Sitti Arwati, Sitti
Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENGGEREK BUAH KAKAO Firmansyah, Amanda Patappari; Arwati, Sitti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.853 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v6i3.231

Abstract

Penggerek Buah Kakao (PBK) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kakao di Indonesia yang  menyebabkan kehilangan hasil produksi hingga 80%. Penggunaan zat pengatur tumbuh yaitu paclobutrazol dapat digunakan untuk meningkatkan ketebalan sel-sel tanaman. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai pengendalian. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian paclobutrazol pada intensitas serangan penggerek buah kakao. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif paclobutrazol pada buah kakao dengan konsentrasi yaitu kontrol, 10 ppm, 30 ppm, 50 ppm, dan 70 ppm. Evaluasi dilakukan dengan menghitung jumlah buah terserang untuk mengetahui besarnya tingkat serangan melalui metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilanjutkan dengan uji BNT. Intensitas serangan PBK yang paling rendah terlihat pada perlakuan 70 ppm dengan rata-rata buah terserang sebesar 41.33 buah, diikuti perlakuan 50 ppm sebesar 55.33 buah, perlakuan 30 ppm sebesar 65.33 buah, 10 ppm sebesar 82 buah, dan kontrol sebesar 95.33 buah.
SISTEM PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN UBI JALAR KECAMATAN POLONGBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR Arwati, Sitti; Syarif, Asriyanti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.834 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v5i3.188

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemasaran dan nilai tambah ubi jalar, yang meliputi: saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran, Farmer Shares dan nilai tambah olahan ubi jalar dalam bentuk bakwan dan pastel ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lassang Barat dan Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Adapun Sampel dalam penelitian ini adalah petani dan pedagang yang terlibat dalam proses pemasaran ubi jalar yang dilakukan secara teknik snowball sampling sebanyak 20 orang, sedangkan sampel untuk nilai tambah sebanyak 10 orang yang mengelolah bakwan dan pastel sebagai usaha rumah tangga yang dipilih secara sengaja. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Saluran pemasaran terdiri dari empat yaitu saluran I: petani-pemilik usaha rumah tangga, Saluran II: Petani Pedagang pengumpul-pemilik usaha rumah tangga, Saluran III: petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen, dan Saluran IV: petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. (2) Margin pemasaran terbesar pada saluran keempat, (3) Efisiensi pemasaran tergolong dalam kategori efisien pada setiap saluran,namun yang paling efisien adalah saluran pemasaran I, (4) Farmer share yang diperoleh terbesar diterima pada saluran pemasaran I yaitu 100%, (5). Nilai tambah yang diperoleh pada pengolahan ubi jalar menjadi bakwan sebesar Rp. 53,483, sedangkan menjadi pastel memberikan nilai tambah Rp. 75.890.
KERAGAAN PEMASARAN BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE, CONDUCT AND PERFORMANCE (SCP) B., Sumarni; Arwati, Sitti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.111 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i3.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemasaran buah naga melalui saluran pemasaran yang diterapkan serta menganalisis efisiensi pemasaran secara analisis Market structure, Market conduct, dan Market performance (diukur dari margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan atas biaya). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Toili Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, dengan responden petani 15 orang, pedagang pengumpul 4 orang, pedagang besar I sebanyak 4 orang, pedagang besar II sebanyak 5 orang dan pedagang pengecer 30 orang (pengecer kaki lima dari Sulawesi Tengah 5 orang, dari Makassar 5 orang, supermarket 10 orang, warkop dan cafe 5 orang, serta gerai 5 orang). Penelitian menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin, analisis farmer’s share, analisis rasio, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran buah naga menggunakan 6 saluran pedagang pengumpul. Pedagang besar I dan pedagang besar II memiliki persaingan secara oligopoly, sedangkan pedagang pengecer memiliki persaingan secara monopolistik. Marjin pemasaran yang paling kecil adalah saluran pemasaran yang kedua dan ketiga. Besar marjin yang adalah Rp. 10.000/kg. Marjin yang paling besar adalah saluran pemasaran keenam dengan marjin sebesar Rp. 111.000/kg. Farmer’s Share yang paling besar diperoleh petani adalah saluran pemasaran pertama, dengan share 100%, dan yang paling kecil adalah saluran keenam yang memiliki share 11,90% terhadap petani. Saluran pemasaran pertama tidak ada biaya pemasaran. Petani menjual langsung kepada konsumen. Sedangkan rasio yang paling tinggi atas biaya-biaya yang digunakan adalah saluran pemasaran keenam sebesar 15,82%. Saluran pemasaran yang efisien ada empat, yaitu saluran pemasaran pertama (0%), kedua (2,17%), ketiga (2,4%) dan keempat (3,33%).
DAMPAK KEANGGOTAAN KELOMPOK LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KABUPATEN TAKALAR Tahir, Muh; Murdiyati, Sri; Arwati, Sitti
Agric Vol 29 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.009 KB) | DOI: 10.24246/agric.2017.v29.i1.p69-76

Abstract

This study aims to analyze the income of paddy farming in members and non-members of the community granary group, and to know the impact of the membership of the granary group on the income of paddy farming. This research was conducted in Bontoloe Village, Galesong Sub District, Takalar District, South Sulawesi Province. Sampling was done by two methods, first for sample of granary member using purposive sampling method, second fornon-member of granary using simple random sampling method. So the total sample in this study were 34 farmers. Data analysis used is the analysis of different test (t test) and multiple linear regression. The results showed that the income earned by farmer members of the granary group amounted to Rp 9,386,227.00, while the income earned by non-member farmers in the granary group was Rp 9,175,144.00. Differences in paddy production, revenue, and income levels between member farmers and non-members of the granary group based on t test proved not significantly different. Factors that significantly affect the income level of paddy farming are land area, paddy seed price, pesticide price, and labor wage. While the impact of membership of community granary group was not significant to the income of paddy farming. But simultaneously (land area, price of paddy seed, price of urea fertilizer, phonska fertilizer price, pesticide price, labor wage, dummy member) can affect paddy farming income of 84.99%.
PRODUK OLAHAN PEPAYA PADA KWT AL-MUHAJIRIN DI KELURAHAN TAMALAREA JAYA KECAMATAN TAMALANREA Arwati, Sitti; Syarif, Asriyanti
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 4, No 1 (2018): AL IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.889 KB)

Abstract

Community service is to provide an overview of the benefits of papaya fruit and the composition of papaya as a fruit that can also be processed into jam and cake products through counseling. Provide training to housewives regarding the procedure for making jams and cakes from processed papaya. This community service was carried out in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District. This community service involves KWT Al Muhajirin  in Tamalanrea Jaya Village as partners. The type of mature papaya that is chosen to be managed because this papaya is easily damaged and decomposes. This community service shows that the counseling and training process provided to partners regarding the importance of consuming papaya, papaya's nutritional content, degenerative diseases caused by lack of fruit consumption and training of cooked papaya products into jams and cakes goes well as seen from the positive response. given by partners and the high participation of partners in counseling and training activities carried out, activeness asks partners because of the desire to obtain information and multiply knowledge, the desire of partners to make processed papaya as a product that can increase family income.Keywords: Diversification, papaya, KWT