Articles

Found 15 Documents
Search

JARIGAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI SEBUAH KERANGKA TEORITIS

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi dapat dipandang dari berbagai perspektif, Gareth Morgan  (dalam Litlejohn, 2002) menguraikan beberapa metafora yang menangkap berbagai aspek organiasi.  Metafora yang pertama adalah mesin. Organisasi seperti mesin, memiliki bagian bagian yang menghasilkan produk dan jasa. Metafora kedua adalah organisme. Seperti tumbuhan atau hewan, organisasi lahir, tumbuh, berfungsi dan beradaptasi  terhadap perubahan perubahan lingkungan dan pada akhirnya ia mati. Organisasi itu bagaikan otak, ia memproses informasi, ia memiliki intelegensi, ia mengkonseptualisasi dan ia membuat prencanaa. Keempat oraganisasi itu seperti budaya kerja karena ia menciptakan pengertian, memiliki nilai dan norma dan diperkuat dengan cerita cerita dan ritual ritual bersama. Kelima organisasi itu seperti sebuah politik, dimana kekuasaan dibagi, pengaruh dijalankan dan kepututusan keputusan dibuat.Morgan juga menunjukan bahwa oranisasi adalah penjara supranarutal karena ia dapat membentuk dan membatasi bahwa organisasi dapat dipahami sebagai preubahan dan transformasi, karena ia menyesuaian diri ,berubah dan tumbuh atas dasar informasi,  karena ia menyesuaikan diri, berubah dan tumbuh atas dasar Informasi, umpan balik dan kekuatasn logika. Terakhir  morgan mengatakan bahwa organisasi itu seperti instrument dominasi. Karena ia mengandung kepentingan2 yang bersaing yang beberapa diantaranya mendominasi yang lain. Littejohn menambahkan betafora lain pada daftar Morgan yakni Jaringan dan ini adalah meafora yang dipilih untuk mengorganisasikan tulisan ini. Jaringan komunikasi Organisasi.  Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan memalalui tulisan ini diantaranya adalah pertama, teori teori yang mendasari munculnya jaringan ini menjadi lebih focus pada pembentukan jaringan jaringan ketimbang pemeliharaan dan disolusi jaringan. Kedua perlu karya tambahan untuk mengurangi atau mengeliminasi redundancy yang terjadi pada teori teori yang aa. Ketiga  perluny adanya menggali lebih ekletis, melalui pendekatan multiteoritis terhadap teori teori jaringan. Keempat memfokuskan perhatian pada bentuk bentuk jaringan yang memiliki keunikan. Kelima perlu melakukan pengembangan teori teori jaringan yang menjembatani teori teori jaringan yang menjembatani meluasnya level level analitis yang mencakup analisis analisis jaringan.

IKLAN DAN REPRODUKSI SOSIAL

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 8, No 28 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IKLAN  DAN REPRODUKSI  SOSIAL

Literasi Budaya Partisipatif Penggunaan Media Baru pada Siswa SMA di DKI Jakarta

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2017): Januari
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.67 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa media baru membuka kesempatan partisipasi untuk berkreativitas, ekspresi diri dan produksi konten. Potensi penggunaan media baru ini membentuk masyarakat konvergensi yang mengarah pada budaya partisipatif dan memungkinkan orang-orang menjadi prosumer, produsen sekaligus konsumen. Acuan konsep yang mendasari penelitian ini adalah budaya partisipatif media baru dari Henry Jenkins yang diklasifikasikan dalam afiliasi, ekspresi, pemecahan masalah kolaboratif dan sirkulasi. Penelitian ini terbagi dua tahap. Pertama, bertujuan mengidentifikasi budaya partisipatif remaja dalam menggunakan media baru. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada 200 siswa SMA di DKI Jakarta, dengan teknik multistage random sampling. Tahap kedua, bertujuan untuk literasi budaya partisipatif – dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD), wawancara, tinjauan ahli, uji coba dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas budaya partisipatif yang telah dilakukan masih pada content exchange belum mengarah pada content creation. Indikator literasi budaya partisipatif pada penggunaan media baru difokuskan untuk meningkatkan ketrampilan berinteraksi dalam lingkungan media baru; ketrampilan untuk mencari, mengakses, mengubah dan mendistribusikan konten; ketrampilan untuk menyimpan, mengolah, dan mengambil informasi; keterampilan untuk mengolah, menafsirkan dan menampilkan informasi;keterampilan secara kritis mengevaluasi/menilai informasi; dan ketrampilan menghasilkan konten kreatif yang mengarah pada nilai-nilai local.Kata Kunci: literasi, budaya partisipatif, media baru 

Gender Awareness of Maria Hartiningsih as Kompas Reporter

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 2: December 2017 - Jurnal Komunikasi
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.515 KB)

Abstract

Structure of the media in Indonesia is still dominated by men who lack of gender sensitivity so that the role of women journalists as agents of change towards gender awareness is important to discuss. This study aims to determine the factors that make up the awareness, values and attitudes of women journalists on gender, and the influence of media and community structure in forming the gender awareness of women journalists. As a case study, a journalist of the largest newspaper in Indonesia, Kompas, namely Maria Hartiningsih is chosen. The study is based on the concept of gendered-perspective journalism as a practice of journalistic that informs and questions inequality of the relationship between men and women. The study uses a qualitative approach with the method of Critical Discourse Analysis model of Norman Fairclough. Text analysis is conducted to examine the writings of Maria Hartiningsih in Kompas related to gender issues. The results show that at the textual level—since she started joining Kompas—Maria Hartiningsih’s writing already highlighted problems of women, street children, and poverty. Her awareness and perspective on gender is a process conducted through the experience of reporting, discussions, and reading books related to gender. In the case of Maria, Kompas as an institution provides her with freedom to pour her thoughts.

Konstruksi ‘Bentuk Tubuh Perempuan’ Dalam Iklan Televisi

ULTIMA Comm Vol 2 No 1 (2010): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.025 KB)

Abstract

The purpose of this research is to explain how mechanism of construction about healthy body shape created throughout advertising. The base theory which be used is social feminism with Critical Discourse Analysis. Result of the research showed that strategy of distinction and dramatization appear from power relations between subject in field of advertising production. Symbolic image about slim and healthy body shape for woman which are producted in advertising, is assumpted by peoples as  cultural arbitrary. This social condition is being possible because there is a suitability between social mindset and advertising symbolic image.  Keywords : symbolic image, body shape for woman, advertising

SELERA BUDAYA DAN PRAKTEK KONSUMSI DALAM BINGKAI PEMIKIRAN PIERRE BOURDIEU

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SELERA BUDAYA DAN PRAKTEK KONSUMSI DALAM BINGKAI PEMIKIRAN PIERRE BOURDIEU

RISET KOMUNIKASI ORGANISASI : DALAM PERSPEKTIF INTERPRETIF DAN KRITIS

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 17 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the two decades, a growing number of researchers have used qualitative methods to study various aspects of organizational communication.  In  this  article,   we  examine  issues  and  challenges related to critique in qualitative research. Study of organizational communication, critical theory is concerned with the· oppressive dimensions  of corporate capitalism. These dimensions  include hegemonic   "deep-structures"  and   identities   that   are   reproducedthrough language and interaction.

Komodifikasi Gaya Hidup Sehat Dalam Iklan Multivitamin dan Suplemen Makanan di Tabloid Senior

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 12 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sa/ah satu perubahan gaya hidup yang terjadi di Amerika (dan juga sedang terjadi pada masyarakat kelas menengah atas di .Indonesia) diantaranya adalah kesadaran dan kepedulian akan kesehatan dan gizi (Teddy Prawita, 2002:   146-147).  Gaya hidup sehat ini misalnya diekspresikan dengan melakukan exercise  dan diet dengan lebih banyak  mengkomsumsi   buah-buahan,   sayuran  dan  biji-bijian. Fenomena ini kemudian dimanfaatkan produsen dengan meluncurkan produk minuman berserat dan dikomunikasikan sebagai produk untuk kesehatan, mulai dari melancarkan buang  air, mengecilkan  perut hingga menurunkan berat badan (Tabloid Marketing no 26111/13   :  1 ). Demikian pula, munculnya klub-klub kebugaran yang menawarkan program untuk menjaga dan meningkatkan stamina tubuh, preautc sereal yang menawarkan sarapan  yang mudah disiapkan dengan kandungan gizi tinggi, produk-produk multivitamin, produk susu yang menawarkan  kandungan kalsium untuk  menjaga tulang keropos,produk minuman mineral, hexagonal,  dsb

IKLAN PROPERTI : MENGKONSTRUKSI RUANG GAYA HIDUP MASYARAKAT

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IKLAN PROPERTI : MENGKONSTRUKSI RUANG GAYA HIDUP MASYARAKAT

IKLAN PROPERTI : MENGKONSTUKSI RUANG GAYA HIDUP DALAM MASYARAKAT POSTMODERN

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 19 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

belum ada