Yus Rusman, Yus
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents
Articles

Found 32 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU GORENG (Studi Kasus pada Perusahaan Tahu Goreng De Rifa di Desa Cisadap Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis) Sandyansah, Irwan; Rusman, Yus; Pardani, Cecep
AGROINFO Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.281 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan perusahaan tahu goreng De Rifa. 2) Faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman dalam pengembangan perusahaan tahu goreng De Rifa. 3) Alternatif strategi dalam pengembangan perusahaan tahu goreng De Rifa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada perusahaan tahu goreng De Rifa di Desa Cisadap Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Responden pada penelitian ini adalah pemilik tahu goreng De Rifa yaitu Bapak Dusep. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Total nilai yang diperoleh Tabel IFAS yaitu 3,00 dengan skor kekuatan 2,40 dan skor kelemahan 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan tahu goreng De Rifa lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai yang diperoleh Tabel EFAS yaitu sebesar 2,85 dengan skor peluang 2,60 dan skor ancaman 0,25. Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki oleh tahugoreng De Rifa lebih besar dari faktor ancaman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1. Faktor kekuatan (Strengths), dalam pengembangan perusahaan tahu goreng De Rifa yaitu memiliki lokasi yang strategis yang mudah dijangkau konsumen, pengalaman perusahaan, kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, kemampuan dalam mengakses modal, dan memiliki merek yang sudah terkenal. Sedangkan yang menjadi Faktor kelemahan (Weaknesses) diantaranya jumlah alat transportasi milik sendiri sedikit, keterbatasan sumber daya/kapabilitas perusahaan, pembuangan limbah perusahaan, pemasaran yang masih terbatas,dan belum adanya riset mendalam terhadap pasar dan pesaing.2. Faktor peluang (Opportunity) berupa : kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi, permintaan pasar, memiliki pelanggan tetap, penetapan lokasi perusahaan strategis, tersedianya sarana transportasi yang baik meliputi jalan dan kendaraan, dan juga daya beli masyarakat. Sedangkan Faktor Ancaman (Threats) berupa adanya persaingan dengan industri sejenis, limbah yang berpengaruh terhadap lingkungan, nilai tukar rupiah yang fluktuatif, danmelemahnya daya beli masyarakat.3. Alternatif strategi yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan usaha agroindustri tahu goreng De Rifa yaitu dengan menggunakan strategi SO dimana perusahaan dapat menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi SO yang telah dirumuskan yaitu menjaga dan meningkatkan mutu produk, memperluas pasar, dan, memanfaatkan reputasi merek untuk masuk ke pasar modern.Kata Kunci :Strategi, Agroindustri, Tahu Goreng
DAMPAK SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU (SLPHT) TERHADAP TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADA USAHA TANI PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) Zakil M, Asep Dudu; Rusman, Yus; Yusuf, Muhamad Nurdin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 1, No 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i1.285

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat Dampak Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Terhadap Tingkat Penerapan Teknologi Pengendalian HamaTerpadu (PHT) Pada Usaha Tani Padi Sawah (Oryza Sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus pada Kelompoktani Raksa Bumi III Desa SindangsariKecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Sampel penelitian diambil seluruh populasi merupakan pemilihan sampel tidak dilakukan secara subjektif, dalam arti sampel yang terpilih tidak didasarkan semata-mata pada keinginan si peneliti sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yangsama (acak) untuk terpilih sebagai sampel. (probability sampling) yaitu sebanyak 50 orang yang tergabung dalam kelompok tani Raksa Bumi III. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan teknologi padausahatani padi sawah (Oryza Sativa L.) di Kelompok Raksa Bumi III termasuk dalam kriteria tinggi dengan dampak nyata terhadap tingkat penerapan teknologi PHT pada usaha tani padi sawah (Oryza Sativa L.), karena berdasarkan hasil perhitungan χ2 hitung yang diperoleh sebesar 48,02 ternyata lebih besar dari nilai kritis χ2 pada α = 0,05 (3,841). Tingkat penerapan teknologi PHT yang dicapai sebagianbesar responden sebelum mengikuti SLPHT termasuk kedalam kategori rendah, dan setelah mengikuti SLPHT mencapai kategori tinggi terutama pada teknis budidaya tanaman sehat dan pembudidayaan fungsi musuh alami pada tanaman padi sawah (Oryza Sativa L.) Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), dilaksanakan pada kelompok tani Raksa Bumi III di Desa SindangsariKecamatan Kawali Kabupaten Ciamis memberikan dampak positif yang nyata terhadap penerapan tingkat teknologi PHT pada usahatani padi sawah (Oryza Sativa L.)Kata kunci : Tingkat Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) (Studi Kasus di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis) Wiliam, Bif Hamzah; Rusman, Yus; Pardani, Cecep
AGROINFO Vol 4, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.388 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i1.1605

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya dan pendapatan pada usahatani jamur tiram persatu kali proses produksi di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. 2) Besarnya titik impas nilai penerimaan, titik impas volume produksi, dan titik impas harga pada usahatani jamur tiram per satu kali proses produksi di Desa Margaluyu KecamatanCikoneng Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan mengambil kasus di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah para petani jamur tiram, pengambilan sampel dilakukan secara sensus, dimana jumlah petani jamur tiram di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng sebanyak 3 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya usahatani jamur tiram dalam satu kali proses produksi Rp.37.846.091,13 atau Rp.37.846,09 per meter persegi, diperoleh produksi 11.000 kilogram sehingga diperoleh penerimaan sebesar Rp.110.000.000 atau Rp.110.000 per meter persegi, dan memperoleh pendapatan sebesar Rp.72.153.908,87 atau 72.153,91 per meter persegi.2) Titik impas penerimaan sebesarRp.9.483.459,90, titik impas volume produksi sebanyak 948,35kg, dan titik impas harga Rp.3.440,55 per kilogram.Kata Kunci : Ushatani, Jamur, Tiram
ADOPSI TEKNOLOGI TRAKTOR TANGAN PADA USAHATANI PADI SAWAH (Oryzasatyva L.) (Suatu Kasusdi Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Mulyani, Rizka Siti; Rusman, Yus; Hardiyanto, Tito
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i2.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat penerapan teknologi traktor tangan pada usahatani padi sawah dan (2) kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan teknologi traktor tangan pada usahatani padi sawah di Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survai. Teknik penarikan sampel dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling) pada 34 orang petani padi sawah (2%) dari seluruh anggota populasi yang berjumlah 1.710 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Tingkat penerapan teknologi traktor tangan pada usahatani padi sawah yang diusahakan responden sebagian besar tergolong kedalam kategori sedang; 2) Kendala yang dihadapi dalam menerapkan teknologi traktor tangan pada usahatani padi sawah adalah : a) aspek teknis : karena teknologi traktor tangan dianggap rumit karena banyak perlakuannya, b) aspek non teknis: yaitu terbatasnya modal yang dimiliki, tingkat pendidikan responden tergolong masih rendah.
ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG (Studi Kasus Pada Agroindustri Keripik Pisang Sari Rasa di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis) Nuryanti, Yanti; Rusman, Yus; Sudrajat, Sudrajat
AGROINFO Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.538 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya: (1) biaya, penerimaan, pendapatan usaha agroindustri keripik pisang yang diusahakan perusahaan Sari Rasa di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi, (2) R/C usaha agroindustri keripik pisang yang diusahakan perusahaan Sari Rasa di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada perajin keripik pisang Sari Rasa di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel dilaksanakan secara sengaja pada agroindustri keripik pisang di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku KabupatenCiamis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, Data yang dikumpulkan selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa : Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:1. Besarnya biaya total pada agroindustri keripik pisang pada Perusahaan Sari Rasa di Desa Buniseuri yaitu Rp. 6.377.494,00 per satu kali proses produksi, dan besarnya penerimaan Rp. 7.500.000,00 sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 1.122.506,00.2. Besarnya R/C agroindustri keripik pisang pada Perusahaan Sari Rasa di Desa Buniseuri per satu kali proses produksi 1,17, artinya dari setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan, menghasilkan penerimaan Rp. 1,17, sehingga perajin memperoleh keuntungan Rp. 0,17. Dengan demikian agroindustri keripik pisang pada Perusahaan Sari Rasa di Desa Buniseuri menguntungkan bagi perajin.Kata Kunci : Agroindustri,Keripik , Pisang, Cipaku, Ciamis
ANALISIS USAHATANI PISANG AMBON (Musa acuminate L). Nurhayati, Cucu; Rusman, Yus; Pardani, Cecep
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 1, No 2 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i2.239

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya dan pendapatan usahatani pisang ambon per hektar per satu kali musim tanam di Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar, 2) besarnya R/C usahatani pisang ambon per hektar per satu kali musim tanam di Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 28 petani pisang ambon. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: Besarnya biaya total (Total Cost) pada usahatani pisang ambon per hektar per satu kali musim tanam di Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar adalah sebesar Rp 52.405.198 yang terdiri dari biaya tetap (Fixed Cost) sebesar Rp 379.002 dan biaya variabel (Variabel Cost) sebesar Rp 52.026.196. Sedangkan nilai penerimaan sebesar Rp 82.500.000 sehingga didapat nilai pendapatan sebesar Rp 30.094.802. Besarnya nilai R/C ada usahatani pisang ambon per hektar per satu kali musim tanam di Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar adalah 1,57. Artinya setiap Rp. 1 biaya yang dikeluarkan akan memperoleh nilai penerimaan sebesar Rp. 1,57dan nilai pendapatan sebesar Rp. 0,57.Kata kunci : analisis usahatani, pisang ambon
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELATI Nurahman, Ivan Sayid; Rusman, Yus; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Tingkat faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani Melati, 2) Tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati, 3) Hubungan tingkat faktor sosial ekonomi dengan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penarikan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh (sensus) anggota populasi wanita tani pada Kelompok Wanita Tani Melati dengan jumlah anggota sebanyak 31 orang. Untuk mengetahui tingkat faktor sosial ekonomi petani dan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dibagi ke dalam 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah serta dilakukan analisis secara deskriptif. Sedangkan untuk menentukan interval masing-masing kategori dilakukan perhitungan menurut Sudjana (2005). Untuk menguji hipotesis secara parsial digunakan rumus koefisien Korelasi Rank Spearman dan untuk menguji hipotesis secara simultan digunakan rumus Koefisien Konkordans Kendall, dengan menggunakan software SPSS versi 23.0. Hasil dari penelitian ini adalah :1. Tingkat faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis termasuk kategori sedang yaitu dengan nilai rata-rata 36,03 diukur dari tingkat pendidikan, pendapatan per bulan, tingkat kekosmopolitan, tanggungan keluarga, kepemilikan kekayaan, dan jenis pekerjaan. Hasil pengukuran dari indikator faktor sosial ekonomi tersebut adalah sebagai berikut, tingkat pendidikan masuk dalam kategori rendah, pendapatan, tanggungan keluarga dan tingkat kekosmopolitan masuk kategori sedang, pemilikan kekayaan dan jenis pekerjaan masuk dalam kategori tinggi.2. Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis termasuk kategori sedang, dengan nilai rata-rata mencapai 34,22. Sedangkan partisipasi dalam tahap perencanaan dan pengambilan keputusan termasuk kategori sedang. Pada tahap pelaksanaan dan pengambilan manfaat termasuk kategori tinggi. Pada tahap evaluasi termasuk kategori rendah.3. Secara parsial, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat kekosmopolitan, jumlah tanggungan keluarga, pemilikan kekayaan dan jenis pekerjaan mempunyai hubungan positif yang tidak nyata dengan Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Secara simultan terdapat hubungan positif yang sangat nyata antara faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dengan Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati.Kata Kunci : Faktor sosial ekonomi pertanian, Partisipasi, KWT
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADA USAHATANI PADI SAWAH SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) Sungkawa, Laras Waras; Rusman, Yus; Noormansyah, Zulfikar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 1, No 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v1i1.290

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi pada usahatani padi sawah System of Rice Intensification (SRI). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus pada Kelompoktani Angsana Mekar Desa Cibahayu Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian diambil secara aacak sederhana (SampleRandom Sampling) sebanyak 36 orang dari jumlah anggota populasi 180 orang yang tergabung dalam kelompoktani Angsana Mekar. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan teknologi pada usahatani padi sawah System of Rice Intensification (SRI) di Kelompok Angsana Mekar termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 78,19. Penerapan tiap aspek teknologi yang dicapai responden adalah, a) pengolahan tanah 75 persen termasuk kriteria sedang dengan skor yang diperoleh 6,16, b) penggunaan benih 30,56 persen termasuk kriteria sedang 6, dengan skor yang diperoleh 6,83, c) perlakuan benih 86,11 persentermasukn kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 10,31, d) persemaian 83,33 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 12,64, e) penanaman 19,44 persen termasuk kriteria sedang dengan skor yang diperoleh 7,10, f) pemupukan 63,89 persen termasuk kriteria sedang dengan skor yang diperoleh 7,10, g) penyiangan 75 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 5,10, h) pengaturan air 100 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 6,00, i) pengendalian hama dan penyakit 100 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 8,56 serta, j) panen dan pasca panen 100 persen termasuk kriteria tinggi dengan skor yang diperoleh 8,39Kata kunci : System of Rice Intensification, Usahatani Padi Sawah
ANALISIS SALURAN PEMASARAN TAHU BULAT (Studi Kasus pada Perusahaan Cahaya Dinar di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis) Nurussalam, Ahmad; Rusman, Yus; Noormansyah, Zulfikar
AGROINFO Vol 3, No 2 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.898 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i2.708

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Saluran pemasaran tahu bulat pada Perusahaan Cahaya Dinar di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, (2) Besarnya biaya, marjin dan keuntungan pemasaran tahu bulat pada Perusahaan Cahaya Dinar di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, (3) Besarnya bagian harga yang diterima produsen (producer’s share) tahu bulat pada Perusahaan Cahaya Dinar dari harga eceran.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini studi kasus. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 20 orang yang terdiri dari satu orang produsen, empat orang pedagang besar dan lima belas orang pedagangpengecer.Hasil penelitian diketahui bahwa :1. Terdapat satu saluran pemasaran :Produsen- Pedagang Besar- Pedagang Pengecer Konsumen2. Besarnya biaya, marjin dan keuntungan pada saluran pemasaran tahu bulat yaitu sebesar Rp. 4,6,- per butir, Rp. 300,- per butir dan Rp. 295,4 per butir.3. Berdasarkan hasil penghitungan diketahui bahwa bagian harga yang diterima produsen (Producer’s Share) cahaya dinar di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis pada saluran pemasaran tahu bulat yaitu sebesar 40 persen.Kata Kunci : Saluran, Pemasaran, Tahu, Bulat, Ciamis
ANALISIS USAHA AGROINDUSTRI GULA KELAPA Tiara, Yuri; Rusman, Yus; Pardani, Cecep
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 2, No 3 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v2i3.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatana groindustrigula kelapa per satu kali proses produksi di Desa Sindangangin Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis, (2) Besarnya R/C gula kelapa di Desa Sindangangin Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yangdilakukan di Desa Sindangangin Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling, dengan hasil jumlahsampel sebanyak 40 perajin agroindustry gula kelapa. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh perajin gula kelapa sebesar Rp. 98.050,24,-, besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh perajin gula kelapa adalah sebesar Rp. 150.525,- dan besarnya pendapatan yang diperoleh perajin gula kelapa adalah sebesar Rp. 54.244,76,- dalam satu kali proses produksi, dan (2) Besarnya rata-rata R/C pada agroindustri gula kelapa di Desa Sindangangin Kecamatan LakbokKabupaten Ciamis adalah sebesar 1,53 sehingga usaha tersebut menguntungkan untuk diusahakan. Kata kunci : Analisis Usaha, Agroindustri, Gula Kelapa