Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK SUSU KEDELAI DENGAN PENENTUAN KARAKTERISTIK PRODUK Trisna, Trisna; Maarif, M. Syamsul; Arkeman, Yandra
TEKNIK INDUSTRI Vol 3, No 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this paper is to descripe how a knowledge management plays a role in thedevelopment of new products with the determining of soy milk consumer characteristics andproduct characteristics by Kano method. Knowledge is a basic in decision making for newproduct development. Analysis conducted for costomer characteristic determination bydetermining costumer atribute influence buying decision and costomer clasification. Productcharacteristic in this paper uses Kano Method. The result of analysis of product characteristicshowed that halal labeling, soybean picture in packaging, inclusion of business address, ,inclusion of nutrient information, medium sweetness level are characteristic required to newproduct development of soy milk.
TUMBUHAN BAWAH PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TUA (TM) DAN SAWIT MUDA (TI) DENGAN PEREMAJAAN TEKNIK UNDERPLANTING DI PT. BIO NUSANTARA TEKNOLOGI Trisna, Trisna; Wiryono, Wiryono; Apriyanto, Enggar
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Naturalis, Vol 7 No 2 Oktober 2018
Publisher : Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.v1i3.6022

Abstract

Komoditas kelapa sawit secara nasional dari segi luas dan produksinya semakin meningkat setiap tahunnya selama kurun waktu tiga tahun terakhir yaitu pada tahun 2015-2017. Tahun 2015 luas area perkebunan, tahun 2015 mencapai 11.260.277 ha/th dan pada tahun 2017 sebesar 12.307.677 ha/th. Faktor yang lain yaitu produksi kelapa sawit sebesar 31.070.015 ton/th dan pada tahun 2017 sebesar 35.359.384 ton/th (Dirjen Perkebunan, 2017). Akhir-akhir ini, perusahaan perkebunan baik milik negara maupun rakyat mulai melakukan pembaharuan dalam proses peremajaan. Permasalahan yang timbul pada saat peremajaan adalah tumbuhan bawah yang tumbuh dengan sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan yang mengganggu tanaman akibat dari peremajaan secara konvensional sehingga dikembangkan teknik baru yaitu underplanting. Peremajaan dengan teknik konvensional ini sering ditemui permasalahan seperti biaya yang tinggi, terbukanya lahan secara besar-besaran dan timbulnya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis tumbuhan bawah serta jenis asing dan jenis asli yang tumbuh pada tiga kondisi kebun kelapa sawit di PT. Bio Nusantara Teknologi  (sawit yang tua (TM dan sawit muda  (TI)) dan menghitung indeks keragaman jenis tumbuhan bawah pada ketiga kondisi kebun kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat. Ukuran kuadrat yang digunakan adalah 1x1 m. Banyaknya jumlah kuadrat mengacu pada metoda kurva spesies area dengan luas minimum 40 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tumbuhan bawah pada TM ditemukan 20 jenis yang terdiri dari 5 jenis asli dan 15 jenis asing dan pada kebun TI ditemukan 20 jenis yang terdiri dari 8 jenis asli dan 12 jenis asing. Tingkat keragaman jenis tumbuhan bawah (H’) tergolong rendah dengan besaran masing-masing pada TM sebesar 0,637 dan TI dengan nilai 1,94. Jenis yang mendominasi pada kedua kondisi kebun kelapa sawit adalah Axonopus compressus dengan INP 130,238% (TM) dan 42,237% (TI). Kata Kunci: Kelapa Sawit, Underplanting, Komposisi Tumbuhan Bawah, Keragaman Jenis, Metode Kuadrat, Kurva Species Area
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Swalayan Dengan Metode Importance Performance Analysis Dan Model Kano Trisna, Trisna; Irwansyah, Defi; Saptari, Mochamad Ari; Maisyaroh, Maisyaroh
Industrial Engineering Journal Vol 8, No 1 (2019): Vol 8, No 1 (2019): Industrial Engineering Journal
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swalayan merupakan usaha retail modern yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. Kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting  bagi swalayan untuk menghadapi persaingan sehingga perlu dilakukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  kualitas pelayanan suatu swalayan dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan model Kano sehingga dapat diketahui prioritas atribut yang harus diperbaiki sesuai dengan keinginan konsumen. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas atribut yang harus ditingkatkan kinerjanya oleh pihak swalayan yaitu penunjuk lokasi barang yang jelas, keamanan tempat parkir, terdapat label harga pada produk, harga produk yang ditawarkan sesuai dengan label.
Perencanaan Pengendalian Produksi Air Minum Dalam Kemasan Menggunakan Metode Aggregate Planning Amri, Amri; Trisna, Trisna; Harahap, Efrida Nurhasanah
Industrial Engineering Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Saqua Pasee merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek produk IE RO. Perusahaan dalam menentukan permintaan pada periode berikutnya hanya melakukan peramalan permintaan berdasarkan data penjualan periodeperiode sebelumnya. Sehinggaperusahaan tidak dapatmemenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktudan mengakibatkan penumpukan persediaan, biaya penyimpanan dan biaya persediaan yang tinggi. Adapun tujuan penelitian ini adalah merencanakan dan mengendalikan produksi Air Minum Dalam Kemasan, untuk memenuhi permintaan yang akan datang dengan total biaya yang minima. Pendekatan yang dilakukan untuk menentukan permintaan periode berikutnya pada CV. Saqua Pasee dilakukan dengan peramalan metode Time Series, dan perencanaan pengendalian produksi dengan Metode Perencanaan Heuristik dan Optimasi. Hasil yang diperoleh dari peramalan dengan bantuan Sofware Quantity System, metode terpilih yaitu pada metode Simple Average dengan jumlah MAD terkecil sebesar 594,92. Biaya total produksi dengan menggunakan Metode Perencanaan Heuristik adalah sebesar Rp.91.943.017 sedangkan Metode Perencanaan Optimasi adalah sebesar Rp. 241.549.840, sehingga metode yang terpilih dalam perencanaan produksi adalah dengan Metode Perencanaan Heuristik
PEMETAAN DAN PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KELELAHAN KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN FIBERLINE DI INDUSTRI PEMBUATAN BUBUR KERTAS Trisna, Trisna; Erliana, Cut Ita; Lestari, Renny
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol 19 No 2 (2017): JSTI Volume 19 Number 2 July 2017
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.873 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v19i2.371

Abstract

Manpower is an element that is dealing directly with the various consequences of industrial activities undertaken. Unqualified physical work environment such as noise that has exceeded the NAV is one of the examples faced by the workforce in the workplace. One of the activities that produce noise is the activity in the fiberline department in the pulp making industry which is the pulp making area. This study aims to map the noise and its effect on employee fatigue in the pulp making industry in the fiberline department. Research stages include noise measurement, noise mapping, filling out questionnaires by employees about work fatigue, calculation of questionnaire results, determining the effect of noise and work fatigue with regression analysis, and correlation determination. The noise mapping results at 30 point measurements indicate that the bleaching and pulp engine border areas exceed the safe threshold noise. Regression analysis results show the higher the noise level, the higher the level of work fatigue in employees. The result of correlation analysis is known that the correlation is positive or strongly correlated which shows that the effect of noise on fatigue is very strong. The noise mapping results can be known which area exceeds the noise threshold, so the company can anticipate the negative impact, as well as the strong relationship between noise and work fatigue.