Nurhaeda Nurhaeda, Nurhaeda
Jurusan Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan UniversitasMuhammadiyahParepare
Articles
6
Documents
APLIKASI BAKTERI PROBIOTIK DAN TANAMAN HERBAL PADA AYAM BROILER

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar masyarakat menolak membeli produk peternakan yang diketahuinya menggunakan antibiotik atau bahan kimia dalam prosesnya, karena adanya residu  dan berkembangnya mikroba yang resisten dalam tubuh ternak maupun tubuh manusia yang mengkomsumsinya. Sehingga diperlukan produk probiotik dan tanaman herbal yang nantinya dapat mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik dan obat-obatan kimia.   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian dan komposisi jamu probiotik dan tanaman herbal pada air minum terhadap pertambahan bobot badan, berat karkas, persentase karkas, kualitas karkas dan mortalitas ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan Pertambahan bobot badan yang terbaik adalah  pemberian probiotik lengkap (J1) yang rata-rata pertambahan bobot badan 0,78 kg perhari  dan meningkatkan berat dan kualitas karkas ayam broiler, dengan berat rata-rata 1,25 Kg/ek. dan ditinjau dari kualitasnya perlemakan sub kutan yang relatif sedikit. Pemberian jamu probiotik dapat menekan angka mortalitas ternak yang diakibatkan oleh infeksi penyakit.  Adanya angka mortalitas rata-rata 0,05% diduga ternak stress akibat perubahan cuaca yang ekstrim atau cuaca yang sangat panas.

EVALUASI KANDUNGAN LEMAK SUBKUTAN DAN ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DAN TEPUNG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICUM) DALAM PAKAN SUBTITUSI

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui level kombinasi tepung kunyit dan tepung lempuyang yang dapat memberi pengaruh terhadap kandungan lemak abdominan dan subkutan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan  lima taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang + tepung kunyit 0,5%, P2 = 2,5% tepung lempuyang + tepung kunyit 0,5%, P3 =  4,5% tepung lempuyang  + tepung kunyit 0,5%  dan P4  =  6,5% tepung lempuyang  + tepung kunyit 0,5%. Persentase lemak pada perlakuan P0 dan P1 lebih tinggi, perlakuan P0 dan P1 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P2, P3 dan P4. Perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P3 dan P4. Persentase lemak  tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P0 sebesar (4,20%),  P1 (3,62%), P2 (2,27%), P4 (2,23%) dan P3 (1,61%).  Suplementasi tepung lempuyang (Zingiber  aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf  1% terhadap persentase ayam pedaging. Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit dibanding lemak abdomen.  Berdasarkan hasil  penelitian diperoleh  pemberian suplementasi tepung lempuyang dan tepung kunyit dengan konsentrasi suplementasi tepung lempuyang 4,5% pada pakan dapat menurunkan persentase lemak broiler. Sedangkan persentase lemak optimun adalah perlakuan 3 (tepung lempuyang 4,5% + tepung kunyit 0,5%) yaitu 1,61%.

EVALUASI KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK FERMENTASI RUMPUT TAIWAN DAN KULIT PISANG DENGAN MENGGUNAKAN TRICHODERMA SP.

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi rumput taiwan dan kulit buah pisang dengan penambahan Trichoderma sp. terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan empat taraf perlakuan, yaitu 100% rumput taiwan, 90% rumput taiwan + 10% kulit buah pisang, 80% rumput taiwan + 20% kulit buah pisang, 70% rumput taiwan + 30% kulit buah pisang. Hasil analisis ragam daya cerna bahan kering secara in vitro fermentasi rumput taiwan dan kulit buah pisang dengan menggunakan Trichoderma sp. menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata. Nilai rata-rata daya cerna bahan kering secara in vitro rumput taiwan dan kulit buah pisahan dan bahan organik adalah yang tertinggi adalah perlakuan 70% rumput taiwan + 30% kulit pisang, yaitu 39.61%. Perlakuan yang sama juga memberi perlakuan daya cerna tertinggi, yaitu 30.99%.

PENGARUH TEMPAT DEPOSISI SEMEN DENGAN METODE INSEMINASI BUATAN TERHADAP FERTILITAS TELUR AYAM BURAS

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempat deposisi semen terhadap fertelitas telur ayam buras.  Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental sesuai pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan A1 = kawin alam, perlakuan A2 = IB intra vagina, perlakuan A3 = intra uterin.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode perkawinan Insemninasi Buatan (IB) tidak berpengaruh  nyata pada taraf <0,05terhadap fertelits telur ayam buras.  Hal ini menunjukkanmetode perkawinan yang diterapkandalam penelitian ini tidak berpengaruh nyata terhadap fertelitas telur ayam buras, tetapi secara empiris memperlihatkan bahwa dengan menerapkan IB intra vagina dan  IB intra uteri lebih tinggi dibandingkan dengan metode kawin alam.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA MAN 2 MODEL PALU

Mitra Sains Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.631 KB)

Abstract

This study aimed to: (1) describe the influence of cooperative learning model of TPS type and cognitive style toward the students’ learning result on Biology subject of the XI grade Science Program at MAN 2 Model Palu. This study applied quasi experimental method. The population of this study engaged 108 students which were administered into four classes. The sample for this study were selected through the implementation of random sampling technique, thus there were two classes selected with 48 students involved. The data collected in this study was the post-test scores which were analyzed through inferential statistic method. The data analysis drew on two-way Annova. The result of the analysis showed that: (1) The cooperative learning model of TPS type has contributed a significant effect toward students’ learning achievement. This model has surpassed the Direct Instruction model, (2) Cognitive style has significantly influenced toward students’ learning achievement. Students with field independent cognitive style have a higher learning achievement rather than those who were with field dependent cognitive style, (3) the interaction between learning model and cognitive style has no significant effect on students’ learning achievement. This has proved that learning model and cognitive style has functioned independently. 

DAMPAK PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI DALAM PAN-DANGAN ISLAM DI PAUD TERPADU MUTIARA HATI PALU

ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol 1, No 2 (2018): ECEIJ - MEI
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.234 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di PAUD Terpadu Mutiara Hati Palu. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh 1) Terlihat anak usia dini sering menggunakan gadget pada saat kegiatan tertentu. Sehingga anak usia dini merasa terlalu senang menggunakan gadget yang dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. 2) bagaimana bentuk penggunaan gadget (aplikasi, intensitas, dan durasi pemakaian gadget) pada anak usia dini. 3) Sebagian besar anak usia dini meggunakan gadget hanya untuk bermain game dan menonton film animasi yang seharusnya gadget dapat di-pergunakan untuk media pembelajaran bagi anak usia dini. 4) pengawasan oleh orang tua dirasakan kurang, karena sebagian besar orang tua terkesan memberikan dan tidak terlalu khawatir dengan dampak yang akan ditimbulkan dari penggunaan gadget secara terus-menerus. Orang tua harus lebih berhati–hati dalam mengawasi dan memonitoring kegiatan anak dalam menggunakan gadget sehari-hari untuk meminimalisir sisi negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget tersebut. Dan sebaiknya tidak diberikan pada anak dibawah usia 6 tahun, karena saat usia tersebut anak lebih baik diarahkan kedalam kegiatan yang memiliki aktivitas dilingkungan agar mudah untuk bersosialisasi.