0.804
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL GALUNG TROPIKA
Rahmawati Semaun, Rahmawati
Prodi Ilmu Peternakan Fapetrik UMPAR
Articles
7
Documents
KUALITAS KARKAS DAN BOBOT KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) PADA PEMBERIAN FITOBIOTIK DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fitobiotik pada air minum terhadap kualitas dan berat karkas ayam KUB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu K0 = kontrol, K1= Fitobiotik 10 cc/ liter air, K2 = Fitobiotik 15 cc/ liter air,K3 = Fitobiotik 20 cc/ liter air.Berat Karkas perlakuan K3 lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya, perlakuan K3berpengaruh nyata dengan perlakuan K0, K1 dan K2.  Rata-rata data secara biologis pada perlakuan K0, K1, K2 dan K3 yaitu masing-masing 0.43 (Kg), 0,47 (Kg), 0,48 (Kg), 0,53 (Kg). Pemberian fitobiotik pada air minum dengan konsentrasi yang berbeda, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas ayam KUB.  Perlakuan Fitobiotik 20 cc/l berpengaruh dibanding perlakuan lainnya.  Nilai rata – Rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah pada pemberian 20 cc/l (66,42 %), 15 cc/l (63,52 %), 10 cc/l(61,71 %) dan kontrol (60,28 %). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging).  Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan serta bulu jarum yang sedikit.Hati nampak mengkilat, dan warna karkas segar kemerahan.

EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGEBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM PEDAGING

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas suplementasi tepung lempuyang  (zingiber aromaticum val)  dalam ransum terhadap berat dan kualitas karkas ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan  tiga taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang, P2 = 2,5% tepung lempuyang, P3 = 4,5% tepung lempuyang dan P4 = 6,5% tepung lempuyang. Berat Karkas perlakuan P3 lebih tinggi, perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0, P1, P2 dan P4 namun perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Berat rata-rata karkas ayam pedaging tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P3 sebesar (1,07 Kg),  P2 (1,03 Kg), P4 (0,96 Kg), P1 (0,94 Kg) dan P0 (0,91 Kg).  Suplementasi tepung lempuyang (zingiber aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf  1% terhadap kualitas karkas ayam pedaging.  Perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan P0, namun tidak berbeda sangat nyata dengan P1, P2 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan P4 dan P1.   Nilai rata – rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah P3 (74,54 %), P2 (74,36 %), P4 (72,35 %), P1 (72,28 %) dan P0 (71,14%). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging).  Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan.  Hati nampak mengkilat, utuh (perototan kompak) dan berwarna coklat kemerah-merahan.

KECERNAAN IN-VITRO KOMBINASI FERMENTASI JERAMI JAGUNG DAN DEDAK KASAR DENGAN PENAMBAHAN Aspergillus niger

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kecernaan in-vitro dari kombinasi fermentasi jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger dilaksanakan di kelurahan Ujung Baru kecamatan Ssoreang Kota Parepare, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger terhadap kecernaan in-vitro bahan kering dan bahan organik pada pakan ruminansia. Percobaan disusun berdasarkan rancangan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kombinasi jerami jagung dan dedak kasar (dedak kasar 25% + jerami jagung 75%, dedak kasar 50% + jerami jagung 50% dan  dedak kasar 75% + jerami jagung 25%) dan faktor kedua adalah penambahan berbagai taraf mikroba Aspergillus niger (level mikroba 0,5%, 0,75% dan 1%). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaaan.  Hasil yang diperoleh adalah pemberian kombinasi jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik.  Adapun kombinasi perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan A1B3 (dedak kasar 25% + jerami jagung 75% dengan level mikroba 1%)

KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSPOR KOMBINASI TUMPI JAGUNG DAN JERAMI KACANG TANAH YANG TERFERMENTASI

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi jerami kacang tanah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp terhadap kandungan kalsium (Ca) dan fospor (P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0=kontrol 100% tumpi jagung, R1= 60% tumpi jagung + 40% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.), R2=70% tumpi jagung + 30% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.) dan, R3=80% tumpi jagung + 20% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.). kandungan kalsium (Ca) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata. Kandungan kalsium (Ca) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,63%), R3 (0,61%), R0 (0,60%) dan R1 (0,59%). Hasil analisis ragam kandungan fospor (P) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi, menunjukkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan fospor berpengaruh sangat nyata terhadap kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi. Kandungan fospor (P) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,80%), R3 (0,72%), R1 (0,60%) dan R0 (0,40%). Perlakuan R0 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1, R2 dan R3. Perlakuan R1 berpengaruh sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan R0 dan R2 namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R2 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0 dan R1 namun tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R3 tidak berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1 dan R2 namun berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0.

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi tongkol jagung setelah difermentasi dengan Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan teknologi pakan dengan teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme yang selanjutnya dilakukan analisis proksimat, meliputi kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Kalsium, dan Fosfor. Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan akan dapat diperoleh informasi perlakuan yang paling baik dalam fermentasi pakan dengan Aspergillus niger, dan tersedianya pakan ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian untuk menunjang program penyediaan pakan lokal. Selain itu meningkatnya profesionalisme dalam penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi serta publikasi ilmiah serta menemukan inovasi teknologi yang dapat dengan mudah diaplikasikan kepada petani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1% Aspergillus niger dengan fermentasi 8 hari menghasilkan kandungan protein kasar terbaik, yaitu 4,95%. Sedangkan kandungan serat kasar terbaik pada perlakuan fermentasi 4 hari + 1% Aspergillus niger.

EVALUASI PENURUNAN ANGKA MORTALITAS DAN MORBIDITAS AYAM PEDAGING YANG MENDAPATKAN PENAMBAHAN TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung lempuyang yang berbeda pada ransum  terhadap penurunan angka mortalitas  dan  morbiditas (penyebab penyakit) dari  kematian ayam pedaging tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan  ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan  yaitu P0=kontrol, P1=0,5% tepung lempuyang, P2=2,5% tepung lempuyang, P3=4,5% tepung lempuyang dan P4=6,5% tepung lempuyang.  Angka mortalitas ayam pedaging pada perlakuan P0 (4 ekor),  P1 (2 ekor) P2 (0 ekor) P3 (0 ekor) dan P4 (1 ekor). P0 (control) berpengaruh sangat nyata terhadap perlakuan P1,P2,P3 dan P4. Perlakuan P1 (2 ekor) berpengaruh nyata terhadap perlakuan P0, P2, P3 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap     perlakuan P4. Persentase morbiditas atau angka serangan penyakit adalah 7 %  (7 ekor dari 90 ekor). Penyakit yang muncul selama pemeliharaan adalah Tetelo (Newcastle Disease) yang pada akhirnya menyebabkan kematian tujuh ekor ayam pedaging. Ayam yang mati akibat penyakit Tetelo (Newcastle Disease) selanjutnya dilakukan bedah bangkai oleh dokter hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian  pemberian tepung lempuyang dalam ransum dengan dosis 2,5% dan 4,5% dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging dengan angka mortalitas 0%.  Sedangkan  Angka mortalitas tertinggi diperoleh perlakuan P0 yaitu 4%, dan Pemberian tepung lempuyang dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging.

EVALUASI KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK FERMENTASI RUMPUT TAIWAN DAN KULIT PISANG DENGAN MENGGUNAKAN TRICHODERMA SP.

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi rumput taiwan dan kulit buah pisang dengan penambahan Trichoderma sp. terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan empat taraf perlakuan, yaitu 100% rumput taiwan, 90% rumput taiwan + 10% kulit buah pisang, 80% rumput taiwan + 20% kulit buah pisang, 70% rumput taiwan + 30% kulit buah pisang. Hasil analisis ragam daya cerna bahan kering secara in vitro fermentasi rumput taiwan dan kulit buah pisang dengan menggunakan Trichoderma sp. menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata. Nilai rata-rata daya cerna bahan kering secara in vitro rumput taiwan dan kulit buah pisahan dan bahan organik adalah yang tertinggi adalah perlakuan 70% rumput taiwan + 30% kulit pisang, yaitu 39.61%. Perlakuan yang sama juga memberi perlakuan daya cerna tertinggi, yaitu 30.99%.