Dedi Herdiansah Sujaya, Dedi Herdiansah
Unknown Affiliation

Published : 39 Documents
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI MANGGIS (Garcinia mangostana L) (Studi kasus pada seorang petani manggis di Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran) Kusmayadi, Irma Fitriani; Sujaya, Dedi Herdiansah; Noormansyah, Zulfikar
AGROINFO Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.720

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kelayakan usahatani manggis yang dijalankan oleh seorang petani manggis di Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, (2) Payback period (jangka waktu tercapainya net benefit menyamai investasi) pada usaha tani manggis yang dijalankan oleh seorang petani manggis di Desa Cibanten KecamatanCijulang Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Responden dipilih secara sengaja sebagai sampel dengan alasan petani pertama yang menanam manggis pada lahanseluas 2 hektar. Analisis yang digunakan dalam usahatani manggis ini adalah analisis kelayakan finansial yaitu dengan menggunakan rumus NPV, IRR, Net B/C dan Payback Period. Hasil analisis menunjukkan:1. Nilai NPV sebesar RP. 10.383.611 berarti responden memperoleh keuntungan pada tingkat bunga 9 persn sebesar RP. 10.383.611, Nilai Net B/C sebesar 1,17 ini berarti setiap 1,00 modal yang ditanam pada usahatani manggis akan memperoleh manfaat sebesar 1,17. Nilai IRR yang diperoleh sebesar 11 persen, berarti tingkat bunga bank maksimum yang mampu dibayar oleh responden sebesar 11 persen pertahun atau lebih besar dari tingkat bunga 9 persen. Dilihat dari nilai NPV, Net B/C dan IRR maka usahatani manggis di2. Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Layak diusahakan.3. Payback Period yang diperoleh pada usahatani manggis yang diusahakan responden di Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran dicapai pada 13 tahun 1 bulan.Kata Kunci : Usahatani, Manggis
HUBUNGAN PERANAN WANITA TANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) Edniyanti, Eni; Sujaya, Dedi Herdiansah; Sudrajat, Sudrajat
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 3 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i3.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Tingkat Peranan wanita dalam budidaya padi sawah, 2) Tingkat penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah dan 3) Hubungan peranan wanita dalam budidaya padi sawah dengan penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Subjek penelitian adalah wanita tani yang pernah mengikuti kegiatan SL-PTT Padi Sawah di Desa Wanareja Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap yang berjumlah 35 orang. Untuk mengetahui peranan wanita dalam usahatani padi sawah dan tingkat penerapan teknologi PTT di Desa Wanareja Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap dibagi kedalam 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah serta dilakukan analisis secara deskriptif. Sedangkan untuk menentukan interval masing-masing kategori dilakukan perhitungan menurut Sudjana (2003). Untuk menguji hipotesis secara parsial digunakan rumus koefisien Korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini adalah: 1)Tingkat peranan wanita tanidalam budidaya padi sawah termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan dalam setiap kegiatan budidaya padi sawah yaitu pada kegiatan penanaman, panen dan pasca panen termasuk kategori tinggi, pada kegiatan penggunaan benih dan bibit, pengolahan tanah dan pemeliharaan termasuk 0dalam kategori tinggi dan sedang. 2)Tingkat penerapan teknologi PTT pada usahatani padi sawahyang dijalankannya termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan untuk masing-masing komponen teknologi yaitu penggunaan benih dan bibit termasuk kategori tinggi dan sedang , pada komponen penanaman, pemupukan dan pemeliharaan termasuk dalam kategori sedang. Tingkat penerapan teknologi PTT pada komponen panen dan pasca panen termasuk dalam kategori rendah. 3)Terdapathubungan positif yang nyata antara peranan wanita dalam budidaya padi sawah dengan penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).Kata kunci : Peranan Wanita, Budidaya Padi Sawah, PTT
ANALISIS USAHATANI PADI HITAM ORGANIK (Oryza sativa L.) (Studi Kasus Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran) Suryana, Suryana; Sujaya, Dedi Herdiansah; Yusuf, Muhammad Nurdin
AGROINFO Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi hitam organik per hektar per musim tanam di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. (2) Besarnya R/C usahatani padi hitam organik di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, yang ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan Kecamatan Padaherang satu satunya Kecamatan di Kabupaten Pangandaran yang melakukan usahatani padi hitam organik. Metode penentuan responden dilakukan dengan cara sensus. Jadi semua petani yang melakukan usahatani padi hitam organik di Kecamatan Padaherang di jadikan responden sebanyak 3 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, analisis penerimaan dan analisis pendapatan usahatani. Hasil analisis menujukkan rata-rata biaya produksi padi hitam organik sebesar Rp 11.569.276,76 per hektar dalam satu kali musim tanam, yang menghasilkan produksi 4.675 KgGKG per hektar, dengan harga jual Rp 7.000 per Kg, maka penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 32.725.000,- per hektar per musim tanam. Sedangkan pendapatan usahatani padi hitam organik di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandar an ada lah Rp 21.155.723,24 per hektar per musim tanam , dengan nilai R/C = 2,83, menunjukan bahwa R/C > 1, maka usahatani padi hitam organik di Kecamatan Padaherang menguntungkan.Kata Kunci : Produksi, usahatani, padi hitam organik
TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM KELOMPOK TANI PADI SAWAH TERHADAP PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) (Studi Kasus pada Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Campaka Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran) Irawan, Deni; Sujaya, Dedi Herdiansah; Yusuf, Muhamad Nurdin
AGROINFO Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Karakteristik sosial ekonomi petani peserta kegiatan SL-PTT padi sawah ditinjau dari tingkat pendidikan, umur, pengalaman petani, jumlah tanggungan dan luas lahan di Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Campaka Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, dan (2) Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan di Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Campaka Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Jumlah responden sebanyak 37 petani padi sawah yang menjadi anggota Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Campaka yang diambil secara sensus.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1. Karakteristik sosial ekonomi petani peserta kegiatan SL-PTT pad sawah di Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Campaka Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran sebagiab besar pada kategori sedang sebanyak 31 orang atau sekitar 83,78 persen, kemudian kategori rendah sebanyak 4 orang atau sekitar 10,81 persen dan kategori tinggi sebanyak 2 orang atau sekitar 5,41 persen.2. Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan di Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Campaka Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran berada di tangga partnership atau bekerjsama level degrees of citizen power yang berarti bahwa petani yang hadir dalam rapat/pertemuan dapat bernegosiasi dan terlibat dalam pengambilan keputusan.Kata Kunci : Kabupaten, Pangandaran, Partisipasi, SL-PTT
ANALISIS SALURAN PEMASARAN CABAI MERAH VARIETAS TANJUNG 2 (Suatu Kasus di Kelurahan Tamanjaya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Kusmawati, Lisda; Sujaya, Dedi Herdiansah; Hardiyanto, Tito
AGROINFO Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Saluran pemasaran cabai merah di Kelurahan Tamanjaya. 2) Besarnya marjin, biaya, dan keuntungan pemasaran komoditi cabai merah di Kelurahan Tamanjaya. 3) Farmer’s share komoditi cabai merah di Kelurahan Tamanjaya. Jenis penelitian menggunakan metode survei pada petani cabai dan pedagang di Kelurahan Tamanjaya dengan jumlah responden 25 orang petani, 1 orang pedagang besar, dan 5 orang pedagang pengecer. Penarikan sampel petani dilakukan secara sensus, dan pedagang dengan snowball sampling.Hasil penelitian menunjukan bahwa:1. Terdapat satu saluran pemasaran cabai merah di Kelurahan Tamanjaya yaitu: Petani - Pedagang Besar - Konsumen2. Besarnya biaya pemasaran di tingkat pedagang besar adalah sebesar Rp 535/kg. Marjin pemasaran di pedagang besar adalah Rp 10.000/kg, dan keuntungan pemasaran adalah Rp 9.465/kg. Sedangkan biaya pemasaran di tingkat pedagang pengecer adalah Rp 480/kg. Marjin pemasaran sebesar Rp 7.000/kg dan keuntungan pemasaran sebesar Rp 6.520/kg.3. Farmer’s share atau bagian yang diterima petani adalah sebesar 59,52%.Kata Kunci : Saluran Pemasaran, cabe merah
ANALISIS USAHATANI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) (Studi Kasus Pada Seorang Pengusaha Jamur Tiram di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya) Rahmawati, Wawat; Sujaya, Dedi Herdiansah; Pardani, Cecep
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan yang diperoleh dari usahatani Jamur Tiram di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi, 2) Besarnya R/C usahatani Jamur Tiram di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan metode studi kasus pada seorang pengusaha jamur tiram di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Besarnya biaya yang dikeluarkan dalam usahatani jamur tiram yang ada di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 16.600.157,10 dalam satu kali proses produksi. Penerimaan yang diperoleh pengusaha jamur tiram Rp 36.250.000,00 dalam satu kali proses produksi dan pendapatan yang diperoleh pengusahajamur tiram adalah sebesar Rp 19.649.842,90, dan. 2) Besarnya nilai R/C adalah sebesar 2,18 artinya setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan sebesar Rp 2,18 dan memperoleh pendapatan atau keuntungan sebesar Rp 1,18.Kata Kunci : Usahatani, Jamur tiram
ANALISIS SALURAN PEMASARAN GABAH (Oriza sativa ) DI GAPOKTAN SAUYUNAN Kurnia, Dede; Sujaya, Dedi Herdiansah; Hardiyanto, Tito
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 3 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i3.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran gabah dari petani sampai ke konsumen, (2) Besarnya marjin, biaya dan keuntungan pada masing-masing lembaga pemasaran gabah, dari petani sampai ke konsumen, (3) Besarnya Farmer’s share dalam pemasaran gabah dari petani sampai ke konsumen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus, dengan mengambil kasus di Gapoktan SAUYUNAN dengan responden sebanyak 34 orang petani (anggota gapoktan) dan 1 lembaga pemasaran. Dengan menggunakan metode purposive sampling sehinggga keseluruhan anggota kelompok terwakili. Hasil penelitian menunjukan bahwa :1) Saluran pemasaran yaitu : Petani => Gapoktan => Konsumen industri2) Marjin pemasaran gabah di Gapoktan mendapatkan marjin sebesar Rp 300, biaya yang dikeluarkan oleh Gapoktan sebesar Rp 100 dan keuntungan pemasaran gabah yang diterima Gapoktan sebesar Rp 200.3) Besarnya bagian yang diterima petani atau farmer’s share sebesar 94% dari harga yang dibayarkan konsumen.Kata kunci : Gabah, marjin, saluran pemasaran, share
ANALISIS RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA AGROINDUSTRI GULA KELAPA Hermanto, Hermanto; Sujaya, Dedi Herdiansah; Hardiyanto, Tito
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i1.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan pada agroindustri gula kelapa dalam satu kali proses produksi, (2) Besarnya nilai rentabilitas pada agroindustri gula kelapa dalam satu kali proses produksi, (3) Besarnya penyerapan tenaga kerja pada agroindustri gula kelapa dalam satu kali proses produksi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap dengan menggunakan metode survai, dan teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Responden yang diambil sebagai sampel sebanyak 31 orang yaitu 15 persen dari seluruh perajin gula kelapa dengan jumlah anggota populasi sebanyak 208 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis dilakukan dalam satu kali proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rata-rata bahan baku nira kelapa sebanyak 40,06 liter menghasilkan gula kelapa sebanyak 9,7580645 kilogram dalam satu kali proses produksi, dan diketahui bahwa (1) Besarnyabiaya produksi rata-rata Rp. 78.711,932, besarnya penerimaan rata-rata Rp. 97.580,645, sehingga besarnya pendapatan rata-rata Rp. 18.868,713. (2) Besarnya nilai rentabilitas agroindustri gula kelapa dalam satu kali proses produksi adalah 23,97 persen, artinya rata-rata kemampuan agroindustri gula kelapa untuk menghasilkan laba adalah sebesar 23,97 persen dari modal yangdikeluarkan dalam satu kali proses produksi. (3) Besarnya penyerapan tenaga kerja dalam agroindustri gula kelapa yang ada di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap adalah sebesar 6,91 persen atau 416 orang dari seluruh jumlah angkatan kerja.Kata kunci : rentabilitas, penyerapan tenaga kerja, agroindustri, gula kelapa
ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Prasetya, Yoga; Sujaya, Dedi Herdiansah; Wibowo, Slamet Budi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 1, No 3 (2015): Mei 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i3.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan dari usahatani jamur tiram (Pleurotus ostreatus) per satu musim tanam di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar; dan (2) Besarnya titik impas usahatani jamur tiram (Pleurotus ostreatus) per satu musim tanam di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada petani jamur tiram di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Pengambilan sampel dilakukan dengan sensus, dan analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan titik impas/Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Besarnya biaya yang dikeluarkan (biaya tetap dan biaya variabel) dari usahatani jamur tiram per satu musim tanam di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar adalah rata-rata sebesar Rp. 10.659.363,83. Rata-rata produksi usahatani jamur tiram yang dicapai oleh responden sebanyak 1.337 kilogram per satu musim tanam. Adapun harga jual jamur tiram berkisar rata-rata Rp. 9.800,00 per kilogram. Maka penerimaan rata-rata sebesar Rp. 13.123.500,00 per musim tanam, sehingga pendapatan rata-rata sebesar Rp. 2.464.136,17 per musim tanam. Besar BEP pada usahatani jamur tiram di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman Kota Banjar yaitu BEPnp sebesar Rp. 6.221.485,58 dan BEPvp 634,85 kilogram dengan BEPh sebesar Rp. 7.972,60 per kilogram sedangkan BEPLL 88,19 m2 agar usahatani jamur tiram yang dijalankan tidak untung dan tidak rugi dalam satu musim tanam.
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADA USAHATANI PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) (Suatu Kasus Di Desa Rejasari Kecamatan Langensari Kota Banjar) Tresnaningsih, Teti; Sujaya, Dedi Herdiansah; Hardiyanto, Tito
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i2.69

Abstract

Tujuan penelitian penulis adalah untuk melihat tingkat keberhasilan tingkat penerapan teknologi model PTT, dan kendala yang dihadapi petani dalam hal penerapan teknologi PTT. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling, yaitu dengan sengaja di desa Rejasari Kecamatan Langensari Kota Banjar yang didasarkan bahwa desa Rejasari merupakan desa yang terbanyak kelompoktani yang menerapkan teknologi model PTT tersebut, untuk responden diambil petani sebanyak 34 orang, sedangkan untuk melihat tingkat keberhasilan penerapan teknologi model PTT menggunakan scoring. Hasil penelitian tingkat penerapan teknologi PTT adalah: Dalam tingkat penerapan komponen teknologi dasar termasuk dalam kategori sedang, sedangkan dalam tingkat penerapan komponen teknologi pilihan termasuk dalam kategori tinggi. Masih ada beberapa kendala yang dihada pi petani diantaranya: (a) Penerapan teknik sistem tanam jajar legowo dengan jajar legowo 2:1 dan jajar legowo 4:1 belum bisa dilaksanakan oleh sebagian besar petani. (b) Penanaman bibit 1 sampai 3 per rumpun belum bisa dilaksanakan secara maksimal, karena masih ditemukannya serangan hama keong mas.