Chatarina Umbul W, Chatarina
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN BASIS DATA SISTEM SURVEILANS CAMPAK BERBASIS KASUS ATAU CASE BASED MEASLES SURVEILLANCE (CBMS) DI KABUPATEN SIDOARJO Kutsiyah, Nurul; Umbul W, Chatarina; Martini, Santi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.33 KB)

Abstract

Latar belakang: Campak termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Masih adanya kasus campak di Kabupaten Sidoarjo perlu dikaitkan dengan data imunisasi sebelumnya, tetapi saat ini masih sulit menghubungkan data kasus campak dengan data imunisasi karena data imunisasi belum dibuat secara individual. Tujuan: Mengembangkan basis data sistem surveilans campak berbasis kasus di Kabupaten Sidoarjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research, berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Pada analisis masalah sistem informasi surveilans campak berbasis kasus menyebutkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah populasi berisiko, kecepatan penemuan kasus, status gizi kasus, penderita dirawat inap atau tidak, status imunisasi, dan komplikasi yang timbul. Hasil uji coba menunjukkan bahwa basis data sistem surveilans campak cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas surveilans campak di Puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Simpulan dan saran: Case Based Measles Surveillance di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah berhasil dikembangkan. Implementasi CBMS memerlukan sosialisasi dan pelatihan khususnya bagi pertugas surveilans dalam melakukan entri data, membuat rekapan serta membuat laporan dalam mengimplementasikan sistem surveilans yang telah dikembangkan.
EVALUASI SISTEM SURVEILANS CAMPAK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKALAN Anggraini, Risma Dian; Umbul W, Chatarina; W.K, Bambang
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.445 KB)

Abstract

Latar Belakang: Campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD31), disebabkan oleh virus (Morbilivirus) dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Tujuan: Menggambarkan pelaksanaan sistem surveilans campak, mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi dari permasalahan yang ditemukan. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif jenis evaluasi dilakukan di Kabupaten Bangkalan pada bulan Juni 2015. Responden dalam penelitian ini adalah petugas surveilans kabupaten dan puskesmas se-Kabupaten Bangkalan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Kekurangan pelaksanaan sistem surveilans banyak ditemukan dalam komponen input dan proses kegiatan surveilans terutama di tingkat puskesmas. Sebagian besar petugas tidak mendapatkan pelatihan sehingga tidak mampu melakukan analisis dan pengolahan. Hal ini menyebabkan atribut surveilans seperti kualitas, sensitivitas, dan stabilitas data rendah. Simpulan dan saran: Pelaksanaan sistem surveilans campak di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan belum memenuhi Permenkes No 1116/SK/VII/20113 dan buku Juknis Surveilans Campak (2012). Solusi untuk memperbaiki sistem surveilans adalah dengan memberikan pelatihan bagi seluruh petugas surveilans dan pemenuhan sarana dalam pelaksanaan sistem surveilans campak.
DETERMINAN EPIDEMIOLOGIS KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD Dr. CHASAN BOESOIRIE DAN DIABETES CENTER TERNATE A. Hi. Mustafa, Irwan; Purnomo, Windhu; Umbul W, Chatarina
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.47 KB)

Abstract

Latar belakang: Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Mellitus (DM) yang paling sering ditemukan. Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ulkus kaki diabetik. Metode: Penelitian observasional-analitik dengan desain case control. Sampel adalah penderita DM yang mengalami ulkus kaki (35 orang) dan penderita DM yang tidak mengalami ulkus kaki sebagai kelompok kontrol (35 orang). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen yaitu lama menderita DM, obesitas, kadar gula darah, ketidakpatuhan diet dan latihan fisik (olahraga). Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lama menderita DM OR = 5,06; 95% CI (1,79 <OR <14,31), obesitas OR = 6.30; 95% CI (1,60 <OR <24,78), kadar gula darah tidak terkontrol OR = 40,37; 95% CI (4,96 <OR <328,66), ketidakpatuhan diet OR = 11,76; 95% CI (1,40 <OR <98,85), latihan fisik (olahraga) OR = 10,33; 95% CI (2,99 <OR <35,63). Simpulan dan saran: Lama menderita DM, obesitas, kadar gula darah, ketidakpatuhan diet, dan latihan fisik (olahraga) berpengaruh terhadap kejadian ulkus kaki diabetik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan upaya intervensi perbaikan faktor risiko dalam upaya menurunkan kejadian ulkus kaki diabetik.
INDEKS PREDIKSI RISIKO KEMATIAN JEMAAH HAJI DI PROVINSI JAWA TIMUR Handayani, Dwi; Umbul W, Chatarina; Martini, Santi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.954 KB)

Abstract

Latar belakang: Ibadah haji merupakan ibadah bagi umat Islam yang selalu diminati, tetapi selalu ada peningkatan jumlah kematian jemaah haji. Jemaah haji Provinsi Jawa Timur yang meninggal di Arab Saudi tahun 2014 sebanyak 50 orang dan meningkat menjadi 122 orang pada tahun 2015. Tujuan: Mengembangkan indeks prediksi risiko kematian jemaah haji di Provinsi Jawa Timur. Metode: Pendekatan case-control menggunakan data sekunder dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jemaah haji yang terdaftar di wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2015. Sampel penelitian sebanyak 102 jemaah haji, dibagi menjadi 2 kelompok, 54 jemaah haji sebagai kasus dan 54 jemaah haji sebagai kontrol. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil: Merokok, kurang aktivitas fisik, penyakit sirkulasi, penyakit respiratori, penyakit endokrin dan metabolik merupakan indikator yang masuk ke dalam model indeks prediksi kematian jemaah haji. Model indeks prediksi kematian jemaah haji adalah -2,615 + (0,495*merokok) + (0,703*kurang aktivitas fisik) + (3,221*penyakit sirkulasi) + (2,889*penyakit respiratori) + (1,451*penyakit endokrin & metabolik). Simpulan dan saran: Merokok, kurang aktivitas fisik, penyakit sirkulasi, penyakit respiratori, penyakit endokrin dan metabolik dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi kematian jemaah haji. Perlu dilakukan suatu upaya untuk menekan angka kematian jemaah haji dengan memperhatikan indikator perilaku dan penyakit yang dimiliki oleh jemaah haji.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SURVEILANS IMUNISASI DAN PD3I DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA Syarifah Has, Dwi Faqihatus; Basuki N, Hari; Umbul W, Chatarina
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.509 KB)

Abstract

Latar belakang: WHO Regional Director for South-East Asia memperkirakan imunisasi bisa menyelamatkan 2 hingga 3 juta jiwa pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Pencapaian cakupan UCI di Kota Surabaya belum diikuti dengan penurunan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Tujuan: Mengembangan model sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap, cakupan imunisasi booster, jumlah kasus PD3I per kelurahan, UCI kelurahan, kelurahan dengan kasus PD3I, kualitas vaksin, wilayah prioritas imunisasi, dan prevalensi kasus PD3I yang belum diimunisasi. Hasil uji coba meunjukkan bahwa sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas imunisasi dan surveilans PD3I di puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Simpulan dan saran: Sistem Informasi Surveilans Imunisasi dan PD3I cukup mudah digunakan dan bermanfaat. Kegiatan pencatatan dan pelaporan dalam sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I diharapkan dapat dilakukan pada periode bulanan.
THE CORRELATION OF THE ROLE OF SOCIETY ON NUTRITION CARE BY POSITIVE DEVIANCE MOTHER Ningsih, Tri Ratna; Umbul W, Chatarina; Basuki, Hari; Catur, Annis
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 2 No 01 (2018): IJNMS Volume 2 Issue 1, April 2018
Publisher : Bina Sehat Press. Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.85 KB)

Abstract

Society has important role in helping poor mother who has under five child to give proper diet. The purpose of the research was to analyze the correlation of society role on nutrition care pattern by positive deviance mother from poor families in Mojokerto Regency East Java. This research design was using case control with case population that were poor mothers with healthy under-five and control population were poor mothers with nutritious problem under-five child. Number of case group samples were 78 people and control group were 41 people. Sampling technique used multi stage sampling. Data collection using questionnaires that have been tested validity and reliability test to 30 people. Data analysis using chi square statistic test. The result of this research showed that the role of society in positive deviance mothers is sufficient as much as 37 people (46.84%). In non-positive deviance the role of society is deficient as many as 35 people (85.37%). = 0.000 and value α = 0,05, meant there was relation of society role with pattern of nutrition care of positive deviance mother. The role of society made the mothers motivated to provide good nutrition in their under five children.
PENGARUH LAMA PRAKTIK DAN PENGETAHUAN DOKTER PRAKTIK MANDIRI TERHADAP PENEMUAN TERDUGA TUBERCULOSIS ANAK DI WILAYAH SURABAYA UTARA Alyani, Fildah; Umbul W, Chatarina
The Indonesian Journal of Public Health Vol 13, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Public Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.067 KB)

Abstract

Indonesia is the second most populated country with TB in the world. The proportion of Tuberculosis (TB) and adult tuberculosis cases in Indonesia is increasing every year. East Java is ranked second in TB cases in Indonesia. Surabaya is the most common city of TB cases. Therefore, WHO recommends the DOTS program for TB control that focuses on finding and healing TB patients, especially TB children. However, the implementation of this program has an imbalance in the number of adult TB findings and child TB. Factors that influence the discovery of TB suspected children are the length of practice and knowledge of Independent Practice Doctors (DPM). The purpose of this study was to analyze the effect of long time practice and knowledge of Practice Doctor Mandiri on TB child suspected finding. This research is an umbrella research of operational research of child TB treatment network with cross sectional study design. The sampling technique is simple random sampling with the amount of 42 people. Data collection is secondary data using data collection sheets. Data analysis using logistic regression. The result shows that there is a long effect of practice on TB children with p value 0,015 <0,05 and OR value is 8,182. Independent Practice Physician Knowledge has no effect on TB children with p value 0,297> 0,05 and OR 2,125. There is a need for regular socialization of child TB, especially the management of child TB and the commitment of the Independent Practice Doctor to the discovery of TB suspected
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMAN KABUPATEN SIDOARJO Trisiyah, Carina Delvi; Umbul W, Chatarina
The Indonesian Journal of Public Health Vol 13, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Public Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.314 KB)

Abstract

Pneumonia is the cause of 16% of underfive children deaths worldwide. The number of cases of pneumonia in Sidoarjo had been continued to increase from 2013-2015. This study aims to describe the condition of home environment with the incidence of pneumonia in underfive children. This research was descriptive observational study with case control study approach. The sample in this study consisted of 32 cases of underfive children who suffering ISPA pneumonia and 32 cases of ARI without pneumonia. The independent variables in this study were occupancy density, ventilation area, floor type, wall type, and cigarette smoke exposure. The results showed that underfive children who suffering ISPA pneumonia have high home density (68,8%), often exposed by cigarette smoke (75,0%), and ventilation respondents was not eligible (100,0%). Based on the results of this study, the parents should to change the behavior not to smoke in their home. In addition, they should get used to open the door of their house so the air circulation in the house can exchange well.