Fifi Arfini, Fifi
Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Kampus Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

FORMULASI BARUASA KAYA GLUKOMANAN BERBASIS UMBI UWI (DIOSCOREA ALATA L.) Yusuf, Muhammad; Arfini, Fifi; Attahmid, Nur Fitriani Usdyana
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baruasa merupakan produk pangan lokal Sulawesi yang dibuat dari tepung beras. Baruasa dibuat dengan mensubstitusikan tepung beras oleh tepung umbi Dioscorea alata L.(tepung uwi) yang memiliki kandungan serat pangan total yang tinggi. Baruasa dibuat dengan substitusi tepung beras oleh tepung uwi yang difortifikasi dengan tepung glukomanan yang berperan sebagai serat larut yang dapat menurunkan indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan menentukan variasi komposisi baruasa terbaik dari substitusi tepung beras oleh tepung umbi Dioscorea alata L. dan menganalisis pengaruh penambahan tepung glukomanan terhadap kualitas baruasa. Pembuatan baruasa menggunakan variasi komposisi tepung beras dan tepung uwi (%) dengan perbandingan yang digunakan berturut-turut 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20 dan 100:0. Selain itu dibuat pula baruasa dengan komposisi tepung yang sama namun ditambahkan tepung glukomanan dalam jumlah yang sama untuk tiap variasi. Parameter yang diukur pada kualitas baruasa yang dihasilkan adalah kadar abu, air, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, nilai aw, tekstur serta uji sensorik. Hasil penelitian menunjukkan tepung uwi dapat dijadikan sebagai pengganti tepung beras pada pembuatan baruasa dalam semua perbandingan, bahkan dapat dibuat dari 100% tepung uwi. Segi sensorik perbandingan yang paling baik adalah 20% tepung uwi dan 80% tepung beras. Baruasa dengan adanya penambahan tepung glukomanan dapat menurunkan kadar lemak, kadar air, dan sedikit aw, tetapi tidak mempengaruhi kadar karbohidrat, kadar protein, kadar abu, dan kadar serat baruasa.
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT MERAH (Euchema cottonii) Arfini, Fifi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to assess and optimize the process of extraction of carrageenan (variation ratio of water, the concentration of KCl precipitation and temperature) on the seaweed Eucheuma cottonii to shorten the processing time. This research method is divided into two stages: 1) Preliminary research with the aim to find a range of concentrations of KCl solution is best, 2) optimization of the process is to compare the water phase, the concentration of KCl precipitation and temperature are optimal. Carrageenan is then analyzed yield (AOAC. 1984), viscosity (FMC Corp. 1977), power gel (FMC Corp. 1977), moisture content (AOAC 1995), ash (AOAC 1995), acid insoluble ash content (AOAC 1995), the levels of sulfate (FMC Corp. 1977) and whiteness (Food Chemical Codex. 1981). Experimental design used was completely randomized factorial design. Preliminary results show The concentration of KCl solution 1 and 1.5% selected the best, although the structure is not harder than 2% KCl but not to cause a sense of the carrageenan produced. Produced the highest yield of water ratio 1:40. Highest viscosity ratio obtained in the combination treatment of water 1:20, 1% KCl. Carrageenan gel strength generated in this study ranged between 1493.49 - 2202.97 g/cm2 at each combination of treatments. Combination treatments are best produced water ratio 1: 20, 1% KCl concentration and precipitation temperature of 30 oC (A1B1C2) based on the parameters yield of 31.77%, 145.00 cP viscosity, gel strength 1897.14, 9.73 moisture content, ash content of 29.59, ash content was 0.83 acid soluble, sulfate levels and whiteness 18:36 51.57. Research on the optimization process can still be studied better, especially in the financial analysis.
PENGEMBANGAN USAHA FISH JELLY (BAKSO, NUGGET, KAKI NAGA, OTAK-OTAK) IKAN BANDENG Chanos - chanos Forks Fitri, Muhammad; Santi, Andi; Arfini, Fifi; Tartar, Sri Udayana
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemari), dengan tujuan untuk membuat manusia Indonesia seutuhnya, seharusnya mempunyai jasmani dan rohani yang prima.  Pencanangan Gemar Makan Ikan diharapkan juga dalam rangka pembangunan karakter bangsa yaitu mencerdaskan masyarakat secara fisik dan mental dengan mengkonsumsi ikan (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2014) Tujuan  pengembangan Usaha Fish Jelly   diharapkan  mengembangkan jiwa  kewirausahaan  di  Politeknik Pertanian Negeri Pangkep khususnya  jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.  Metode yang dipakai untuk pencapaian tujuan  adalah:  (a) Mengembangkan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dan memberikan pengalaman kerja kepada alumni  dan mahasiswa, (b) Menerapkan  metode pengolahan surimi ikan bandeng sehingga mempermudah dalam penyiapan pengolahan produk  fish jelly. Program IbIKK, diharapkan mampu menghasilkan produk pengolahan fish jelly (Bakso,Nugget,Kaki Naga dan Otak-otak)  sebagai makanan siap saji yang mempunyai kelebihan yaitu tidak mengandung lemak jenuh, karena dilakukan proses leaching sehingga aman dikonsumsi oleh pengguna yang mempunyai penyakit kolesterol. Kata Kunci : Ikan Bandeng,Fish jelly, Proses Leaching, Usaha Pangkep
PENERAPAN PENGOLAHAN LABU KUNING (Cucurbitae moschata) DI KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Arfini, Fifi; Fitri, Muhammad; Tartar, Sri Udayana
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 3, No 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu Kuning (Cucurbitae moschata) merupakan bahan pangan yang mengandung kalori, karbohidrat, protein, lemak, mineral (kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, tembaga dan seng), ß-karoten, tiamin, niacin, serat, dan vitamin C. Kandungan gizi yang sering diunggulkan dari labu kuning adalah kandungan ß-karoten yang merupakan sumber vitamin A yang berfungsi: melindungi mata (dari serangan penyakit katarak) dan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh dan reproduksi. Tujuan dan target yang ingin dicapai pada program IbM yaitu : (1) Bertambahnya pengetahuan kelompok tani ”Lompoe” dan kelompok Tani ”Masagenae” dalam peningkatan kemampuan teknologi diversifikasi pengolahan labu kuning menjadi produk pangan yang mempunyai nilai tambah “value added”; (2) Meningkatkan kesadaran kelompok petani  terhadap aspek sanitasi dan higienis dalam pengolahan produk labu kuning; (3) Meningkatnya tingkat kesejahteraan, status ekonomi dan status gizi masyarakat kelurahan Lalabata kecamatan  Tanete Rilau  kabupaten Barru. Hal ini dicapai dengan adanya pertumbuhan industri kecil/home industri serta UKM yang mengolah labu kuning. Metode pendekatan dilakukan dengan langkah: (1) Penyuluhan partisipatif: yaitu melakukan kegiatan pembelajaran tentang teknologi pengolahan labu kuning.  Metode yang dipakai pada penyuluhan partisipatif ini adalah pertemuan dengan kombinasi ceramah dan diskusi di tingkat kelompok tani yang ada. (2) Focussed Group Discussion (FGD): yaitu melakukan dialog aktif dalam kelompok-kelompok kecil antara masyarakat dengan fasilitator untuk menginvestigasi permasalahan lokal kondisi usahatani, serta keterkaitannya dengan pengembangan manajemen usaha pengolahan labu kuning (3) Pelatihan: Kegiatan pelatihan meliputi kegiatan demonstrasi dan kegiatan praktek anggota kelompok tani. Pada kegiatan demonstrasi, tim pelaksana akan memberikan contoh teknik diversifikasi mengolah labu kuning menjadi tepung, roti dan donat dengan menerapkan sistem sanitasi dalam setiap pekerjaan. Dalam kegiatan praktik ini, petani awalnya diberikan contoh, kemudian mereka mengulangi kembali melakukan sesuai dengan apa yang telah dicontohkan. (4) Pendampingan dilakukan dengan Pendekatan kelembagaan, yaitu proses pendampingan yang terus menerus selama kegiatan berlangsung.  Kata kunci: Labu kuning, diversifikasi olahan.
PENGEMBANGAN WIRAUSAHA PRODUK FISH JELLY IKAN BANDENG DI POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP Fitri, Muhammad; Arfini, Fifi; Laylah, Nur
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 3, No 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of marketing of Fish Jelly Product entrepreneurship in State Pangkep Agriculture Polytechnic is expected to improve socio-economic aspect for people of South Sulawesi, especially Pangkep regency and provide nutritional needs and diversification of processed milkfish products and if cultivated maximally will increase people's income. The purpose of entrepreneurship development of Fish Jelly Products is to develop an entrepreneurial culture and provide work experience to students and alumni in college. The entrepreneurship  marketing development program of fish jelly production (meatballs, nuggets, brains, dragon legs, sausage and tofu) of milkfish in the year 2017 activity produced as much as 3240 kg (weighs 500 gr / pack) with production / year of 6480 packages sold IDR 20,000 per package resulted in a total sale of IDR. 129.6 million. The marketing of Fish Jelly product was carried out through Mini Plant State Agricultural Polytechnic of Pangkep, minimarket of Pangkep, Barru, Maros and Makassar municipalities as well as on line system sales. Keywords: Surimi, Milkfish, Fish Jelly, Development, Entrepreneurship
PENGEMBANGAN INOVASI DAN KREATIFITAS KAMPUS MELALUI USAHA SURIMI IKAN BANDENG DAN APLIKASI PRODUK FISH JELLY Fitri, Muhammad; Santi, Andi; Arfini, Fifi
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 1, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan jangka panjang Program IbIKK usaha surimi ikan bandeng dan aplikasi produk fish jelly adalah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep khususnya Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Metode yang dipakai untuk pencapaian tujuan ini adalah pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dan pemberian pengalaman kerja kepada mahasiswa dan penerapan metode pengolahan surimi ikan bandeng sehingga mempermudah dalam penyiapan pengolahan produk fish jelly. Program IbIKK diharapkan mampu menghasilkan produk pengolahan fish jelly ikan bandeng yang kontinu (berkelanjutan) dan mampu memenuhi kebutuhan pasar. Luaran target dari program IbIKK adalah terbentuknya suatu unit usaha di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep khususnya pada Program Studi Agroindustri dengan harapan unit usaha ini akan menyumbangkan pendapatan bagi perguruan tinggi. Dengan program IbIKK ini diharapkan wirausaha-wirausaha baru berbasis ipteks dapat tercipta serta melalui pengikutsertaan alumni diharapkan memberi dampak meningkatnya dan meluasnya budaya kewirausahaan untuk mendukung baik pemanfaatan hasil riset maupun pengabdian di perguruan tinggi dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Penjualan produk bekerjasama dengan koperasi Bahari Sejahtera Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, minimarket di wilayah Kabupaten Pangkep, Barru, Maros, dan Kota Makassar serta penjualan sistem online. Kata kunci: surimi, ikan bandeng, fish jelly, inovasi, kewirausahaan
IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK TANI UBI JALAR (Ipomoea batatas L) KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Arfini, Fifi; Fitri, Muhammad
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dan target yang ingin dicapai pada program IbM yaitu: (1) bertambahnya pengetahuan kelompok tani Lompoe dan kelompok Tani Masagenae dalam peningkatan kemampuan teknologi diversifikasi pengolahan ubi jalar ungu menjadi produk pangan bernilai tambah (value added); (2) meningkatkan kesadaran kelompok petani terhadap aspek sanitasi dan hygiene dalam melakukan pengolahan produk ubi jalar; dan (3) meningkatnya tingkat kesejahteraan, status ekonomi, dan status gizi masyarakat Kelurahan Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau , Kabupaten Barru. Hal ini dicapai dengan adanya pertumbuhan industri kecil/home industri serta UKM yang mengolah ubi jalar. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu: (1) penyuluhan partisipatif: kegiatan penyuluhan mengenai manfaat dan nilai gizi ubi jalar; (2) pelatihan: kegiatan pelatihan meliputi kegiatan demonstrasi dan kegiatan praktik anggota kelompok tani; dan (3) pendampingan: kegiatan ini berupa pendampingan yang difokuskan pada bimbingan kelompok tani dalam hal penerapan teknologi pengolahan ubi jalar agar tercapai kualitas yang diinginkan oleh pasar. Kata kunci: ubi jalar ungu, kerupuk, brownies, dodol
IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK TANI UBI JALAR (Ipomoea batatas L) KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Arfini, Fifi; Fitri, Muhammad
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dan target yang ingin dicapai pada program IbM yaitu: (1) bertambahnya pengetahuan kelompok tani Lompoe dan kelompok Tani Masagenae dalam peningkatan kemampuan teknologi diversifikasi pengolahan ubi jalar ungu menjadi produk pangan bernilai tambah (value added); (2) meningkatkan kesadaran kelompok petani terhadap aspek sanitasi dan hygiene dalam melakukan pengolahan produk ubi jalar; dan (3) meningkatnya tingkat kesejahteraan, status ekonomi, dan status gizi masyarakat Kelurahan Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau , Kabupaten Barru. Hal ini dicapai dengan adanya pertumbuhan industri kecil/home industri serta UKM yang mengolah ubi jalar. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu: (1) penyuluhan partisipatif: kegiatan penyuluhan mengenai manfaat dan nilai gizi ubi jalar; (2) pelatihan: kegiatan pelatihan meliputi kegiatan demonstrasi dan kegiatan praktik anggota kelompok tani; dan (3) pendampingan: kegiatan ini berupa pendampingan yang difokuskan pada bimbingan kelompok tani dalam hal penerapan teknologi pengolahan ubi jalar agar tercapai kualitas yang diinginkan oleh pasar.
Pengaruh Perbandingan Air Pengekstrak, Suhu Presipitasi, dan Konsentrasi Kalium Klorida (KCL) Terhadap Mutu Karaginan Hakim, Arif Rahman; Wibowo, Singgih; Arfini, Fifi; Peranginangin, Rosmawaty
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9722.14 KB) | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i1.90

Abstract

ABSTRACTStudy on carrageenan extraction using filter press with variation ratio of seaweed and extraction medium (water), temperature of precipitation, potassium chloride concentration has beenconducted. Ratio of seaweed and water used were 1:20, 1:30 and 1:40 (w/v), temperature of precipitation were varied at 15 and 30°C, and potassium chloride concentration used were 1 and 1.5%. Parameters observed on the carrageenan were yield, viscosity, gel strength, moisture content, ash content, sulfate content and acid insoluble ash. Result showed that the best treatment was ratio seaweed : water = 1:20, temperature of precipitation at 30°C and potassium chlorideconcentration of 1%, with quality of carrageenan i.e. gel strength 1897.14 (g/cm2), viscosity 145 (cPs), ash content 29.59%, acid insoluble ash 0.83%, sulfate content 18.36%, yield 31.77% andmoisture content 9.73%. The carrageenan quality has met with the standard established by Food Agriculture Organization (FAO), Food Chemical Codex (FCC) and European Economic Community(EEC).