrek Jahe in Sijinjang of Jambi CityABSTRACT: People in Sijinjang of Jambi City planted red ginger. This red ginger was transform to be traditional drinking named Bandrek Jahe in powder form. This powder had been marketed by this people community through traditonal packaging with lower value. This community service program aimed to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe. The activist of community service progra helped the target group named P2WKSS (Women Empowerment to Healthy and Wealthy Family) to proceed the permission number of P-IRT to Public Health Tanjung Pinang and Departement of Industry and Trade Jambi City. This community service program was succes to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe made by community in Sijinjang of Jambi City.Keywords: Traditional drinking, Red ginger, Permission number of P-IRT.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) Perawati, Santi; Andriani, Lili; Pratiwi, Putri
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 3 No 2 (2018): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.375 KB) | DOI: 10.22437/chp.v3i2.5554

Abstract

ABSTRAK Daun sembung rambat secara tradisional digunakan sebagai obat luka.Oleh karena itu diduga tumbuhan tersebut berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daun sembung rambat sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Serbuk daun sembung rambat dimaserasi dengan etanol 70%, dilanjutkan dengan uji fitokimia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus  variasi konsentrasi 5%, 15%, dan 25%. Dari hasil maserasi didapatkan rendemen sebesar 9,37%. Uji fitokimia positif mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan steroid. Uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus memiliki kategori daya hambat kuat pada semua konsentrasi. Ekstrak daun Sembung Rambat memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.   Kata Kunci: Mikania micrantha Kunth; uji fitokimia; antibakteri; Staphylococcus aureus
Aktivitas koagulan ekstrak dan fraksi daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) Perawati, Santi; Andriani, Lili; Pratama, Septa; Humayroh, Humayroh
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 4 No 1 (2019): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.712 KB) | DOI: 10.22437/chp.v4i1.6909

Abstract

ABSTRAK Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) merupakan tumbuhan yang tumbuh merambat mengandung zat aktif dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, tanin, terpenoid dan kaya akan senyawa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan ekstrak dan fraksi dari daun sembung rambat sebagai koagulan. Ekstraksi daun segar sembung rambat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% , ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstrak cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Aktivitas koagulan diukur dengan cara melihat waktu terbentuk benang fibrin dan waktu henti darah pada hewan uji Mencit Putih Galur (Deutschland, Denkenand and Yoken). Ekstrak dengan dosis 60mg/20g BB mencit menunjukkan hasil aktivitas koagulan yang terbaik dibandingkan dengan variasi dosis lain dengan waktu terbentuk benang fibrin (77 detik) dan waktu henti darah (86 detik). Pada fraksi etil asetat memiliki aktivitas koagulan terbaik dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lain dengan waktu terbentuk benang fibrin (64 detik) dan waktu henti darah (86 detik). Ekstrak dan fraksi daun sembung rambat pada dosis 60mg/20g BB mencit memiliki aktivitas koagulan yang baik. Kata kunci: Koagulan, Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.)     ABSTRACT Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) Is a climbing plant containing alkaloids, saponins, flavonoids, steroids, tannins, terpenoids and rich in phenolic compounds. This aim was to determine the ability of extracts and fractions of sembung rambat leaves as coagulant. Extraction of fresh leaves of used maceration method with ethanol 96% as a solvent, ethanol extract fractionated used liquid-liquid extract method with n-hexane, ethyl acetate and n-butanol. Coagulant activity was measured by looking at the time of formation of fibrin yarn and the time of blood stops in theanimals test of White Mice (Deutschland, Denkenand and Yoken). Extracts with a dose of 60 mg / 20 g BB mice showed the best results of coagulant activity compared to other dose variations with the time of formation of fibrin yarn 77 seconds and blood stop time 86 seconds. The ethyl acetate fraction has the best coagulant activity compared to extracts and other fractions with fibrin yarn formed time 64 seconds and blood stop time 86 seconds. In conclusion, the extracts and fractions of sembung rambat have coagulant activity.  Key words: Coagulant, Mikania micrantha Kunth
ETHNOPHARMACY STUDY OF SUKU ANAK DALAM (SAD) IN MUARA KILIS VILLAGE, TENGAH ILIR, TEBO DISTRICT, JAMBI PROVINCE Perawati, Santi; Andriani, Lili; Anggresani, Lia; Ardila, Eti
Biospecies Vol 12 No 2 (2019): Biospecies Vol. 12 No. 2, July 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.254 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.5551

Abstract

Latar belakang: Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa di masing-masing pulau, salah satunya adalah Suku Anak Dalam (SAD) tepatnya di Pulau Sumatra Provinsi Jambi. Setiap kelompok etnis memiliki beragam solusi alami dan tradisional. Pengamatan ini dilakukan dari November 2017 hingga Februari 2018 di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai penyakit dan mengetahui berbagai sumber daya alam yang digunakan sebagai pengobatan pada Suku Anak Dalam di Muara Kilis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif dan purposive sampling untuk teknik pengambilan sampel dan wawancara terbuka dengan informan menggunakan media rekaman suara. Hasil: Penyakit yang sering dialami oleh Suku Anak Dalam antara lain demam, batuk, asma, campak, gastritis, wasir, sakit perut, dan alergi. Untuk mengobati penyakit dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti tumbuhan dan hewan. Bagian tanaman yang digunakan antara lain daun, getah, dan buah, sedangkan untuk bagian hewan yang digunakan adalah empedu, air seni, dan darah. Metode pengolahannya ditumbuk, direbus, diparut, dan digoreng, sedangkan penggunaan ramuan ini dengan makan, minum, mandi, dan dioleskan langsung pada bagian kulit yang sakit. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang telah dilakukan ada 8 penyakit yang sering terjadi dan ada 5 jenis tanaman dan 4 hewan dari berbagai genus dan keluarga yang digunakan sebagai obat tradisional di Desa Suku Anak Dalam Muara Kilis.