Articles

Found 4 Documents
Search

CITALINUABDI: UPAYA MEMBANGUN SISTEM INFORMASI DESA YANG BERMAKNA Hartoyo, Nanik Maharani; Merdekawati, Ika
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 1: June 2016 - Jurnal Komunikasi
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.801 KB) | DOI: 10.25008/jkiski.v1i1.35

Abstract

Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) mengamanatkan pengembangan sistem informasi desa (SID) demi membuka akses informasi dari dan hingga tingkat desa, yang terhubung/berjaringan secara berjenjang dengan sistem pemerintahan di level nasional. SID diharapkan dapat mendorong kemajuan desa dengan mengoptimalisasikan potensi lokal. Warga Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dengan didampingi fasilitator dari tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Padjadjaran, memilih memanfaatkan platform blog yang tersedia gratis sebagai upaya persiapan dalam rangka memenuhi amanat UU Desa. Karakteristik warga Desa Citali yang terbuka sekaligus bangga pada identitas desanya tercermin dalam partisipasi aktif sejak proses inisiasi dan pemilihan judul domain yang merepresentasikan identitas mereka. Karakteristik ini pun mengejawantah pada proses perencanaan dan produksi konten SID citalinuabdi. Meski demikian, warga masih menghadapi berbagai kendala. Selain persoalan teknis dan SDM, produksi konten SID belum berjalan lancar sehingga belum mengoptimalisasi potensi lokal dan belum dapat menjawab kebutuhan riil warganya. Di lain pihak, potensi pemanfaatan SID ini akan bersinergi dengan upaya pemerintah untuk mendorong pembentukan dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu insitusi penggerak potensi ekonomi desa dan berada dalam payung hukum yang sama, yakni UU Desa. Untuk itu, perlu dilakukan upaya strategis dan sistematis untuk menjembatani idealita dan realita melalui kemitraan antar pemangku kepentingan yang berlangsung sinergis dan berkelanjutan.
Kebijakan Penggunaan Media Online Website Kompas TV Dan Youtube Untuk Menyalurkan Konten “Eksklusif Digital” Kompas TV Handayani, Finna Prima; Merdekawati, Ika
Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.67 KB) | DOI: 10.24198/kj.v3i1.21361

Abstract

Meningkatnya konsumsi internet oleh masyarakat Indonesia berdampak pada perubahan pola pemenuhan kebutuhan akan informasi. Kini, masyarakat Indonesia lebih memanfaatkan media online ketika mencari informasi yang dibutuhkan. Hal itu berpengaruh pada penurunan jumlah khalayak yang menggunakan media massa konvensional, termasuk khalayak yang menonton tayangan televisi konvensional. Dengan demikian, Kompas TV membuat sebuah tayangan digital berbasis internet, yaitu “Eksklusif Digital” yang memanfaatkan kanal website kompas.tv dan YouTube untuk menyalurkan kontennya. Penelitian ini menggunakan metode Studi Kasus Intrinsik Robert E. Stake dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi dokumen, dan studi pustaka. Hasil penelitian adalah Kompas TV menggunakan website kompas.tv dan YouTube untuk penyaluran konten “Eksklusif Digital”, karena website kompas.tv merupakan platform utama Kompas TV dalam media online dan bertujuan untuk memperkenalkan website kompas.tv kepada khalayak sebagai video portal Kompas TV. Kemudian menggunakan YouTube, karena saat ini YouTube merupakan media sosial yang paling aktif digunakan di Indonesia.
The Meanings of Symbols of Priyambada Mustakaweni Dance merdekawati, Ika; Malarsih, Malarsih; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 8 No 2 (2019): August 2019
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v8i2.31790

Abstract

This Research Aimed At Expressing The Meaning Of Symbols Of Priyambada Mustakaweni Dance. It Is Used Qualitative Method. The Data Collecting Techniques Were Through Observation, In Depth Interview, And Documentation. The Data Validation Used Data Triangulation Technique And Informan Review. The Data Was Analyzed Through The Process Of Reduction, Presentation, And Data Verification. The Results Of The Research Are That The Performance Form Of  Priyambada Mustakaweni Dance Consist Of Title, Theme, Number Of Dancers, Movements, Place, Accompaniment, Makeup And Costume, Property, And Lighting. The Meaning Of Priyambada Mustakaweni Dance Is Reflected Through The Movements Perang Tantang-Tantangan, Perang Keris And Perang Gendhewa. (1) Perang Tantang-Tantangan Has A Meaning Of A Brave Female Soldier And Ready To Fight For The Country, (2) Perang Keris, Has An Implied Meaning That A Soldier Ha A Strategy And Power To Defend His Country, (3)Perang Gendhewa Implies That A Soldier Should Be Trained And Is  Always Alert From Enemy’s Attack.   Kata kunci : Tari Priyambada Mustakaweni, Bentuk, Makna Simbol.
Persepsi Khalayak Terhadap Radio Komunitas Kampus 107.8 Mandalla FM Pavitasari, Shabrina Pramudita; Fadilah, Efi; Merdekawati, Ika
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 1 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.898 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v3i1.22451

Abstract

Radio komunitas hadir sebagai bagian dari pemerataan kebutuhan informasi sejalan dengan demokrasi yang semakin tumbuh. Radio Mandalla 107.8 FM, adalah radio komunitas kampus yang dikelola oleh kampus untuk memenuhi kebutuhan kampus dalam penyebaran informasi. Uniknya radio komunitas ini mengklaim sebagai radio dakwah, yaitu menyebarkan informasi yang bertemakan Islam. Penilitian ini ingin mengetahui persepsi khalayak terhadap Radio Mandalla, dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan khalayaknya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data primer penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner kepada responden berjumlah 41 orang dengan menggunakan teknik berdasarkan tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih dari 50% khalayak memberi nilai cukup tinggi kepada Radio Mandalla karena kebutuhan dan kepuasan mereka terhadapat informasi yang diberikan media tersebut terpenuhi. Khalayak menggunakan Radio Mandalla sebagai media untuk mencari informasi, sebagai media interaksi, dan penguatan eksistensi kelompok minoritas dalam masyarakat. Selain itu, Radio Mandalla merupakan salah satu media komunitas yang masih menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, yakni dari, oleh, untuk komunitas.