Ahmad Wadi, Ahmad
Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
Articles
3
Documents
PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN SUMBER PROTEIN DI AREAL TAMBAK SEBAGAI PAKAN KOMPLIT TERNAK ITIK DI KABUPATEN PANGKEP

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Jika menggunakan pakan komersil, maka keuntungannya sangat sedikit utamanya pada skala usaha kecil. Penelitian ini bertujuan menemukan sumber protein alternatif di areal tambak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan komplit dan untuk membuat formulasi pakan komplit ternak itik. Manfaat  penelitian ini adalah merekomendasikan formulasi pakan komplit untuk para peternak itik intensif. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, melalui focus group discussion (FGD), survei ketersediaan dan keterjangkauan sumber protein di areal tambak, selanjutnya menyusun formulasi pakan itik dengan menggunakan metode bujur sangkar dengan target protein pakan minimal 18%. Hasil penelitian menunjukkan sumber protein di areal tambak untuk pembuatan pakan komplit ternak itik adalah rebon, udang laci-laci, kangkung, batang pisang dan daun pisang dengan kandungan protein masing-masing sebesar 54,16%, 50,48%, 16,27%, 3,26% dan 12,05%. Berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak itik dengan harga murah maka formulasi pakan komplit adalah rebon 17%, udang laci-laci 10%, kangkung 14%, batang pisang 55% dan daun pisang 4%.

PEMANFAATAN DAN KEBERLANJUTAN GOSSE SEBAGAI SUMBER PROTEIN UNTUK MENDUKUNG PEMELIHARAAN ITIK INTENSIF DI KABUPATEN PANGKEP

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein secara berkelanjutan.  Jika mengharapkan dari pakan buatan, maka keuntungan sangat sulit dicapai utamanya pada skala yang kecil.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari gosse, jumlah produksi dan daya dukung terhadap ternak itik. Manfaat penelitian ini adalah  ditemukannya formulasi pakan yang berbasis sumber protein dari gosse yang dapat direkomendasikan untuk para peternak itik intensif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode bujur sangkar Latin. Parameter yang diukur adalah nilai nutrisi gosse sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak itik. Selanjutnya menyusun  formulasi  pakan  itik dengan target protein pakan minimal 18%. Daya dukung gosse yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk ternak itik adalah 306 ekor ha-1.

DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN TELUR ITIK DI MAKASSAR (DIVERSIFICATION OF PROCESSED PRODUCTS DUCK EGGS IN MAKASSAR)

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 7 No 1 (2016): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan telur asin di Makassar semakin meningkat seiring dengan banyaknya permintaan masyarakat terhadap telur yang digunakan sebagai sumber pangan yang praktis, bergizi dan higienis.  Program IbM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Makassar melalui mitra yang terpilih (Usaha Telur Asin Syakir “B” dan Usaha Telur Asin Nadya) dalam mengolah telur asin menjadi lebih baik dan tahan lama, serta dengan penganekaragaman rasa/aroma.Metode pendekatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut adalah perpaduan penggunaan peralatan produksi yang lebih baik dan memadai dengan hasil pengolahan telur asin aneka rasa serta melakukan pembinaan manajemen pada kedua mitra.Hasil pelaksanaan kegiatan IbM Usaha Telur Asin di Makassar ini adalah: mitra sudah dapat menggunakan egg candling dan peralatan produksi lainnya yang lebih memadai; mitra telah mampu mengolah telur asin rasa asin, telur asin rasa bawang, dan telur asin rasa pedas; mitra juga telah mendapatkan pelatihan tentang penguatan jiwa entrepreneurship, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha serta pembenahan administasi pembukuan dan keuangan; serta telah melakukan pendampingan dan pembinaan produksi dan manajemen produksi.Program IbM ini telah mampu: (1) Meningkatkan jumlah produksi kedua mitra, (2) Meningkatkan kualitas produksi telur asin, (3) Mitra dapat memproduksi 3 rasa telur asin yaitu ras asin, rasa, bawang dan rasa pedas, (4) Terjadinya alih teknologi pada proses produksi telur asin, (5) Peningkatan pengetahuan tentang pengawetan telur itik, (6) Terjalin hubungan kerjasama mitra dengan pedagang lain maupun retail yang ada di Makassar.